SlideShare une entreprise Scribd logo
1  sur  28
TEORI USAHA
Materi inti : Analisis perilaku perusahaan dalam menentukan:
               - Berapa jumlah output yang akan dijual
               - Berapa harga jual output
  Dalam Teori Usaha kita akan melihat :
   - Keseimbangan Usaha di samping keseimbangan
konsumen dan produsen
   - Pengaruh bentuk suatu pasar terhadap perusahaan
    Bentuk/strktur pasar adalah sbb.
                     1. PASAR PERSAINGAN SEMPURNA
                     2. PASAR MONOPOLI
                     3. PASAR DUO POLI
                     4. PASAR OLIGOPOLI
                     5. PASAR MONOPOLISTIK
                                                          1
        created by Wasis A. Latief
1. PASAR PERSAINGAN SEMPURNA
Batasan
   PPS sangat terkait dengan Pasar
   PersaingaMurni/PPM Oleh karena tu, sebelum tahu
   tentang PPS terlebih dahulu mengetatahui PPM.
   PPM adalah bentuk pasar yang mempunyai ciri-ciri
   (1) Jumlah pembeli dan penjual sangat banyak
      - Begitu banyaknya pembeli dan penjual tsb.,
       seorang pembeli dan penjual tidak dapat mempe-
       ngaruhi pasar
      - Harga merupakan datum yg hrs diikuti oleh semua
       pihak (price taker), sedang jml. pembelian dan
       penjualan ditentukan mereka sendiri.
                     S
      - Kurva permintaan bagi pembeli down slopping
           P
       dan bagi penjual horizontal
                     D
                                                                    2
                                       created by Wasis A. Latief
S

                        AR = P = d
P



            D



    Pasar           Industri



                created by Wasis A. Latief
                                             3
(2) Barang yang dijual adalah homogen
    - Homogenitas ini merupakan syarat yang keras
    - Konsumen harus bersikap indeferen terhadap
    barang-barang yang sama meskipun merk berbeda
  Contoh :
  + Untuk garam dan gula pada umumnya merupakan
    barang homogen
  + Jika pembeli sudah bersikap deferen terhadap
    misalnya “jamu pegel linu” merk Air Mancur dan
  Sido Muncul, maka bukan merupakan persaingan
  murni lagi, meskipun materinya sama

                                                     4
  created by Wasis A. Latief
PASAR PERSAINGAN SEMPURNA




(3) Free entry and free exit
    - Tidak ada halangan sedikitpun bagi semua pihak
    untuk masuk / keluar pasar

   Contoh : untuk obat-obat keras, hanya apotik saja
   yang boleh menjual, bukan sembarang toko obat

  Untuk menjadi Pasar Persaingn Sempurna, maka
  perlu ditambah 2 persyaratan baru lagi , yaitu :


                                                                5
  created by Wasis A. Latief
PASAR PERSAINGAN SEMPURNA



(4) Pengetahuan pembeli dan penjual tentang pasar
     harus sempurna. Untuk itu informasi pasar harus
     lengkap , artinya pembe-li harus tahu mengenai
     harga, perubahan harga , sumber input yang
     murah, dlsb.
(5) Mobilitas faktor-faktor produksi cukup sempurna.
    Misalnya, tenaga kerja di perusahaan pesaing yang
    lebih murah dapat dipindah dengan mudah ke peru -
sahaannya sehingga ia dapat menikmati upah buruh
yang rendah.


                                                            6
  created by Wasis A. Latief
PASAR PERSAINGAN SEMPURNA



Kesimpulan :

(1) Jumlah pembeli dan penjual
     sangat banyak
(2) Barang yang dijual homogen     PPM
(3) Free entry and free exit pasar            PPS
(4) Informasi pasar sempurna
(5) Mobilitas sumberdaya cukup sempurna



                                                          7
 created by Wasis A. Latief
PASAR PERSAINGAN SEMPURNA
 Keseimbangan Usaha
- Maksud Keseimbangan Usaha adalah tercapainya laba
  maksimum.
- Keputusan yang harus diambil oleh perusahaan untuk
  mencapainya keseimbangan usaha itu pada umumnya
  adalah :
      1) Menentukan kuantiutas output
      2) Menentukan harga jual output
  - Keputusan yang mendukung keputusan di atas adalah
  optimasi kombinasi input dalam proses produksi


     Optimasi                 Optimasi               Laba
      Input                    Output              Maksimum
                                                                     8
 created by Wasis A. Latief
PASAR PERSAINGAN SEMPURNA




- Seorang produsen harus selalu mencapai
  keseimbang-an usahanya dan keseimbangan itu harus
  dipertahan-kan
- Keseimbangan tersebut akan berubah kalau
  parameter-parameter yang tadinya ceterisparibus
  sekarang berubah, misalnya : harga, teknologi,dlsb.




                                                           9
 created by Wasis A. Latief
PASAR PERSAINGAN SEMPURNA
- Keadaan Keseimbangan Usaha PPS
                                                       Gambar (a)
                                                TC     - Dalam PPS, harga konstan → TR = P.Q (up slopping)
                                        A       TR     - Kurva TC, misalnya berbentuk fungsi kubik.
                                                         Dari kedua hal tersebut di atas, maka :
                                                            Range 0Q1     → area rugi (TC > TR)
(a)                                                         Range Q1 Q2 → area laba (TR > TC)
                                   TC
             B               op
                               e                            Range > Q2 → area rugi (TC > TR)
                           Sl
                                                            Titik A dan B adalah BEP (TR = TC)
                                                       - Keseimbangan usaha (laba max) terjadi jika :
                                                          Jarak TR dan TC di range Q1 Q2 adalah terpanjang
             Q1        Q e          Q       2
                                                          Atau bila slope TR = slope TC
                                        MC                             (MR) = (MC)
                                                          Atau Laba = TR – TC
(b)                                             ATC
                 AR = MR        E                         Laba max. jika : d Laba/dQ = 0
                           ºC
  P                                                                         TR’ - TC’ = 0
  D                                                                           MR - MC = 0 → MR = MC
                                                         Gambar (b)
                                                         MR = MC terjadi di titik E (di mana output = Qe)
                                                         Pada Qe → AR = EQe          Jadi Laba Max =
             Q1        Q e          Q       2
                                                                    ATC = CQe -       0Qe x EC atau
                                                                      AL = EC         DC x EC → luas PECD
(c)                                                      Gambar (c)
                                                         Area 0Q1 = area rugi
            Q1        Q e           Q                    Titik Q1 dan Q2 = BEP
                                         2

                                                Laba     Area Q1Q2 = area laba
                                                         Titik Qe = Laba Maksimum                            10
      created by Wasis A. Latief
PASAR PERSAINGAN SEMPURNA
 Contoh Perhitungan Usaha PPS
  TC = ⅓Q 3 – 2Q 2 + 4,75Q + 1 →
(diketahui)                                          Q       TC     ATC   MC    AR =   TR     Laba
ATC = ⅓Q 2 – 2Q + 4,75 + 1 / Q                                                   MR

 MC = Q 2 – 4Q + 4,75                            0       1                4,7    3     0     -1
                                                                          5
 AR = 3 → (diketahui)
 TR = P.Q = 3Q                                   0,      2,92      5,83   3      3     1,5   -
                                                 5                                           1,42
 MR = 3
  L= 3Q – (⅓Q 3 – 2Q 2 + 4,75Q + 1)              1       4,08      4,08   1,7    3     3     -
                                                                          5                  1,08
  L = 3Q – ⅓Q 3 + 2Q 2 – 4,75Q – 1
                                                 1,      4,75      3,17   1      3     4,5   -
  L = – ⅓Q 3 + 2Q 2 – 1,75Q – 1
 Laba Makisumum jika :                           5                                           0,25
 dL / dQ = 0 (first order)                       2       5,17      2,58   0,7    3     6     0,83
 d2L/dQ2 < 0 (scond order)                                                5
                                                 2,      5,58      2,23   1      3     7,5   1,92
 MC = MR                                         5
 Q2 - 4Q + 4,75 = 3                              3       6,25      2,08
                                                                     1,7         3      9    2,75
 Q2 - 4Q + 1,75 = 0
                                                                     5
 Q1,2 = 4 ± 16 - 4( 1) ( 1,75)   →
                    2
                                         rumus ABC
                                                 3,      d2L/dQ2 = -2Q +
                                                          7,42 2,12 3      4 3       10,  3,08
       = 2 ± 2 9
               1/                                5       Q=3,5 → L’’ = -2(3,5) + 4 =5- 3 Lmax
         = 2 ± 1,5                               4
  Q1 = 3,5 → Laba Max. =         3,08                    Q=0,5 → L’’ =4,7
                                                         9,33 2,33
                                                                       -2(0,5) + 4 = + 3 R2,67
                                                                               3     12
                                                                                           max
                                                                          5
  Q2 = 0,5 → Rugi Max. =         −1,42
                                                 4,      12,2      2,72   7      3     13,   1,25
                                                 5       5                             5
                                                                                                     11
    created by Wasis A. Latief                   5       16,4      3,28   9,7    3     15    -
                                                         2                5                  1,42
PASAR PERSAINGAN SEMPURNA



