Ce diaporama a bien été signalé.
Le téléchargement de votre SlideShare est en cours. ×

#4 EDITION LIVE LIFE LIKE small

Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Prochain SlideShare
Mas romo full book
Mas romo full book
Chargement dans…3
×

Consultez-les par la suite

1 sur 32 Publicité
Publicité

Plus De Contenu Connexe

Les utilisateurs ont également aimé (17)

Similaire à #4 EDITION LIVE LIFE LIKE small (20)

Publicité

#4 EDITION LIVE LIFE LIKE small

  1. 1. LIVE THE LIFE YOU LOVE / INSPIRATION Venta Agustri | Owner of Kebun Sayur Surabaya / COMMUNITY Komunitas Nol Sampah AIESEC Surabaya / GRAND SUNGKONO LAGOON Tower Caspian Menjadi Incaran Masyarakat Surabaya CINNAMON #4 FEBRUARI 2015
  2. 2. Grand Story adalah monthly-free magazine yang mengulas gaya hidup, cerita inspiratif, komunitas, event, budaya, teknologi, dan berbagai kesenian: desain, musik, film, dan fashion di Surabaya. Di setiap edisinya akan kami tampilkan issue - issue yang berbe- da yang diaplikasikan pada rubrik di dalamn- ya. Rubrik Grand Story memperkenalkan, mendokumentasikan, dan mengarsipkan berbagai pergerakan seseorang dan kelom- pok yang bergerak membangun Surabaya, sebagai sebuah perantara arek Suroboyo untuk berpendapat, berkenalan, berbagi cerita dan ilmu, serta menjadi media penghubung pergerakan semangat muda dalam membesarkan Surabaya. Grand Story menerima kritik, saran, atau kontribusi berupa foto, artikel, ataupun karya seni yang dapat ditampilkan pada Grand Story issue selanjutnya dengan menyertakan identitas diri: nama lengkap, e-mail, no. hp ke alamat e-mail: Iklan dapat menghubungi Marketing Head Grand Story project manager Rudy Harsono operating manager Muhammad Iswan marketing head Tedy Setiawan A.S editor in chief Rosiana Ayu Dwi Merlinda managing editor Indra Syamsu Nugroho executive editor Irhamna Nirbhaya Carreca creative director Archy Sinatrya contributor head Tectona Radike contributor Debby Utomo Atthur Razaki Anton Achyar Bachtiar Febrian Eka Aditya photography contributor Agung and Alfath 1001 IDE: Revolutia Doc. Journey Evolution Doc. Mojiken Studio Doc. Dinas Pariwisata Surabaya Grand Story | Cinnamon #04 | Februari 2015 #4 grandstorymagazine@gmail.com grandstorymagazine@gmail.com grandstorymagz Tedy: +62 82 233 181 612 Maria: +62 87 854 668 310 Alamat Redaksi: Jl. Abdul Wahab Siamin Kav 9 - 10 Surabaya P I C K U P P O I N T S Jl. Juwono Grand City Mall Jl. Rungkut Madya 99Jl. Slamet Jl. Embong Ploso Tunjungan Plaza Tunjungan Plaza Jl. Rungkut Asri Timur Jl. Taman Apsari Surabaya Town Square Surabaya Town Square Surabaya Town Square Jl. Doktor Cipto Jl. Semolowaru Perum Pondok Jati Jl. Raya Pagerwojo Sda Jl. Pucang Anom Timur Jl. Polisi Istimewa Jl. Untung Suropati Jl. Slamet Sukolilo Desain Produk Industri ITS Jl. Gubernur Suryo Pakuwon Trade Center Jl. Klampis Jaya Jl. Embong Malang Surabaya Plaza Jl. Ketintang Jl. Abdul Wahab Siamin Jl. Embong Ploso Ciputra World
  3. 3. events | Journey Evolution Mangrove Planting Green Map Global Game Jam Indonesia Moslem Expo Pimp My Vespa Stage Blueprint Urban Art Fest 1001 IDE: Revolutia Bincang Santai IDE ART 2015 greenship | hangout place | 46 Kaza Bowling Alley art gallery | 48 Thomas Hanandry Grace Veronica Sompie (Inge) 32 44 music review | Ronascent Compilation movie references | 58 Humming Coco Before Channel 56 greetings | cover story | 4 inspiration | 6 Venta Agustri community | 11 Komunitas Nol Sampah AIESEC 1 entrepreneur | Mojiken Studio green design | 22 Bungkul Menyimpan Harapan: Surabaya yang Silam, yang Kini, dan yang Akan Datang advertorial | 28 Tower Caspian Menjadi Incaran Masyarakat Surabaya. 18 C O N T E N T S - Live The Life You Love Issue #04 GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/03 GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/02
  4. 4. ada edisi bulan Februari 2015 ini, Grand Story Magazine mengambil issue “Live The Life You Love”, yaitu tentang bagaimana menjalani kehidupan sesuai kata hati, tidak mempedulikan perkataan orang lain yang sifatnya merendahkan dan melakukan segala sesuatunya biarpun kecil tetapi mempunyai dampak yang signifikan. Live The Life You Love mempunyai suatu kesimpulan, Passion. Passion merupakan hal utama pada edisi kali ini, dimana mayoritas kontributor bergerak dan menjalani kehidupan mereka sesuai passion yang tertanam dalam di pikiran mereka. Beberapa malah sempat mera- sakan kehidupan yang serba kecukupan, namun ditinggalkan, karena mereka tidak menemukan sebuah kepuasan yang hakiki, dimana kepuasan tersebut tidak hanya diukur dari banyaknya materi yang didapat. Ada juga yang tetap pada track yang dari dulu mereka anut, membuat perubahan dengan melakukan hal-hal kecil seperti mem- buang sampah pada tempatnya atau sedikit mungkin menggunakan kantong plastik demi terjaganya kestabilan lingkungan. Orang-orang yang ada di edisi kali ini adalah orang-orang hebat yang telah menemukan passion mereka dan tetap konsisten menjalankannya, orang-orang yang berani mencoba melawan arus, orang-orang yang mengikuti kata hati nya untuk dapat lebih mengisi kehidupan ini dengan sesuatu yang bermakna. Visual cover edisi kali ini adalah sebuah infinite staircase, dimana tangga ini tidak berujung. Infinite staircase merepresentasikan kehidupan monoton yang mengikuti arus, pengulangan yang terus menerus, yang banyak terjadi pada orang-orang yang hidup di kota besar. Orang-orang yang berada di dalam infinite staircase diilustrasikan dengan warna monokrom, pose kaku, menanda- kan mereka hidup di dalam pengula ngan yang monoton. Sedangkan para kontributor edisi kali ini diilustrasikan sebagai orang-orang yang breakthrough, berwarna, yang berani keluar dari zona nyaman, mencoba mendobrak batas- batas dari infinite staircase untuk dapat hidup sesuai passion mereka masing-masing. Di sini lah visualisasi dari Live The Life You Love, dimana hidup mengikuti passion merupakan sebuah pilihan yang patut dipertimbangkan untuk dapat memaknai lebih kehidupan ini. (arc) cover by: Archy Sinatrya P GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/05 GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/04 C O V E R S T O R Y
