Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.

Persiapan proyek

34 408 vues

Publié le

Publié dans : Immobilier, Business, Technologie

Persiapan proyek

  1. 1. I. PERSIAPAN PROYEK<br />A.PEMILIHAN LOKASI<br />PERUNTUKAN TATARUANG<br />A. PENELITIAN RENCANA TATARUANG PEMDA SETEMPAT<br />SEBELUM MELAKUKAN PERNCANAAN DILAKUKAN PENELITIAN MENGENAI RENCANA TATARUANG DARI PEMERINTAH DAERAH SETEMPAT MENYANGKUT PERUNTUKAN<br /><ul><li>KEPADATAN
  2. 2. KDB.KLB
  3. 3. FUNGSI WILAYAH
  4. 4. RENCANA INFRASTRUKTUR PENDUKUNG PROSPEK PROXIMITY
  5. 5. RENCANA JARINGAN DAN SISTIM TRANSPORTASI KE LOKASI</li></ul>B.MEMPELAJARI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMEPENGARUHI KEMUNGKINAN <br /> PERLUASAN DAN KETERBATASAN PENGEMBANGAN:<br /><ul><li>BATASAN ALAM (SUNGAI,GUNUNG,DAMAU,LAUT)
  6. 6. BATASAN/BARRIER BUATAN (BANDARA,JALUR KERETA API,BEBAS HAMABATAN)
  7. 7. POLA PEMILIKAN LAHAN YANG MEYEBABKAN SULIT MEMPEROLEH PERLUASAN
  8. 8. KESULITAN JARINGAN UTILITAS (AIR,LISTRIK,PEMBUANGAN SAMPAH DLL)
  9. 9. PERATURAN DAERAH (PERATURAN ZONING,PEMBANGUNAN,KONTROL,ASPEK LINGKUNGAN DLL)</li></ul>DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  10. 10. 2.PENILAIAN POTENSI LOKASI<br /><ul><li> ASPEK YANG MEMPENGARUHI PEMBENTUKAN NILAI</li></ul>INTRINSIC LOCATION ( kedudukan lahan,kandungan,iklim)<br />RELATIVE LOCATION (memiliki hubungan dengan proximility pendukung secara kuat/sekolah/perbelanjaan/public service dll<br />ENVIRONMENT INFLUENCE (lingkungan kumh,lingkungan dengan tingkat kriminalitas tinggi<br /><ul><li>ASPEK YANG DIKAJI
  11. 11. KONFIGURASI TAPAK
  12. 12. KEMUDAHAN PENCAPAIAN
  13. 13. ASPEK KAITAN LOKASI
  14. 14. TATAGUNA LAHAN SEKITAR YANG MENDUKUNG
  15. 15. TATAGUNA LAHAN SEKITAR YANG TIDAK MENDUKUNG
  16. 16. KARAKTERISTIK FISIK UTILITAS</li></ul> <br />3. ANALISIS LOKASI MAKRO<br />ANALISIS SEBUAH LINGKUNGAN DALAM HUBUNGANNYA DENGAN BERBAGAI LINGKUNGAN DALAM SATU KAWASAN PADA WILAYAH PERKOTAAN TERTENTU.HUBUNGAN YANG DIMAKSUD ADLAH SEMUA SUPRASTRUKTUR DAN INFRASTRUKTUR YANG DAPAT DIJADIKAN MEDIA ANTARA UNTUK MENTRANSFER PRODUK YANG DITAWARKAN<br />DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  17. 17. ANALISIS LOKASI MAKRO<br />ANALISIS SEBUAH LINGKUNGAN DALAM HUBUNGANNYA DENGAN BERBAGAI LINGKUNGAN DALAM SATU KAWASAN PADA WILAYAH PERKOTAAN TERTENTU.<br />HUBUNGAN YANG DIMAKSUD ADALAH SEMUA SUPRA<br />STRUKTUR DAN INFRASTRUKTUR YANG DAPAT DIJADIKAN MEDIA ANTARA UNTUK MENTRANSFER PRODUK YANG DITAWARKAN<br />DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  18. 18. FAKTOR FAKTOR ANALSIS LINGKUNGAN MAKRO:<br />ANALSIS ARAH PERTUMBUHAN KOTA<br /> <br /><ul><li>JALAN LINGKUNGAN
  19. 19. JALAN LINGKUNGAN UTAMA
  20. 20. JALAN LINGKAR UTAMA
  21. 21. JALAN ARTERI UTAMA
  22. 22. SIMPUL-SIMPUL BARU
  23. 23. COMMERCIAL DISTRIC BARU</li></ul> <br /><ul><li>ANALSIS AKSEBILITAS TRANSPORTASI
  24. 24. LALULINTAS UMUM KE LOKASI
  25. 25. ARAH LALULINTAS
  26. 26. INTENSITAS PEMAKAIAN</li></ul>DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  27. 27. <ul><li>ANALISIS TREND POLA TATAGUNA TANAH
  28. 28. RESIDENTIAL DEVELOPMENT
  29. 29. COMMERCIAL DEVELOPMENT
  30. 30. MIXED USE DEVELOPMENT
  31. 31. INDUSTRUAL DEVELOPMENT
  32. 32. RECREATIONAL DEVELOPMENT</li></ul> <br /><ul><li>ANALISIS PEMANFAATAN LINGKUNGAN
  33. 33. KONDISI LINGKUNGAN PERUMAHAN
  34. 34. STATUS LINGKUNGAN
  35. 35. POLA JALAN PERUMAHAN</li></ul> <br /><ul><li>ANALISIS POTENSI EKONOMI LINGKUNGAN
  36. 36. KEPADATAN BANGUNAN
  37. 37. PERTUMBUHAN BANGUNAN
  38. 38. PERTUMBUHAN HARGA TANAH
  39. 39. PERMINTAAN TERHADAP RUMAH
