SlideShare une entreprise Scribd logo
1  sur  27
Pengertian wakalah
Penyerahan,pendelegasian,atau pemberian
mandat
Landasan syariah
• Al quran: Al-Kahfi 19 , Al-Baqarah 283, Yusuf 55
• Al hadist: “Bahwasanya Rasulullah mewakilkan
kepada Abu Rafi’ dan seorang Anshar untuk
mewakilkannya mengawini Maimunah binti Al
Harits”. (HR. Malik dalam al-Muwaththa)
• Ijma : Para ulama bersepakat dengan ijma’ atas
diperbolehkannya Wakalah. Mereka bahkan
ada yang cenderung mensunahkannya dengan
alasan bahwa hal tersebut termasuk jenis
ta’awun atau tolong-menolong atas dasar
kebaikan dan taqwa.
RUKUN DAN SYARAT-SYARAT DALAM
WAKALAH
• Pihak yang mewakilkan (Al-Muwakkil)
• Pihak yang mewakili. (Al-Wakil)
• Obyek / kegiatan yang diwakilkan.
• Shighot
Macam macam wakalah
• Al- Wakalah Al- Khosshoh adalah wakalah
diman prosesi pendelegasian wewenang
untuk menggantikan sebuah posisi pekerjaan
yang bersifat spesifik dan spesiknya btelah
jelas
• Al-Wakalah al-‘ammah adalah akad wakalah
dimana peosesi pendelegasian wewenang
bersifat umum, tanpa adanya spesifikasi.
dibedakan juga atas wakalah al-
muqoyyadoh dan al-wakalah mutlaqoh
• Al-Wakalah al-muqoyyadoh adalah adalah
akad wakalah dimana wewenang dan tindakan
si wakil dibatasi dengan syarat-syarat tertentu.
• Al-wakalah al-muthlaqoh akad wakalah
dimana wewenang dan wakil tidak dibatasi
dengan syarat atau kaidah tertentu
Skema wakalah
PENERAPAN WAKALAH DALAM INSTITUSI
KEUANGAN
a. Transfer atau pengiriman uang. Contoh:
wesel pos, transfer uang melalui bank
ataupun ATM
b. letter of credit
Letter of Credit atau L/C
1. LETTER OF CREDIT IMPOR
• Akad untuk transaksi Letter of Credit Import
Syariah ini menggunakan akad Wakalah Bil
Ujrah. Hal ini sesuai dengan Fatwa Dewan
Syariah Nasional Nomor: 34/DSN-
MUI/IX/2002. Akad Wakalah bil Ujrah ini
memiliki definisi dimana nasabah memberikan
kuasa kepada bank dengan imbalan
pemberian ujrah atau fee. Namun ada
beberapa modifikasi dalam akad ini sesuai
dengan situasi yang terjadi.
A. Akad Wakalah bil Ujrah
1. Importir harus memiliki dana pada bank
sebesar harga pembayaran barang yang
diimpor.
2. Importir dan Bank melakukan akad Wakalah
bil Ujrah untuk pengurusan dokumen-
dokumen transaksi impor.
3. Besar ujrah harus disepakati diawal dan
dinyatakan dalam bentuk nominal, bukan
dalam bentuk prosentase.
Skema Wakalah bil Ujrah
B. Akad Wakalah bil Ujrah dan Qardh
1. Importir tidak memiliki dana cukup pada bank
untuk pembayaran harga barang yang diimpor.
2. Importir dan Bank melakukan akad Wakalah bil
Ujrah untuk pengurusan dokumen-dokumen
transaksi impor.
3. Besar ujrah harus disepakati di awal dan
dinyatakan dalam bentuk nominal, bukan dalam
bentuk prosentase.
4. Bank memberikan dana talangan (qardh) kepada
importir untuk pelunasan pembayaran barang
impor.
Skema Wakalah bil Ujrah dan Qardh
C. Akad Wakalah bil Ujrah dan Mudharabah
1. Nasabah melakukan akad wakalah bil ujrah
kepada bank untuk melakukan pengurusan
dokumen dan pembayaran.
2. Bank dan importir melakukan akad
Mudharabah, dimana bank bertindak selaku
shahibul mal menyerahkan modal kepada
importir sebesar harga barang yang diimpor.
Skema Wakalah bil Ujrah dan Mudharabah
D. Akad Wakalah bil Ujrah dan Hiwalah
1. Importir tidak memiliki dana cukup pada bank untuk
pembayaran harga barang yang diimpor.
2. Importir dan Bank melakukan akad Wakalah untuk
pengurusan dokumen-dokumen transaksi impor.
3. Besar ujrah harus disepakati di awal dan dinyatakan
dalam bentuk nominal, bukan dalam bentuk
presentase.
4. Hutang kepada eksportir dialihkan oleh importir
menjadi hutang kepada Bank dengan meminta bank
membayar kepada eksportir senilai barang yang
diimpor.
Skema Wakalah bil Ujrah dan Hiwalah
2. Letter of Credit Ekspor
Akad untuk transaksi Letter of Credit Eksport
Syariah ini menggunakan akad Wakalah. Hal
ini sesuai dengan Fatwa Dewan Syariah
Nasional Nomor 35/DSN-MUI/IX/2002. Akad