                                                                       MC
Q      TC      AT     MC        AR =   TR    Laba
               C                 MR

0     1              4,7         3     0     -1
                     5
                                                                              ATC
0,    2,92      5,8  3           3     1,5   - 1,42
5               3
1      4,08 4,0      1,7         3     3     -1,08
                8    5                                                      AR = MR
1,     4,75 3,1      1           3     4,5   - 0,25
5               7
2      5,17 2,5      0,7         3     6     0,83
                8    5
2,     5,58 2,2      1           3     7,5   1,92
5               3
3      6,25 2,0      1,7         3      9    2,75
                8    5
3,     7,42 2,1      3           3     10,   3,08
5               2                      5
4      9,33 2,3      4,7         3     12    2,67
                3    5
4,     12,2 2,7      7           3     13,   1,25                           Laba
5      5        2                      5                                              12
5    created by 3,2 A. Latief
       16,4 Wasis 9,7            3     15    -1,42
Pasar Persaingan Sempurna Dalam Jangka Panjang
Dalam jangka panjang pasar mengalami perubahan, misalnya perubahan dalam
Permintaan dan Penawaran
Perubahan Permintaan
                                   S                              D
  P1                                    P1
                                                                      d1
                                                  Laba Baru   A
  Po                                    Po                            do
                                                 Laba Awal
                                        F
                                   D1   C                     B E
                                   Do
                   Qo         Q1                              qo q1

           Selera meningkat                     Perubahan Kedudukan
            (perubahan pasar)                        Pengusaha



       Kurva D bergeser : D0 → D1            AR ⇑ : do → d1
       Harga Pasar ⇑    : P 0 → P1                    Po → P1
       Kuantitas ⇑      : Q 0 → Q1           Kuantitas ⇑ : qo → q1
                                                                           13
 created by Wasis A. Latief                  Laba ⇑ : P1DEF > PoABC
PASAR PERSAINGAN SEMPURNA
Perubahan Penawaran
Laba Super Normal akan mengundang pengusaha lain (penawaran) masuk
pasar, sehingga kondisi pasar berubah seperti berikut:
                                                      LMC


                      So
                                                        SAC
                           S1
                             S2               SMC           LAC
  Po                              Po                          do
  P1                              P1                          d1
  P2                              P2                          d2

                           D




 Selama para pengusaha masih mendapat Laba Super Normal, masuknya
 (penambahan) pengusaha terus berlangsung ( So → S1 → S2 ).
 Proses ini akan berhenti jika : harga = LMC = LAC di titik A.


                                                                     14
  created by Wasis A. Latief
Titik Gulung Tikar PerusahaanPASAR PERSAINGAN SEMPURNA
Sbg. price taker, usaha dalam PPS akan menghadapi peru-
bahan di pasar. Pada :
- AR1 di atas ATC terendah (do) terjadi Laba Super Normal
- AR2 menyinggung ATC terendah (d1)terjadi Laba normal
(ttk.A).perusahaan masih bisa bekerja, krn. AVC bisa dipenuhi
- AR3
  AR meskipun Q dan TRl menurun sementara FCmasih ada.
- AR4 menyinggung AVC terendah (d3 ) titik gulung tikar terjadi
  (titik B)
                        MC




                                   AT
                                   C
                                        d   O
                    A
                    ◉                   d
                             AV         1
                               C        d2

               ◉B                       d3

                                                created by Wasis A. Latief   15
PASAR PERSAINGAN SEMPURNA
  Kurva Penawaran dalam PPS
Dalam jangka pendek kurva SMC = kurva Penawaran, tentu
saja kurva SMC yang menaik dan di atas AVC, karena pada
daerah tsb. :
- SMC menunjukkan volume Q yang dipilih untuk berbagai
  tingkat harga.
  Jadi dengan demikian kurva SMC = kurva penawaran.
- Merupakan posisi laba maksimum.
 Per definisi, kurva penawaran adalah kurva yang menunjukkan
 jumlah output yang akan dijual oleh produsen pada berbagai
 tingkat harga.
 Jadi dengan demikian kurva SMC = kurva penawaran produsen
                                                     S
  Keseimbangan pasar terjadi jika : S = D
                                                      D
                                                               16
   created by Wasis A. Latief
PASAR PERSAINGAN SEMPURNA

Pasar Persaingan Sempurna dan Kesjahteraan Masyarakat
Konsumen dalam pola konsumsinya berupaya mencapai kepuasan maksimumnya
dimana kondisi yang harus dicapai adalah MUx = Px (teori permintaan).
Jadi, fungsi permintaan menunjukkan posisi kepuasan (utilitas) maksimum pada
berbagai tingkat harga.
Kurva Permintaan berpotongan denga Kurva Penawaran → Harga Pasar terjadi.
Kurva Penawaran (= SMC) menunjukkan posisi Laba Maksimum pada berbagai
tingkat harga.                                       Kesejahteraan konsumen
Laba Maksimum terjadi jika: MC = MR     d = S        dan produsen terjadi
                             S = d                   bersamaan
                   MC
                                  Dalam jangka panjang setiap perusahaan
                     ATC          berkerja dalam posisi LAC minimum ( P
                      AR = MR = d atau harga bersinggungan dengan LAC).
                                  Hal ini pertanda baik bagi kesejahteraan
                                  masyrakat, dimana barang-barang dapat
                                  diperoleh dengan harga paling murah.
Sebagai Kesimpulan , bahwa PPS dapat menjamin :
(1) Kepuasan Konsumen maksimum
(2) Laba Produsen maksimum
                                                                               17
(3) Ongkos Produksi minimum                      created by Wasis A. Latief
PASAR PERSAINGAN SEMPURNA

Esensi dari kesimpulan tsb., jika masyarakat diberi kebebasan
ekonomi penuh untuk mencapai kepentingan pribadinya, maka
secara otomatis kepentingan seluruh masyarakat terpenuhi, dan
dalam PPS konflik kepentingan antara individu dan masyarakat
tidak ada.
Persoalannya sekarang adalah :
+ Apakah bentuk PPS itu ada dalam kenyataan ? Tentunya ada yang
  mendekati
+ Apakah posisi “kesejahteraan optimum” seperti di atas dapat dica-
  pai bila :
  (a) Hanya ada/dua industri saja yang mendekati PPS sedang yang
      lain tidak ?
  (b) Adanya barang-barang yang diproduksi secara kolektif dan
      tidak diperjual belikan di pasar (misalnya : kemanan, penegakan
      hukum, dsb.)
  (c) Adanya faktor-faktor eksternal Ekonomies dan Disekonomies
      yang tidak tercakup dalam perhitungan kesejahteraam optimum       18
   created by Wasis A. Latief
PASAR PERSAINGAN SEMPURNA




Kalau melihat realita tersebut, kesimpulan-kesimpulan teoritis
tentang kesejahtera-an masyrakat dari PPS menjadi kabur.
Namun Demikian :
+ Analisis PPS bisa memberikan tentang syarat-syarat apa yang
   harus dipenuhi untuk mencapai posisi kesejahteraan optimum.
+ Kesimpulan-kesimpulan analisis bentuk PPS bisa dijadikan
   sebagai bahan pembandingan dengan kenyataan untuk
   menyimpulkan seberapa jauh realita menyimpang dari posisi
   edial tersebut, sehingga kebijaksanaan yang tepat untuk
   memperbaiki kesejahteraan masyarakat dapat disarankan.