  5. 5. Mas Alek, kesibukan saat ini apa saja? Saat ini tentunya kesibukan masih seputar dunia industri kreatif, kurang lebih 13 tahun aku berkecimpung. Namun, interpretasi terhadap kesibu- kanku saat ini ialah lebih kepada teori take and give, ketika kita mengambil sesuatu niscaya reward yang didapatkan adalah sebuah “give” dengan berbagai macam bentuk. Ketika teman-teman seperjuangan lainnya sudah mulai lelah di dunia industri kreatif, kita harus me wariskan ilmu tersebut ke generasi penerus. GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/07 GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/06 inspirations The Owner of Kebun Sayur Sebelum mendirikan Kebun Sayur saat ini, Mas Venta memiliki kesibukan sebagai apa saja? Sebelumnya saya seorang karyawan di sebuah perusahaan tambang, selang beberapa tahun saya kembali ke tanah air untuk meng-create bisnis cafe and resto. Mengapa pada akhirnya pilihan Mas Venta jatuh pada dunia bercocok tanam? Khususnya urban farming? Nah, berawal dari berbisnis cafe and resto yang selalu membutuhkan pasokan suplai sayur. Jika biasanya resto & cafe yang saya kelola membutuhkan suplai sayur dari produsen lain, maka saya berusaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan cara menanam sendiri. Ditambah pula dengan rekanan kerja asal Ibu Kota yang telah mengawali dunia urban farming selama 3 tahun. Beliau mendampingi saya dalam menginisiasi pembuatan urban farming di Surabaya. VENTA AGUSTRI Bagaimana cara Mas Venta mengembangkan bisnis urban farming ini di Kota Surabaya? Kami mencoba melangkah sebagai taman yang berbeda. Ketika di Malang terdapat Argo Wisata dan urban farming yang dibuka berbayar, kami menye- diakan taman di sini untuk umum dan gratis, semua orang boleh datang belajar menanam secara hidroponik. Dengan cara seperti ini, tidak hanya orang yang memiliki salary saja yang dapat mempelajari ilmu hidroponik, namun dari berbagai kalangan mampu mempelajari pula. Lalu, kami pun melakukan sharing edukasi melalui goes to campus seperti ITS, Petra, UPN, dan Unesa dengan tujuan untuk encourage mahasiswa mengenal urban farming. Tanaman apa saja yang kini dikem- bangbiakkan di kebun Mas Venta? Selada dengan berbagai jenis, diantaranya cos, butterhead, iceberg, leaf lettuce, oakleaf lettuce, dan endive.
  6. 6. GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/09 GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/08 inspirations Apakah taman urban farming ini dapat dikunjungi oleh kalangan umum? Ini semua untuk kalangan umum dan free, bisa datang langsung di Jl. Ketintang Selatan No. 45-47 Surabaya, Indonesia. 60232. Bagaimanakah tahapan proses dari cara menanam secara hydroponic seperti yang diterapkan oleh Mas Venta saat ini untuk urban farming? Prosesnya adalah 6 minggu. Pada tahap persemaian membutuhkan waktu hingga 2 minggu, pada tahap inilah butuh ketelitian yang cukup tinggi karena tumbuhan yang akan tumbuh dewasa membutuhkan space yang lebar. Nantinya, pada minggu ke-6 tumbuhan sudah siap panen. Sistem hydroponik dalam urban farming ini butuh perhatian yang lebih dan detail yang cukup tinggi, bagaimana cara Mas Venta merawat tanaman sekaligus media tanam urban farming ini agar tetap prima? Harus ada standarisasi tentunya, kemudian menjaga kebersihan tanaman dari lumut juga penting karena mengh- indari berkembang biaknya bakteri. Intin- ya adalah rajin dan telaten saja, kok. Seberapa besar kecintaan Mas Venta terhadap dunia percocokan tanam di Indonesia yang saat ini Mas Venta geluti ? Sangat besar. Ya karena saya merasa passion saya yang sebenarnya di sini. Sebelumnya saat saya bekerja sebagai pegawai saya merasa sumpek. Jauh dari hal teknis, tentunya bagi Mas Venta beralih dari dunia pertambangan menuju dunia bercocok tanam pastilah membutuhkan waktu dan adaptasi yang cukup intenstif, bagaimana Mas Venta pada akhirnya bisa mempelajari sekaligus berke- cimpung pada hal yang berbanding jauh dengan keahlian akademis Mas Venta? Ya awalnya kan dari bisnis cafe itu tadi terus berkembang untuk keperluan suplai bahan buat cafe-nya itu. Dan ternyata dari prakteknya ternyata bisnis cafe itu tidak terlalu membutuhkan perha- tian khusus, ya karena kan kita buka cafe sistemnya membeli franchise. Dari situ kita punya banyak waktu untuk meng- create sesuatu yang bisa lebih "diseriusi". Setelah membuat taman urban farming, program apa saja yang akan dikembangkan di rencana ke depan bagi kebun sayur milik Mas Venta? Terobosan yang saat ini terus saya kembangkan adalah makanan olahan dari sayuran, lalu peningkatan kualitas benih-benih selada milik Indonesia karena selama ini kami import dari Belan- da, kemudian yang terbaru adalah pengembangan pupuk hydroganic dengan kandungan 16 unsur bahan, terdiri dari kapur salah satunya. Berbeda dengan pupuk MPK tentunya, ke depannya kami akan tetap mencoba membuat semuanya berasal dari bahan alami dan sehat tanpa bahan kimia. (dby) Jika sudah panen, ada berapa kilo yang bisa dihasilkan dalam sehari/sebulan untuk per jenis tanaman? Untuk per kilonya diban- derol dengan harga berapa? Rata-rata pembeli atau pemasok berasal dari mana saja? Sehari kami dapat panen hingga 20 kilo gram sayur. Untuk harga pun beragam, ada yang Rp 30.000,00 s/d Rp 150.000,00.
