Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.

Meminimalkan ganti air dalam akuakultur

997 vues

Publié le

Beberapa prinsip dasar untuk mengurangi ganti air dalam budidaya ikan dan udang

Publié dans : Sciences

Meminimalkan ganti air dalam akuakultur

  1. 1. Pokok Bahasan 1. Pendahuluan: budidaya konvensional 2. Loading pakan dan penambahan biomassa biota 3. Daya dukung air: asli dan tambahan 4. Ekologi mikroba perairan 5. Prosedur teknis 2
  2. 2. 1. Pendahuluan: budidaya perairan secara konvensional
  3. 3. 1. Pendahuluan = “Memelihara biota air untuk memperoleh keuntungan” + 4 Perusahaan Benih Air Pakan Ukuran konsumsi Panen Profit
  4. 4. Manajemen Kolam 5 Biomassa hewan pemeliharaan Mikroba + Air + bahan organik Loading pakan Rencana Anggaran Kebutuhan Oksigen Cuaca
  5. 5. Membuang limbah akuakultur Adakah alternatif lain ? Produksi udang windu 2,8 ton per 3000 m2 (9,3 ton/ha)
  6. 6. Produksi 1 ton udang vanname per 300 m3 air (40 ton/ha) Dengan central drain dan probiotik
  7. 7. Produksi udang vanname 6 ton per 1000 m2 (60 ton/ha)
  8. 8. 2. Loading pakan dan penambahan biomassa biota
  9. 9. Pakan berdaya cerna rendah membutuhkan kepadatan ikan lebih rendah agar limbah dapat diolah kembali oleh mikroba
  10. 10. Nasib kotoran Pakan pellet !
  11. 11. Kotoran padat partikel Koloid Larutan Nutrien Amonia Fosfat dll
  12. 12. 3. Daya dukung air: asli dan tambahan
  13. 13. Sistem Budidaya Air Tergenang Air beraerasi (ex: bioflok) Resirkulasi Ganti air Arus deras “Akuakulturis hebat adalah akuakulturis yang memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dengan ganti air sekecil-kecilnya.”
  14. 14. Semakin besar beban biomassa semakin banyak ganti air dan aerasi (ilustrasi pd budidaya udang windu dan vanname) 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5 Pergantian air Biomassa (kg/m3) 12 kincir/ha Tanpa ganti air, tanpa aerasi Oksigen dan ammonia sebagai faktor pembatas 50 kincir/ha 100 kincir/ha + 100 titik aerasi 100 kincir/ha + 500 titik aerasi
  15. 15. Semakin tinggi salinitas semakin banyak ganti air Air tawar Salinitas tinggi tegangan permukaan tinggi
  16. 16. 0% 5% 10% 15% 20% 25% 30% 35% 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 85 90 95 100 105 Pergantian air Biomassa (kg/m3) Aerasi kecil Daya dukung lingkungan sangat tinggi untuk ikan penapas udara (ilustrasi pd budidaya lele) Hanya ammonia sebagai faktor pembatas Reduktor pembusukan Fotoheterotrof Cahaya Menjaga loading pakan
  17. 17. Salah Paham Manajemen Air 1. Pandangan air jernih = air sehat 2. Mensterilkan air 3. Mempercepat penghancuran limbah 4. Probiotik 5. Antibiotik 6. Karbon organik
  18. 18. Mengelola mikroba
  19. 19. 4. Ekologi mikroba perairan
  20. 20. 4.1 Siklus massa dan energi
  21. 21. Energi dari Cahaya
  22. 22. Energi dari Mineral
  23. 23. Mengkonsumsi Membuat>> <<Membuat Mengkonsumsi Membuat Mengkonsumsi Kerja ekosistem Residu/Sisa Contoh: batubara, humus
  24. 24. Keseimbangan Energi: Aliran Energi dan Karbon Presscott and Kleins, 2008
  25. 25. 4.2 Dinamika Mikroba Kolam
  26. 26. Mengamati Suksesi dan Dominasi Mikroba Mikroskop untuk mencari korelasi antara kualitas air, dominasi morfologi mikroba dan kesehatan ikan
  27. 27. Diatom Alga hijau Pupuk Bahan organik Bakteri dan zooplankton Dalam dinamika mikroba Selalu ada residu pupuk dan residu bahan organik Silikat lambat tersedia
  28. 28. Fotoautotrof Heterotrof Fotoheterotrof microaerofilHeterotrof
  29. 29. 4.2.1 Skema Ekologi Mikroba Air Hijau Nitrifikasi Fotoautotrofi Respirasi aerobik
  30. 30. NH3 NO2 NO3 O2 CO2 Jalur Sederhana Nitrifikasi (Kemoautotrof)
  31. 31. NH3 NO3 Fitoplankton O2 CO2 Jalur Sederhana Fotoautotrof
  32. 32. NH3 Fitoplankton Bakteri Heterotrof Bakteri Kemoautotrof O2 CO2 C6H12O6 Jalur Sederhana Heterotrof
  33. 33. NH3 NO2 NO3 Fitoplankton Bakteri Heterotrof Bakteri Kemoautotrof O2 CO2 C6H12O6 Skema Sederhana Hubungan Autotrof dan Heterotrof