Wakalah ini memiliki definisi dimana bank
menerbitkan surat pernyataan akan
membayar kepada eksportir untuk
memfasilitasi perdagangan eksport. Namun
ada beberapa modifikasi dalam akad ini sesuai
dengan situasi yang terjadi.
A. Akad Wakalah bil Ujrah
1. Bank melakukan pengurusan dokumen-
dokumen ekspor.
2. Bank melakukan penagihan (collection)
kepada bank penerbit L/C (issuing bank),
selanjutnya dibayarkan kepada eksportir
setelah dikurangi ujrah.
3. Besar ujrah harus disepakati di awal dan
dinyatakan dalam bentuk nominal, bukan
dalam prosentase.
Skema Wakalah bil Ujrah
B. Akad Wakalah bil Ujrah dan Qardh
• 1. Bank melakukan pengurusan dokumen-dokumen ekspor.
• 2. Bank melakukan penagihan (collection) kepada bank penerbit L/C
• (issuing bank).
• 3. Bank memberikan dana talangan (Qardh) kepada nasabah
eksportir
• sebesar harga barang ekspor.
• 4. Besar ujrah harus disepakati di awal dan dinyatakan dalam
bentuk
• nominal, bukan dalam bentuk presentase.
• 5. Pembayaran ujrah dapat diambil dari dana talangan sesuai
• kesepakatan dalam akad
• 6. Antara akad Wakalah bil Ujrah dan akad Qardh, tidak dibolehkan
• adanya keterkaitan (ta’alluq).
Skema Wakalah bil Ujrah dan Qardh
C. Akad Wakalah bil Ujrah dan Mudharabah
1. Bank memberikan kepada eksportir seluruh dana yang
dibutuhkan dalam proses produksi barang ekspor yang
dipesan oleh importir.
2. Bank melakukan pengurusan dokumen-dokumen ekspor.
3. Bank melakukan penagihan (collection) kepada bank
penerbit L/C (issuing bank).
4. Pembayaran oleh bank penerbit L/C dapat dilakukan pada
saat dokumen diterima (at sight) atau pada saat jatuh
tempo (usance).
5. Pembayaran dari bank penerbit L/C (issuing bank) dapat
digunakan untuk Pembayaran ujrah, pengembalian dana
mudharabah, dan pembayaran bagi hasil.
6. Besar ujrah harus disepakati di awal dan dinyatakan dalam
bentuk nominal, bukan dalam bentuk presentase.
Skema Wakalah bil Ujrah dan Mudharabah
STUDI KASUS
PT. Rangers Perkasa adalah perusahaan importir
Ikan Hias. PT Rangers Perkasa melakukan
pemesanan 1 kontainer ikan hias hidup
dari Australian Marine Co.Ltd . Pihak Australia
baru akan setuju mengirimkan 1 kontainer ikan
hias tersebut, apabila PT. Rangers Perkasa
menerbitkan L / C dari Bank yang terpercaya. PT
Rangers Perkasa kemudian meminta kepada Bank
Syariah untuk menerbitkan L / C dengan
memberikan jaminan pembayaran berupa tanah
milik Perusahaan yang terletak di daerah Dau,
Malang.
Dalam akad tersebut, PT. Rangers Perkasa memberikan
kuasa (wakalah) kepada Bank Syariah untuk
bertindak selaku wakil dan memberikan jaminan atas
pemenuhan kewajiban pembayaran PT. Rangers
Perkasa terhadap pembayaran pemesanan ikan hias
yang dilakukannya kepada Australian Marine Co. Ltd.
Karena jasanya dalam tugas tersebut, maka Bank
Syariah berhak untuk mendapatkan fee
(ujrah) sejumlah tertentu. Dalam hal Bank Syariah
hanya semata-mata bertindak selaku wakil dari
nasabah (dengan akad wakalah bil ujrah tersebut),
maka nasabah harus memiliki dana pada Bank Syariah
tersebut, yang jumlahnya sama besar dengan jumlah
tagihan yang harus dipenuhinya.
Dalam hal Nasabah tidak memiliki dana yang sama besarnya
dengan jumlah tagihan yang harus dipenuhinya, maka antara
Bank Syariah dengan PT. Rangers Perkasa dapat dijembatani
dengan cara:
a. menggunakan skema Qardh, dimana Bank akan memberikan
penalangan pembayaran tersebut langsung kepada Australian
Marine Co Ltd. atas nama PT. Rangers Perkasa. Selanjutnya PT.
Rangers Perkasa dapat mengembalikan dana talangan (Qardh)
tersebut baik secara tunai maupun secara mencicil, dengan atau
tidak ditambahkan fee tertentu.
b. menggunakan skema mudharabah,
Dalam hal ini Bank Syariah bertindak selaku penyandang dana,
yang menyerahkan modal kepada nasabah (importer) sebesar
harga barang yang di impor. Akad yang digunakan dalam skema
ini adalah akad wakalah bil ujroh yang dilanjutkan dengan akad
mudharabah.