  40. 40. TINGKAT KEKOSONGAN BANGUNAN</li></ul>DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  41. 41. 4. ANALSIS LINGKUNGAN MIKRO<br />FAKTOR-FANALISIS SEBUAH LOKASI DALAM HUBUNGANNYA DENGAN BERBAGAI LOKASI LAIN DALAM SATU LINGKUNGAN PADA KAWASAN TERTENTU<br />FAKTOR DALAM ANALISIS LINGKUNGAN MIKRO:<br /><ul><li>ANALISIS PERTUMBUHAN INFRASTRUKTUR </li></ul>(KERETA API,TOL, BANDARA,MRT DLL)<br /><ul><li>ANALISIS KEMUDAHAN LINGKUNGAN </li></ul>( KEMUDAHAN DICAPAI, KE BERBAGAI FASILITAS/BELANJA, IBADAH, SEKOLAH, GEDUNG PERTEMUAN, DLL)<br /><ul><li>ANALISIS DARANA DAN PRASARANA LINGKUNGAN </li></ul>(LISTRIK,AIR,TELEPON,GAS,LIMBAH,SAMPAH,DRAINASE,TAMAN,TROTOAR,LAMPU<br />JALAN)<br /><ul><li>ANALISIS FAKTOR KEAMANAN LINGKUNGAN </li></ul>(TERHADAP KEJAHATAN,KEBAKARAN,BENCANA ALAM)<br /><ul><li>ANALISIS FAKTOR NILAI LINGKUNGAN </li></ul>( FAKTOR PENAMBAH DAN PENGURANG NILAI LINGKUNGAN)<br /><ul><li>ANALISIS FAKTOR PENGARUH NILAI LOKASI </li></ul>(FAKTOR PENAMBAH DAN PENGURANG NILAI LOKASI)<br />DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  42. 42. B.PERENCANAAN<br />1. PELUANG PRODUK/PASAR<br /><ul><li>KECOCOKAN LOKASI DENGAN PASAR
  43. 43. PERHITUNGAN NALIK NILAI BELI TANAH MAKSIMAL,JENIS TANAH YANG TIDAK MEMERLUKAN TREATMENT TERLALU BANYAK
  44. 44. PASAR KOLEKTIP (PNS,TNI,SWASTA)
  45. 45. PASAR RETAIL/INDIVIDUAL
  46. 46. DEMOGRAFI (SOSIAL-EKONOMI, TINGKAT PENGHASILAN)
  47. 47. MOBILITAS PASAR SASARAN</li></ul>2. DESIGN KAWASAN DAN RUMAH<br />(ACUAN KEPUTUSAN MENTERI PERMUKIMAN DAN PRASARANA WILAYAH NO 403/KPT/S/M/2002 TENTANG PEDOMAN TEKNIS RUMAH SEDERHANA SEHAT)<br /> <br /><ul><li>PEDOMAN PEMBUATAN SITE PLAN</li></ul>(ORIENTASI,UTARA-SELATAN,COUNTUR,DRAINASE,SUPPLY INFRASTRUKTUR,PENDUKUNG,KANTOR PEMASARAN,LETAK GARDU DLL)<br /> <br /><ul><li>PEDOMAN DESIGN BANGUNAN</li></ul>(UNSUR TROPIS,DENAH, STRUKTUR, BAHAN BANGUNAN, UTILITY GAMBARAN PASAR DESIGN<br />DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  48. 48. 3. INFORMASI YANG DIBUTUHKAN DALAM PERENCANAAN TAPAK DAN BANGUNAN<br />A. PERENCANAAN TAPAK<br /><ul><li>TOPOGRAFI
  49. 49. GEOLOGI
  50. 50. PRASARAN YANG ADA
  51. 51. POLA VEGETASI YANG ADA
  52. 52. SISTIM DRAINASE
  53. 53. ORIENTASI/VIEW YANG POTENSIAL
  54. 54. KENDALA-KENDALA FISIK
  55. 55. STANDARD-STANDARD DESIGN LINGKUNGAN (prasarana,pejalan kaki,parkir,ratio ruang terbuka hijau dll)
  56. 56. INFORMASI PASAR,KANTOR PEMASARAN
  57. 57. KOMBINASI DAN KOMPOSISI KAVLING,SESUAI KAJIAN PASAR
  58. 58. ARUS SIRKULASI PRIMER-SEKUNDER-TERTIER-LINGKUNGAN
  59. 59. TINGKAT KEPADATAN HUNIAN
  60. 60. HAL-HAL YANG DIPERHATIKAN UNTUK DIUPAYAKAN (Orientasi kavling,diusahakan Utara-Selatan atau mendekati)
  61. 61. HAL-HAL YANG DIPERHATIKAN UNTUK DIHINDARI (susunan tusuk sate,bentuk kipas putaran cul dae sac,ketinggian lebih rendah dari jalan dll)
  62. 62. PERTIMBANGAN PENETAPAN LAYOUT PLAN (Jenis,size,shape,depth,frontage,slope,drainase,soil composition,exsitensi natural groeth,penerimaan matahari dan udara,view,lebar dan kondisi jalan) </li></ul>DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  63. 63. A.KAVLING SUDUT<br />Keuntungan :<br /><ul><li>Umumnya lebih luas dari interior lot
  64. 64. Punya 2 frontage
  65. 65. Akses ke service area lebih baik
  66. 66. Halaman lebih luas
  67. 67. Sirkulasi udara lebih baik
  68. 68. Untuk komersial parkir lebih luas dan</li></ul> bisa punya 2 akses<br />Kerugian :<br /><ul><li>Maintenance halaman lebih luas
  69. 69. Faktor kemanan dg 2 frontage
  70. 70. Kebisingan</li></ul>B.KAVLING STANDARD<br />Keuntungan<br /><ul><li>Lebih aman karenA 1 entrance
  71. 71. Maintenance halaman lebih sedikit
  72. 72. Relatif tak bising
  73. 73. Akses lebih privat</li></ul>Kerugian<br /><ul><li>Akses ke service area menyatu dg </li></ul> Areal utama<br /><ul><li>Penghawaan adan view relatif kurang</li></ul>JENIS PILIHAN BENTUK TAPAK<br />
  74. 74. C.T-INTERSECTION LOT/TUSUK SATE<br />Keuntungan :<br /><ul><li>View jauh memandang sepanjang </li></ul> jalan didepannya<br /><ul><li>Sangat disukai untuk bangunan </li></ul> komersial<br />Kerugian :<br /><ul><li>Lampu kendaraan menyilaukan
  75. 75. Kurang aman dari segi lalulintas
  76. 76. Kurang disukai sebagai hunian</li></ul>D.CUL DE SAC LOT<br />Keuntungan<br /><ul><li>Frontage kecil,faktor keamanan
  77. 77. Halaman belakang relatif besar
  78. 78. Relatif tenang,aman
  79. 79. Disukai untuk hunian</li></ul>Kerugian<br /><ul><li>Parkir mobil depan rumah sedikit
  80. 80. Entrance relaitf kecil</li></li></ul><li>E. FLAG LOT<br />Keuntungan :<br /><ul><li>Aman karena entrance dapat lebih </li></ul> terkontrol dan lahan tersembunyi<br /><ul><li>Bentuk “ngantong” banyak disukai</li></ul>Kerugian :<br /><ul><li>Akses tak langsung dari jalan
