Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.

Kimia Unsur (XII MIA 5)

3 479 vues

Publié le

tugas kelas 12 ipa 5. SMA Negeri 1, Merauke.

Publié dans : Formation
  • Login to see the comments

Kimia Unsur (XII MIA 5)

  1. 1. KIMIA UNSUR GOLONGAN UTAMA
  2. 2. Logam Alkali (IA)
  3. 3. Logam – logam golongan IA disebut ALKALI karena merupakan pembentuk basa kuat. Alkali merupakan logam yang sangat reaktif , bereaksi hebat dengan air (H2O) dan oksigen (O2) Sifat Fisis:
  4. 4. Warna Nyala Api Unsur Alkali Warna Nyala Litium Natrium Kalium Rubidium Sesium Merah (tua) Kuning Ungu/lembayung Merah Biru (merah kebiruan) biru
  5. 5. Sifat Kimia : Dari ataskebawahlogam alkali semakinreaktif. a) Logam Alkali bereaksidengan air membantukbasakuatdan gas hidrogen 2L + 2H2O  LOH + H2 b) Logam Alkali terbakardalamoksigenmembentukoksida,peroksida,dansuperoksida. 3M + 3 2 O₂  M₂O + MO₂ (M = K , Rb , dan Cs) 5M + 5 2 O₂  M₂O + MO₂ + M₂O₂ (M = Li dan Na) c) Logam Alkali bereaksi dengan halogen membentuk Garam Halida d) Logam Alkali bereaksi dengan hidrogen membentuk Senyawa Hibrida
  6. 6. Logam Alkali dan Sumbernya Karena sifatnya yang sangat reaktif logam alkali tidak dapat ditemukan dalam keadaan bebas melainkan berupa senyawa (mineral) Unsur Mineral dan Sumber Li Na K Rb Cs Lepidolit spodumene (LiAlSi₂O₆) Garam batu (NaCl) Sendawa chili (NaNO₃) Trona ((Na₂CO₃.NaHCO₃.CH₂O)₂) Dan air laut Silvit (KCl) Karnalit (KMgCl₂(H₂O)₆) Lepidolit Polusit (Cs₄Al₄Si₉O₂₆H₂O)
  7. 7. Kegunaan Alkali dan Senyawa 1. Litium, digunakan sebagai paduan logam unuk membuat komponen pesawat terbang, dan logamnya sebagai bahan baku baterai. 2. Kalium, KO₂ digunakan sebagai masker, KCl sebagai pupuk , dan KNO₃ untuk membuat mesiu 3. Natrium, sebagai bahan pembuatan TEL (Tetra Ethyl Lead), cairan pendingin pada reaktor atom, penerangan jalan raya, mencairkan salju di jalan raya, bumbu masak, dll (pada buku PR hal.68) 4. Rubidium dan Sesium, digunakan sebagai katode pada lampu-lampu elektronik
  8. 8. Pembuatan Logam Alkali  Litium diperoleh melalui elektrolisis lelehan LiCl  Natrium diperoleh dari elektrolisis lelehan natrium klorida yang dicampur dengan kalsium klorida  Kalium diperoleh dengan cara mereduksi lelehan garam kloridanya dengan logam Natrium KCl + Na  NaCl + K  Rubidium dan Sesium dibuat dengan menggunakan agen pereduksi berupa Ca
  9. 9. Logam Alkali Tanah (IIA)
  10. 10. Logam-logam yang terletak pada golongan IIA dinamakan Alkali Tanah karen apada umumnya ditemukan dalam tanah berupa mineral batuan. Sifat Fisis :
  11. 11. Sifat Kimia : a) Bereaksi dengan air M + 2H₂O  M(OH)₂ + H₂ (M= Ca,Sr,dan Ba) a) Reaksi dengan Halogen M + X₂  MX₂ a) Reaksi dengan Udara 2M + O₂  2MO a) Reaksi dengan Hidrogen M + H₂  MH₂ a) Reaksi dengan belerang M + S  MS a) Reaksi dengan asam dan basa M + 2HCl  MCl₂ + H₂
  12. 12. Logam Alkali Tanah di Alam dan sumbernya Seperti halnya logam alkali, logam alkali tanah ditemukan di alam dalam bentuk mineral batuan Unsur Mineral dan Sumber Be Mg Ca Sr Ba Ra Beril (Be.Al₂.(SiO₃)₆ Magnesit (Mg CO₃) Dolomit (CaCO₃.MgCO₃) Air Laut Epsomit (MgSOCO₃.7H₂O) Dolomit, Aragonit Batu Kapur (CaCO₃) Selestit (SrSO₄) Arit (BaSO₄) Pekblende
  13. 13. Kegunaan Alkali Tanah dan Senyawa  Berilium , paduan tembaga dan berilium digunakan untuk membuat pegas,klip, dan sambungan listrik. Be juga digunakan untuk berbagai komponen reaktor atom  Magnesium , paduan logam magnesium dan aluminium digunakan sebagai bahan konstruksi pesawat terbang,mobil,rudal,dan bak truk  Kalsium , CaO digunakan dalam industri besi, CaSO₄.2H₂O digunakan untuk membuat cetakan gigi atau pembalut patah tulang, CaC₂ digunakan untuk membuat gas asetilen  Stronsium , digunankan untuk membuat nyala merah pada kembang api, nyala api mercusuar, dan bahan cat  Barium , digunakan untuk membuat nyala hijau pada kembang api, bahan cat, dan racun tikus.
