Ce diaporama a bien été signalé.
Le téléchargement de votre SlideShare est en cours. ×

Jawaban Soal UAS Kepemimpinan "Muhammad Al Fatih" dibuat oleh Deviyani Vionita

Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité

Consultez-les par la suite

1 sur 20 Publicité

Plus De Contenu Connexe

Similaire à Jawaban Soal UAS Kepemimpinan "Muhammad Al Fatih" dibuat oleh Deviyani Vionita (20)

Plus récents (20)

Publicité

Jawaban Soal UAS Kepemimpinan "Muhammad Al Fatih" dibuat oleh Deviyani Vionita

  1. 1. KEPEMIMPINAN MUHAMMAD AL - FATIH DEVIYANI VIONITA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA 2022
  2. 2. “Sesungguhnya Allah meletakan pedang di tanganku untuk berjihad di jalan-Nya. Maka jika aku tidak mampu untuk bersabar dalam menghadapi kesulitan-kesulitan ini dan tidak aku melakukan kewajiban dengan pedang ini, maka sangat tidak pantas bagiku untuk mendapat gelar Al-Ghozi yang aku sandang sekarang ini. Lalu, bagaimana aku akan menemui Allah pada hari kiamat nanti..?” - Fatih Sultan Mehmed
  3. 3. Biografi Muhammad Al Fatih Muhammad Al Fatih lahir dengan nama asli Mehmed bin Murad. Ia lahir pada tanggal 30 Maret 1432 di Edirne, ibu kota Turki Utsmaniyah. Ayahnya bernama Sultan Murad II yang diketahui merupakan sultan Turki Utsmaniyah. Ibunya bernama Hüma Hatun yang merupakan istri keempat dari Sultan Murad II. Sultan Mehmed dikenal dunia dengan nama Muhammad Al Fatih berarti ‘Penakluk’. Orang Turki menyebut Sultan Mehmed dengan sebutan ‘Fâtih Sultan Mehmed Han II‘. Sultan Utsmaniyah periode pertama Berkuasa Agustus 1444 – September 1446 Pendahulu Murad II Penerus Murad II periode kedua Berkuasa 3 Februari 1451 – 3 Mei 1481 Pendahulu Murad II Penerus Bayezid II Lahir 30 Maret 1432 Edirne, Eyalet Rumelia, Kesultanan Utsmaniyah Wafat 3 Mei 1481 (umur 49) Hünkârçayırı (Tekfurçayırı), dekat Gebze, Kesultanan Utsmaniyah Pemakaman Masjid Fatih, Istanbul, Turki Wangsa Utsmani Ayah Murad II Ibu Hüma Hatun Pasangan Gülbahar Hatun Gülşah Hatun Sittişah Hatun Hatice Hatun Çiçek Hatun Agama Islam Sunn
  4. 4. Biografi Muhammad Al Fatih Dalam bukunya Al-Munyawi, menggambarkan secara fisik sultan Muhammad Al-Fatih beliau berkulit putih, berperawakan sedang, mempunyai otot yang kuat, sangat percaya diri, memiliki pandangan yang tajam dan kemampuan untuk memikul beban yang berat. Source:Bugukugu.com
  5. 5. Biografi Muhammad Al Fatih Saat masih belia, ketika usianya menginjak 11 tahun, beliau dikirim untuk memerintah Amasya. Sebagai anak Sultan, ia banyak mendapat ilmu. Ia menguasai sedikitnya enam bahasa. Salah satu gurunya adalah Syaikh Muhammad Syamsuddin bin Hamzah. Ulama terkemuka inilah yang mempengaruhi Mehmed pentingnya menaklukkan Konstantinopel yang dikuasai Kekaisaran Romawi Timur dan menjadi salah satu pusat gereja Ortodok.
  6. 6. Biografi Muhammad Al Fatih Muhammad Al-Fatih dikenal sebagai pemimpin yang cakap, adil, cerdas, dan memiliki kepakaran dalam berbagai bidang walaupun usianya saat diangkat menjadi Sultan baru berusia 12 tahun. Julukan “Al-Fatih” yang artinya “Sang Pembebas” didapatkannya karena berhasil menaklukan Konstantinopel yang saat itu merupakan sebuah benteng yang sulit diterobos diusia yang masih sangat muda, yakni 21 tahun (Hayati:2021). Source : Webtoon