  81. 81. View tak bebas
  82. 82. Kurang disukai sebagai bangunan</li></ul> komersial tapi baik untuk tempat produksi/gudang<br />
  83. 83. B. PERENCANAAN BANGUNAN<br /><ul><li>STANDARD-STANDARD RUANG DALAM BANGUNAN RUMAH
  84. 84. KAJIAN DASAR KOMPOSISI DENAH RUMAH STANDARD TIPOLOGI RUMAH BERDASARKAN KONDISI LOKAL
  85. 85. INVENTARISASI BAHAN BANGUNAN UNTUK SELURUH KOMPONEN RUMAH
  86. 86. PENENTUN BENTUK BANGUNAN RUMAH DENGAN MEMPERHATIKAN:
  87. 87. SELERA PASAR
  88. 88. TREND YANG BERKEMBANG
  89. 89. ASPEK TROPIS,AKRAB LINGKUNGAN
  90. 90. GAYA/LANGGAM BANGUNAN BERDASARKAN KEINGINAN PASAR
  91. 91. BIAYA</li></ul>DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  92. 92. 4. PROSES PERENCANAN TAPAK DAN BANGUNAN<br /><ul><li>SKEMATIS PERENCANAAN
  93. 93. KONFIRMASI SKEMATIS PERENCANAAN DENGAN STRATEGI PENGEMBANGAN,STUDI KELAYAKAN,PEMASARAN DAN PEMBIAYAAN
  94. 94. PROSES ITTERASI SAMPAI DIDAPAT HASIL YANG OPTIMAL</li></ul>DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  95. 95. 5. OUTPUT PROSES PERENCANAAN TAPAK DAN BANGUNAN<br />A. PERENCANAA TAPAK<br /><ul><li>RENCANA INDUK
  96. 96. RENCANA TAPAK (blok plan,jaringan jalan,taman,fasilitas,kavling,dll)
  97. 97. RENCANA UTILITAS (jaringan listrik,air,telp)
  98. 98. RENCANA JARINGAN DRAINASE,LIMBAH,PENGOLAHAN SAMPAH
  99. 99. RENCANA DETAIL SARANA,PRASARANA DAN INFRASTRUKTUR TAPAK
  100. 100. SPESIFIKASI,RENCANA KERJA DAN SYARAT/RKS
  101. 101. RENCANA JADWAL PEMBANGUNAN DAN PEMBIYAAN</li></ul>B. PERENCANAAN BANGUNAN<br /><ul><li>RENCANA SKEMATIS (denah-tampak-potongan)
  102. 102. RENCANA DETAIL ARI PONDASI SAMPAI ATAP
  103. 103. SPESIFIKASI,RENCANA KERJA DAN SYARAT.RKS
  104. 104. RENCANA JADWAL PEMBANGUNAN DAN PEMBIAYAAN</li></ul>DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  105. 105. C.PERIJINAN DAN LEGAL TANAH<br />1. IJIN LOKASI<br /><ul><li>SURAT PERMOHONAN (proposal,data diri,lokasi)
  106. 106. RAPAT KOORDINASI INSTANSI TERKAIT
  107. 107. PRESENTASI DARI PEMOHON KEPADA INSTANSI TERKAIT
  108. 108. PENINJAUAN LAPANGAN
  109. 109. ASPEK TATA GUNA TANAH
  110. 110. SK IZIN LOKASI DARI BUPATI/WALIKOTA</li></ul>2. PENGESAHAN SITE PLAN<br /><ul><li>DOKUMEN PENDUKUNG:
  111. 111. GAMBAR SITE PLAN/REVISI
  112. 112. PERHITUNGAN TOTAL KAVLING DAN PERUNTUKAN
  113. 113. PERHITUNGAN KOMPOSISI EFEKTIF
  114. 114. PENJELASAN RENCANA PENGEMBANGAN DI LOKASI
  115. 115. BUKTI SURAT TANAH DAN PBB
  116. 116.  PROSES DILAKUKAN DI DINAS TATARUANG DAN BANGUNAN PEMDA KABUPATEN/KOTA</li></ul>DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  117. 117. SURAT PERMOHONAN RAPAT KOORDINASI PRESENTASI<br />PENGEMBANG INSTANSI TERKAIT PEMOHON KEPADA<br />INSTANSI TERKAIT<br />--PROPOSAL PEMOHON<br />--DATA DIRI PEMOHON<br />--LOKASI YANG DIMOHON <br />PENINJAUAN<br />LAPANGAN<br />ASPEK TATA<br />GUNA TANAH<br />SK IJIN LOKASI<br /> DRI BUPATI/WALIKOTA<br />
  118. 118. 3.IMB<br />A. DOKUMEN PENDUKUNG:<br /><ul><li>GAMBAR BANGUAN FORMAT IMB
  119. 119. GAMBAR DIMENSI KAVLING
  120. 120. SITE PLAN
  121. 121. GAMBAR SITUASI
  122. 122. PERHITUNGAN VOLUME BANGUNAN
  123. 123. SURAT PERMOHONAN IMB
  124. 124. BUKTI SURAT TANAH DAN PBB</li></ul>B. PROSES DILAKUKAN DI DINAS TATA RUANG DAN BANGUNAN KABUPATEN/KOTA<br />C. PERIJINAN LAINNYA<br /><ul><li>TRANSPORTASI : DLLAJR
  125. 125. AMDAL : DINAS LINGKUNGAN HIDUP/BAPPEDAL
  126. 126. AIR BERSIH : PDAM/PENGAIRAN/PERTAMBANGAN
  127. 127. LISTRIK : PLN
  128. 128. TELEPON : PT.TELKOM
  129. 129. IZIN GANGGUAN : BUPATI/WALIKOTA
  130. 130. IZIN PENGOPERASIAN : TERGANTUNG JENIS FASILITAS</li></ul>DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  131. 131. 4.LEGALITAS PERTAHANAN<br />A. KARAKTERISTIK TANAH:<br /><ul><li>SEBAGAI BAHAN BAKU PENGEMBANGAN
  132. 132. SEBAGAI ASET,SEBAGAI PERSEDIAAN,SEBAGAI YANG DITRANSAKSIKAN
  133. 133. MEMILIKI NILAI KOMERSIAL DAN SOSIAL</li></ul>B. TATA CARA PEMBEBASAN YANG AMAN DAN CEPAT<br /><ul><li>PEMERIKSAAN RIWAYAT TANAH,SURAT,KEABSAHAN,BUKTI,PBB
  134. 134. KELENGKAPAN BERKAS PENDUKUNG</li></ul># TRANSAKSI DENGAN PEMILIK ASLI/PERORANG/INSTITUSI SWASTA/PEMR/BUMN/D<br /># TRANSAKSI DENGAN AHLI WARIS<br /><ul><li>PENDEKATAN YANG BAIK,PERAN TOKOH YANG BERPENGARUH