  7. 7. GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/11 GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/10 KOMUNITAS NOL SAMPAH community pa yang ada di benak kalian mengenai sampah? Kotor, bau, bakteri, dan segala hal sumber penyakit ada di dalam kubangan tersebut. Cobalah kita menilik sejenak mengenai sampah tersebut karena pada kenyataannya kitalah salah satu produsen sampah yang biasa diintrepretasikan sebagai barang kotor. Percayalah, menurut Ketua Umum "Indonesia Solid Waste Associa- tion" (InSWA), Sri Bebassari (dikutip dari Antaranews.com) pada tahun 2014, bahwa produksi sampah plastik di Indonesia menduduki peringkat kedua penghasil sampah domestik yaitu sebesar 5,4 juta ton per tahun, 14 persen dari total sampah tersebut adalah berasal dari plastik. Jika memang sudah banyak produksi sampah, menga- pa tidak menguranginya? A P R E S E N T S
  8. 8. GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/13 GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/12 Tak jarang juga, Komunitas Nol Sampah Surabaya bekerjasama dengan beberapa company untuk menjalankan beberapa kegiatan mereka, “Kita pernah bekerjasama dengan BodyShop, PT Coca Cola, PT Campina Industry, dan PT Termi- nal Peti Kemas Surabaya. Yang pasti kita dapat bekerja sama dengan mereka karena kami saling memiliki CSR dan visi misi yang sama,” imbuh Wawan pada Grand Story. Dari sekian banyak program yang dilakukan oleh Komunitas Nol Sampah Surabaya, ada beberapa program yang sedang difokuskan dan menjadi harapan ke depan bagi mereka yaitu kampanye gerakan panen air hujan, dan urban farming. “Gerakan panen air hujan sendi- ri adalah kegiatan konservasi air dengan cara membuat sumur resapan, lubang resapan biopori, maupun menampung air hujan. Kegiatan ini bertujuan untuk konservasi air dengan mengembalikan air hujan ke dalam tanah sehingga dapat mencegah banjir sekaligus untuk mengolah sampah organik terutama dengan lubang resapan biopori. Sedang- kan mengapa urban farming, hal ini dilakukan untuk memanfaatkan kema- san plastik seperti plastik bekas es krim atau keranjang plastik buah-buahan untuk media menanam di kota yang umumnya kesulitan lahan. Untuk jenis tanamannya sendiri kami masih berger- ak di sayur dan tanaman toga,” ujar Wawan. (dby) Program yang dilakukan mereka pun cukup beragam, sekitar 9 program yang berjalan, yakni kampanye diet pemakaian tas plastik, gaya hidup ramah lingkungan, bahaya dari jenis-je- nis plastik bagi lingkungan dan keseha- tan manusia, daur ulang sampah bekas menjadi kerajinan tangan layak jual, pengolahan sampah organik menjadi kompos, rehabilitasi hutan mangrove melalui pemanfaatan mangrove menjadi sirup, teh, dawet, dan dodol, pendampin- gan pertanian organik lahan sempit, pendampingan Kampung Jamur Tiram sebagai upaya mengurangi dampak pemanasan global dan pengembangan ekonomi rakyat, dan pendampingan untuk mewujudkan kampung dan sekolah berwawasan lingkungan. Dahulunya, komunitas ini didirikan untuk mengubah dogma masyarakat mengenai perilaku dalam pengolahan sampah, namun seiring berjalannya waktu kegiatan Komunitas Nol Sampah berkembang tak hanya di sektor pengo- lahan sampah, namun juga kegiatan olah lingkungan hidup. “Tak disang- ka-sangka, komunitas ini juga berkem- bang menjadi perkumpulan Warga Negara Indonesia yang bergerak dalam bidang pelestarian lingkungan hidup. Tentunya ini terbuka bagi kalangan umum yang ingin belajar mengenai bagaimana menjaga, melindungi, dan melestarikan lingkungan hidup,” imbuh Hermawan Some yang biasa disapa Wawan. Hal inilah yang dilakukan oleh komunitas di Surabaya yaitu Komunitas Nol Sampah Surabaya yang bergerak di bidang lingkungan. Komunitas yang berdiri pada 21 Februari 2009 ini mem- prakarsai gerakan lingkungan di Surabaya. “Saat itu bertepatan dengan pencanangan gerakan Tanpa Kantong Plastik sekaligus peringatan hari Sampah Nasional maka kami mendak- larasikan komunitas ini,” ucap Hermawan Some, salah satu penggagas Komunitas Nol Sampah. Komunitas ini diharapkan bisa menjadi pengerakan dalam mengubah paradigma dan perilaku dalam pengolahan sampah. community