                                                                19
  created by Wasis A. Latief
2. PASAR MONOPOLI
 Batasan
 Pasar Monopoli adalah pasar yang :
 (1) Dikuasai oleh seorang penjual atau
     sebuah perusahaan (jika penguasaan     Tidak mutlak,
     di sektor pembelian disebut Monopsoni) bisa berubah
 (2) Tidak ada barang pengganti
 (3) Ada hambatan masuk pasar bagi para pesaing
 Hal-hal Yang Menyebabkan Timbulnya Monopoli
 (1) Pengusaan bahan mentah
 (2) Penguasaan teknologi (selama tidak ditiru monopoli
     tetap jalan)
 (3) Adanya hak paten
 (4) Perolehan hak monopoli secara institusional
 (5) Alamiah (berkait dengan luas pasar) created by Wasis A. Latief 20
Arti Pasar Bagi Monopolist
     - Produsen bertindak sebagai Price Seller.
     - Hukum permintaan berlaku(kurva demand down slopping)
     - Fungsi Permintaan :
       Q = bo – b1P → P = (bo/b1) – (1/b1)Q
       TR = { (bo/b1) – (1/b1)Q } Q
       TR = (bo/b1) Q – (1/b1) Q2
       MR = dTR/dQ = (bo/b1) – (2/b1) Q
                                 TR




                                      AR

created by Wasis A. Latief                              21
                                      MR
Optimasi Usaha Monopoli (Keseimbangan usaha)
                               TC     L = TR - TC
                                      L max., jika : dL/dQ = 0 (first order)
                                 TR                          dTR/dQ – dTC/dQ = 0
                                                              MR - MC = 0
                                                              MR = MC
                                                         d2L/dQ2 < 0 (scond order)
                                      Contoh :
                                      P = 6 – 0,8 Q → TR = 6Q – 0,8Q2
                                      TC = ⅓ Q3 – 2Q2 +4,75Q + 2
                               MC
                                      Qe = ? Dan Laba maksimum = ?
                                      Jawab :
                               ATC    MR = MC
  Laba = Rp 3,59
                                      6 – 1,6Q = Q2 - 4Q + 4,75
                                 AR
                    ◉                 Q2 – 2,4Q - 1,25 = 0
                          MR
                                      Q1,2 = [2,4 + {(2,4)2 – 4(1)(-1,25)}0,5]/2
  Rp 3,59                               Q1 = 2,840122
                                        Q2 = - 0,44012 (imposible)
                                      L = TR - TC
                    ◉                    = 6(2,84) – 0,8(2,84)2 – (⅓ (2,84)3 –
                                           2(2,84)2 +4,75(2,84) + 2
                   2,84        Laba
                                         = 3,593285 A. Latief
                                            created by Wasis                      22
Monopoli dan Kesejahteraan Masyarakat

   a) Ada kemungkinan laba super normal bisa
      dinikmati oleh monopolist, sedang monopolist
      lain tidak.
      Jadi dalam hal ini terdapat ketidakadilan dalam
      distribusi pendapatan.
 b) Volume produksi < volume produksi optimum
    (produksi pada ATC minimum)
    Jadi operasi perusahaan monpoli tidak efisien,
    hanya memilih output pada ATC menurun tapi
    belum sampai minimum, dan bagi masyarakat
    hal ini merupakan pemborosan.
23   created by Wasis A. Latief
c) Adanya unsur eksploitasi oleh monopolist terhadap :
    1. Konsumen, karena harga jual yang ditetapkan
    masih tinggi
    2. Para pemilik faktor produksi : Faktor-faktor produksi
    dibayar dengan harga (=AC) yang lebih kecil dari nilai
    pasar output yang dihasilkan (=P)
    3. Eksploitasi lebih parah lagi kalau ia bertindak juga
    sebagai monopsoni.
                                        Menghilangkan efek negatif Mnopli
                                        1. Mencegah timbulnya usaha mo-
                                          nopoli dengan undang-undang
                                  MC    2. Pemerintah mendirikan perusa-
                                          haan yang efisien dan bersaing.
                                        3. Membuka kran impor dg. menu-
                                  ATC     runkan tariff (bea impor)
                                   AR
                                        4. Membuat ketentuan khusus
                           MR
                                          terhadap operasi perusahaan
24   created by Wasis A. Latief
                                          monopoli
25   created by Wasis A. Latief
1. Pasar monopoli, pada dasarnya banyak mempunyai kelemahan dan dalam
    ga
   kondisi tertentu sangat diperlukan seperti di negara kita, sehingga
   kesejahteraan masyarakat terpengaruhi. Jelaskan !
2. Pasar persaingan, agaknya sulit sekali ditemukan dalam aplikasi kesehari-
   annya. Namun demikian teori tentang hal ini masih diperlukan. Jelaskan !.
3. Biaya produksi dalam usaha bisnis sangat berperan, terutama sekali dalam hal
   menggapai keunggulan dalam bersaing. Uraikan !.
4. Pada dasarnya suatu barang yang marginal utility-nya rendah merupakan
   barang-barang bebas, dan sebaliknya kalau marginal utility-nya tinggi bisanya
   barang itu mahal. Jelaskan konsep ini !.




26    created by Wasis A. Latief
Latihan
 1. Sebutkan 2 keputusan ekonomi yang harus diambil oleh seorang
 pengusaha atau sebuah perusahaan yang bekerja dalam :
 a. Persaingan Sempurna
 b. Pasar Monopoli
 2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan konsep :
 a. Produsen bertindak sebagai price taker
 b. Produsen bertindak sebagai price saller
 3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan :
 a. Pasar Persaingan sempurna
 b. Pasar Monopoli

27   created by Wasis A. Latief
A


                 MC       B
             D
                                  ATC
        P1
        P2            E
        C
         0
                              d = AR = P
                              %


                  q1 q2

                  MR



  Gambar di atas melukiskan situasi sebuah persahaan yang beropersi dalam
  pasar monopoli. Dari gambar tersebut tunjukkan
    a) Segiempat mana yang menyatakan laba maksimum (keseimbangan
  usaha) bagi perusahaan
    b) Berapa keputusan harga dan output yang harus diambil bagi
  monopolist
  c) Berapa jumlah output yang layak untuk menjamin keseimbangan
28konsumen by Wasis A. Latief
       created

Contenu connexe

Tendances

Keseimbangan Pendapatan Nasional
Keseimbangan Pendapatan NasionalKeseimbangan Pendapatan Nasional
Keseimbangan Pendapatan NasionalYesica Adicondro
 
Pasar Persaingan Sempurna
Pasar Persaingan SempurnaPasar Persaingan Sempurna
Pasar Persaingan SempurnaZombie Black
 
Bab 7 persaingan sempurna
Bab 7 persaingan sempurnaBab 7 persaingan sempurna
Bab 7 persaingan sempurnaTossan Ihsan
 
Pert. 2.optimisasi ekonomi
Pert. 2.optimisasi ekonomiPert. 2.optimisasi ekonomi
Pert. 2.optimisasi ekonomiNovia Putri
 
struktur pasar persaingan sempurna monopoli monopolistik
struktur pasar persaingan sempurna monopoli monopolistikstruktur pasar persaingan sempurna monopoli monopolistik
struktur pasar persaingan sempurna monopoli monopolistikmas karebet
 
Pasar Monopoli
Pasar MonopoliPasar Monopoli
Pasar Monopolifauzie zie
 
pengantar ekonomi mikro pasar monopoli
pengantar ekonomi mikro pasar monopolipengantar ekonomi mikro pasar monopoli
pengantar ekonomi mikro pasar monopoliyuniar putri
 
Teori biaya-produksi
Teori biaya-produksiTeori biaya-produksi
Teori biaya-produksiZuyyina Afwa
 
MEMAKSIMASI PROFIT PADA PASAR PERSAINGAN SEMPURNA, ANALISIS JANGKA PENDEK DAN...
MEMAKSIMASI PROFIT PADA PASAR PERSAINGAN SEMPURNA, ANALISIS JANGKA PENDEK DAN...MEMAKSIMASI PROFIT PADA PASAR PERSAINGAN SEMPURNA, ANALISIS JANGKA PENDEK DAN...
MEMAKSIMASI PROFIT PADA PASAR PERSAINGAN SEMPURNA, ANALISIS JANGKA PENDEK DAN...Altina Hanum
 
Bab IV Teori Perilaku Konsumen
Bab IV Teori Perilaku KonsumenBab IV Teori Perilaku Konsumen
Bab IV Teori Perilaku KonsumenAditya Panim
 
