Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.

Penyusunan HPS Pengadaan Barang

46 169 vues

Publié le

Publié dans : Business

Penyusunan HPS Pengadaan Barang

  1. 1. Penyusunan HPS<br />PengadaanBarang/Jasa<br />Dr. PramadhyaBachtiar, M.Kes<br />
  2. 2. DEFINISI<br />HPS/O’E adalah perkiraan biaya atas pekerjaan barang/jasa sesuai dengan syarat-syarat yang ditentukan dalam dokumen pemilihan penyedia barang/jasa, dikalkulasikan secara keahliaan dan berdasarkan data yang dapat dipertanggung-jawabkan<br />Perkiraan biaya menurut National Estimating Society-USA adalah seni memperkirakan (the art of approximating) kemungkinan jumlah biaya yang diperlukan untuk suatu kegiatan yang didasarkan atas informasi yang tersedia pada waktu itu<br />
  3. 3. MENGAPA UNTUK PENGADAAN BARANG/JASA DIPERLUKAN HPS? <br />APA TIDAK CUKUP DENGAN INFORMASI DANA YANG TERCANTUM DALAM DOKUMEN ANGGARAN ?<br />
  4. 4. FUNGSI HPS/O’E<br /><ul><li>Sebagai dasar untuk menilai kewajaran harga penawaran yang disampaikan pihak penyedia (evaluasi harga). Tetapi HPS/O’E tidak dapat dijadikan dasar untuk menggugurkan penawaran (baik yang rendah, maupun yang terlalu tinggi sepanjang dibawah atau sama dengan pagu paket pengadaan
  5. 5. Mengecek kecukupan dana dalam hubungannya dengan perubahan harga satuan barang/jasa
  6. 6. Sebagai dasar bagi penetapan nilai nominal jaminan penawaran (1-3% dari HPS)
  7. 7. Sebagai acuan menetapkan harga satuan timpang yang nilainya lebih besar dari 110% dari HPS</li></li></ul><li>FUNGSI HPS/O’E (Cont)<br /><ul><li>Sebagai acuan dalam negosiasi harga pada proses penunjukan langsung atau pemilihan langsung untuk pengadaan barang/jasa pemborongan/jasa lainnya dan pengadaan jasa konsultansi dengan metoda apapun
  8. 8. Untuk menetapkan tambahan nilai jaminan pelaksanaan, untuk penawaran kurang dari 80% dari HPS, dinaikan SEKURANG-KURANGNYA prosentase jaminan pelaksanaan dikalikan dengan 80% HPS</li></li></ul><li>KETENTUAN POKOK HPS/O’E<br /><ul><li>Setiap pengadaan barang/jasa wajib dibuat HPS/O’E
  9. 9. HPS/O’E dikalkulasikan secara keahlian berdasarkan data yang dapat dipertanggung-jawabkan, disusun oleh panitia/pejabat pengadaan, disahkan pejabat pembuat komitmen
  10. 10. Nilai total HPS/O’E tidak bersifat rahasia (diumumkan pada saat acara penjelasan dokumen pengadaan), tetapi rincian HPS rahasia
  11. 11. HPS/O’E sudah memperhitungkan Pajak Pertambahan Nilai, overhead & profit, tetapi tidak boleh memperhitungkan PPh, biaya lain-lain/tidak terduga</li></li></ul><li>Siapa Calon Penyedia Barang/Jasa (Source) yang Paling Tepat dan Apa Relevansi dengan HPS/O’E?<br />
  12. 12. Mata RantaiPerdagangan<br /> +Nilai Tambah +Nilai Tambah +Nilai Tambah <br />PABRIKAN<br />DISTRIBUTOR<br />PENGECER<br />PELANGGAN<br /> + Keuntungan + Keuntungan + Keuntungan<br />Sumber Utama<br />Sumber Sekunder<br />
  13. 13. KeuntungandanKerugiandariSumberUtama (Pabrikan)<br />
  14. 14. KeuntungandanKerugiandariSumberSekunder<br />
  15. 15. NilaiTambah yang diberikanoleh DISTRIBUTOR atau PENGECER<br />Utilitas waktu. Menjembatani waktu produksi dan waktu keperluan pelanggan, dan memberikan jaminan pengiriman lebih tepat waktu;<br />Utilitas tempat. Penyimpanan, angkutan, dan penyesuaian dengan tempat keperluan pelanggan;<br />Fasilitas pembayaran. Cara dan waktu pembayaran dapat dirundingkan dengan lebih fleksibel.<br />Layanan prajual, selama penjualan, dan purnajual.<br />Fasilitas kenyamanan pembelian. Distributor atau pengecer dapat menyediakan berbagai jenis barang atau pembelian dalam jumlah kecil<br />
  16. 16. Bagaimana Sistem Pengiriman, Bongkar Muat, dan Penerimaan Barang?<br />