  9. 9. GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/15 communityGRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/14 ika kalian hobi berorganisasi, tak ada salahnya mencoba organisasi inter- nasional yang kemungkinan akan mem- bawa kalian pada taraf level pengeta- huan dan pengalaman lebih luas. Ya, perkenalkanlah AIESEC, salah satu organisasi kepemudaan non-profit dengan skala internasional yang berba- sis di Rotterdam, Netherlands. Tak main-main, tujuan didirikannya AIESEC adalah menyiapkan segerombolan anak muda agar siap dalam pengembangan kepemimpinan dan magang melalui program exchange experiences across the globe, dengan fokus untuk memberdaya- kan orang-orang muda sehingga mereka dapat membuat dampak positif pada masyarakat. JBerhimpun Ala Anak Muda Berskala Internasional
  10. 10. GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/16 community Dalam keanggotaannya, pemuda AIESEC Surabaya tersebar di UNAIR, ITS, UBAYA, CIPUTRA, UPN, dan UNESA. Untuk menjadi anggota AIESEC pun dibatasi hingga usia maksimal 30 tahun dan mahasiswa, dan uniknya adalah terletak pada pembagian program kegiatan berdasarkan tingkatan maha- siswa. Untuk mereka yang berada di jenjang S1 kegiatan berfokus pada youth community, sedangkan S2 dan fresh graduated lebih banyak berfokus pada internship. Program kegiatan AIESEC Surabaya rupanya beragam, tak hanya bermain di ranah exchange, komunitas yang beranggotakan 132 anak muda revolusiner ini juga melakukan kegiatan di bidang sosial dan pendidikan yakni bekerja sama dengan berbagai macam sekolah mulai dari sekolah formal sampai kegiatan mengajar non formal. Selain itu, kegiatan internal seperti training pun menjadi agenda rutin bagi program komunitas AIESEC. Untuk selanjutnya, program terdekat yang akan dilakukan oleh AIESEC adalah kompetisi internship yang akan berakhir di bulan Maret bertepatan dengan International Career Day. Kompe- tisi ini ditujukan bagi para mahasiswa yang ingin mengikuti program intern- ship di AIESEC. “Tentunya calon-calon internship akan kita uji terlebih dahulu melalui kompetisi ini, untuk rewardsnya pemenangnya akan mendapatkan secara gratis internship di luar negeri,” imbuh Dimas Januar. Organisasi ini hidup diberbagai negara secara global, mereka ada di Amerika, Eropa, Asia, dan Afrika yang saat ini telah mencapai lebih dari 70.000 volunteers di seluruh dunia, salah satu di antaranya ada di Kota Surabaya. AIESEC Surabaya pada awalnya ter bentuk tahun 2000 di Fakultas Ekonomi Universitas Surabaya (UBAYA), mendapati tingginya antusisasme anak muda Surabaya kepada komunitas ini, maka pada akhirnya tahun 2007 AIESEC resmi menjadi official AIESEC Surabaya, lepas dari Ubaya. “Hanya di kota Surabaya dan Bandung saja yang basisnya city base, yaitu nasional. Untuk di kota-kota lain nya, AIESEC bersifat seperti kegiatan UKM di kampus,” ujar Dimas Januar Perdana, Local Committee President AIESEC Surabaya. Organisasi AIESEC terbagi menjadi beberapa department yang menangani kepengurusan organiasi. Terdiri dari 9 department yakni 5 department me nangani exchange social and internship, lalu sisanya bergerak di bidang Market- ing Communication, Business Develop- ment, Finance, dan Talent Management atau HRD. Pembeda AIESEC dengan berbagai organisasi internasional lainnya adalah program exchange ini murni volunteering yang mengangkat isu-isu sosial untuk ditarik garis menjadi sebuah project, tak jarang setelah kegiatan ini peserta mendapatkan banyak kawan lintas negara, lalu secara tidak langsung peserta belajar untuk mandiri dan merepresentasikan bagaimana negara mereka masing-masing saat menjalani program exchange. GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/17 Bagaimana, nih? Sudah mulai tertarik untuk ikutan gabung organisasi kelas internasional seperti AIESEC? Langsung aja yuk main-main ke markas mereka di Jln. Barata Jaya IX No. 18, Surabaya. FYI, mereka akan mulai open recruitment anggota pada bulan April 2015 mendatang, bagi kalian yang berminat dan ingin mengetahui info lebih lanjut klik langsung di Facebook Fanpage AIESEC Surabaya atau follow twitter mereka di @AIESECSurabaya. (dby) Kemudian pada tanggal 21 Maret 2015 mendatang AIESEC Surabaya juga mengadakan Indonesia Youth To Business Forum in Surabaya yang mengajak anak-anak muda di Surabaya terutama mahasiswa untuk tergerak di bidang entrepreneur. Narasumber semi- nar akan berasal dari kalangan business entrepreneur yang akan membicarakan mengenai lifestyle-preneur, social-pre- neur, dan techno-preneur. “Program ini akan mendatangkan narasumber dari berbagai perusahaan profesional yang diharapkan dapat mengedukasi sekaligus menginspirasi anak muda Surabaya untuk berbisnis secara mandiri kelak kedepannya,” imbuh Dimas pada redaksi Grand Story.