Pasar Oligopolistik dan Monopolistik
Pasar Oligopolistik dan MonopolistikPasar Oligopolistik dan Monopolistik
Pasar Oligopolistik dan MonopolistikFisa Tiana
 

Tendances (20)

Pasar monopolistik
Pasar monopolistikPasar monopolistik
Pasar monopolistik
 
Keseimbangan Pendapatan Nasional
Keseimbangan Pendapatan NasionalKeseimbangan Pendapatan Nasional
Keseimbangan Pendapatan Nasional
 
Pasar Persaingan Sempurna
Pasar Persaingan SempurnaPasar Persaingan Sempurna
Pasar Persaingan Sempurna
 
Bab 7 persaingan sempurna
Bab 7 persaingan sempurnaBab 7 persaingan sempurna
Bab 7 persaingan sempurna
 
Pertemuan x pasar persaingan sempurna
Pertemuan x  pasar persaingan sempurnaPertemuan x  pasar persaingan sempurna
Pertemuan x pasar persaingan sempurna
 
Pasar monopoli
Pasar monopoliPasar monopoli
Pasar monopoli
 
Pert. 2.optimisasi ekonomi
Pert. 2.optimisasi ekonomiPert. 2.optimisasi ekonomi
Pert. 2.optimisasi ekonomi
 
struktur pasar persaingan sempurna monopoli monopolistik
struktur pasar persaingan sempurna monopoli monopolistikstruktur pasar persaingan sempurna monopoli monopolistik
struktur pasar persaingan sempurna monopoli monopolistik
 
Pasar Monopoli
Pasar MonopoliPasar Monopoli
Pasar Monopoli
 
pengantar ekonomi mikro pasar monopoli
pengantar ekonomi mikro pasar monopolipengantar ekonomi mikro pasar monopoli
pengantar ekonomi mikro pasar monopoli
 
Pasar Persaingan Sempurna
Pasar Persaingan SempurnaPasar Persaingan Sempurna
Pasar Persaingan Sempurna
 
Teori biaya-produksi
Teori biaya-produksiTeori biaya-produksi
Teori biaya-produksi
 
Struktur pasar
Struktur pasarStruktur pasar
Struktur pasar
 
MEMAKSIMASI PROFIT PADA PASAR PERSAINGAN SEMPURNA, ANALISIS JANGKA PENDEK DAN...
MEMAKSIMASI PROFIT PADA PASAR PERSAINGAN SEMPURNA, ANALISIS JANGKA PENDEK DAN...MEMAKSIMASI PROFIT PADA PASAR PERSAINGAN SEMPURNA, ANALISIS JANGKA PENDEK DAN...
MEMAKSIMASI PROFIT PADA PASAR PERSAINGAN SEMPURNA, ANALISIS JANGKA PENDEK DAN...
 
Bab 8 multiplier
Bab 8   multiplierBab 8   multiplier
Bab 8 multiplier
 
Pasar persaingan sempurna
Pasar persaingan sempurnaPasar persaingan sempurna
Pasar persaingan sempurna
 
Pertemuan x pasar persaingan sempurna
Pertemuan x  pasar persaingan sempurnaPertemuan x  pasar persaingan sempurna
Pertemuan x pasar persaingan sempurna
 
Pertemuan ke vii teori produksi new
Pertemuan ke  vii teori produksi newPertemuan ke  vii teori produksi new
Pertemuan ke vii teori produksi new
 
Bab IV Teori Perilaku Konsumen
Bab IV Teori Perilaku KonsumenBab IV Teori Perilaku Konsumen
Bab IV Teori Perilaku Konsumen
 
Pasar Oligopolistik dan Monopolistik
Pasar Oligopolistik dan MonopolistikPasar Oligopolistik dan Monopolistik
Pasar Oligopolistik dan Monopolistik
 

Similaire à Teori Usaha Ekonomi Mikro

10._Pasar_Persaingan_Sempurna.ppt
10._Pasar_Persaingan_Sempurna.ppt10._Pasar_Persaingan_Sempurna.ppt
10._Pasar_Persaingan_Sempurna.pptYusriRahayu1
 
10._Pasar_Persaingan_Sempurna.ppt
10._Pasar_Persaingan_Sempurna.ppt10._Pasar_Persaingan_Sempurna.ppt
10._Pasar_Persaingan_Sempurna.pptYusriRahayu1
 
10._Pasar_Persaingan_Sempurna.ppt
10._Pasar_Persaingan_Sempurna.ppt10._Pasar_Persaingan_Sempurna.ppt
10._Pasar_Persaingan_Sempurna.pptYusriRahayu1
 
Perhitungan laba rugi
Perhitungan laba rugiPerhitungan laba rugi
Perhitungan laba rugirisna achmad
 
Kuliah pie 06 xi-pasar
Kuliah pie 06 xi-pasarKuliah pie 06 xi-pasar
Kuliah pie 06 xi-pasarBayu Setiarbi
 
Kuliah pie 06 xi-pasar
Kuliah pie 06 xi-pasarKuliah pie 06 xi-pasar
Kuliah pie 06 xi-pasarBayu Setiarbi
 
Bmaths w2 Aplikasi Fungsi Linier Dalam Bisnis
Bmaths w2 Aplikasi Fungsi Linier Dalam BisnisBmaths w2 Aplikasi Fungsi Linier Dalam Bisnis
Bmaths w2 Aplikasi Fungsi Linier Dalam Bisnisuniv
 
Tugas pak frans salo
Tugas  pak frans saloTugas  pak frans salo
Tugas pak frans salomarnitabanne
 
STRUKTUR_PASAR.ppt
STRUKTUR_PASAR.pptSTRUKTUR_PASAR.ppt
STRUKTUR_PASAR.pptThamaraMauly
 
MACAM-–-MACAM-PASAR.ppt
MACAM-–-MACAM-PASAR.pptMACAM-–-MACAM-PASAR.ppt
MACAM-–-MACAM-PASAR.pptRusdiRustandi6
 
aliansi luar biasa.ppt
aliansi luar biasa.pptaliansi luar biasa.ppt
aliansi luar biasa.pptdwiwahyu86
 
Biaya marginal
Biaya marginalBiaya marginal
Biaya marginalhadiqzuhri
 
D5.mikro.043345727.Rokibi.pdf
D5.mikro.043345727.Rokibi.pdfD5.mikro.043345727.Rokibi.pdf
D5.mikro.043345727.Rokibi.pdfBoeyLastyan
 

Similaire à Teori Usaha Ekonomi Mikro (20)

10._Pasar_Persaingan_Sempurna.ppt
10._Pasar_Persaingan_Sempurna.ppt10._Pasar_Persaingan_Sempurna.ppt
10._Pasar_Persaingan_Sempurna.ppt
 
10._Pasar_Persaingan_Sempurna.ppt
10._Pasar_Persaingan_Sempurna.ppt10._Pasar_Persaingan_Sempurna.ppt
10._Pasar_Persaingan_Sempurna.ppt
 
10._Pasar_Persaingan_Sempurna.ppt
10._Pasar_Persaingan_Sempurna.ppt10._Pasar_Persaingan_Sempurna.ppt
10._Pasar_Persaingan_Sempurna.ppt
 
Perhitungan laba rugi
Perhitungan laba rugiPerhitungan laba rugi
Perhitungan laba rugi
 
Materi 10 (pasar persaingan)
Materi 10 (pasar persaingan)Materi 10 (pasar persaingan)
Materi 10 (pasar persaingan)
 
Macam –-macam-pasar
Macam –-macam-pasarMacam –-macam-pasar
Macam –-macam-pasar
 
Pasar persaingan sempurna
Pasar persaingan sempurnaPasar persaingan sempurna
Pasar persaingan sempurna
 
Pasar persaingan sempurna
Pasar persaingan sempurnaPasar persaingan sempurna
Pasar persaingan sempurna
 
Teori Penentuan
Teori PenentuanTeori Penentuan
Teori Penentuan
 
Kuliah pie 06 xi-pasar
Kuliah pie 06 xi-pasarKuliah pie 06 xi-pasar
Kuliah pie 06 xi-pasar
 
Kuliah pie 06 xi-pasar
Kuliah pie 06 xi-pasarKuliah pie 06 xi-pasar
Kuliah pie 06 xi-pasar
 
Bmaths w2 Aplikasi Fungsi Linier Dalam Bisnis
Bmaths w2 Aplikasi Fungsi Linier Dalam BisnisBmaths w2 Aplikasi Fungsi Linier Dalam Bisnis
Bmaths w2 Aplikasi Fungsi Linier Dalam Bisnis
 