  135. 135. PEMBAYARAN LANGSUNG,SESUAI KOMITMENT KEPADA YANG TERCANTUM DI SURAT TANAH DENGAN DISAKSIKAN PEJABAT SETEMPAT DISERTAI DOKUMENTASI,FILE LENGKAP/DIFOTO
  136. 136. MOMEN-MOMEN KHUSUS AEPERTI LEBARAN,LEBARAN HAJI,KEBUTUHAN KHUSUS DLL</li></ul>C. KEMUNGKINAN SENGKETA,MENGANTISIPASI,MENGHADAPI<br />SURAT ASPAL<br /><ul><li>PENYELESAIAN WARIS TIDAK LENGKAP/SEMPURNA
  137. 137. TATACARA AMAN TIDAK DIIKUTI (ADA YANG KURANG)
  138. 138. ITIKAD NEGATIF PIHAK TERTENTU PEMANFAATAN SENDIRI
  139. 139. PENYELESAIAN SENGKETA (TANPA PENGADILAN = CERMAT,BUKTI DATA,PERSUASIF,BANTUAN TOKOH BILA PERLU;DENGAN PENGADILAN)</li></ul>DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  140. 140. D.STUDI KELAYAKAN:<br /><ul><li>SEBUAH KAJIAN KOMPREHENSIF MELIPUTI ASPEK EKONOMI,LINGKUNGAN,PROYEK,MARKETING,TEKNIS,LEGAL,PEMASARAN,FINANCIAL,YANG AKAN DIGUNAKAN OLEH SEMUA PIHAK PEMILIK,PENDANA,MANAGEMENT SEBAGAI LANDKANDUNGAN STUDI KELAYAKAN
  141. 141. MERUPAKAN ACUAN DARI PROSES PENGEMBANGAN/SEMACAM MASTER BUDGET
  142. 142. KOMPONEN STUDI KELAYAKAN
  143. 143. ANALISIS KONDISI MAKRO (EKONOMI,LEGAL,PASAR,REGULASI,PERSAINGAN)
  144. 144. RENCANA PENGEMBANGAN (BESARAN FISIK,JDWAL PENGEMBANGAN,ANGGARAN BIAYA,RENCANA PENJUALAN,UPAYA PROMOSI,JADWAL DAN CARA PEMBAYARAN)
  145. 145. KAJIAN KELAYAKAN/ANALISIS FINANSIAL</li></ul>DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  146. 146. <ul><li>KAJIAN KELAYAKAN/FINANSIAL ANALYSIS
  147. 147. PENDEKATAN:METODE DISCOUNTED CASH FLOW ANALYSIS (MENGHITUNG KESELURUHAN PEMASUKAN DAN PNGELUARAN YANG DIPRAKIRAKAN TERJADI SELAMA UMUR PROYEK DENGAN MENGGUNAKAN FAKTOR WAKTU/TIME VALUE OF MONEY)
  148. 148. LANGKAH-LANGKAH
  149. 149. MEMPERKIRAKAN ARUS KAS PROYEK
  150. 150. MENILAI ARUS KAS YANG DIPERKIRAKAN DENGAN METODA DISKONTO ARUS KAS (DISCOUNTED CASH FLOW)
  151. 151. MENGAMBIL KEPUTUSAN INVESTASI BERDASARKAN KRITERIA INVESTASI TERTENTU
  152. 152. MELAKUKAN PERHITUNGAN PENYESUAIAN (ANALYSIS SENSITIFITAS) YANG DIPERLUKAN BILA TERJADI PERUBAHAN DARI PERKIRAAN SEMULA</li></ul>DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  153. 153. <ul><li>KRITERIA PENILAIAN KELAYAKAN
  154. 154. NET PRESENT VALUE (NILAI SEKARANG BERSIH)</li></ul>PERBEDAAN ANTARA NILAI PASAR SUATU INVESTASI DENGAN BIAYANYA NPV POSITIF BERARTI LAYAK<br /><ul><li>PAY BACK PERIOD ( MASA PENGAMBILAN INVESTASI)</li></ul>JUMLAH WAKTU YANG DIPERLUKAN UNTUK MENGHASILKAN ARUS KAS YANG CUKUP UNTUK MENUTUP BIAYA AWAL,PAY BACK PERIOD YANG LEBIH KECIL DARI UMUR EKONOMIS PROYEK BERARTI LAYAK <br /><ul><li>DISCOUNTED PAYBACK (MASA PENGEMBALIAN INVESTASI DENGAN DISCONTO)</li></ul>JUMLAH WAKTU YANG DIPERLUKAN UNTUK MENGHASILKAN ARUS KAS YANG DIDISCONTO ATAS SUATU INVESTASI UNTUK MENUTUP INVESTASI AWALNYA DISCONTED PAYBACK PERIOD LEBIH SINGKAT DARI UMUR EKONKOMIS PROYEK BERARTI LAYAK<br />DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  155. 155. <ul><li>INTERNAL RATE OF RETURN/IRR (TINGKAT PENGEMBALIAN INTERNAL</li></ul>DISCOUNT RATE YANG MENGHASILKAN NPV INVESTASI SAMA DENGAN NOL,TINGKAT KEUNTUNGAN YANG DIPERLUKAN (REQUIRED RETURN) DIATAS BIAYA MODAL (COST OF CAPITAL) YANG DIGUNAKAN BERARTI LAYAK)<br /> <br /><ul><li>PROFITABILITY INDEX/BENEFIT COST RATIO(INDEX KEUNTUNGAN ATAU MANFAAT DENGAN BIAYA)</li></ul>NILAI SEKARANG ATAS ARUS KAS MASA DATANG DIBAGI INVESTASI AWAL<br /> <br /><ul><li>THE AVARAGE ACCOUNTING RETURN (RATA-RATA KEUNTUNGAN AKUNTING)</li></ul>LABA BERSIH RATA-RATA DIBAGI DENGAN RATA-RATA NILAI BUKU,KEUNTUNGAN RATA-RATA INVESTASI MELEBIHI KEUNTUNGAN RATA – RATA YANG DITARGETKAN BERARTI LAYAK<br />DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  156. 156. <ul><li>ANALISIS SENSITIFITAS</li></ul> <br />UNTUK MELIHAT KELAYAKAN PROYEK BILAMANA KONDISI BERUBAH DARI NORMAL/MODERAT MENJADI LEBIH BAIK (BEST CASE) ATAU LEBIH BURUK (WORST CASE)<br />AKAN DILIHAT DAMPAK TERHADAP NPV,IRR DDAN BCR PADA SIMULASI ATAS 3 KEADAAN TERSEBUT <br /> <br />CONTOH KASUS HIPOTESIS:<br />DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  157. 