  11. 11. GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/18 K "Jadi, jika diartikan Mojiken dapat berarti pukulan yang berkarakter dengan harapan apa yang kita hasilkan dapat nonjok, nendang gitu, bisa mem- bekas," ungkap Eka diikuti oleh tawanya. "Itu versi keren-nya dari arti Mojiken, versi gak keren-nya Mojiken itu juga merupakan sebuah singkatan dari limo siji Kendangsari," lanjutnya dengan tawa pecah ketika menjelaskan bahwa itu adalah alamat kantor mereka. Akhirnya pada Agustus 2013 Mojiken resmi berdiri sebagai sebuah game devel- oper. Dasar kesukaan dalam memainkan game akhirnya memotivasi mereka untuk pada akhirnya membuat sendiri game yang mereka inginkan. “Dari kecil aku merasa kalau aku Akhirnya ia mengumpulkan teman-teman kuliah dari Desain Produk Industri ITS seperti Elwin, Rena, Samid, Nara, Erel, dan banyak lagi lainnya yang akhirnya menjadi cikal bakal lahir nya Mojiken. Akhirnya keinginan untuk membuat intelectual property sendiri mendorong mereka untuk mendirikan Mojiken Studio. Nama Mojiken sendiri dipilih karena dasar kesukaan mereka akan game Street Fighter dan Tekken yang memiliki jurus-jurus seperti hadok- ken atau shoriuken yang akhirnya menginspirasi mereka untuk menamai start up-nya dekan nama Mojiken. Mojiken sendiri berasal dari dua kata bahasa Jepang yaitu moji yang berarti karakter dan ken yang berarti pukulan. dibesarkan dengan perkem- bangan game, jadi ngerti Bahasa Inggris juga gara-ga- ra game, dan waktu kecil sempat punya impian untuk bikin game sendiri, sekedar impian masa kecil sih, tapi ya akhirnya tercapai juga," ungkapnya. Mojiken Studio kini beranggotakan sepuluh orang dan dengan spesial- isasi-spesialisasi tersendiri yang beberapa masih merupakan seorang maha- siswa. GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/19 entrepreneur Berawal dari ketertari- kan founder Mojiken, Eka Pramudita Muharram, akan dunia game membuatnya menginisiasi sebuah bisnis yang bergerak pada bidang pembuatan game. Eka, begitu ia disapa, awalnya bekerja pada sebuah start up bernama Elven Games, sedangkan seorang partner programmer-nya juga saat itu tergabung di start up lain bernama Art Logic Games, dan beberapa anggota Mojiken juga masih menjalani studi sarjananya kala itu. reativitas anak-anak muda Surabaya yang tidak berhenti berkarya nampak pada anak-anak muda penghuni Mojiken Studio. Studio yang bergerak pada bidang game developer ini menambah semarak dunia usaha yang dirintis oleh pemuda-pemuda Surabaya. Pada suatu saat Eka yang telah mengundurkan diri dari Elven Games bertemu dengan teman programmer yang kebetulan juga telah keluar dari start up-nya berencana untuk mendirikan sebuah start up baru suatu hari nanti. Pada tahun 2013 awal, Eka mendapatkan tawaran kerjasama dari Admira Wijaya, seorang illustrator, untuk menjadi branch manager Cekidot Studio di Surabaya yang pekerjaannya adalah meng-handle illustra- tor-illustrator yang ada di Surabaya dan pada suatu saat ingin growing usahanya dengan merambah dunia game. MOJIKEN
  12. 12. GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/20 terus di tengah-tengah ngerasa kok gak fun ya, akhirnya coba bikin yang lain," kelakarnya. Mojiken seperti menumpuk proto- type game yang pernah mereka buat yang pada suatu waktu mungkin akan diselesaikan ataupun di-combine untuk meng- hasilkan game baru lagi. Mojiken juga pernah meng-handle beberapa pekerjaan yang client base entah itu dari bagian programming atau bagian art saja. Mojiken Studio sendiri mengaku tujuannya untuk tiga tahun ke depan adalah untuk sustain karena mereka tidak mau terlalu muluk dulu berkaca pada industri game nasional yang masih belum stabil. Mojiken mempunyai mimpi untuk berkembang ke depannya seperti memiliki intelectual property yang continue dan itu dapat tercapai setelah mereka melewati masa tiga tahun ke depan. Mereka juga juga memiliki mimpi sederhana yang sampai saat ini menjadi landasan dalam mereka berkarya yaitu membuat diri mereka bahagia dan membuat orang lain baha- gia. Untuk industri game di Indonesia, khususnya Surabaya, Mojiken Studio berharap industri game dapat berkembang sehing- ga para game developer tidak perlu lari ke kota atau negara lain untuk berkarya dan berkembang. Mereka ingin agar semakin banyak orang-orang yang bergerak di bidang game dan menja- dikannya menjadi sebuah berekspresi dan bereksperi- men, bukan hanya sebagai media untuk mencari uang sehingga ekosistem pengembangan game dapat terbentuk. Tips untuk para entrepreneur yang akan memulai usahanya, Mojiken berpesan bahwa yang pertama adalah passion, kemudian kenali medan, dan juga pelajari market. (crc) Tentang bisnis dunia game developer di Indonesia, Eka memberikan penjelasan bahwa bisnis game dengan model business to customer di Indonesia mungkin agak masih susah dalam perkem- bangannya saat ini karena basic orang Indonesia yang sudah terbiasa dengan game bajakan dan maunya gratisan. Lain halnya dengan model business to business, hal itu menurut nya cukup menjanjikan. ”Ya misalnya ada sebuah brand activation yang membutuh- kan sebuah aktivasi advert game untuk menunjukan kelebihan dari sebuah brand," tambahnya. Sampai saat ini Mojiken telah merilis dua buah game yaitu Vamps Revenge, sebuah web game dengan basic Flash, dan Ninja Kira Combo Showdown. Sebe- narnya mereka telah mem- buat banyak sekali proto- type game yang pada akhirnya tidak berhasil dirilis atas banyak pertim- bangan. “Ya kita bikin aja, entrepreneur GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/21