  17. 17. International Commercial Terms (Incoterms 2000)<br />EXW (Ex Works), penyerahan barang di gudang penjual. Memperhitungkan semua biaya yang timbul atas perpindahan barang dari gudang penjual sampai gudang pembeli<br /><ul><li>Harga barang
  18. 18. Biaya pengangkutan dan bongkar muat mulai dari pintu gudang penjual, ke pelabuhan, sampai ke gudang pembeli;
  19. 19. Biaya pengurusan administrasi pengeluaran barang dan shipping document serta bea masuk atas barang (bila impor)
  20. 20. Premi asuransi</li></ul>Free Carrier (FCA), hampir sama dengan Ex Works hanya tempat penyerahan barang di gudang pengangkut<br /><ul><li>Harga barang;
  21. 21. Biaya bongkar muat mulai dari tempat yang disepakati, pengangkutan ke pelabuhan, pengangkutan sampai ke gudang pembeli;
  22. 22. Biaya pengurusan administrasi pengeluaran barang dan shipping document serta bea masuk atas barang (bila impor)
  23. 23. Premi asuransi</li></li></ul><li>International (Cont)<br />Free Alongside Ship (FAS), barang diterima pembeli di samping kapal di dermaga pelabuhan muat.<br /><ul><li>Harga barang;
  24. 24. Biaya pemuatan ke dalam kapal, pengangkutan dan bongkar muat mulai dari kapal sampai ke gudang pembeli;
  25. 25. Biaya pengurusan administrasi pengeluaran barang dan shipping document serta bea masuk atas barang (bila impor)
  26. 26. Premi asuransi</li></ul>Free on Board (FOB), penyerahan barang dilakukan di atas kapal pengangkut<br /><ul><li>Harga barang;
  27. 27. Biaya pengangkutan dari pelabuhan muat, bongkar muat di pelabuhan tujuan, pengangkutan dan bongkar muat sampai ke gudang pembeli;
  28. 28. Biaya pengurusan administrasi pengeluaran barang dan shipping document serta bea masuk atas barang (bila impor)
  29. 29. Premi asuransi</li></li></ul><li>International (Cont)<br />Cost and Fright (CFR), barang diterima di pelabuhan tujuan.<br /><ul><li>Harga barang;
  30. 30. Biaya bongkar dari kapal ke dermaga, pengangkutan dan bongkar muat dari dermaga sampai ke gudang pembeli;
  31. 31. Bea masuk atas barang (bila impor)
  32. 32. Premi asuransi</li></ul>Cost, Insurance and Freight (CIF), sama dengan CFR kecuali tidak ada kewajiban membayar premi asuransi.<br /><ul><li>Harga barang;
  33. 33. Biaya bongkar dari kapal ke dermaga , pengangkutan dan bongkar muat dari dermaga sampai ke gudang pembeli;
  34. 34. Bea masuk atas barang (bila impor)</li></li></ul><li>International (Cont)<br />Carriage Paid To (CPT), hampir sama dengan CFR kecuali dalam pengurusan formalitas ekspor dilakukan oleh pembeli.<br /><ul><li>Harga barang;
  35. 35. Biaya bongkar dari kapal ke dermaga, pengangkutan dan bongkar muat dari dermaga sampai ke gudang pembeli;
  36. 36. Biaya formalitas ekspor (biaya pengeluaran barang dari pelabuhan penjual)
  37. 37. Bea masuk atas barang (bila impor)
  38. 38. Premi asuransi</li></ul>Carriage and Insurance Paid To (CIP), penerimaan barang sampai dengan pelabuhan tujuan, tinggal membongkar dan mengangkut ke gudang pembeli.<br /><ul><li>Harga barang;
  39. 39. Biaya bongkar dari kapal ke dermaga , pengangkutan dan bongkar muat dari dermaga sampai ke gudang pembeli;
  40. 40. Bea masuk atas barang (bila impor)</li></li></ul><li>International (Cont)<br />Delivered at Frontier (DAF), penerimaan barang pada daerah perbatasan kepabeaan (bila impor).<br /><ul><li>Harga barang;
  41. 41. Biaya pengangkutan ke sisi perbatasan
  42. 42. Biaya pemuatan ke kapal, pengangkutan ke pelabuhan tujuan, bongkar dari kapal ke dermaga, pengangkutan dan bongkar muat dari dermaga sampai ke gudang pembeli;
  43. 43. Bea masuk atas barang
  44. 44. Premi asuransi</li></ul>Delivered Ex Ship (DES), penerimaan barang di pelabuhan kedatangan.<br /><ul><li>Harga barang;
  45. 45. Biaya bongkar dari kapal ke dermaga , pengangkutan dan bongkar muat dari dermaga sampai ke gudang pembeli;