  14. 14. Pembuatan Logam Alkali Tanah  Unsur logam Alkali tanah kecuali Mg diperoleh dengan cara mereduksi garam fluoridanya menggunakan logam-logam yang lebih aktif . Sedangkan Mg dibuat dengan cara elektrolisis lelehan magnesium klorida (dinamakan proses Down)
  15. 15. Logam Golongan (IIIA)
  16. 16. Sifat Fisika
  17. 17. Sifat Kimia Boron akan bereaksi dengan oksigen, halogen, asam pengoksidasi, dan alkali dipanaskan. (senyawa boron bersifat racun) Alumunium sebagai agen pereduksi yang baik (bersifat nontoksik) Galium mudah mengorosi logam lain(bersifat toksik ringan ) Indium (bersifat toksik ringan) Senyawa Talium (III) mudah direduksi menjadi Talium(I)
  18. 18. Logam golongan ( IIIA ) di alam dan sumbernya unsur Mineral dan sumber Aluminium Galium Indium Talium Batu manikam ( Al2O3 ) Tanah liat ( Al2(SiO3)3 ) Kriolit ( NaF. AlF3 ) Bauksit ( Al2O3.H2O ) Mineral bauksit Pirit Magnetit Kaolin Sulfida ( In2S3 ) Batuan ( digabung dengan pirit,seng dan hematit )
  19. 19. Kegunaan unsur golongan IIIA dan senyawa  Boron dalam bentuk senyawa digunakan dalam produk bahan perekat, semen, pupuk, desinfektan, pemadam api, industri kaca dan pemutih tekstil.  Aluminium, paduan antara Al (aluminium) dan FeO3 (termit) digunakan untuk mengelas logam. Tawas digunakan untuk menjernihkan air.  Galium, sebagai termometer suhu tinggi dan dalam industri elektronik  Indium, untuk membuat paduan logam, fotokonduktor, dan transistor.  Talium, sebagai superkonduktor pada suhu tinggi
  20. 20. Pembuatan golongan IIIA dan senyawa  Boron murni bisa diperoleh dengan menurunkan halogenida boron yang mudah menguap dengan hidrogen pada suhu tinggi.  Aluminium dibuat dengan proses Hall melalui dua tahap, yaitu tahap pemurnian dan tahap elektrolisis.  Galium biasanya adalah hasil dari proses pembuatan aluminium. Galium dibuat dengan proses Bayer.  Indium,dihasilkan melalui proses elektrolisis garam indium di dalam air  Talium diperoleh sebagai produk pada produksi asam belerang dengan pembakaran pyrite pada peleburan timbal dan bijih besi.
  21. 21. Logam Golongan (IVA)
  22. 22. Sifat fisika
  23. 23. Sifat kimia Karbon tidak bersifat toksik dan merupakan unsur yang sangat tidak reaktif. Silikon kurang reaktif dibandingkan karbon, (bersifat nontoksik). Germanium bersifat toksik ringan dan lebih reaktif dibanding silikon dalam larutan H2SO4 dan HNO3 . timah ( II ) merupakan agen pereduksi yang baik dan cenderung memiliki sifat logam dan mudah diperoleh dari pelarutan Sn dalam HCl pekat panas. Timah (IV) lebih stabil dibanding timah (II). Timbal ( II ) lebih stabil dari timbal (IV) dan bersifat toksik.
  24. 24. Logam golongan IVA di alam dan sumbernya unsur Sumber dan mineral Karbon Silikon Timah Germanium Timbal Batu kapur Dolomit Karbon dioksida Batu bara Tanah gambut Minyak bumi Oksida silika ( SiO2 ) Mineral silikon Mineral oksida/kasiterit Tinstone Mineral stanite (Cu2FeSnS4 ) Mineral cylindrite ( PbSn4FeSb2S14 ) Mineral argyrodite Sulfida germanium dan perak Germanite Mineral anglesite dan cerusite
  25. 25. Kegunaan unsur golongan IVA dan senyawa  Karbon dalam alotrop grafit digunakan untuk isi pensil, sedangkan dalam alotrop intan digunakan sebagai batu mutiara,pengasah, dan alat bor  Silikon digunakan untuk solar sel.  Germanium digunakan sebagai bahan semikonduktor.  Timah digunakan membuat kaleng makanan, solder, perunggu, dan pewter  Timbal, digunakan untuk baterai, aloi, amunisi, dan pelindung radiasi. Pb( OH )2 digunakan dalam industri cat.