157. CONTOH KASUS HIPOTESIS<br />PT . FINANCIAL REALESTAT MERENCANAKAN MEMBANGUN PROYEK PERUMAHAN <br />SEBANYAK 200 UNIT PERKIRAAN BIAYA SEBAGAI BERIKUT<br />DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  158. 158. DARI PERKIRAAN HASIL PENJUALAN RUMAH<br />DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  159. 159. BIAYA PERUSAHAAN DENGAN MENGHITUNG RATA-RATA TERTIMBANG ANTARA MODAL SENDIRI DAN PINJAMAN BANK DIPERKIRAKAN 20%<br />DIHITUNG KAJIAN KELAYAKAN PROYEK<br />A. PAYBACK UN DISCOUNTED<br />DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  160. 160. B.PAYBACK DISCOUNTED<br />DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  161. 161. C. NPV AT DF 20%<br />NPV AT DF 20% = 468.354 POSITIF (layak) <br />DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  162. 162. D.NPV AT DF 25%<br />NPV at df 25% = -13.120 negatif tidak layak<br />DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  163. 163. E. INTERNAL RATE OF RETURN<br /> 468.364<br /> IRR = 0.20+------------------(0.25-0.20) = 24.86%<br /> 468.364-(13.120)<br /> <br />F.PROFITABILITY INDEX OR BENEFIT COST RATIO PADA DF 20% = 5.468.364/5.000.000 = 1.09<br /> <br />G.ACCOUNTING RATE OF RETURN<br />RATA-RATA KEUNTUNGAN = 8.560.000/5=1.720.000<br />RATA-RATA INVESTASI = 5.000.000<br />AAR= 34.24 %<br />DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  164. 164. E.PENYUSUNAN PROPOSAL<br />1.SASARAN<br />2.PENYAMAAN PARADIGMA PENGEMBANG BTN<br />3.ASPEK-ASPEK YANG DOMINANT MENJADI MASALAH<br />4.PETUNJUK TEKNIS KREDIT KONSTRUKSI PERUMAHAN<br />5.PERMASALAHAN PADA PENYUSUNAN PROJECT PROPOSAL YANG SERING TIMBUL ANTARA PENGEMBANG-PERBANKAN<br />DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  165. 165. SASARAN<br />MEMBERIKAN PEMAHAMAN MENGENAI PENYUSUNAN PROPOSAL UNTUK MEMPEROLEH PERSETUJUAN KREDIT BTN/BANK SEJENIS UNTUK PROYEK PERUMAHAN SKALA KECIL<br />2.PENYAMAAN PARADIGMA PENGEMBANG – PERBANKAN<br />BTN wajib memeberi kredit vs BTN adalah Bank teknis yang juga mencari laba dan deviden untuk mendukung pertumbuhannya.tetap ada aturan BI,pengawasan,diperiksa KPK dll.<br />Di Bank lain di tolak BTN harus menyetujui?<br />3. ASPEK-ASPEK YANG DOMINANT MENJADI MASALAH<br /><ul><li>Pasar:gaji PNS terutama di daerah banyak yang telah dipotong BPD.Kadang-kadang data dari bendahara/koperasi tidak sinkron shg cicilan terhambat,klarifikasi didapat dari BPD
  166. 166. Tanah : Ketelitian dan kecermatan thd surat-surat tanah.untuk tanah Pemda agar diperhatikan persetujuan DPRD
  167. 167. Kaitan dengan lembaga lain: Bapertarum,Jamsostek
  168. 168. Data komsumen lengkap,jelas,akurat.Tidak disarankan untuk meminjam nama pegawai di Perusahaan Developer untuk dipakai pada calon pembeli yang kurang memenuhi syarat
  169. 169. Pengguna dana sesuai rambu-rambu
  170. 170. Kesamaan prestasi lapangan
  171. 171. Hak yang terkait dengan instansi lain tetapi mempengaruhi penyelesaian fisik (listrik,air,telp,dll)</li></ul>DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  172. 172. 4. PETUNJUK TEKNIS KREDIT KONSTRUKSI PERUMAHAN<br />4.1 DEFINISI KYG/KREDIT YASA GRIYA<br />ADALAH FASILITAS KREDIT YANG DIBERIKAN KEPADA DEVELOPER UNTUK MEMBANTU MODAL KERJA PENDANAAN PEMBANGUNAN ROYEK PERUMAHAN YANG MELIPUTI RUMAH/BANGUNAN BERIKUT SARANA DAN PRASARANA<br />(Proyek Perumahan: perumahan,apartemen,kondominium/rumah susun,ruko,rukan,bangunan hunian lainnya)<br />(Pemohon Pengembang Perumahan-Badan Usaha (PT/CV/Koperasi),Perorangan)<br />DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  173. 173. 4.2 PENGGUNAAN KYG<br /><ul><li>Pembiayaan penuh (dari pematangan tanah sampai finishing)
  174. 174. Pembiayaan bridgding jangka pendek</li></ul>4.3 TATA CARA PENGAJUAN KYG<br />Data Perusahaan (leglitas dan management)<br /><ul><li>Akte pendirian sanpai perubahan terakhir
  175. 175. Pengesahan Badan Usaha dari Instansi berwenang (Depkumham,Depkop,dll)
  176. 176. Surat-surat ijin perusahaan (NPWP,TDP,Keanggotaan REI,SIUP,SIUJK)
  177. 177. Manajemen dan performance,perusahaan
  178. 178. Struktur organisasi,copy KTP,CV Pengurus dan data grup perusahaan
  179. 179. Performance nasabah Bank</li></ul>Data Keuangan<br /><ul><li>Laporan Keuangan perusahaan 2 tahun terakhir (utk > Rp 5 M audited)