Tugas pak frans salo
Tugas  pak frans saloTugas  pak frans salo
Tugas pak frans salo
 
STRUKTUR_PASAR.ppt
STRUKTUR_PASAR.pptSTRUKTUR_PASAR.ppt
STRUKTUR_PASAR.ppt
 
PPT MIKRO .pptx
PPT MIKRO .pptxPPT MIKRO .pptx
PPT MIKRO .pptx
 
MACAM-–-MACAM-PASAR.ppt
MACAM-–-MACAM-PASAR.pptMACAM-–-MACAM-PASAR.ppt
MACAM-–-MACAM-PASAR.ppt
 
aliansi luar biasa.ppt
aliansi luar biasa.pptaliansi luar biasa.ppt
aliansi luar biasa.ppt
 
Biaya marginal
Biaya marginalBiaya marginal
Biaya marginal
 
Pertemuan x pasar persaingan sempurna
Pertemuan x  pasar persaingan sempurnaPertemuan x  pasar persaingan sempurna
Pertemuan x pasar persaingan sempurna
 
D5.mikro.043345727.Rokibi.pdf
D5.mikro.043345727.Rokibi.pdfD5.mikro.043345727.Rokibi.pdf
D5.mikro.043345727.Rokibi.pdf
 

Dernier

Modul Projek - Batik Ecoprint - Fase B.pdf
Modul Projek  - Batik Ecoprint - Fase B.pdfModul Projek  - Batik Ecoprint - Fase B.pdf
Modul Projek - Batik Ecoprint - Fase B.pdfanitanurhidayah51
 
Modul 2 - Bagaimana membangun lingkungan belajar yang mendukung transisi PAUD...
Modul 2 - Bagaimana membangun lingkungan belajar yang mendukung transisi PAUD...Modul 2 - Bagaimana membangun lingkungan belajar yang mendukung transisi PAUD...
Modul 2 - Bagaimana membangun lingkungan belajar yang mendukung transisi PAUD...pipinafindraputri1
 
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
Aksi Nyata Sosialisasi Profil Pelajar Pancasila.pdf
Aksi Nyata Sosialisasi Profil Pelajar Pancasila.pdfAksi Nyata Sosialisasi Profil Pelajar Pancasila.pdf
Aksi Nyata Sosialisasi Profil Pelajar Pancasila.pdfJarzaniIsmail
 
Salinan dari JUrnal Refleksi Mingguan modul 1.3.pdf
Salinan dari JUrnal Refleksi Mingguan modul 1.3.pdfSalinan dari JUrnal Refleksi Mingguan modul 1.3.pdf
Salinan dari JUrnal Refleksi Mingguan modul 1.3.pdfWidyastutyCoyy
 
HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA ppkn i.ppt
HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA ppkn i.pptHAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA ppkn i.ppt
HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA ppkn i.pptnabilafarahdiba95
 
PPT MODUL 6 DAN 7 PDGK4105 KELOMPOK.pptx
PPT MODUL 6 DAN 7 PDGK4105 KELOMPOK.pptxPPT MODUL 6 DAN 7 PDGK4105 KELOMPOK.pptx
PPT MODUL 6 DAN 7 PDGK4105 KELOMPOK.pptxriscacriswanda
 
Bab 4 Persatuan dan Kesatuan di Lingkup Wilayah Kabupaten dan Kota.pptx
Bab 4 Persatuan dan Kesatuan di Lingkup Wilayah Kabupaten dan Kota.pptxBab 4 Persatuan dan Kesatuan di Lingkup Wilayah Kabupaten dan Kota.pptx
Bab 4 Persatuan dan Kesatuan di Lingkup Wilayah Kabupaten dan Kota.pptxrizalhabib4
 
KELAS 10 PERUBAHAN LINGKUNGAN SMA KURIKULUM MERDEKA
KELAS 10 PERUBAHAN LINGKUNGAN SMA KURIKULUM MERDEKAKELAS 10 PERUBAHAN LINGKUNGAN SMA KURIKULUM MERDEKA
KELAS 10 PERUBAHAN LINGKUNGAN SMA KURIKULUM MERDEKAppgauliananda03
 
Aksi Nyata Disiplin Positif Keyakinan Kelas untuk SMK
Aksi Nyata Disiplin Positif Keyakinan Kelas untuk SMKAksi Nyata Disiplin Positif Keyakinan Kelas untuk SMK
Aksi Nyata Disiplin Positif Keyakinan Kelas untuk SMKgamelamalaal
 
OPTIMALISASI KOMUNITAS BELAJAR DI SEKOLAH.pptx
OPTIMALISASI KOMUNITAS BELAJAR DI SEKOLAH.pptxOPTIMALISASI KOMUNITAS BELAJAR DI SEKOLAH.pptx
OPTIMALISASI KOMUNITAS BELAJAR DI SEKOLAH.pptxDedeRosza
 
Materi Sosialisasi US 2024 Sekolah Dasar pptx
Materi Sosialisasi US 2024 Sekolah Dasar pptxMateri Sosialisasi US 2024 Sekolah Dasar pptx
Materi Sosialisasi US 2024 Sekolah Dasar pptxSaujiOji
 
Contoh PPT Seminar Proposal Teknik Informatika.pptx
Contoh PPT Seminar Proposal Teknik Informatika.pptxContoh PPT Seminar Proposal Teknik Informatika.pptx
Contoh PPT Seminar Proposal Teknik Informatika.pptxIvvatulAini
 
Stoikiometri kelas 10 kurikulum Merdeka.ppt
Stoikiometri kelas 10 kurikulum Merdeka.pptStoikiometri kelas 10 kurikulum Merdeka.ppt
Stoikiometri kelas 10 kurikulum Merdeka.pptannanurkhasanah2
 
Pelaksana Lapangan Pekerjaan Jalan .pptx
Pelaksana Lapangan Pekerjaan Jalan .pptxPelaksana Lapangan Pekerjaan Jalan .pptx
Pelaksana Lapangan Pekerjaan Jalan .pptxboynugraha727
 
RENCANA & Link2 Materi Pelatihan_ "Teknik Perhitungan TKDN, BMP, Preferensi H...
RENCANA & Link2 Materi Pelatihan_ "Teknik Perhitungan TKDN, BMP, Preferensi H...RENCANA & Link2 Materi Pelatihan_ "Teknik Perhitungan TKDN, BMP, Preferensi H...
RENCANA & Link2 Materi Pelatihan_ "Teknik Perhitungan TKDN, BMP, Preferensi H...Kanaidi ken
 
DEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 1.3 CGP 10.pptx
DEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 1.3 CGP 10.pptxDEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 1.3 CGP 10.pptx
DEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 1.3 CGP 10.pptxwawan479953
 
Regresi Linear Kelompok 1 XI-10 revisi (1).pptx
Regresi Linear Kelompok 1 XI-10 revisi (1).pptxRegresi Linear Kelompok 1 XI-10 revisi (1).pptx
Regresi Linear Kelompok 1 XI-10 revisi (1).pptxRizalAminulloh2
 
SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN JIWA dan Trend Issue.ppt
SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN JIWA dan Trend Issue.pptSEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN JIWA dan Trend Issue.ppt
SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN JIWA dan Trend Issue.pptAlfandoWibowo2
 

Dernier (20)

Modul Projek - Batik Ecoprint - Fase B.pdf
Modul Projek  - Batik Ecoprint - Fase B.pdfModul Projek  - Batik Ecoprint - Fase B.pdf
Modul Projek - Batik Ecoprint - Fase B.pdf
 
Modul 2 - Bagaimana membangun lingkungan belajar yang mendukung transisi PAUD...
Modul 2 - Bagaimana membangun lingkungan belajar yang mendukung transisi PAUD...Modul 2 - Bagaimana membangun lingkungan belajar yang mendukung transisi PAUD...
Modul 2 - Bagaimana membangun lingkungan belajar yang mendukung transisi PAUD...
 