  13. 13. agara Kretagama, karya Mpu Prapanca tentang kegemilangan Maja pahit itu, konon sudah menyebut nama Bungkul sejak pertengahan abad XIV. Demikian juga Babad Tanah Djawi— kitab kisah raja-raja, dewa, petualang dan legenda-legenda, yang juga disebut sebagai ensiklopedi orang Jawa itu— lama sudah menyebut Bungkul. N Prasasti Trowulan, yang ber-tarikh 1358, bahkan menyebut Bungkul sebagai sebuah dermaga. Tentu saja Kalimas, yang ada di sebelah timur Bungkul, ketika itu memang bisa dilayari sampai jauh ke pedalaman, di ujung Tarik, Mojokerto sana. Wilayah Dermaga Bungkul, ini “dikomandani” oleh seorang tokoh, yang disebut Babad Tanah Djawi sebagai Ki Ageng Bungkul. Di masa mudanya, Ki Ageng Bungkul, bernama Ki Supo. Ia adalah putra Tumenggung Suprodiyo, dari Kerajaan Majapahit. Di usia lanjutnya, setelah perjumpaannya dengan Sunan Kalijaga, Ki Supo menjadi muslim, dan barganti nama menjadi Sunan Bungkul. Warga setempat juga sering memang- gilnya dengan panggilan Mbah Bungkul. Dan ketika meninggal dunia, Mbah Bungkul dimakamkan di area yang kini kita kenal sebagai Taman Bungkul. Di era kolonial, Belanda memban- gun kawasan Darmo dan sekitarnya sebagai area pemukiman elite. Kawasan sekitar Bungkul selanjutnya dijadikan taman dan dikenal sebagai Boengkoel Park. Makam Mbah Bungkul juga masuk dalam area taman. Bila taman yang dibangun oleh Henry Maclaine itu jadi tempat rekreasi warga Belanda, maka makam Mbah Bungkul, dengan pohon-pohon besar di sekitarnya itu, menjadi tempat ziarah warga pribumi. Taman dan makam ini terus sejalan sampai Indonesia merdeka. Tumbuh lebatnya pohon-pohon di sekitar makam yang tak beraturan sempat membuat para peziarah menga- takan Makam Mbah Bungkul sebagai tempat yang wingit (angker). Apalagi taman-taman di sekitarnya juga tak terawat dengan baik. Sampai kemudian pada 2006 pemerintah Kota Surabaya menerapkan program yang disebut GOS (Green Open Space) atau ruang terbuka hijau. Sejak itu pun Taman Bungkul berubah total sementara Makam Mbah Bungkul juga jadi semakin ramai dikun- jungi peziarah. Selanjutnya, pada 2007, pemerin- tah Kota melakukan revitalisasi Taman Bungkul dengan konsep sport, education, dan entertainment. Area seluas 900 meter persegi itu pun kini dilengkapi fasilitas skate park, BMX track, jogging track, plaza (open stage untuk live perfor- mance), akses internet (Wi-Fi ), telepon umum, green park berupa air mancur, dan area kuliner. Taman juga dilengkapi fasilitas rekreasi bagi penyandang cacat. Dengan semua ini, Taman Bungkul bisa dibilang memiliki fasilitas yang komplit bagi warga. Terlebih, semuanya gratis. Bungkul Menyimpan Harapan: Surabaya yang Silam, yang Kini, dan yang Akan Datang GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/23 GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/22 green design / photo by agung dan alfath
  14. 14. D E S I G N G R E E N Tentu saja, pengelolaan ruang publik di kota-kota besar di seluruh dunia akan selalu menghadapi dinami- kanya yang tak kenal ampun. Mening- katnya polusi, kebisingan, radiasi, maupun gangguan-gangguan sosial lain menunjukkan gambaran yang sering kali tak menyenangkan. Namun, Taman Bungkul boleh jadi sudah melangkah melebihi harapan kebanyakan kita. Penghargaan Unesco Heritage Awards for Culture Heritage Conservation pada 2011 menunjukkan hasil kerja keras yang sudah dilakukan. Begitu juga penghargaan-penghargaan internasional lain yang diterima Bungkul adalah sebuah wujud penga- kuan global terhadap upaya membuat ruang terbuka publik yang sehat dan nyaman. Memang, ada banyak cara untuk bercerita tentang Bungkul, sebuah oase di tengah hiruk pikuk Surabaya. Ada di Jalan Raya Darmo yang hijau segar, Bungkul bukan sekedar taman, sejarah, legenda, tempat ziarah, olahraga, bela- jar, atau sekadar mencicipi kulier khas, Bungkul adalah lanskap kultural. Untuk merasakannya, Anda harus datang langsung. (tec) GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/25 GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/24 green design / photo by agung dan alfath / photo by agung dan alfath
  15. 15. GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/27 PP Properti sebagai pengembang telah mengajukan sertifikasi green building ke Green Building Council Indonesia (GBCI) sebagai wujud keseriu- san mengembangkan konsep hunian ramah lingkungan. Berbagai elemen green building progress di superblock ini, seperti disediakannya taman keluarga seluas lebih dari 30% area. Ada kolam berkonsep laguna, jogging track, hingga konsep bangunan yang meminalisir penggunaan energi listrik seperti peng- gunaan lampu penerangan atau pendin- gin ruangan. Juga dukungan internet wifi dengan kecepatan tinggi. ower Caspian telah menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat, terbukti melalui pameran di Surabaya Properti Expo 2015, Tower Caspian yang dibuka dengan unit perdana yang hanya 46 unit terjual sebanyak 40 unit, sebuah apresiasi luar biasa untuk Grand Sung- kono Lagoon. Superblock Grand Sungko- no Lagoon membuka Tower Caspian yang tersedia berupa unit 1BR dan 2BR. Sedangkan Unit 3 BR private lift dengan dua view lagoon dan gunung di barat Surabaya menambah asri dan sejuknya Superblock GSL. T Permainan fasad diutamakan untuk membuat bangunan lebih memiliki karakter dan menonjol di Surabaya. Bangunan pada kawasan Grand Sungko- no Lagoon memiliki design fasad yang berbeda-beda dengan tujuan untuk mengidentifikasikan tower satu ke tower yang lain. Modul unit dibuat fleksibel untuk digabungkan dengan unit di sebelahnya dengan tujuan ruang dalam arsitektur dapat memenuhi permintaan pasar tetapi tetap memiliki batasan atau boundary