  26. 26. Pembuatan unsur golongan IVA dan senyawa  Senyawa karbon yang berupa grafit diperoleh dengan cara sintesis melalui pemanasan dengan suhu tinggi..  Silikon diperoleh dari reduksi SiO2. silikon murni diperoleh dari reduksi Na2SiF6 dengan logam Na.  Germanium dengan kemurnian yang tinggi dapat diproduksi dengan memisahkannya dari logam lainnya yaitu dengan cara distilasi fraksi tetrakloridanya yang sangat reaktif .  Timah diperoleh dari reduksi SnO2 dengan karbon  Timbal diperoleh dari reduksi timbal (II) oksida dengan coke.
  27. 27. Logam Golongan (VA)
  28. 28. Sifat fisika
  29. 29. Sifat Kimia  Nitrogen merupakan unsur stabil dan sulit bereaksi dengan unsur atau senyawa lainnya.  Fosfor tidak bereaksi dengan air, tetapi bereaksi dengan okigen dan klor. Fosfor putih bersifat beracun dan fosfor merah tidak beracun.  Arsenik bersifat racun dan jika dipanaskan akan teroksidasi menjadi oksida arsenik.  Antimoni berupa logam biru putih bersifat stabil, sedangkan antimoni kuning dan hitam bersifat tidak stabil.  Bismut membentuk nyala biru ketika dibakar dengan oksigen.
  30. 30. Logam golongan VA di alam dan senyawa unsur Sumber dan mineral Nitrogen Fosfor Arsen Antimon ( stibium ) Bismuth Protein telur Amonia Senyawa organik Bintil akar tumbuhan leguminosa Ortofosfat dan polifosfat Orpimen ( As2S3 ) Realgar ( AsS ) Arsenopirit ( FeSAs ) Stibnit ( Sb2S3 ) Valentinit ( Sb2O3 ) Bismutinit ( Bi2S3 ) Bismuth ( BiO3 ) Bismutit (BiO)2CO3
  31. 31. Kegunaan unsur golongan VA dan senyawa  Nitrogen digunakan untuk membuat pupuk urea dan ZA, bahan pembeku dalam industri pengolahan makanan, dan pengisi ruang kosong dalam termometer untuk mengurangi penguapan raksa.  Fosfor merah untuk pembuatan korek api. Asam fosfat untuk pelapisan logam dan memberi rasa asam pada minuman ringan.  Senyawa arsenik digunakan dalam insektida dan sebagai material semikonduktor.  Antimoni digunakan sebagai bahan paduan logam diantaranya untuk pelat aki.  Bismut digunakan untuk membuat aloi pengecor dengan timah dan kadmium
  32. 32. Pembuatan unsur golongan VA  Nirogen dihasilkan dengan cara distilasi fraksinasi udara.  Fosfor diperoleh dengan cara pemanasan batuan fosfat, SiO2 dan coke di dalam pembakar listrik.  Arsen diperoleh dari pemanasan logam sulfida yang mengandung arsenik atau dengan mereduksi arsenik (III) oksida dengan gas CO.  Antimoni diperoleh dari stibnit ()  Bismut dihasilkan dari bijih bismutinit () dan bismit ().
  33. 33. Logam Golongan (VIA)
  34. 34. Sifat Fisika
  35. 35. Sifat Kimia  Oksigen mempunyai bilangan oksidasi – 2, kecuali pada senyawa peroksida dan pada suoeroksida – ½. ( bersifat nontoksik ).  Belerang sukar bereaksi dengan unsur lain pada suhu biasa, tetapi pada suhu tinggi dapat bereaksi dengan berbagai logam dan nonlogam.  Sifat kimia selenium dan telurium sama degan belerang, tetapi lebih bersifat logam.  Sifat kimia polonium mirip dengan telurium dan bimut.
  36. 36. Logam golongan VIA di alam dan senyawa unsur Sumber dan mineral Oksigen Belerang Selenium Telurium Polonium Oksigen ( O2 ) Ozon ( O3 ) Mineral gipsum ( CaSO4.2H2O ) Gas ( H2S ) Kruksit dan klausthalit Mineral kalaverit Bijih uranium