  46. 46. Bea masuk atas barang (bila impor)
  47. 47. Premi asuransi</li></li></ul><li>International (Cont)<br />Delivered Ex Quay (DEQ), penerimaan barang di dermaga pelabuhan tujuan.<br /><ul><li>Harga barang;
  48. 48. Biaya pengangkutan dan bongkar muat dari dermaga sampai ke gudang pembeli;
  49. 49. Bea masuk atas barang (bila impor)
  50. 50. Premi asuransi</li></ul>Delivered Duty Unpaid (DDU), penerimaan barang di pintu gudang pembeli.<br /><ul><li>Harga barang;
  51. 51. Biaya bongkar dari alat angkut di depan gudang pembeli sampai penataan di gudang pembeli;
  52. 52. Bea masuk atas barang (bila impor)
  53. 53. Premi asuransi</li></ul>Delivered Duty Paid (DDP), barang telah disusun di gudang pembeli.<br /><ul><li>Harga barang;
  54. 54. Tidak mengeluarkan ongkos apapun untuk transportasi, dll</li></li></ul><li> Selain sumber barang/jasa apalagi yang perlu dipertimbangkan dalam penyusunan HPS/O’E?<br />
  55. 55. <ul><li>Jenis, jumlah dan spesifikasi teknis barang/jasa
  56. 56. Metode pelaksanaan (jumlah personil, kebutuhan bahan,dan peralatan alat yang akan digunakan)
  57. 57. Metode kerja
  58. 58. Sistem pelaporan</li></li></ul><li> Bagaimana penyusunan HPS/O’E untuk jasa konsultansi?<br />
  59. 59. BiayaLangsungPersonil (BLP) berdasarkan SEB BappenasdanDepartemenKeuangan No 604/D.VI/02/1998: SE-35/A/21/0298<br />
  60. 60. BiayaLangsungPersonil (Cont)<br />
  61. 61.
  62. 62. Perubahan Kebijakan dalam Penyusunan HPS/O’E untuk jasa konsultansi?<br />
  63. 63. BiayaLangsungPersonil (BLP) berdasarkan SEB BappenasdanDepartemenKeuangan No 1203/D.II/03/2000: SE-38/A/2000<br />BLP = GD + BBS + BBU + TP + K<br />
  64. 64. Biaya Langsung Non Personil (Direct Reimbursable Cost)<br />Biaya untuk mobilisasi<br />Biaya kantor<br />Sewa kantor, perlengkapan kantor, komunikasi kantor<br />ATK, dll<br />Biaya perumahan <br />Sewa rumah<br />Perlengkapan rumah<br />Biaya kendaraan <br />Sewa kendaraan<br />Biaya operasi dan pemeliharaan kendaraan<br />Biaya perjalanan<br />Tenaga ahli/pendukung<br />Jumlah perjalanan<br />Jangka waktu (dari – tujuan)<br />Biaya Laboratorium<br />Biaya desiminasi/pertemuan<br />Jumlah peserta, sewa tempat<br />Jumlah waktu pertemuan<br />Biaya pelaporan <br />Laporan pendahuluan<br />Laporan antara<br />Laporan draft akhir<br />Laporan akhir<br />Dokumentas<br />
  65. 65. Ketentuan lain dalampenyusunan HPS/O’E pengadaanjasakonsultan:<br />Biaya langsung non-personel max 40%, kecuali untuk pekerjaan bersifat khusus, seperti: pemetaan udara, survei lapangan, pengukuran, penyeledikan tanah, dan lain-lain.<br />Untuk biaya personil dihitung berdasarkan satuan waktu menurut tingkat kehadiran: 1 bulan dihitung miniman 22 hari, dan 1 hari minimal 8 jam<br />Apabila pengelola proyek mendapatkan informasi tentang gaji dasar yang telah diaudit, maka perhitungan untuk remunerasinya adalah sebesar max 3,2 kali untuk tenaga ahli tetap, dan max 1,5 kali tenaga ahli tidak tetap<br />Biaya langsung personil konsultan perorangan TIDAK BOLEH dibebankan biaya overhead dan keuntungan<br />
  66. 66. SumberInformasi<br />Pengalaman instansi/perusahaan sendiri, atau data juga dari perusahaan afiliasi, anak perusahaan, atau perusahaan joint venture<br />Wawancara dengan penjual<br />Katalog yang diterbitkan oleh pabrik, distributor, atau pengecer.<br />Direktori dagang, merupakan publikasi yang mencantumkan daftar pedagang/penjual barang secara sistematis berdasarkan alfabet dan atau klasifikasi barang yang dijual. Biasa diterbitkan oleh swasta atau asosiasi pengusaha dalam satu kali berbentuk buku<br />Jurnal dagang, biasanya menyangkut satu jenis atau golongan komoditi, diterbitkan secara berkala<br />Registrasi dagang, memuat nama, alamat, jumlah dan tempat cabang, keadaan keuangan, serta afiliasi perusahaan dari perusahaan yang terkemuka. Registrasi diberi indeks menurut komoditas, pabrik, dan nama dagang. Contoh: Thomas Register of America Manufacturers atau Kompass Publication.<br />