dari segi struktur. PT. PP Contructions & Ivestment dalam progress basement Tower Venetian yang akan dilanjutkan kepada progress venetian secara keseluruhan dalam 2015 ini. Tower crane yang sudah terpa sang merupakan langkah awal GSL dalam melakukan proses pembangunan kawasan superblock. Dengan kapasitas 513 unit didukung fasilitas smart home (automatic control for security, lighting, dan AC), outdoor and indoor swimpool, private lift (Special unit 3 BR), leasing team after sales service, dan pocket garden merupa- kan sebuah wujud nyata dari PP. Properti sebagai developer dari superblock Grand Sungkono Lagoon (GSL). Diambil dari nama sebuah laut di Rusia, Caspian, nama ini dianggap merepresentasikan tower ke-2 dari sebuah kawasan yang berkonsep sustainable design dalam Grand Sungko- no Lagoon. Berdiri diatas sebuah lifestyle mall yang di-design untuk memenuhi kebutuhan fisik maupun sosial masyarakat Surabaya. GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/26 ADVERTORIAL GSL T O W E R C A S P I A N Menjadi Incaran Masyarakat Surabaya
  16. 16. GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/28 Grand Sungkono Lagoon adalah superblock yang berlokasi selangkah dari gerbang tol Satelit-Surabaya Barat. Selain posisinya berada di kawasan CBD Surabaya, GSL menyuguhkan 6 unsur element hidup: be healthy, be enter- tained, play, connected, doing business, and socialize. 6 Aspek Green Building di kawasan ini diwujudkan melalui: GSL menyediakan sarana untuk pedestrian, akses komunitas, bicycle rack, landscape dan hardscape, serta storm water management. ADVERTORIAL GSL • Appropriate site development: GSL mengurangi pemakaian air dari sumber primer (PDAM dan deep well) melalui efficient water fixture dan rain water harvesting, recycle water, serta alternative water resource dan water efficiency landscaping. • Water conservation: GSL menggunakan material non CFC pada pengatur suhu ruangan dan menggunakan material yang memiliki sertifikasi hijau. • Material resources dan cycle: 80% manusia hidup dalam ruangan, sementara konsentrasi polusi bisa mencapai 10-100 kali lipat daripa- da luar ruangan yang disebabkan venti- lasi yang buruk, kontaminasi zat kimia dari dalam ruang seperti asap rokok, pencemaran material bangunan, suhu kelembaban udara, dan pencahayaan tak memadai. Untuk menghindari hal itu, GSL menerapkan penerangan yang memenuhi syarat dan suhu nyaman. • Indoor health quality: GSL menerapkan desain fasad yang memudahkan cahaya matahari masuk melalui reflector pada sun shading, sehingga menciptakan pencahayaan ruang yang alami. • Energy efficiency and conservation: GSL memiliki instalasi pengolah sampah dan composting, serta pengelo- laan limbah konstruksi. Dengan berbagai kelebihan di atas, memilih Gran Sungkono Lagoon sebagai hunian atau investasi adalah salah satu langkah tepat. (Dira) • Building environment management: GRAND STORY MAGZ / LIVE LIFE LOVE / 29
  17. 17. GRAND STORY MAGZ / LIVE LIFE LOVE / 31 GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/30 Dalam suasana penuh makna dan cinta, PT. PP Properti, Grand Sungkono Lagoon memanjakan para tamu unda ngan dan customer dengan suguhan spesial yaitu food parade. Diiringi oleh solo saxophone dengan irama soft jazz mengingatkan kita dengan album Kenny G & Dave Koz. Hiburan dilanjut dengan solo kid violin oleh Marsha, sang violist cilik asal kota Surabaya ini mengiringi para tamu menikmati sajian luar biasa dari Shangrilla Hotel malam itu. Dalam rangkaian acara tersebut, PT. PP Properti juga memberikan award “The Best Loyal Customer 2014” kepada 2 customer Grand Sungkono Lagoon, Ibu Juliawati dan Ibu Indahwati Budiman sebagai bentuk apresiasi yang luar biasa dalam kontribusi positif mereka terhadap Grand Sungkono Lagoon. eri kecil cantik menyambut hangat para tamu dengan memberikan setangkai bunga sebagai ungkapan terima kasih dari PT. PP Properti atas kepercayaan customer memilih Tower Venetian sebagai hunian yang ideal dan nyaman untuk masa depan lebih baik. Acara yang berdurasi selama kurang lebih 4 jam ini disuguhkan oleh Grand Sungkono Lagoon dan berlangsung di Grand Ballroom Shangrilla Hotel Surabaya pada 11 Februari lalu. Kondisi hujan yang cukup deras malam itu tidak menggangu keberlangsungan acara yang berjudul "The Great Love" ini. Dipandu oleh MC yang luar biasa, Ivan dan Meity, mereka mampu menghidup- kan suasana event sejalan dengan antusiasme para tamu yang berbon- dong-bondong datang malam itu. Kemeriahan acara tidak berhenti sampai di situ, para tamu undangan juga dapat menikmati romantic LED dance oleh Daniel & Lisa, tarian cahaya dari lilitan LED yang penuh pesona dan romantis itu menghipnotis para undan- gan. Hingga sampai di penghujung acara, rangkaian The Great Love oleh Grand Sungkono Lagoon malam itu ditutup dengan epik oleh hiburan Sand Painting Show bertajuk GSL Superblock Development with Love yang begitu luar biasa, memberikan keyakinan dan menambah kepercayaan para tamu undangan dan customer terhadap PT. PP Properti dan juga Grand Sungkono Lagoon atas komitmen mereka dalam men-develop kawasan superblok dengan penuh kasih sayang, sungguh luar biasa dan penuh makna. (RK15) P ADVERTORIAL GSL Great Love for Customer Grand Sungkono Lagoon