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Aksi Nyata Sosialisasi Profil Pelajar Pancasila.pdf
Aksi Nyata Sosialisasi Profil Pelajar Pancasila.pdfAksi Nyata Sosialisasi Profil Pelajar Pancasila.pdf
Aksi Nyata Sosialisasi Profil Pelajar Pancasila.pdf
 
Salinan dari JUrnal Refleksi Mingguan modul 1.3.pdf
Salinan dari JUrnal Refleksi Mingguan modul 1.3.pdfSalinan dari JUrnal Refleksi Mingguan modul 1.3.pdf
Salinan dari JUrnal Refleksi Mingguan modul 1.3.pdf
 
HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA ppkn i.ppt
HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA ppkn i.pptHAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA ppkn i.ppt
HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA ppkn i.ppt
 
PPT MODUL 6 DAN 7 PDGK4105 KELOMPOK.pptx
PPT MODUL 6 DAN 7 PDGK4105 KELOMPOK.pptxPPT MODUL 6 DAN 7 PDGK4105 KELOMPOK.pptx
PPT MODUL 6 DAN 7 PDGK4105 KELOMPOK.pptx
 
Intellectual Discourse Business in Islamic Perspective - Mej Dr Mohd Adib Abd...
Intellectual Discourse Business in Islamic Perspective - Mej Dr Mohd Adib Abd...Intellectual Discourse Business in Islamic Perspective - Mej Dr Mohd Adib Abd...
Intellectual Discourse Business in Islamic Perspective - Mej Dr Mohd Adib Abd...
 
Bab 4 Persatuan dan Kesatuan di Lingkup Wilayah Kabupaten dan Kota.pptx
Bab 4 Persatuan dan Kesatuan di Lingkup Wilayah Kabupaten dan Kota.pptxBab 4 Persatuan dan Kesatuan di Lingkup Wilayah Kabupaten dan Kota.pptx
Bab 4 Persatuan dan Kesatuan di Lingkup Wilayah Kabupaten dan Kota.pptx
 
KELAS 10 PERUBAHAN LINGKUNGAN SMA KURIKULUM MERDEKA
KELAS 10 PERUBAHAN LINGKUNGAN SMA KURIKULUM MERDEKAKELAS 10 PERUBAHAN LINGKUNGAN SMA KURIKULUM MERDEKA
KELAS 10 PERUBAHAN LINGKUNGAN SMA KURIKULUM MERDEKA
 
Aksi Nyata Disiplin Positif Keyakinan Kelas untuk SMK
Aksi Nyata Disiplin Positif Keyakinan Kelas untuk SMKAksi Nyata Disiplin Positif Keyakinan Kelas untuk SMK
Aksi Nyata Disiplin Positif Keyakinan Kelas untuk SMK
 
OPTIMALISASI KOMUNITAS BELAJAR DI SEKOLAH.pptx
OPTIMALISASI KOMUNITAS BELAJAR DI SEKOLAH.pptxOPTIMALISASI KOMUNITAS BELAJAR DI SEKOLAH.pptx
OPTIMALISASI KOMUNITAS BELAJAR DI SEKOLAH.pptx
 
Materi Sosialisasi US 2024 Sekolah Dasar pptx
Materi Sosialisasi US 2024 Sekolah Dasar pptxMateri Sosialisasi US 2024 Sekolah Dasar pptx
Materi Sosialisasi US 2024 Sekolah Dasar pptx
 
Contoh PPT Seminar Proposal Teknik Informatika.pptx
Contoh PPT Seminar Proposal Teknik Informatika.pptxContoh PPT Seminar Proposal Teknik Informatika.pptx
Contoh PPT Seminar Proposal Teknik Informatika.pptx
 
Stoikiometri kelas 10 kurikulum Merdeka.ppt
Stoikiometri kelas 10 kurikulum Merdeka.pptStoikiometri kelas 10 kurikulum Merdeka.ppt
Stoikiometri kelas 10 kurikulum Merdeka.ppt
 
Pelaksana Lapangan Pekerjaan Jalan .pptx
Pelaksana Lapangan Pekerjaan Jalan .pptxPelaksana Lapangan Pekerjaan Jalan .pptx
Pelaksana Lapangan Pekerjaan Jalan .pptx
 
RENCANA & Link2 Materi Pelatihan_ "Teknik Perhitungan TKDN, BMP, Preferensi H...
RENCANA & Link2 Materi Pelatihan_ "Teknik Perhitungan TKDN, BMP, Preferensi H...RENCANA & Link2 Materi Pelatihan_ "Teknik Perhitungan TKDN, BMP, Preferensi H...
RENCANA & Link2 Materi Pelatihan_ "Teknik Perhitungan TKDN, BMP, Preferensi H...
 
DEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 1.3 CGP 10.pptx
DEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 1.3 CGP 10.pptxDEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 1.3 CGP 10.pptx
DEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 1.3 CGP 10.pptx
 
Regresi Linear Kelompok 1 XI-10 revisi (1).pptx
Regresi Linear Kelompok 1 XI-10 revisi (1).pptxRegresi Linear Kelompok 1 XI-10 revisi (1).pptx
Regresi Linear Kelompok 1 XI-10 revisi (1).pptx
 
SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN JIWA dan Trend Issue.ppt
SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN JIWA dan Trend Issue.pptSEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN JIWA dan Trend Issue.ppt
SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN JIWA dan Trend Issue.ppt
 