Contenu connexe

Tendances

Penghimpunan dana
Penghimpunan danaPenghimpunan dana
Penghimpunan dana
Ella Aisah
 
teori percampuran dan pertukaran musyarakah
teori percampuran dan pertukaran  musyarakahteori percampuran dan pertukaran  musyarakah
teori percampuran dan pertukaran musyarakah
mandalina landy
 
Ruang Lingkup Perbankan Syariah
Ruang Lingkup Perbankan SyariahRuang Lingkup Perbankan Syariah
Ruang Lingkup Perbankan Syariah
Ari Munandar
 
Pasar modal
Pasar modalPasar modal
Pasar modal
pudle27
 
Perbedaan Antara Bank Syariah Dan Bank Konvensional
Perbedaan Antara Bank Syariah Dan Bank KonvensionalPerbedaan Antara Bank Syariah Dan Bank Konvensional
Perbedaan Antara Bank Syariah Dan Bank Konvensional
Eko Mardianto
 
Akuntansi istishna
Akuntansi istishnaAkuntansi istishna
Akuntansi istishna
madureh
 

Tendances (20)

Surat Berharga
Surat BerhargaSurat Berharga
Surat Berharga
 
Penghimpunan dana
Penghimpunan danaPenghimpunan dana
Penghimpunan dana
 
murabahah
murabahahmurabahah
murabahah
 
Letter of Credit Impor Syariah
Letter of Credit Impor SyariahLetter of Credit Impor Syariah
Letter of Credit Impor Syariah
 
Giro
GiroGiro
Giro
 
teori percampuran dan pertukaran musyarakah
teori percampuran dan pertukaran  musyarakahteori percampuran dan pertukaran  musyarakah
teori percampuran dan pertukaran musyarakah
 
Pembiayaan Murabahah
Pembiayaan MurabahahPembiayaan Murabahah
Pembiayaan Murabahah
 
Ruang Lingkup Perbankan Syariah
Ruang Lingkup Perbankan SyariahRuang Lingkup Perbankan Syariah
Ruang Lingkup Perbankan Syariah
 
Rahn (Gadai Syariah)
Rahn (Gadai Syariah)Rahn (Gadai Syariah)
Rahn (Gadai Syariah)
 
Jurna giro
Jurna  giroJurna  giro
Jurna giro
 
Pasar modal
Pasar modalPasar modal
Pasar modal
 
Perbedaan Antara Bank Syariah Dan Bank Konvensional
Perbedaan Antara Bank Syariah Dan Bank KonvensionalPerbedaan Antara Bank Syariah Dan Bank Konvensional
Perbedaan Antara Bank Syariah Dan Bank Konvensional
 
