Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.

Pelajaran Sekolah SABAT ke-10 Triwulan 2 2015

52 072 vues

Publié le

Publié dans : Spirituel
  • Soyez le premier à commenter

Pelajaran Sekolah SABAT ke-10 Triwulan 2 2015

  1. 1. Pelajaran 10 untuk 06 Juni, 2015 Mengikut YESUS dalam Kehidupan Sehari-hari
  2. 2. Lukas 11:43,44 Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi,...sebab kamu sama seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan di atasnya, tidak mengetahuinya." Kehidupan mereka dibangun di atas hal-hal lahiriah, penampilan luar, legalisme dan gaya hidup yang suka pamer serta munafik. Mereka tidak memiliki kasih, hati yang suka mengampuni maupun keadilan.  Melakukan hukum tanpa memiliki kasih. (Lukas 11:42)  Suka menerima penghormatan. (Lukas 11:43)  Dosa mereka yang tersembunyi menajiskan mereka (Lukas 11:44)  Menetapkan peraturan yang ketat namun mereka sendiri tidak mematuhinya (Lukas 11:46)  Mereka mengkritik dosa orang lain sementara mereka sendiri melanggarnya. (Lukas 11:47-48)  Menghalangi orang untuk menerima kebenaran (Lukas 11:52) Mengapa YESUS mempersalahkan kehidupan keagamaan orang-orang Farisi, Saduki, dan ahli taurat?
  3. 3. Lukas 12:6,7 Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekor pun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. Dengan Takut akan ALLAH (yaitu, menghargai dan memuliakan ALLAH, Wahyu14:7) maka Ketakutan duniawi akan menjauh (rasa cemas, kecurigaan, perasaan khawatir …).  Jangan takut terhadap siapa yang tidak dapat merenggut kehidupan kekal dari kita (Lukas 12:4).  Takutlah kepada siapa yang dapat menghalangi kita dari jalan menuju kehidupan kekal (Lukas 12:5).  Jangan khawatir akan hidup kita, karena hidup kita ada di tangan ALLAH (Lukas 12:6-7).  Jangan takut mengakui YESUS di hadapan dunia (Lukas 12:8-10).  Jangan takut untuk berbicara tentang ALLAH kepada mereka yang bertanya tentang iman kita kepada ALLAH (Lukas 12:11-12). Takut akan ALLAH mengusir rasa takut duniawi kita, YESUS mengajar kita apa yang harus kita takuti:
  4. 4. YESUS menceritakan perumpamaan tentang Orang Kaya yang bodoh untuk menjelaskan betapa pentingnya untuk menetapkan “PRIORITAS dengan BENAR” (Lukas 12:16-21). E.G.W. (Testimonies for the Church, vol. 3, cp. 33, pg. 402) "Orang kaya yang bodoh ini dalam keegoisannya telah mengumpulkan untuk dirinya sendiri harta yang ia sendiri tidak dapat pergunakan. Dia hidup hanya untuk dirinya sendiri. Dia telah berdagang dengan sangat licik, membuat penawaran yang sangat rendah, ia tidak mau menerima rahmat atau kasih Allah ... Mereka yang rendah hati akan dipakai sebagai sarana untuk kemuliaan ALLAH. Ia akan memercayakan kepada mereka harta yang tak terhingga dari tangan KHALIK yang berkata: “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; ...Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”
  5. 5. Lukas 12:35 "Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Orang-orang mengenakan jubah pada zaman YESUS. Agar dapat bergerak dengan leluasa ketika bekerja, mereka harus mengenakan ikat pinggang. Mereka juga harus menjaga agar pelita mereka tetap menyala pada malam hari. Lukas 12:36-38 Lukas 12:39-40 Lukas 12:42-48 YESUS menggunakan 2 contoh tersebut dan 3 perumpamaan lainnya (Lukas 12:36-38, 39-40, 42-48) untuk mengajar bahwa kita harus selalu siap dan rela melaksanakan pekerjaan apapun bagi kemuliaan-Nya, agar kita tetap berjaga dan tidak putus asa ketika menantikan kedatangan-Nya kali ke-2.
  6. 6. “Sekaranglah waktunya untuk mempersiapkan kedatangan TUHAN kita. Kesediaan untuk bertemu dengan-Nya tidaklah dapat dicapai dalam seketika waktu saja. Persiapan terhadap peristiwa yang hikmat itu haruslah dengan penantian dan kesiagaan yang sepenuhnya dan digabungkan dengan pekerjaan yang sungguh-sungguh. Dengan cara demikianlah putra-putri ALLAH memuliakan-Nya. Di tengah-tengah hiruk pikuk kesibukan dunia, suara mereka akan didengar sebagai kata-kata yang membangkitkan semangat, iman dan pengharapan oleh orang-orang yang mendengarkannya. Semua yang mereka miliki hanyalah untuk dibaktikan bagi pelayanan bagi TUHAN.” E.G.W. (God’s Amazing Grace, December 11)
  7. 7. Kisah 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." Berkhotbah, penginjilan secara pribadi adalah sarana yang dipilih ALLAH agar Rencana Keselamatan-Nya tersiar (1 Korintus 1:21). Menabur benih Firman TUHAN. Penerimaan terhadap firman bergantung kepada orang (tanah) yang menerimanya. Tugas Saksi TUHAN. Lukas 8:4-15 Mereka yang mengabdikan diri-Nya untuk TUHAN “akan menerima kembali lipat ganda pada masa ini juga, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.” (Luke 18:30) Upah bagi Saksi TUHAN. Luke 18:24-30 ALLAH telah memberi kepada kita upah (Uang Mina) untuk melayani- Nya. Kita bertanggungjawab untuk menggunakan uang itu demi kemuliaan-Nya. Tanggungjawab Saksi TUHAN. Lukas 19:11-27
  8. 8. Lukas 22:26 Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan. Apa sikap kita ketika kita ditempatkan di posisi seorang Pemimpin di gereja? Tidak seperti pemimpin secara dunia, menjadi para pemimpin di gereja berarti “MELAYANI”. Hanya mereka yang memahami hak-hak istimewa untuk melayani orang lainlah yang layak untuk menjadi seorang Kristen yang sejati
  9. 9. “KRISTUS memberikan kepada murid-murid-Nya sebuah pelajaran yang paling penting kepada murid-murid-Nya. ‘Dalam kerajaan yang akan ku bangun,’ Dia berkata, mereka yang berupaya untuk menjadi yang tertinggi tidak akan mendapatkan tempat.’ Kamu semua adalah bersaudara. Semua hamba-hamba-Ku adalah sama derajatnya. Satu-satunya kebesaran yang diterima di sana adalah kebesaran dalam kerendahan hati dan kesetiaan dalam melayani orang lain. Mereka yang merendahkan dirinya akan ditinggikan dan mereka yang meninggikan dirinya akan direndahkan. Mereka yang melayani orang lain dengan penyangkalan dan pengorbanan diri sendiri akan dikaruniakan atribut karakter Kemuliaan ALLAH, dan mengembangkan kebijaksanaan, ketabahan sejati, kesabaran, kebaikan, belas kasih. Inilah yang memberinya tempat tertinggi dalam kerajaan ALLAH. ' E.G.W. (This Day with God, December 13)

×