Teori Usaha Ekonomi Mikro

  • 1. TEORI USAHA Materi inti : Analisis perilaku perusahaan dalam menentukan: - Berapa jumlah output yang akan dijual - Berapa harga jual output Dalam Teori Usaha kita akan melihat : - Keseimbangan Usaha di samping keseimbangan konsumen dan produsen - Pengaruh bentuk suatu pasar terhadap perusahaan Bentuk/strktur pasar adalah sbb. 1. PASAR PERSAINGAN SEMPURNA 2. PASAR MONOPOLI 3. PASAR DUO POLI 4. PASAR OLIGOPOLI 5. PASAR MONOPOLISTIK 1 created by Wasis A. Latief
  • 2. 1. PASAR PERSAINGAN SEMPURNA Batasan PPS sangat terkait dengan Pasar PersaingaMurni/PPM Oleh karena tu, sebelum tahu tentang PPS terlebih dahulu mengetatahui PPM. PPM adalah bentuk pasar yang mempunyai ciri-ciri (1) Jumlah pembeli dan penjual sangat banyak - Begitu banyaknya pembeli dan penjual tsb., seorang pembeli dan penjual tidak dapat mempe- ngaruhi pasar - Harga merupakan datum yg hrs diikuti oleh semua pihak (price taker), sedang jml. pembelian dan penjualan ditentukan mereka sendiri. S - Kurva permintaan bagi pembeli down slopping P dan bagi penjual horizontal D 2 created by Wasis A. Latief
  • 3. S AR = P = d P D Pasar Industri created by Wasis A. Latief 3
  • 4. (2) Barang yang dijual adalah homogen - Homogenitas ini merupakan syarat yang keras - Konsumen harus bersikap indeferen terhadap barang-barang yang sama meskipun merk berbeda Contoh : + Untuk garam dan gula pada umumnya merupakan barang homogen + Jika pembeli sudah bersikap deferen terhadap misalnya “jamu pegel linu” merk Air Mancur dan Sido Muncul, maka bukan merupakan persaingan murni lagi, meskipun materinya sama 4 created by Wasis A. Latief
  • 5. PASAR PERSAINGAN SEMPURNA (3) Free entry and free exit - Tidak ada halangan sedikitpun bagi semua pihak untuk masuk / keluar pasar Contoh : untuk obat-obat keras, hanya apotik saja yang boleh menjual, bukan sembarang toko obat Untuk menjadi Pasar Persaingn Sempurna, maka perlu ditambah 2 persyaratan baru lagi , yaitu : 5 created by Wasis A. Latief
  • 6. PASAR PERSAINGAN SEMPURNA (4) Pengetahuan pembeli dan penjual tentang pasar harus sempurna. Untuk itu informasi pasar harus lengkap , artinya pembe-li harus tahu mengenai harga, perubahan harga , sumber input yang murah, dlsb. (5) Mobilitas faktor-faktor produksi cukup sempurna. Misalnya, tenaga kerja di perusahaan pesaing yang lebih murah dapat dipindah dengan mudah ke peru - sahaannya sehingga ia dapat menikmati upah buruh yang rendah. 6 created by Wasis A. Latief
  • 7. PASAR PERSAINGAN SEMPURNA Kesimpulan : (1) Jumlah pembeli dan penjual sangat banyak (2) Barang yang dijual homogen PPM (3) Free entry and free exit pasar PPS (4) Informasi pasar sempurna (5) Mobilitas sumberdaya cukup sempurna 7 created by Wasis A. Latief
  • 8. PASAR PERSAINGAN SEMPURNA Keseimbangan Usaha - Maksud Keseimbangan Usaha adalah tercapainya laba maksimum. - Keputusan yang harus diambil oleh perusahaan untuk mencapainya keseimbangan usaha itu pada umumnya adalah : 1) Menentukan kuantiutas output 2) Menentukan harga jual output - Keputusan yang mendukung keputusan di atas adalah optimasi kombinasi input dalam proses produksi Optimasi Optimasi Laba Input Output Maksimum 8 created by Wasis A. Latief
  • 9. PASAR PERSAINGAN SEMPURNA - Seorang produsen harus selalu mencapai keseimbang-an usahanya dan keseimbangan itu harus dipertahan-kan - Keseimbangan tersebut akan berubah kalau parameter-parameter yang tadinya ceterisparibus sekarang berubah, misalnya : harga, teknologi,dlsb. 9 created by Wasis A. Latief
  • 10. PASAR PERSAINGAN SEMPURNA - Keadaan Keseimbangan Usaha PPS Gambar (a) TC - Dalam PPS, harga konstan → TR = P.Q (up slopping) A TR - Kurva TC, misalnya berbentuk fungsi kubik. Dari kedua hal tersebut di atas, maka : Range 0Q1 → area rugi (TC > TR) (a) Range Q1 Q2 → area laba (TR > TC) TC B op e Range > Q2 → area rugi (TC > TR) Sl Titik A dan B adalah BEP (TR = TC) - Keseimbangan usaha (laba max) terjadi jika : Jarak TR dan TC di range Q1 Q2 adalah terpanjang Q1 Q e Q 2 Atau bila slope TR = slope TC MC (MR) = (MC) Atau Laba = TR – TC (b) ATC AR = MR E Laba max. jika : d Laba/dQ = 0 ºC P TR’ - TC’ = 0 D MR - MC = 0 → MR = MC Gambar (b) MR = MC terjadi di titik E (di mana output = Qe) Pada Qe → AR = EQe Jadi Laba Max = Q1 Q e Q 2 ATC = CQe - 0Qe x EC atau AL = EC DC x EC → luas PECD (c) Gambar (c) Area 0Q1 = area rugi Q1 Q e Q Titik Q1 dan Q2 = BEP 2 Laba Area Q1Q2 = area laba Titik Qe = Laba Maksimum 10 created by Wasis A. Latief
  • 11. PASAR PERSAINGAN SEMPURNA Contoh Perhitungan Usaha PPS TC = ⅓Q 3 – 2Q 2 + 4,75Q + 1 → (diketahui) Q TC ATC MC AR = TR Laba ATC = ⅓Q 2 – 2Q + 4,75 + 1 / Q MR MC = Q 2 – 4Q + 4,75 0 1 4,7 3 0 -1 5 AR = 3 → (diketahui) TR = P.Q = 3Q 0, 2,92 5,83 3 3 1,5 - 5 1,42 MR = 3 L= 3Q – (⅓Q 3 – 2Q 2 + 4,75Q + 1) 1 4,08 4,08 1,7 3 3 - 5 1,08 L = 3Q – ⅓Q 3 + 2Q 2 – 4,75Q – 1 1, 4,75 3,17 1 3 4,5 - L = – ⅓Q 3 + 2Q 2 – 1,75Q – 1 Laba Makisumum jika : 5 0,25 dL / dQ = 0 (first order) 2 5,17 2,58 0,7 3 6 0,83 d2L/dQ2 < 0 (scond order) 5 2, 5,58 2,23 1 3 7,5 1,92 MC = MR 5 Q2 - 4Q + 4,75 = 3 3 6,25 2,08 1,7 3 9 2,75 Q2 - 4Q + 1,75 = 0 5 Q1,2 = 4 ± 16 - 4( 1) ( 1,75) → 2 rumus ABC 3, d2L/dQ2 = -2Q + 7,42 2,12 3 4 3 10, 3,08 = 2 ± 2 9 1/ 5 Q=3,5 → L’’ = -2(3,5) + 4 =5- 3 Lmax = 2 ± 1,5 4 Q1 = 3,5 → Laba Max. = 3,08 Q=0,5 → L’’ =4,7 9,33 2,33 -2(0,5) + 4 = + 3 R2,67 3 12 max 5 Q2 = 0,5 → Rugi Max. = −1,42 4, 12,2 2,72 7 3 13, 1,25 5 5 5 11 created by Wasis A. Latief 5 16,4 3,28 9,7 3 15 - 2 5 1,42
  • 12. PASAR PERSAINGAN SEMPURNA MC Q TC AT MC AR = TR Laba C MR 0 1 4,7 3 0 -1 5 ATC 0, 2,92 5,8 3 3 1,5 - 1,42 5 3 1 4,08 4,0 1,7 3 3 -1,08 8 5 AR = MR 1, 4,75 3,1 1 3 4,5 - 0,25 5 7 2 5,17 2,5 0,7 3 6 0,83 8 5 2, 5,58 2,2 1 3 7,5 1,92 5 3 3 6,25 2,0 1,7 3 9 2,75 8 5 3, 7,42 2,1 3 3 10, 3,08 5 2 5 4 9,33 2,3 4,7 3 12 2,67 3 5 4, 12,2 2,7 7 3 13, 1,25 Laba 5 5 2 5 12 5 created by 3,2 A. Latief 16,4 Wasis 9,7 3 15 -1,42
  • 13. Pasar Persaingan Sempurna Dalam Jangka Panjang Dalam jangka panjang pasar mengalami perubahan, misalnya perubahan dalam Permintaan dan Penawaran Perubahan Permintaan S D P1 P1 d1 Laba Baru A Po Po do Laba Awal F D1 C B E Do Qo Q1 qo q1 Selera meningkat Perubahan Kedudukan (perubahan pasar) Pengusaha Kurva D bergeser : D0 → D1 AR ⇑ : do → d1 Harga Pasar ⇑ : P 0 → P1 Po → P1 Kuantitas ⇑ : Q 0 → Q1 Kuantitas ⇑ : qo → q1 13 created by Wasis A. Latief Laba ⇑ : P1DEF > PoABC
  • 14. PASAR PERSAINGAN SEMPURNA Perubahan Penawaran Laba Super Normal akan mengundang pengusaha lain (penawaran) masuk pasar, sehingga kondisi pasar berubah seperti berikut: LMC So SAC S1 S2 SMC LAC Po Po do P1 P1 d1 P2 P2 d2 D Selama para pengusaha masih mendapat Laba Super Normal, masuknya (penambahan) pengusaha terus berlangsung ( So → S1 → S2 ). Proses ini akan berhenti jika : harga = LMC = LAC di titik A. 14 created by Wasis A. Latief
  • 15. Titik Gulung Tikar PerusahaanPASAR PERSAINGAN SEMPURNA Sbg. price taker, usaha dalam PPS akan menghadapi peru- bahan di pasar. Pada : - AR1 di atas ATC terendah (do) terjadi Laba Super Normal - AR2 menyinggung ATC terendah (d1)terjadi Laba normal (ttk.A).perusahaan masih bisa bekerja, krn. AVC bisa dipenuhi - AR3 AR meskipun Q dan TRl menurun sementara FCmasih ada. - AR4 menyinggung AVC terendah (d3 ) titik gulung tikar terjadi (titik B) MC AT C d O A ◉ d AV 1 C d2 ◉B d3 created by Wasis A. Latief 15