  7. 7. Masa Kepemimpinan Muhammad Al-fatih merupakan Sultan yang ke VII pada Dinasti Usmaniyah. Beliau diangkat menjadi sultan pada tahun 885 H yaitu setelah kematian ayahnya sultan Murad. Beliau saat diangkat menjadi sultan sangat muda sekali yaitu pada usia 22 tahun. Beliau memerintah dari tahun 1451 H sampai 1481 H. Hasilnya konstantinopel jatuh tahun 857H/1453 M. Prestasi yang paling gemilang bagi kaum muslimin pada masa Muhammad Al-Fatih adalah takluknya kota konstantinopel (Byzantium) pada tahun 1453 Muhammad Al-Fatih berhasil menaklukkan pusat pertahanan dan peradaban agama nasrani.
  8. 8. Muhammad Al-Fatih memerintah selama 30 tahun dan wafat saat merencanakan penakhlukan ke Italia pada tahun 1481 M (Daulay:2020). Masa Kepemimpinan
  9. 9. Masa Kepemimpinan Muhammad Al-Fatih memerintah selama 30 tahun dan wafat saat merencanakan penakhlukan ke Italia pada tahun 1481 M (Daulay:2020) . Sultan Murad II menyerahkan posisi sultan kepada anaknya, Sultan Muhammad Al-Fatih. Mengetahui hal ini, Paus Eugene IV segera membujuk Ladislas untuk mengkhianati perjanjian yang baru saja dilakukan untuk meletuskan Perang Salib lagi dan mengusir muslim dari Eropa. Sultan Muhammad Al-Fatih yang baru memimpin dibuat bingung dan segera mengirim surat kepada ayahnya, Sultan Murad II di Anatolia untuk membantunya mengatasi keadaan. Akhirnya Sultan Murad II kembali naik tahta di tahun 1446 M dan Sultan Muhammad Al-Fatih menjadi gubernur kota Manisa.
  10. 10. Masa Kepemimpinan Rentang waktu 1446-1451 M, Sultan Muhammad Al-Fatih tidak berdiam diri saja, ia mempelajari sebab sebab kegagalannya memimpin di tahun 1444 M. Lalu ia menjalin hubungan yang baik dengan para prajurit dan aparatur negara, mempersiapkan strategi untuk menaklukkan Konstantinopel, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Source:Okezone.com
  11. 11. Masa Kepemimpinan Tahun 1448, Sultan Muhammad Al-Fatih menemani ayahnya, Sultan Murad II untuk memerangi pasukan Hungaria di Kosovo. Peperangan ini menjadi pembuktian Sultan Muhammad II jika ia layak menjadi pemimpin sebab saat itu dirinya dilantik sebagai komandan terbaik dan membuktikan kuatnya kekuatan militer kepada Hungaria dan Negara Barat. Setelah ayahnya dimakamkan, Sultan Muhammad Al-Fatih langsung dinobatkan menjadi Sultan Turki Utsmani ke-7 pada usia 19 tahun (Indrayeti, Futri). Source:tvone
  12. 12. Keunggulan Kepemimpinan Muhammad Al Fatih Sultan Muhammad Al Fatih sukses memasuki wilayah Konstantinopel dengan membawa serta kapal-kapal mereka melalui perbukitan Galata, untuk memasuki titik terlemah Konstantinopel, yaitu Selat Golden Horn. Ketika itu, Sultan Mehmed II beserta ribuan tentaranya menarik kapal-kapal mereka melalui darat. Meski ada tentaranya mengatakan kemustahilan untuk melakukan startegi tersebut. Namun, Mehmed II tidak gentar. Dia dengan tegas mengatakan kepada seluruh tentaranya untuk bergegas dan melaksanakan strategi tersebut. Tujuh puluh kapal diseberangkan melalui bukit hanya dalam satu malam 01 02
  13. 13. Keunggulan Kepemimpinan Muhammad Al Fatih Sehari sebelum berjalannya strategi itu, ia memerintahkan semua tentaranya untuk berpuasa pada siang hari dan shalat Tahajud pada malam harinya sebelum berperang untuk meminta kemenangan kepada Allah. Alhasil, Mehmed II berhasil membawa kemenangan dengan menaklukkan Konstantinopel dan memimpinnya menjadi lebih baik dari sebelumnya. Ia melindungi seluruh rakyat di sana, baik Muslim maupun non-Muslim. 03 tvOnenews.com