  180. 180. Rencana aliran arus kas (cash flow)
  181. 181. ID BI Pemohon,Pengurus,Perusahaan,perusahaan satu grup
  182. 182. Penilaian agunan konsultan utk permohonan >= Rp 5M
  183. 183. FS untuk pemohon >= Rp. 1m M</li></ul>DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  184. 184. c.Data Proyek<br /><ul><li>Kondisi Proyek (nama,lokasi,fasilitas,dan keadaan proyek)
  185. 185. Ijin Lokasi dan pembebasan lahan
  186. 186. Time schedule proyek
  187. 187. Manajemen Pembangunan
  188. 188. Bestek,gambar rencana proyek dan RAB Proyek
  189. 189. Biaya proyek (biaya tanah,bangunan,sarana,prasarana)
  190. 190. IMB site plan yang disetujui Pemda
  191. 191. Dasar transaksi tanah (NJOP < PBB,Daftar harga pemda)
  192. 192. Keterangan peil banjir
  193. 193. Keterangan test air bersih
  194. 194. Keterangan supply listrik PLN</li></ul>d. Data Lainnya<br /><ul><li>Aspek Pemasaran
  195. 195. Bukti Pemegang Giro BTN</li></ul>DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  196. 196. 4.4 KETENTUAN/SYARAT KYG<br /><ul><li>Maksimal kredir 80% dari jumlah keperluan pembiayaan dan tidak lebih dari 60% nilai agunan
  197. 197. Suku bungan x%.Bunga dihitung harian dari saldo plafon yang dipakai dengan cut off perhitungan bunga setiap tanggal 25 setiap bulannya
  198. 198. Denda diberlakukan apabila sampai dengan akhir bulan debitur tidak melaksanakan kewajiban pembayaran bunga.Besarnya 2% diatas suku bunga yang berlaku dengan cut off perhitungan denda pada setiap tanggal 1 bulan berikutnya
  199. 199. Jangka waktu kredit max 18 bulan dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan.Pertimbangan jangka waktu kredit pada skala proyek,jadwal pembangunan dan penjualan,proyeksi pengembalian (cash flow)</li></ul>4.5 SIFAT KREDIT<br /><ul><li>Kredit non revolving</li></ul>Hanya digunakan untuk membiayai satu kali transaksi dan hasilnya untuk membayar kembali kreditnya<br /><ul><li>Kredit Revolving</li></ul>Kredit yang telah dipakai untuk membiayai satu tahap pembangunan dan sudah dilakukan pembayaranplafon kredit tersebut dapat digunakan kembali untuk membiayai proyek selanjutnya<br />DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  200. 200. 4.6.JENIS PERSETUJUAN KYG<br />KYG UMUM<br />PENCAIRAN BERDASARKAN PRESTASI FISIK LAPANGAN/PENCARIAN PERTAMA 40% DARI PLAFOND (TANAH TELAH SIAP DIMATANGKAN DAN DIBANGUN)<br />MAKS PEMBIAYAAN 80% DARI KEBUTUHAN DANA<br />RASIO AGUNAN -> PADA SAAT PEMBERIAN PLAFOND KREDIT DIJAMIN AGUNAN RIIL SEBESAR 135%<br />SUMBER PEMBAYARAN DARI HASIL PENJUALAN TIAP UNIT PRODUK ATAU SUMBER LAIN YANG DISEPAKATI<br />KYG ALFOPEND<br />PENCARIAN DAPAT DILAKUKAN SEKALIGUS<br />MAKS PEMBIAYAAN 70% DARI BIAYA KONSTRUKSI ATAU 60% DARI BIAYA PRASARANA<br />RASIO AGUNAN-> PADA SAAT PEMBERIAN,PLAFOND KREDIT DIJAMIN AGUNAN RIIL SEBESAR 150%<br />SUMBER PEMBAYARAN SEPERTI KYG UMUM<br />KYG PRK<br />PINJAMAN SIAGA (TAMBAHAN KYG UMUM/ALFOPEND)<br />PINJAMAN BERDIRI SENDIRI<br />PENCARIAN DAPAT DILAKUKAN SETIAP SAAT DENGAN MENGGUNAKAN CEK ATAU BILYET GIRO<br />RASIO AGUNAN -> PADA SAAT PEMBERIAN,PLAFOND KREDIT DIJAMIN AGUNAN RIIL SEBESAR 200% ATAU 150% UNTUK AGUNAN FIXED ASSET YANG NILAINYA TIDAK BERKURANG<br />DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  201. 201. 4.7 JAMINAN KREDIT<br /><ul><li>Hipotik atas harta kekayaan tetap debitur dengan penekanan pada leaglitas lahan dan bangunan proyek yang dibiayai meliputi:
  202. 202. Obyek,kondisi agunan
  203. 203. Bukti penguasaan agunan
  204. 204. Nilai transasksi agunan
  205. 205. Total niai agunan
  206. 206.  Bila diperlukan jenis agunan lainnya</li></ul>4.8.PROSES KYG ( batas kewenangan cabang)<br /><ul><li>Penerimaan permohonan KYG dan data-data
  207. 207. Pengumpulan informasi dan peninjauan lokasi
  208. 208. Analisa kredit
  209. 209. Penyampaian memorandum kredit disampaikan kepada Pimpinan cabang untuk diputuskan dalam rakomdit
  210. 210. Pengambilan keputusan
  211. 211. Surat persetujuan Pemberian Kredit (SP2K)
  212. 212. Penandatanganan Perjanjian Kredit disertai administrasi kredit
  213. 213. Provisi kredit
  214. 214. Pembukaan rekening pinjaman
  215. 215. Pembayaran penyerahan agunan/jaminan kredit