Akad musyarakah akuntansi keuangan syariah
Akad musyarakah akuntansi keuangan syariahAkad musyarakah akuntansi keuangan syariah
Akad musyarakah akuntansi keuangan syariah
 
akad mudharabah
akad mudharabahakad mudharabah
akad mudharabah
 
Akuntansi istishna
Akuntansi istishnaAkuntansi istishna
Akuntansi istishna
 
Penggunaan dana bank
Penggunaan dana bankPenggunaan dana bank
Penggunaan dana bank
 
Penetapan margin dan nisbah bagi hasil
Penetapan margin dan nisbah bagi hasilPenetapan margin dan nisbah bagi hasil
Penetapan margin dan nisbah bagi hasil
 
Perencanaan dan penganggaran perusahaan 1
Perencanaan dan penganggaran perusahaan 1Perencanaan dan penganggaran perusahaan 1
Perencanaan dan penganggaran perusahaan 1
 
Pembiayaan konsumen
Pembiayaan konsumenPembiayaan konsumen
Pembiayaan konsumen
 
Kartu plastik
Kartu plastikKartu plastik
Kartu plastik
 

En vedette (8)

wakalah kafalah hawalah
wakalah kafalah hawalahwakalah kafalah hawalah
wakalah kafalah hawalah
 
Kel.9 al wakalah
Kel.9 al wakalahKel.9 al wakalah
Kel.9 al wakalah
 
Fiqh Muamalah Akad kafalah
Fiqh Muamalah Akad kafalahFiqh Muamalah Akad kafalah
Fiqh Muamalah Akad kafalah
 
Fiqih Muamalah - Pengantar Fiqih Muamalah
Fiqih Muamalah - Pengantar Fiqih MuamalahFiqih Muamalah - Pengantar Fiqih Muamalah
Fiqih Muamalah - Pengantar Fiqih Muamalah
 
ISLAMIC BANKING INSTRUMENTS IN APLLYING OF LETTER OF CREDIT (LC)
ISLAMIC BANKING INSTRUMENTS IN APLLYING OF LETTER OF CREDIT (LC) ISLAMIC BANKING INSTRUMENTS IN APLLYING OF LETTER OF CREDIT (LC)
ISLAMIC BANKING INSTRUMENTS IN APLLYING OF LETTER OF CREDIT (LC)
 
STRATEGI PEMBELAJARAN BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
STRATEGI PEMBELAJARAN  BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUSSTRATEGI PEMBELAJARAN  BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
STRATEGI PEMBELAJARAN BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
 
Materi fiqih kelas MI kelas 3
Materi fiqih kelas MI kelas 3Materi fiqih kelas MI kelas 3
Materi fiqih kelas MI kelas 3
 
AL-WAKALAH
AL-WAKALAHAL-WAKALAH
AL-WAKALAH
 

Similaire à Letter of credit atau l

M O D U L P E R B A N K A N S Y A R I A H
M O D U L  P E R B A N K A N  S Y A R I A HM O D U L  P E R B A N K A N  S Y A R I A H
M O D U L P E R B A N K A N S Y A R I A H
نور الرفاعي
 
MEET 10_AKUNTANSI ISTISHNA’.pptx
MEET 10_AKUNTANSI ISTISHNA’.pptxMEET 10_AKUNTANSI ISTISHNA’.pptx
MEET 10_AKUNTANSI ISTISHNA’.pptx
sumiyati84
 
Murabahah salam istishna'
Murabahah salam istishna'Murabahah salam istishna'
Murabahah salam istishna'
Marhamah Saleh
 

Similaire à Letter of credit atau l (20)

M O D U L P E R B A N K A N S Y A R I A H
M O D U L  P E R B A N K A N  S Y A R I A HM O D U L  P E R B A N K A N  S Y A R I A H
M O D U L P E R B A N K A N S Y A R I A H
 
Sesi 7 - Akuntansi Salam.pdf
Sesi 7 - Akuntansi Salam.pdfSesi 7 - Akuntansi Salam.pdf
Sesi 7 - Akuntansi Salam.pdf
 
Aspek hukum pemberian jasa perbankan
Aspek hukum pemberian jasa perbankanAspek hukum pemberian jasa perbankan
Aspek hukum pemberian jasa perbankan
 