  37. 37. Kegunaan unsur golongan VIA dan senyawa  Oksigen digunakan untuk pernapasan makhluk hidup, pembakaran, oksidator untuk membuat senyawa kimia,dll.  Belerang digunakan untuk membuat asam sulfat, vulkanisasi karet, membasmi penyakit tanaman dan senyawa CS2.  Selenium dan telurium untuk membuat alloy , sebagai fotokonduktor,dan digunakan sebagai aditif untuk mengontrol warna kaca.  Polonium jarang digunakan karena kelimpahannya sangat sedikit dan bersifat radioaktif.
  38. 38. Pembuatan unsur golongan VI dan senyawa  Oksigen dibuat dengan cara penyulingan bertingkat udara cair dan elektrolisis air.  Belerang dibuat dengan cara Sisilia dan Frasch.  Selenium dan telurium diperoleh sebagai hasil samping proses metelurgi.  Polonium biasanya diproduksi dengan menembaki Bismut dengan neutron dalam reaktor nuklir.
  39. 39. Halogen (VIIA)
  40. 40.  Halogen artinya pembentuk garam. Karena unsur golongan halogen dapat bereaksi dengan logam membentuk garam.  Dalam suhu kamar : Fluorin berupa gas kuning muda Klorin berupa gas hijau muda Iodin berupa zat padat hitam yang mudah menyublim , sedangkan uap iodin berwarna ungu Bromin berupa zat cair berwarna merah tua
  41. 41. Sifat Fisis Halogen
  42. 42. Sifat Kimia Halogen  Halogen bersifat reaktif  Halogen merupakan oksidator kuat  Kelarutan unsur halogen berbeda-beda Fluorin(mengoksidasi air), Klorin dan Bromin (larut), dan iodin (sukar larut)  Unsur halogen dapat bereaksi dengan hidrogen membentuk asam halida. Kekuatan asam Halida yaitu HI > HBr > HCl > HF  Unsur Halogen (kecuali fluorin) dapat membentuk asam oksihalogen. Kekuatan asam oksihalogen bertambah dengan makin bertambahnya jumlah atom oksigen yang terikat dalam molekulnya +1 asam hipo-hal-it +3 asam hal-it +5 asam hal-at +7 asam per-hal-at
  43. 43. Manfaat kegunaan halogen  Fluorin , digunakan untuk membuat freon dan teflon.  Klorin ,  Dikloro difenil trikloroetana (insektisida)  Polivinil klorida (membuat pipa paralon/plastik)  NaClO (klorox) , digunakan untuk zat pemutih  NaCl (garam dapur)  HCl (membersihkan permukaan logam dari karat)  Bromin ,  C₂H₄Br₂ (etilen bromida) , zat adiktif pada bensin  NaBr obat penenang urat syaraf  AgBr sebagai zat peka cahaya pada film fotografi  Iodin ,  NaI + NaCl (pencegah penyakit gondok)  Larutan I₂ dalam alkohol (antiseptik luka)  CHI₃ (iodoform) , antiseptik
  44. 44. Pembuatan Halogen  Fluorin dibuat melalui elektrolisis garam kalium hidrogen fluorida yang dilarutkan alam cairan hidrogen fluorida  Klorin dibuat melalui dua proses . Proses Dawns dan proses Gibbs  Bromin diperoleh melalui oksidasi ion bromin dalam larutan dengan oksidator gas Cl₂ dengan cara elektrolisis  Iodin dibuat dari air laut melalui oksidasi ion iodida (I⁻) dengan oksidator gas Cl₂
  45. 45. Gas Mulia (VIIIA)
  46. 46. Unsur-unsur gas mulia merupakan unsur yang memiliki konfigurasi elektron yang stabil dan sukar bereaksi . unsur gas mulia yang pertama kali disintesis membentuk senyawa adalah Xenon XePtF₆ (Xenon heksafluor platinat) Gas Mulia sangat sedikit jumlahnya di Alam. Gas Mulia terbanyak di alam adalah Helium. Sedangkan terbanyak di atmosfer adalah unsur Argon ( unsur ketiga terbanyak setelah Nitrogen dan Oksigen)
  47. 47. Sifat Fisis Gas Mulia
  48. 48. Sifat Kimia Gas Mulia Gas mulia sukar bereaksi (bersifat inert) karena memiliki konfigurasi elektron paling stabil. Sehingga jarang ditemukan dalam bentuk senyawa Gas mulia seikit larut dalam air, kecuali helium dan neoon karena ukuran atomnya terlalu kecil
  49. 49. Kegunaan Gas Mulia
  50. 50. Pembuatan unsur Gas Mulia Unsur – unsur gas mulia diperoleh dengan cara penyulingan bertingkat udara cair, kecuali Radon . Rn diperoleh dari peluruhan radioaktif isotop radium-226. Gas argon juga dapat diperoleh dengan pemanasan campuran udara dengan kalsium karbida.

×