  216. 216. Penarikan kredit disesuaikan prestasi proyek dan sifat kredit
  217. 217. Pembayaran kembali kredit melalui KPR,tunai dsb</li></ul>DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  218. 218. 4.9. KALKULASI PEMBERIAN KREDIT<br /><ul><li>Sumber dana -> networking capital,share devepoper
  219. 219. Penggunaan dana
  220. 220. Permohonan kredit
  221. 221. Nilai agunan
  222. 222. Prosentase agunan :kredit min 135%</li></ul>4.10 PENARIKAN KREDIT<br /><ul><li>Pengikatan secara legal dan persyaratan dalam SP2K telah dilaksanakan pencairan 20% dari plafon yang disetujui
  223. 223. Penarikan selanjutnya sesuai bobot prestasi mengacu paket analisa dan struktur pembiayaan yang disepakati
  224. 224. Seluruh transaksi dan penarikan kredit dilakukan melalui giro debitur di Bank BTN</li></ul>4.11 PENGEMBALIAN KREDIT<br /><ul><li>Setiap kali terjadi penjualan/realisasi KPR segera dipotong mengurangi plafond kredit
  225. 225. Bila penjualan dilakukan melalui bank lain maka jumlah yang dipotong adalah senilai maksimal kredit yang diberikan bank tersebut</li></ul>DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  226. 226. 5.PEDOMAN UMUM PROPOSAL PROYEK PERUMAHAN<br />5.1 Gambaran Umum<br /><ul><li>SEJARAH SINGKAT PERUSAHAAN
  227. 227. PERMODALAN,SUSUNAN PEMEGANG SAHAM DAN PENGURUS
  228. 228. PERUSAHAAN
  229. 229. PERIJINAN USAHA</li></ul>5.2 MANAJEMEN<br /><ul><li>STRUKTUR ORGANISASI
  230. 230. RIWAYAT PERUSAHAAN</li></ul>5.3 Profil proyek<br /><ul><li>NAMA PROYEK
  231. 231. LOKASI PROYEK
  232. 232. AKSESIBILITAS
  233. 233. FASILITAS PERUMAHAN
  234. 234. ASPEK TEKNIS PROYEK
  235. 235. LEGALITAS PROYEK</li></ul>5.4. Aspek Pemasaran<br /><ul><li>POTENSI PASAR
  236. 236. PASAR SASARAN
  237. 237. STRATEGI PEMASARAN
  238. 238. TARGET PENJUALAN
  239. 239. CALON KONSUMEN
  240. 240. PERSAINGAN</li></ul>DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  241. 241. 5.5 ASPEK KEUANGAN<br /><ul><li>KEBUTUHAN DAN SUMBER DANA
  242. 242. RENCANA PENERIMAAN PROYEK
  243. 243. NERACA
  244. 244. RUGI LABA
  245. 245. CASH FLOW
  246. 246. LEGALITAS PROYEK</li></ul>5.5.RAB Tanah matang<br />RENCANA PENGGUNAAN TANAH<br /><ul><li>LUAS TANAH SELURUHNYA =
  247. 247. LUAS TANAH EFEKTIF=
  248. 248. LUAS TANAH PRASARANA DAN SARANA =</li></ul>BIAYA PENGEMBANGAN TANAH<br />DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  249. 249. DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  250. 250. RAB Prasarana lingkungan<br />DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  251. 251. 5.6 RAB Rumah dan sarana rumah/unit<br />DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  252. 252. 5.7. REKAPITULASI HARGA JUAL PER UNIT RUMAH<br />REKAPITULASI DIBUAT PER TYPE BANGUNAN YANG DIJUAL<br />5.8. REKAPITULASI PENJUALAN<br />5.9. TIME SCHEDULE PENGEMBANGAN<br />DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  253. 253. 6. PERMASALAHAN PADA PENYUSUNAN PROJECT PROPOSAL YANG SERING TIMBUL ANTARA PENGEMBANG DAN BTN<br />6.1 ASPEK LEGALITAS<br /><ul><li>LEGALITAS PERUSAHAAN: PENGKINIAN DATA PERUSAHAAN,MASIH TERDAPAT DATA PERUSAHAAN YANG MASA LAKUNYA SUDAH HABIS DAN BELUM DIPERPANJANG
  254. 254. LEGALITAS PROYEK: INFORMASI LEGALITAS PROYEK BELUM SEPENUHNYA DISAMPAIKAN TERKAIT DENGAN LEGALITAS PROYEK YANG SEDANG DALAM PROSES</li></ul>6.2.CURRICULUM VITAE<br /><ul><li>Pengalaman perusahaan dan pengurus dalam pengembangan industri perumahan tidak disampaikan secara detail menyebutkan proyek yang telah pernah dibangun dan dipasarkan
  255. 255. ID BI akan mempengaruhi penilaian bank atas proses permohonan kredit</li></ul>6.3.RAB dan Priyeksi cashflow<br /><ul><li>Sering RAB yang disampaikan belum memperhatikan harga-harga dasar yang berlaku sehingga ada kecenderungan fasilitas kredit yang diberikan tidak tepat jumlahnya sehingga akan mengakibatkan kendala dalam proses penyelesaian fisik bangunan dilapangan
  256. 256. Proyeksi cash flow yang disampaikan sering dengan asumsi optimis tanpa asumsi moderal</li></ul>DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  257. 257. 6.4.Maksimal Kredit<br /><ul><li>Besarnya kredit yang dimohonkan seringkali dikaitkan dengan skala proyek tanpa memperhatikan rencana atu tahapan pembangunan yang akan dilakukan