Solusi Sistemik yg Jitu untuk Mengatasi Problem Akibat Ekonomi Kapitalisme
Solusi Sistemik yg Jitu untuk Mengatasi Problem Akibat Ekonomi KapitalismeSolusi Sistemik yg Jitu untuk Mengatasi Problem Akibat Ekonomi Kapitalisme
Solusi Sistemik yg Jitu untuk Mengatasi Problem Akibat Ekonomi Kapitalisme
 
Makalah fikih zakat ii
Makalah fikih zakat iiMakalah fikih zakat ii
Makalah fikih zakat ii
 
MEET 10_AKUNTANSI ISTISHNA’.pptx
MEET 10_AKUNTANSI ISTISHNA’.pptxMEET 10_AKUNTANSI ISTISHNA’.pptx
MEET 10_AKUNTANSI ISTISHNA’.pptx
 
Bank Syariah
Bank SyariahBank Syariah
Bank Syariah
 
Bank dan lembaga keuangan ppt
Bank dan lembaga keuangan pptBank dan lembaga keuangan ppt
Bank dan lembaga keuangan ppt
 
SKBDN (Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri)
SKBDN (Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri)SKBDN (Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri)
SKBDN (Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri)
 
Akuntansi Bank_SKBDN
Akuntansi Bank_SKBDNAkuntansi Bank_SKBDN
Akuntansi Bank_SKBDN
 
Ce k & bilyet giro
Ce k & bilyet giroCe k & bilyet giro
Ce k & bilyet giro
 
Pembiayaan dalam ekonomi syariah
Pembiayaan dalam ekonomi syariahPembiayaan dalam ekonomi syariah
Pembiayaan dalam ekonomi syariah
 
AKUNTANSI MURABAHAH_MATERI.pdf
AKUNTANSI MURABAHAH_MATERI.pdfAKUNTANSI MURABAHAH_MATERI.pdf
AKUNTANSI MURABAHAH_MATERI.pdf
 
Pertemuan 4 simpanan giro, deposito
Pertemuan 4 simpanan giro, depositoPertemuan 4 simpanan giro, deposito
Pertemuan 4 simpanan giro, deposito
 
perbedaan_dan_persamaan_Bank_Konvensiona.pptx
perbedaan_dan_persamaan_Bank_Konvensiona.pptxperbedaan_dan_persamaan_Bank_Konvensiona.pptx
perbedaan_dan_persamaan_Bank_Konvensiona.pptx
 
Giro dikonversi
Giro dikonversiGiro dikonversi
Giro dikonversi
 
Murabahah salam istishna'
Murabahah salam istishna'Murabahah salam istishna'
Murabahah salam istishna'
 
AKUNTANSI JASA BANK
AKUNTANSI JASA BANKAKUNTANSI JASA BANK
AKUNTANSI JASA BANK
 
Pembayaran Internasional Menggunakan L/C _ Materi Training "PERDAGANGAN INTER...
Pembayaran Internasional Menggunakan L/C _ Materi Training "PERDAGANGAN INTER...Pembayaran Internasional Menggunakan L/C _ Materi Training "PERDAGANGAN INTER...
Pembayaran Internasional Menggunakan L/C _ Materi Training "PERDAGANGAN INTER...
 
Model akuntansi syariah
Model akuntansi syariahModel akuntansi syariah
Model akuntansi syariah
 