  • 16. PASAR PERSAINGAN SEMPURNA Kurva Penawaran dalam PPS Dalam jangka pendek kurva SMC = kurva Penawaran, tentu saja kurva SMC yang menaik dan di atas AVC, karena pada daerah tsb. : - SMC menunjukkan volume Q yang dipilih untuk berbagai tingkat harga. Jadi dengan demikian kurva SMC = kurva penawaran. - Merupakan posisi laba maksimum. Per definisi, kurva penawaran adalah kurva yang menunjukkan jumlah output yang akan dijual oleh produsen pada berbagai tingkat harga. Jadi dengan demikian kurva SMC = kurva penawaran produsen S Keseimbangan pasar terjadi jika : S = D D 16 created by Wasis A. Latief
  • 17. PASAR PERSAINGAN SEMPURNA Pasar Persaingan Sempurna dan Kesjahteraan Masyarakat Konsumen dalam pola konsumsinya berupaya mencapai kepuasan maksimumnya dimana kondisi yang harus dicapai adalah MUx = Px (teori permintaan). Jadi, fungsi permintaan menunjukkan posisi kepuasan (utilitas) maksimum pada berbagai tingkat harga. Kurva Permintaan berpotongan denga Kurva Penawaran → Harga Pasar terjadi. Kurva Penawaran (= SMC) menunjukkan posisi Laba Maksimum pada berbagai tingkat harga. Kesejahteraan konsumen Laba Maksimum terjadi jika: MC = MR d = S dan produsen terjadi S = d bersamaan MC Dalam jangka panjang setiap perusahaan ATC berkerja dalam posisi LAC minimum ( P AR = MR = d atau harga bersinggungan dengan LAC). Hal ini pertanda baik bagi kesejahteraan masyrakat, dimana barang-barang dapat diperoleh dengan harga paling murah. Sebagai Kesimpulan , bahwa PPS dapat menjamin : (1) Kepuasan Konsumen maksimum (2) Laba Produsen maksimum 17 (3) Ongkos Produksi minimum created by Wasis A. Latief
  • 18. PASAR PERSAINGAN SEMPURNA Esensi dari kesimpulan tsb., jika masyarakat diberi kebebasan ekonomi penuh untuk mencapai kepentingan pribadinya, maka secara otomatis kepentingan seluruh masyarakat terpenuhi, dan dalam PPS konflik kepentingan antara individu dan masyarakat tidak ada. Persoalannya sekarang adalah : + Apakah bentuk PPS itu ada dalam kenyataan ? Tentunya ada yang mendekati + Apakah posisi “kesejahteraan optimum” seperti di atas dapat dica- pai bila : (a) Hanya ada/dua industri saja yang mendekati PPS sedang yang lain tidak ? (b) Adanya barang-barang yang diproduksi secara kolektif dan tidak diperjual belikan di pasar (misalnya : kemanan, penegakan hukum, dsb.) (c) Adanya faktor-faktor eksternal Ekonomies dan Disekonomies yang tidak tercakup dalam perhitungan kesejahteraam optimum 18 created by Wasis A. Latief
  • 19. PASAR PERSAINGAN SEMPURNA Kalau melihat realita tersebut, kesimpulan-kesimpulan teoritis tentang kesejahtera-an masyrakat dari PPS menjadi kabur. Namun Demikian : + Analisis PPS bisa memberikan tentang syarat-syarat apa yang harus dipenuhi untuk mencapai posisi kesejahteraan optimum. + Kesimpulan-kesimpulan analisis bentuk PPS bisa dijadikan sebagai bahan pembandingan dengan kenyataan untuk menyimpulkan seberapa jauh realita menyimpang dari posisi edial tersebut, sehingga kebijaksanaan yang tepat untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat dapat disarankan. 19 created by Wasis A. Latief
  • 20. 2. PASAR MONOPOLI Batasan Pasar Monopoli adalah pasar yang : (1) Dikuasai oleh seorang penjual atau sebuah perusahaan (jika penguasaan Tidak mutlak, di sektor pembelian disebut Monopsoni) bisa berubah (2) Tidak ada barang pengganti (3) Ada hambatan masuk pasar bagi para pesaing Hal-hal Yang Menyebabkan Timbulnya Monopoli (1) Pengusaan bahan mentah (2) Penguasaan teknologi (selama tidak ditiru monopoli tetap jalan) (3) Adanya hak paten (4) Perolehan hak monopoli secara institusional (5) Alamiah (berkait dengan luas pasar) created by Wasis A. Latief 20
  • 21. Arti Pasar Bagi Monopolist - Produsen bertindak sebagai Price Seller. - Hukum permintaan berlaku(kurva demand down slopping) - Fungsi Permintaan : Q = bo – b1P → P = (bo/b1) – (1/b1)Q TR = { (bo/b1) – (1/b1)Q } Q TR = (bo/b1) Q – (1/b1) Q2 MR = dTR/dQ = (bo/b1) – (2/b1) Q TR AR created by Wasis A. Latief 21 MR
  • 22. Optimasi Usaha Monopoli (Keseimbangan usaha) TC L = TR - TC L max., jika : dL/dQ = 0 (first order) TR dTR/dQ – dTC/dQ = 0 MR - MC = 0 MR = MC d2L/dQ2 < 0 (scond order) Contoh : P = 6 – 0,8 Q → TR = 6Q – 0,8Q2 TC = ⅓ Q3 – 2Q2 +4,75Q + 2 MC Qe = ? Dan Laba maksimum = ? Jawab : ATC MR = MC Laba = Rp 3,59 6 – 1,6Q = Q2 - 4Q + 4,75 AR ◉ Q2 – 2,4Q - 1,25 = 0 MR Q1,2 = [2,4 + {(2,4)2 – 4(1)(-1,25)}0,5]/2 Rp 3,59 Q1 = 2,840122 Q2 = - 0,44012 (imposible) L = TR - TC ◉ = 6(2,84) – 0,8(2,84)2 – (⅓ (2,84)3 – 2(2,84)2 +4,75(2,84) + 2 2,84 Laba = 3,593285 A. Latief created by Wasis 22
  • 23. Monopoli dan Kesejahteraan Masyarakat a) Ada kemungkinan laba super normal bisa dinikmati oleh monopolist, sedang monopolist lain tidak. Jadi dalam hal ini terdapat ketidakadilan dalam distribusi pendapatan. b) Volume produksi < volume produksi optimum (produksi pada ATC minimum) Jadi operasi perusahaan monpoli tidak efisien, hanya memilih output pada ATC menurun tapi belum sampai minimum, dan bagi masyarakat hal ini merupakan pemborosan. 23 created by Wasis A. Latief
  • 24. c) Adanya unsur eksploitasi oleh monopolist terhadap : 1. Konsumen, karena harga jual yang ditetapkan masih tinggi 2. Para pemilik faktor produksi : Faktor-faktor produksi dibayar dengan harga (=AC) yang lebih kecil dari nilai pasar output yang dihasilkan (=P) 3. Eksploitasi lebih parah lagi kalau ia bertindak juga sebagai monopsoni. Menghilangkan efek negatif Mnopli 1. Mencegah timbulnya usaha mo- nopoli dengan undang-undang MC 2. Pemerintah mendirikan perusa- haan yang efisien dan bersaing. 3. Membuka kran impor dg. menu- ATC runkan tariff (bea impor) AR 4. Membuat ketentuan khusus MR terhadap operasi perusahaan 24 created by Wasis A. Latief monopoli
  • 25. 25 created by Wasis A. Latief
  • 26. 1. Pasar monopoli, pada dasarnya banyak mempunyai kelemahan dan dalam ga kondisi tertentu sangat diperlukan seperti di negara kita, sehingga kesejahteraan masyarakat terpengaruhi. Jelaskan ! 2. Pasar persaingan, agaknya sulit sekali ditemukan dalam aplikasi kesehari- annya. Namun demikian teori tentang hal ini masih diperlukan. Jelaskan !. 3. Biaya produksi dalam usaha bisnis sangat berperan, terutama sekali dalam hal menggapai keunggulan dalam bersaing. Uraikan !. 4. Pada dasarnya suatu barang yang marginal utility-nya rendah merupakan barang-barang bebas, dan sebaliknya kalau marginal utility-nya tinggi bisanya barang itu mahal. Jelaskan konsep ini !. 26 created by Wasis A. Latief
  • 27. Latihan 1. Sebutkan 2 keputusan ekonomi yang harus diambil oleh seorang pengusaha atau sebuah perusahaan yang bekerja dalam : a. Persaingan Sempurna b. Pasar Monopoli 2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan konsep : a. Produsen bertindak sebagai price taker b. Produsen bertindak sebagai price saller 3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan : a. Pasar Persaingan sempurna b. Pasar Monopoli 27 created by Wasis A. Latief
  • 28. A MC B D ATC P1 P2 E C 0 d = AR = P % q1 q2 MR Gambar di atas melukiskan situasi sebuah persahaan yang beropersi dalam pasar monopoli. Dari gambar tersebut tunjukkan a) Segiempat mana yang menyatakan laba maksimum (keseimbangan usaha) bagi perusahaan b) Berapa keputusan harga dan output yang harus diambil bagi monopolist c) Berapa jumlah output yang layak untuk menjamin keseimbangan 28konsumen by Wasis A. Latief created