Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.

KETENAGAKERJAAN INDONESIA

852 vues

Publié le

KETENAGAKERJAAN INDONESIA

Publié dans : Formation
  • Soyez le premier à commenter

  • Soyez le premier à aimer ceci

KETENAGAKERJAAN INDONESIA

  1. 1. PRESENTASI SEMINAR KEPENDUDUKAN & CAPIL KETENAGAKERJAAN INDONESIA
  2. 2. BAB I PENDAHULUAN • 1.1 LATAR BELAKANG Indonesia memiliki jumlah penduduk sebesar 225 juta jiwa, menjadikan negara ini negara dengan penduduk terpadat ke-4 di dunia . Masalah ketenagakerjaan di Indonesia sekarang ini sudah mencapai kondisi yang cukup memprihatinkan ditandai dengan jumlah penganggur dan setengah penganggur yang besar, pendapatan yang relatif rendah dan kurang merata.
  3. 3. Kondisi pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada, menjadi beban keluarga dan masyarakat, sumber utama kemiskinan, dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal; dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang. Permasalahan pengangguran dan setengah pengguran ini merupakan persoalan serius karena dapat menyebabkan tingkat pendapatan Nasional dan tingkat kemakmuran masyarakat tidak mencapai potensi maksimal. Untuk itu perlu adanya upaya untuk menanggulangi masalah ketenagakerjaan yang berkaitan dengan banyaknya jumlah pengangguran.
  4. 4. • 1.2 PEMBATASAN MASALAH Makalah ini kami batasi untuk permasalahan ketenagakerjaan di indonesia Untuk mempersempit ruang lingkup masalah maka perlu adanya pembatasan masalah mengenai permasalahan ketenagakerjaan di indonesia yaitu kondisi tenaga kerja baik dari peningkatan mutu tenaga kerja.
  5. 5. • 1.2 RUMUSAN MASALAH 1. Apa saja bagian dalam ketenagakerjaan? 2. Bagaimana kondisi tenaga kerja di Indonesia? 3. Bagaimana upaya mengatasi masalah ketenagakerjaan di Indonesia?
  6. 6. • 1.3 TUJUAN MASALAH 1. Untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan ketenagakerjaan 2. Untuk mengetahui kondisi tenaga kerja di Indonesia 3. Untuk mengetahui upaya mengatasi masalah ketenagakerjaan di Indonesia
  7. 7. BAB II TINJAUAN TEORI DAN NORMATIF • Teori Klasik Adam Smith Adam smith (1729-1790) merupakan tokoh utama dari aliran ekonomi yang kemudian dikenal sebagai aliran klasik. Dalam hal ini teori klasik Adam Smith juga melihat bahwa alokasi sumber daya manusia yang efektif adalah pemula pertumbuhan ekonomi. Setelah ekonomi tumbuh, akumulasi modal (fisik) baru mulai dibutuhkan untuk menjaga agar ekonomi tumbuh. Dengan kata lain, alokasi sumber daya manusia yang efektif merupakan syarat perlu (necessary condition) bagi pertumbuhan ekonomi.
  8. 8. • Teori Malthus Sesudah Adam Smith, Thomas Robert Malthus (1766-1834) dianggap sebagai pemikir klasik yang sangat berjasa dalam pengembangan pemikiran-pemikiran ekonomi. Thomas Robert Malthus mengungkapkan bahwa manusia berkembang jauh lebih cepat dibandingkan dengan produksi hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan manusia. Manusia berkembang sesuai dengan deret ukur, sedangkan produksi makanan hanya meningkat sesuai dengan deret hitung. Jika hal ini tidak dilakukan maka pengurangan penduduk akan diselesaikan secara alamiah antara lain akan timbul perang, epidemi, kekurangan pangan dan sebagainya.
  9. 9. BAB III PEMBAHASAN Klasifikasi tenaga kerja 1. a.Tenaga kerja berdasarkan penduduk • Tenaga kerja • Bukan tenaga kerja b. Tenaga kerja berdasarkan kualitasnya • Tenaga kerja terdidik • Tenaga kerja terampil • Tenaga kerja tidak terdidik
  10. 10. 2. Angkatan kerja dibagi dua: 1. Angkatan kerja 2. Bukan angkatan kerja 3. Usia kerja 4. Kesempatan kerja
  11. 11. Upaya Mengatasi Masalah Ketenagakerjaan di Indonesia • Mendorong Investasi Mengharapkan investasi dari luar negeri kenyataannya belum menunjukkan hasil yang berarti selama tahun 2006 lalu. Para investor asing mungkin masih menunggu adanya perbaikan iklim investasi dan beberapa peraturan yang menyangkut aspek perburuhan. Kalau upaya terobosan lain tidak dilakukan, khawatir masalah pengangguran ini akan bertambah terus pada tahun-tahun mendatang
  12. 12. • Memperbaiki daya saing Daya saing ekspor Indonesia bergantung pada kebijakan perdagangan yang terus menjaga keterbukaan, disamping menciptakan fasilitasi bagi pembentukan struktur ekspor yang sesuai dengan ketatnya kompetisi dunia. Karena Indonesia telah mempunyai kebijakan rezim perdagangan yang sangat terbuka, pemerintah dapat meminta pemotongan bea masuk dan pembebasan atas berbagai pengenaan bea masuk.
  13. 13. • Peningkatan Keahlian Pekerja Pemerintah seharusnya dapat meningkatkan kemampuan angkatan kerja. Lemahnya kemampuan pekerja Indonesia dirasakan sebagai kendala utama bagi investor. Rendahnya keahlian ini akan mempersempit ruang bagi kebijakan Indonesia untuk meningkatkan struktur produksinya. Pemerintah harus lebih menekankan pencapaian tujuan di bidang pendidikan formal dengan mereformasi sistem pendidikan, sesuai dengan prinsip dan manfaat dari proses desentralisasi.
  14. 14. BAB IV PENUTUP 1.1 KESIMPULAN Kondisi ketenagakerjaan di indonesia amatlah kurang dari harapan. Banyaknya jumlah pengangguran yang terjadi di Indonesia diakibatkan oleh kurangnya peningkatan terhadap mutu tenaga kerja sehingga mereka tidak mempunyai skill atau keterampilan yang dibutuhkan oleh lapangan kerja. Adapun cara yang dapat dilakukan yaitu dengan cara latihan kerja, pemagangan dan perbaikan gizi.
  15. 15. Apapun cara untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan di Indonesia dapat melalui investasi, perbaikan daya saing, peningkatan fleksibilitas tenaga kerja, peningkatan keahlian pekerja dan yang paling penting adalah terlaksananya hukum ketenagakerjaan yang berlaku.
  16. 16. 1.2 SARAN Pemerintah harus memperhatikan kondisi tenaga kerja baik dari peningkatan mutu tenaga kerja. Untuk tenaga kerja harus mengasah keterampilan agar mudah mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan kemampuan.
  17. 17. TERIMA KASIH

×