Letter of credit atau l

  • 2. Landasan syariah • Al quran: Al-Kahfi 19 , Al-Baqarah 283, Yusuf 55 • Al hadist: “Bahwasanya Rasulullah mewakilkan kepada Abu Rafi’ dan seorang Anshar untuk mewakilkannya mengawini Maimunah binti Al Harits”. (HR. Malik dalam al-Muwaththa) • Ijma : Para ulama bersepakat dengan ijma’ atas diperbolehkannya Wakalah. Mereka bahkan ada yang cenderung mensunahkannya dengan alasan bahwa hal tersebut termasuk jenis ta’awun atau tolong-menolong atas dasar kebaikan dan taqwa.
  • 3. RUKUN DAN SYARAT-SYARAT DALAM WAKALAH • Pihak yang mewakilkan (Al-Muwakkil) • Pihak yang mewakili. (Al-Wakil) • Obyek / kegiatan yang diwakilkan. • Shighot
  • 4. Macam macam wakalah • Al- Wakalah Al- Khosshoh adalah wakalah diman prosesi pendelegasian wewenang untuk menggantikan sebuah posisi pekerjaan yang bersifat spesifik dan spesiknya btelah jelas • Al-Wakalah al-‘ammah adalah akad wakalah dimana peosesi pendelegasian wewenang bersifat umum, tanpa adanya spesifikasi.
  • 5. dibedakan juga atas wakalah al- muqoyyadoh dan al-wakalah mutlaqoh • Al-Wakalah al-muqoyyadoh adalah adalah akad wakalah dimana wewenang dan tindakan si wakil dibatasi dengan syarat-syarat tertentu. • Al-wakalah al-muthlaqoh akad wakalah dimana wewenang dan wakil tidak dibatasi dengan syarat atau kaidah tertentu
  • 7. PENERAPAN WAKALAH DALAM INSTITUSI KEUANGAN a. Transfer atau pengiriman uang. Contoh: wesel pos, transfer uang melalui bank ataupun ATM b. letter of credit
  • 8. Letter of Credit atau L/C
  • 9. 1. LETTER OF CREDIT IMPOR • Akad untuk transaksi Letter of Credit Import Syariah ini menggunakan akad Wakalah Bil Ujrah. Hal ini sesuai dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor: 34/DSN- MUI/IX/2002. Akad Wakalah bil Ujrah ini memiliki definisi dimana nasabah memberikan kuasa kepada bank dengan imbalan pemberian ujrah atau fee. Namun ada beberapa modifikasi dalam akad ini sesuai dengan situasi yang terjadi.
  • 10. A. Akad Wakalah bil Ujrah 1. Importir harus memiliki dana pada bank sebesar harga pembayaran barang yang diimpor. 2. Importir dan Bank melakukan akad Wakalah bil Ujrah untuk pengurusan dokumen- dokumen transaksi impor. 3. Besar ujrah harus disepakati diawal dan dinyatakan dalam bentuk nominal, bukan dalam bentuk prosentase.
  • 12. B. Akad Wakalah bil Ujrah dan Qardh 1. Importir tidak memiliki dana cukup pada bank untuk pembayaran harga barang yang diimpor. 2. Importir dan Bank melakukan akad Wakalah bil Ujrah untuk pengurusan dokumen-dokumen transaksi impor. 3. Besar ujrah harus disepakati di awal dan dinyatakan dalam bentuk nominal, bukan dalam bentuk prosentase. 4. Bank memberikan dana talangan (qardh) kepada importir untuk pelunasan pembayaran barang impor.
  • 13. Skema Wakalah bil Ujrah dan Qardh
  • 14. C. Akad Wakalah bil Ujrah dan Mudharabah 1. Nasabah melakukan akad wakalah bil ujrah kepada bank untuk melakukan pengurusan dokumen dan pembayaran. 2. Bank dan importir melakukan akad Mudharabah, dimana bank bertindak selaku shahibul mal menyerahkan modal kepada importir sebesar harga barang yang diimpor.
  • 15. Skema Wakalah bil Ujrah dan Mudharabah
  • 16. D. Akad Wakalah bil Ujrah dan Hiwalah 1. Importir tidak memiliki dana cukup pada bank untuk pembayaran harga barang yang diimpor. 2. Importir dan Bank melakukan akad Wakalah untuk pengurusan dokumen-dokumen transaksi impor. 3. Besar ujrah harus disepakati di awal dan dinyatakan dalam bentuk nominal, bukan dalam bentuk presentase. 4. Hutang kepada eksportir dialihkan oleh importir menjadi hutang kepada Bank dengan meminta bank membayar kepada eksportir senilai barang yang diimpor.
  • 17. Skema Wakalah bil Ujrah dan Hiwalah
  • 18. 2. Letter of Credit Ekspor Akad untuk transaksi Letter of Credit Eksport Syariah ini menggunakan akad Wakalah. Hal ini sesuai dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor 35/DSN-MUI/IX/2002. Akad Wakalah ini memiliki definisi dimana bank menerbitkan surat pernyataan akan membayar kepada eksportir untuk memfasilitasi perdagangan eksport. Namun ada beberapa modifikasi dalam akad ini sesuai dengan situasi yang terjadi.