  67. 67. SumberInformasi(Cont)<br />Halaman kuning (yellow page)<br />Pameran dagang, menampilkan banyak informasi terutama dengan teknologi terkini<br />Permintaan penawaran<br />Tender sebelumnya<br />Konsultan, terutama memberikan nasihat dan referensi mengenai pemasok barang. Misalnya konsultan IT dapat memberi saran mengenai produk piranti lunak dan piranti keras yang baik yang dapat memenuhi kebutuhan pengguna.<br />Internet, seperti : situs Purchasing Chemical Abstract (www.acs.org), www.worldpage.com, dsb<br />
  68. 68. PerbandinganHarga<br /> Untuk mendapatkan informasi harga yang wajar/tepat, dilakukan analisa harga dengan cara melakukan perbandingan harga berdasarkan :<br />Hasil kompetisi harga (tender yang tidak arisan)<br />Daftar harga resmi<br /><ul><li>Harga resmi yang dikeluarkan pemerintah atau instansi resmi lainnya. Beberapa harga komoditi sudah ditentukan oleh Pemerintah (Contoh : harga obat-obatan)
  69. 69. Harga katalog/daftar harga pabrik/stocklist/agen. Biasanya harga belum termasuk potongan harga, merupakan harga eceran, dan masih bisa ditawar. Contoh : Daftar Harga Caterpilar, Katalog Shears, McMasters, dll.
  70. 70. Harga pasar resmi, seperti harga mobil, dll. Informasi ini juga dapat diperoleh dari majalah khusus yang melaksanakan pencatatan harga transaksi yang terjadi untuk komiditi tsb. Beberapa perusahaan memberikan harga khusus kalau untuk kebutuhan Pemerintah (Contoh: harga dari GSO)</li></li></ul><li>PerbandinganHarga (Cont)<br />Harga pasar (tidak resmi), harga yang terdapat dan terjadi dalam transaksi atau pun penawaran pasar yang tidak resmi, tetapi dapat dicek di pasaran<br />Harga historis, menggunakan harga pembelian atau harga penawaran yang lalu untuk barang yang sama atau serupa<br />Harga estimasi secara independen<br />
  71. 71. Bagaimana penentuan harga yang wajar/tepat kalau untuk barang dengan spesifikasi yang relatif sama ternyata berbeda-beda?<br />Pendekatan teori : dicari angka yang merepresentasikan harga-harga (rata-rata, median, modus)<br />Pendekatan psikologis : digunakan harga yang paling murah<br />
  72. 72. UrutanPerhitungan HPS<br />Menetapkan harga satuan : analisa harga <br /> Dalam analisa harga dapat memperhitungkan hanya atas “harga asli” barang tersebut atau juga memperhitungkan biaya distribusi termasuk asuransi sampai barang tersebut diterima di gudang pembeli atau bisa juga ongkos angkut dipisahkan dari harga barang sehingga menjadi komponen tersendiri yang dihitung analisa harganya<br /> Dalam perhitungan ongkos angkut seringkali mempunyai dimensi alat ukur yang berbeda dengan satuan barang<br />Pengiriman untuk beberapa lokasi mempunyai tarif yang berbeda<br />Dihitung jumlah biaya untuk setiap item barang, yaitu jumlah volume barang x harga satuan<br />
  73. 73. UrutanPerhitungan HPS (Cont)<br />Dijumlah semua biaya untuk seluruh item barang yang akan dipasok<br />Dijumlah semua biaya untuk seluruh item barang yang akan dipasok<br />Dihitung keuntungan x jumlah biaya untuk seluruh item barang<br />Keuntungan dapat diberikan secara eksplisit atau sudah termasuk (dimasukan) dalam harga satuan barang<br /> Besarnya keuntungan sangat relatif, tergantung pada sumber informasi harga (harga pabrikan, distributor, atau eceran) dan siapa calon penyedia barang<br />Dihitung PPN yaitu 10%<br />Besarnya HPS/OE (total harga barang) ialah jumlah biaya seluruh perolehan barang + PPN 10%<br />
  74. 74. CONTOH<br />
  75. 75. TERIMA KASIH<br />

×