  258. 258. Jumlah maksimal kredit yang dimohonkan sebaiknya disesuaikan dengan rencana pembangunan bertahap</li></ul>6.5.Laporan keuangan,agunan dan feasibility study<br />Sering terdapat permohonan yang belum dilengkapi laporan keuangan (audited/un audited) 2tahun terakhir,nilai taxasi agunan dan hassil feasibility study. Berikut ini tabel ketentuan mengenai laporan keuangan<br />DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  259. 259. 6.6 Calon Konsumen<br /><ul><li>Seringkali informasi Konsumen belum secara detail disampaikan sehingga Bank mengalami kendala saat melakukan klarifikasi kepada instansi masing-masing calon Konsumen
  260. 260. Seringkali tidak disebutkan informasi tahapan apa calon konsumen sedang berlangsung : bookong fee / wawancara / SP3K/atau lainnya
  261. 261. Seringkali informasi calon konsumen Cuma dianggap sebagai pelengkap berkas permohonan</li></ul>6.7 Pemasaran<br />Sebaiknya diinformasikan proyek-proyek perumahan pesaing disekitar lokasi perumahan dan faktor pendukung dari proyek perumahan yang akan dibiayai<br />DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  262. 262. F. PEMBIAYAAN<br />1. SUMBER PEMBIAYAAN BAGI PERUSAHAAN DAN KONSUMEN<br /> A. PERUSAHAAN<br /><ul><li>KREDIT PEMILIKAN LAHAN UNTUK RSH
  263. 263. KREDIT KONSTRUKSI
  264. 264. KREDIT INVESTASI,OBLIGASI,IPO,REIT</li></ul>B. KONSUMEN<br /><ul><li>KPR
  265. 265. KPA</li></ul>2. ALOKASI PEMBIAYAAN<br /> 2.1.DANA SENDIRI/EQUITY<br /> 2.2.DANA PINJAMAN<br />3. DUKUNGAN UANG MUKA<br /> 3.1.TAPERUM PNS/BAPETARUM PNS<br /> 3.2.JAMSOSTEK<br /> 3.3.YKPP<br />DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  266. 266. <ul><li>SASARAN PRODUK YANG DIBERI DUKUNGAN UANG MUKA
  267. 267. KATEGORI RUMAH SEDERHANA SEHAT
  268. 268. KATEGORI RUSUNAMI</li></ul> <br /><ul><li>SASARAN PENERIMA DUKUNGAN UANG MUKA
  269. 269. PEGAWAI NEGERI MELALUI BAPERTARUM
  270. 270. PEGAWAI SWASTA MELALUI JAMSOSTEK
  271. 271. TNI/POLRI MELALUI YKPP
  272. 272.  
  273. 273. DUKUNGAN LAIN UNTUK PRODUK RSH DAN RUSUNAMI
  274. 274. BEBAS PPN
  275. 275. BEBAS BPHTB
  276. 276. SKEMA SUBSIDI BUNGA SEHINGGA CICILAN DALAM KURUN WAKTU TERTENTU DIBAWAH PERHITUNGAN DENGAN DASAR BUNGA KOMERSIAL</li></ul> <br /><ul><li>DUKUNGAN INFRASTRUKTUR
  277. 277. PSDPU
  278. 278. PSU
  279. 279. DUKUNGAN JENIS PEMBIAYAAN
  280. 280. KREDIT PEMILIKAN LAHAN UNTUK PENGEMBANG
  281. 281. KREDIT YASA GRIYA UNTUK PENGEMBANG
  282. 282. KREDIT KONSTRUKSI UNTUK KONTRAKTOR
  283. 283. KPR BERSUBSIDI UNTUK KONSUMEN</li></ul>DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  284. 284. 1>1700.000<2 7.5% 6 TAHUN 55.000.000<br />500.000<br />II>1.000.000< 5% 8 TAHUN 41.500.000<br />1.700.000<br />III/<1.000.000 3% 10 TAHUN 28.000.000<br />KPR BERSUBSIDI BEBAS PPN BEBAS BPHTB<br /> <br />PROGR.PSU/PSDPU RSH<br /> <br />KREDIT PEMILIKAN LAHAN BANTUAN UANGMUKA<br /> KREDIT YASSA GRIYA PEGAWAI NEGERI<br /> TNI/POLRI<br /> PEGAWAI SWASTA<br /> KREDIT KONTRAKTOR<br />DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  285. 285. DUKUNGAN UANG MUKA UNTUK PEGAWAI NEGERI<br /> <br />DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />
  286. 286. <ul><li> BENTUK DUKUNGAN UNTUK PEGAWAI NEGERI
  287. 287. BANTUAN UANG MUKA
  288. 288. PEMBAYARAN TABUNGAN DENGAN BUNGA 12 % PER TAHUN
  289. 289. BANTUAN MEMBANGUN RUMAH
  290. 290.  PERSYARATAN:</li></ul>PEGAWAI NEGERI<br />PENGGUNAAN TABUNGAN PERTAMA<br />BEKERJA 5 TAHUN<br />BELUM MEMILIKI RUMAH<br /><ul><li>BANTUAN UANG MUKA UNTUK TNI/POLRI MELALUI YKPP</li></ul>BANTUAN UANG MUKA RP.14.000.000<br /><ul><li> BANTUAN UANG MUKA UNTUK PEGAWAI SWASTA MELALUI JAMSOSTEK
  291. 291. PROGRAM PINJAMAN UANG MUKA</li></ul>DENGAN KERJASAMA BANK = RP.20.000.000 UNTUK 10 TAHUN<br />MELALUI KANTOR CABANG JAMSOSTEK = RP.15.000.000 UNTUK 5 TAHUN<br /><ul><li> PERSYARATAN PERUSAHAAN</li></ul>1 TAHUN MENJADI ANGGOTA JAMSOSTEK<br />KONTRIBUSI RUTIN<br /><ul><li>PERSYARATAN PEGAWAI</li></ul>1 TAHUN BEKERJA<br />BELUM MEMILIKI RUMAH<br />GAJI MAKSIMUM RP.4.500.000<br />DPD REI Lampung, Badan Diklat DPP REI<br />

×