  • 19. A. Akad Wakalah bil Ujrah 1. Bank melakukan pengurusan dokumen- dokumen ekspor. 2. Bank melakukan penagihan (collection) kepada bank penerbit L/C (issuing bank), selanjutnya dibayarkan kepada eksportir setelah dikurangi ujrah. 3. Besar ujrah harus disepakati di awal dan dinyatakan dalam bentuk nominal, bukan dalam prosentase.
  • 21. B. Akad Wakalah bil Ujrah dan Qardh • 1. Bank melakukan pengurusan dokumen-dokumen ekspor. • 2. Bank melakukan penagihan (collection) kepada bank penerbit L/C • (issuing bank). • 3. Bank memberikan dana talangan (Qardh) kepada nasabah eksportir • sebesar harga barang ekspor. • 4. Besar ujrah harus disepakati di awal dan dinyatakan dalam bentuk • nominal, bukan dalam bentuk presentase. • 5. Pembayaran ujrah dapat diambil dari dana talangan sesuai • kesepakatan dalam akad • 6. Antara akad Wakalah bil Ujrah dan akad Qardh, tidak dibolehkan • adanya keterkaitan (ta’alluq).
  • 22. Skema Wakalah bil Ujrah dan Qardh
  • 23. C. Akad Wakalah bil Ujrah dan Mudharabah 1. Bank memberikan kepada eksportir seluruh dana yang dibutuhkan dalam proses produksi barang ekspor yang dipesan oleh importir. 2. Bank melakukan pengurusan dokumen-dokumen ekspor. 3. Bank melakukan penagihan (collection) kepada bank penerbit L/C (issuing bank). 4. Pembayaran oleh bank penerbit L/C dapat dilakukan pada saat dokumen diterima (at sight) atau pada saat jatuh tempo (usance). 5. Pembayaran dari bank penerbit L/C (issuing bank) dapat digunakan untuk Pembayaran ujrah, pengembalian dana mudharabah, dan pembayaran bagi hasil. 6. Besar ujrah harus disepakati di awal dan dinyatakan dalam bentuk nominal, bukan dalam bentuk presentase.
  • 24. Skema Wakalah bil Ujrah dan Mudharabah
  • 25. STUDI KASUS PT. Rangers Perkasa adalah perusahaan importir Ikan Hias. PT Rangers Perkasa melakukan pemesanan 1 kontainer ikan hias hidup dari Australian Marine Co.Ltd . Pihak Australia baru akan setuju mengirimkan 1 kontainer ikan hias tersebut, apabila PT. Rangers Perkasa menerbitkan L / C dari Bank yang terpercaya. PT Rangers Perkasa kemudian meminta kepada Bank Syariah untuk menerbitkan L / C dengan memberikan jaminan pembayaran berupa tanah milik Perusahaan yang terletak di daerah Dau, Malang.
  • 26. Dalam akad tersebut, PT. Rangers Perkasa memberikan kuasa (wakalah) kepada Bank Syariah untuk bertindak selaku wakil dan memberikan jaminan atas pemenuhan kewajiban pembayaran PT. Rangers Perkasa terhadap pembayaran pemesanan ikan hias yang dilakukannya kepada Australian Marine Co. Ltd. Karena jasanya dalam tugas tersebut, maka Bank Syariah berhak untuk mendapatkan fee (ujrah) sejumlah tertentu. Dalam hal Bank Syariah hanya semata-mata bertindak selaku wakil dari nasabah (dengan akad wakalah bil ujrah tersebut), maka nasabah harus memiliki dana pada Bank Syariah tersebut, yang jumlahnya sama besar dengan jumlah tagihan yang harus dipenuhinya.
  • 27. Dalam hal Nasabah tidak memiliki dana yang sama besarnya dengan jumlah tagihan yang harus dipenuhinya, maka antara Bank Syariah dengan PT. Rangers Perkasa dapat dijembatani dengan cara: a. menggunakan skema Qardh, dimana Bank akan memberikan penalangan pembayaran tersebut langsung kepada Australian Marine Co Ltd. atas nama PT. Rangers Perkasa. Selanjutnya PT. Rangers Perkasa dapat mengembalikan dana talangan (Qardh) tersebut baik secara tunai maupun secara mencicil, dengan atau tidak ditambahkan fee tertentu. b. menggunakan skema mudharabah, Dalam hal ini Bank Syariah bertindak selaku penyandang dana, yang menyerahkan modal kepada nasabah (importer) sebesar harga barang yang di impor. Akad yang digunakan dalam skema ini adalah akad wakalah bil ujroh yang dilanjutkan dengan akad mudharabah.