  34. 34. 4.2.2 Skema Ekologi Mikroba Heterotrof Respirasi aerobik Respirasi anaerobik Denitrifikasi Fermentasi
  35. 35. NH3 O2 CO2 Bahan organik Respirasi aerobik Jalur Sederhana Respirasi Aerobik
  36. 36. NO3NH3 CO2 NO2 Respirasi Anaerobik Bahan organik Jalur Sederhana Respirasi Anaerobik SO4H2S
  37. 37. NO3 CO2 N2 N2ONO2Denitrifikasi Bahan organik Jalur Sederhana Denitrifikasi
  38. 38. CO2 Fermentasi Asam organik Bahan organik Jalur Sederhana Fermentasi
  39. 39. NO3NH3 O2 CO2 N2 N2ONO2Denitrifikasi NO2 Respirasi Anaerobik Fermentasi Asam organik Bahan organik Respirasi aerobik Skema Sederhana Penggunaan Bahan Organik oleh Bakteri Heterotrof
  40. 40. 4.2.2 Skema Ekologi Mikroba Fotoheterotrof respirasi anaerobik, denitrifikasi, fermentasi, fotoheterotrofi
  41. 41. NH3 NO2 Respirasi Anaerobik NO3 Limbah terlarut Respirasi Anaerobik SO4H2S
  42. 42. N2 N2ONO2 Denitrifikasi NO3 Asam Organik Limbah terlarut Denitrifikasi
  43. 43. Fermentasi Asam Organik Limbah terlarut CO2 Fermentasi
  44. 44. NH3 Limbah terlarut Bakteri Purple Non-Sulfur CO2 Fotoheterotrof
  45. 45. NH3 NO2 CO2 Anammox (Anaerobic ammonia oxidation) Anaerobik Kemoautotrof N2
  46. 46. N2 N2ONO2 Denitrifikasi NH3 NO2 Amonifikasi/Respirasi Anaerobik NO3 Fermentasi Asam Organik Limbah terlarut Anammox (Anaerobic ammonia oxidation) Bakteri Purple Non-Sulfur CO2 Skema Sederhana Hubungan Autotrof, Fotoheterotrof dan Heterotrof dalam Kondisi Mikroaerobik
  47. 47. Bakteri filamen Rhodopseudomonas Rhodobacter photometricum
  48. 48. 6. Prosedur teknis
  49. 49. Kegiatan Engineering Bagaimana ? Jawaban dinilai sebagai efektif /tidak Bukan salah/benar Praktek terbaik pada suatu saat Good management practices
  50. 50. Mewah atau menguntungkan ?
  51. 51. Level 1 Menguji pengaruh suatu faktor secara akurat
  52. 52. Level 2 Kekuatan suatu faktor diantara faktor-faktor lain
  53. 53. Level 3 Mesokosmos menguji faktor di kondisi asli
  54. 54. Wadah + Air + Benih + Pakan + Pupuk + Aerasi + Pompa + Filter Prosedur Teknis 10 ppm: 2 siklus hidup mati 80% kenyang 1 kincir 500 kg biomassa 20% dari luas kolam 10 liter/detik + Karbon organik 20% TAN Asli Peningkatan daya dukung + Fermentatif 100 ppm
  55. 55. Memperlambat munculnya senyawa toksik Mengubah senyawa toksik menjadi aman Menyerap senyawa toksik menjadi bentuk lain 3 Konsep Penting dalam Pengelolaan Senyawa Toksik pada Air Media Akuakultur
  56. 56. Memperlambat munculnya senyawa toksik Mengubah senyawa toksik menjadi aman Menyerap senyawa toksik menjadi bentuk organik Contoh Metode dalam Pengelolaan Senyawa Toksik Fisika: penyerap bahan organik ex: arang Kimia : Disinfektan ex: alkohol, asam organik, klorin Nitritasi, nitratasi, denitrifikasi Fotoautotrof (fitoplankton) Bakteri heterotrof Bakteri fotoheterotrof
  57. 57. Menyerap bahan organik dengan biochar
  58. 58. Probiotik ? No way ! Kelola tanah dengan biochar
  59. 59. Memperlambat penghancuran dengan arang biochar
  60. 60. Kotoran padat partikel Koloid Larutan Nutrien Amonia Fosfat dll
  61. 61. Model biochar bersama partikel lain
  62. 62. Mikroba pada biochar
  63. 63. Arang/Charcoal Pembakaran Biochar Pemanasan tanpa oksigen Karbon aktif pemanasan dengan oksidator kimiawi Apa itu Biochar ?
  64. 64. STRUKTUR BIOCHAR (Marsh and Rodríguez-Reinoso, 2006) Labirin
  65. 65. Model Dua Dimensi Struktur Biochar
  66. 66. Mengkonversi ammonia dengan substrat nitrifikasi dan denitrifikasi
  67. 67. Denitrifikasi Nitrifikasi pada bagian luar
  68. 68. Denitrifikasi Membuang N di air dengan mengubah nitrat dan nitrit menjadi nitrogen bebas
  69. 69. Mengkonversi amonia dengan substrat pasir
  70. 70. Menyerap senyawa toksik menjadi bakteri dan fitoplankton
  71. 71. Mengamankan penghancuran dengan padat tebar rendah
  72. 72. Tips Berbudidaya  Pahami kimia dan biokimia di air terlebih dulu  Jangan terpaku SOP  Jangan kaku mengikuti teori umum  Perhatikan satu jam setelah perlakuan  Kenali sifat-sifat bahan yang dipakai  Uji sifat-sifat bahan yang dipakai karena kualitas berubah-ubah

×