  14. 14. Keunggulan Kepemimpinan Muhammad Al Fatih Mehmed II mampu menjadi “sebaik-baik pemimpin dan memiliki sebaik-baik pasukan.” Setelah ia memimpin Konstantinopel selama 19 tahun, dia berencana menaklukkan Roma. Hanya, saat ingin melaksanakan cita-citanya, Al Fatih wafat. 04 Source:tribunjabar
  15. 15. (QS. al-Nur [24]: 52), “Danbarang siapa taat kepada Allah dan rasul-Nya,takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, mereka itulah orang-orang berhasil.” Keteladanan Muhammad Al Fatih Konsisten dalam Beribadah Pekerja Keras “hasil takkan pernah mengkhianati proses”. Maka disamping giat beribadah, seorang pemimpin juga dituntut untuk bekerja keras. Gunakan waktu yang tersedia untuk bekerja dengan sungguh-sungguh. Beberapa hal yang dapat kita teladani dari sosok Muhammad Al-Fatih menurut buku Siaw (2013) dalam Nugroho, Yudistira Adi :
  16. 16. Seorang pemimpin harus memiliki sikap optimis untuk menularkan aura dan keyakinan kepada bawahannya bahwa semuanya dapat diselesaikan dan dapat dipecahkan Memiliki Keyakinan yang Kuat Cerdas dan Berani Kecerdasan sangat dibutuhkan pada masa-masa sulit dimana organisasi mendapatkan banyak kendala dan tantangan untuk mencapai tujuan. Sedangkan untuk melewati kendala dan tantangan juga dibutuhkan keberanian untuk mengambil resiko-resiko yang akan dihadapi.
  17. 17. Slogan yang pernah Al-Fatih katakan adalah, “Keadilan sebagai pondasi kekuasaan.” (Utomo:2017) Pemimpin yang Adil Tawakal Tawakal atau berserah kepada Allāh adalah modal utama seorang pemimpin. Semua kemenangan adalah datang dari Allah, bukan dari selain itu.
  18. 18. Gaya Kepemimpinan Muhammad Al Fatih Gaya kepemimpinan yang sangat menonjol dari Muhammad Al-Fatih adalah gaya kepemimpinan karismatik. Gaya ini muncul dari kewibawaan alami yang dimiliki pemimpin, bukan karena legalitas politik atau pembentukan yang dilakukan secara sistematis. Mehmet bisa dikatakan sebagai figur kepemimpinan karismatik karena Mehmet memiliki kekuatan dan kecerdasan atau kekuatan religi. contohnya: Muhammad Al-Fatih mampu membuat benteng Rumeli Hisari atau memindahkan kapal dengan menaiki bukit. Hal inilah yang membuat para pengikutnya patuh dan sangat menghormati beliau (Zulkifli, M:2021).
  19. 19. REFERENSI ● https://www.biografiku.com/biografi-muhammad-al-fatih. ● https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mehmed_II&veaction=edit ● Hayati, Husnul. Kepemimpinan Muhammad Al Fatih, Sang Penakluk Kota Konstantinopel. 2021. https://dutadamaisumaterabarat.id/kepemimpinan-muhammad-al-fatih-sang-penakluk-kota- konstantinopel/ ● Zulkifli, M. (2021). STUDI KEPEMIMPINAN MUHAMMAD AL-FATIH DALAM BUKU MUHAMMAD AL- FATIH SANG PENAKLUK KONSTANTINOPEL KARYA JOHN FREELY. J-MD: Jurnal Manajemen Dakwah, 2(2), 53-64. ● Putra Daulay, Haidar, dkk. 2020. Sejarah Kepemimpinan Muhammad Al-Fatih Sebagai The Best Leader. Jurnal Kajian Islam Kontemporer (JURKAM)Vol 1, No 2, Oktober2020, Page 99-109ISSN 2722-7383 ● Indrayeti, Futri. 2019. SISTEM MILITER SULTAN MUHAMMAD AL-FATIH DINASTI TURKI UTSMANI TAHUN 1451-1481 M. INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) BENGKULU ● Ucu, Karta Raharja. 2019. Mengapa Muhammad Al Fatih Menjadi Sebaik-baiknya Pemimpin?. Republica.com ● Nugroho, Yudistira Adi. 2020. KAJIAN TENTANG BELAJAR KEPEMIMPINAN DARI PEMIMPIN TERBAIK. Jurnal Ekonomi dan Bisnis E-qien. ● Priyambodo, Utomo. 2017. Kumparan.com
  20. 20. Terima kasih...

×