  18. 18. GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/32 events inggu pagi tanggal 18 Januari lalu, teman-teman dari AIESEC Surabaya mengadakan sebuah event menanam mangrove bersama yang bertajuk Mangrove Planting di Kawasan Ekowisa- ta Mangrove Wonorejo Surabaya. Melalui event ini, AIESEC Surabaya mengajak teman-teman pelajar dan mahasiswa untuk membuktikan aksi peduli lingkungan dengan secara langsung beraksi menanam mangrove bersama komunitas dan mahasiswa asing. Lewat kegiatan ini AISEC mengajak para pemuda yang berdomisili di Surabaya untuk lebih sadar untuk lebih peduli pada lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga sedikit memperkenal- kan bahwa ternyata ada sisi lain Kota Surabaya yang berupa kawasan mangrove. Peserta Mangrove Planting berjumlah sekitar seratus orang yang berasal dari beberapa komunitas, kampus, mahasiswa asing, dan beberapa partisipan umum. (crc) GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/33 M ebuah gerakan yang bernama Greenmap atau yang dikenal sebagai Peta Hijau hadir di Surabaya (18/1) lalu, tepatnya di Kebun Binatang Surabaya. Komunitas yang bergerak di bidang tata ruang dan kota ini berusaha memperbarui KBS (Kebun Binatang Surabaya) menjadi sebuah tempat yang kembali layak untuk dikunjungi bagi warga Surabaya. "KBS dipilih karena kami ingin bahwa KBS tidak hanya dicintai oleh warga Surabaya saja, namun juga dicintai oleh warga Indonesia,” ucap penggagas Greenmap Surabaya Ibu Retno Hastijanti. Kegiatan ini diikuti oleh Green Map Indonesia, beberapa siswa SD dan SMA SAIMS, Komunitas Sayap Surabaya, Tata Matra Surabaya, beberapa mahasiswa dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, ITS, Petra, serta perwakilan dari KBS tersebut langsung terjun mengamati dan memetakan segala hal yang dijumpai di kebun binatang terbesar dan terlengkap di Asia Tenggara. Green Map ini berfungsi agar masyarakat memiliki pengetahuan mengenai apa saja yang ada di lingkungan sekitarnya agar mereka dapat mengetahui apapun yang ada di dalamnya sehingga mereka siap dan mengerti tentang apa yang harus dilakukan terhadap setiap fenomena yang terjadi. ourney adalah sebuah pameran yang digagas oleh mahasiswa Jurusan Desain Komunikasi Visual ITS dengan karya yang berpusat pada tugas-tugas mahasiswa tingkat satu dan dua. Journey yang sempat vakum setahun kemarin dikarenakan beberapa hal akhirnya kembali dilanjutkan kembali dengan edisi keempatnya yang bertajuk Journey Evolution 2015. Eksibisi karya yang belokasi di Perpustakaan Bank Indonesia pada tanggal 3-4 Januari lalu berhasil menar- ik minat pengunjung untuk dapat menikmati acara. Journey yang bermak- na sebuah awal perjalanan seorang mahasiswa Desain Komunikasi Visual dari tahun pertama sampai tahun kedua yang merupakan embrio awal perjala- nan mereka ke depannya sebagai seorang graphic designer di masyarakat. J S events GREENMAP PETA HIJAU KEBUN BINATANG SURABAYA MANGROVE PLANTING Journey Evolution ini bertujuan sebagai ajang unjuk gigi mahasiswa-mahasiswa tingkat awal DKV ITS agar memiliki rasa percaya diri menghadapi audience dan menerima apresiasi, tanggapan, masukan, maupun kritik secara langsung. Eksibisi kemarin dimeriahkan pula oleh live graffiti dari Romi, akustikan dari mahasiswa Despro ITS, Pathetic Experience, Taman Nada, dan video mapping performance oleh Lazy n More. Ada pula workshop tentang ilustrasi, digital coloring, dan craft. Karya yang dipamerkan berjumlah 60 yang merupakan karya tugas mahasiswa dari semester satu sampai empat dan telah melalui sistem kurasi terlebih dahulu. Penyelenggara berharap agar ke depannya para pelaku industri kreatif, terutama dunia grafis, dapat lebih dihargai dan diapresiasi dengan layak, baik secara moral maupun materi. (Crc) JOURNEY EVOLUTION 2015
  19. 19. anggal 9 Februari kemarin JW Marriott mengadakan sebuah press confrence dalam rangka memperkenal- kan Mr. Silvano Dressino sebagai Gene ral Manager yang belum lama ini memu- lai berkarir di Surabaya. Mr. Silvano Dressino yang telah 18 tahun berkarir di jaringan Marriott Internasional merupa- kan seorang pria berkebangsaan Jerman dengan berbagai prestasi yang telah banyak didapatkannya. Dalam event tersebut hadir pula pakar food and beverage JW Marriott seperti Mr. Gaurav Saxena yang merupa- kan Director of Food and Beverage yang memperkenalkan menu-menu spesial valentine's day seperti bouillabaisse de provencesup dengan isi prawn, fish ball dengan cita rasa khas masakan Perancis dan main course juste nous deux tidak ketinggalan appetizer chou a la creme, selain set menu valentine JW Marriot juga menyiapkan set menu imlek dan Chef Simon Li selaku Executive Chinese Chef yang meperkenalkan nian gao yang merupakan sebuah makanan tradisi yang dimakan menjelang Imlek disertai dengan cara makannya menurut tradisi asli. Selain nian gao, Chef Simon Li juga memperkenalkan sebuah tradisi Imlek bernama yu sheng yang dipercayai memiliki arti khusus seperti mendatangkan kesehatan, kesuksesan, serta panjang umur. Event ini dilangsungkan pada dua restoran terna- ma JW Marriott Surabaya yaitu Vis a Vis Restaurant dan Tang Palace Chinese Restaurant. (crc/tect) T lobal Game Jam adalah event game jam atau pembuatan game terbesar di dunia yang terjadi di seluruh dunia pada lokasi-lokasi yang tersebar dengan waktu pembuatan selama 48 jam. Untuk tahun ini Global Game Jam diikuti oleh 28.837 orang yang terdaftar dalam 518 jam situs di 78 negara dengan jumlah game yang diproduksi berjumlah 5.438 game. Event ini tak ketinggalan pula ikut diselenggarakan di Surabaya pada tanggal 23-25 Januari kemarin di Universitas Ciputra lantai 5. Global Game Jam memiliki tema tersendiri pada tiap tahunnya, tema yang akan diaplikasikan dalam media game tersebut hanya akan diberitahukan pada hari pelaksanaan event. "Jadi bener-bener peserta itu kosongan waktu datang, hanya membawa diri sama tools untuk membuat game saja," terang Eka Pramudita Muharram selaku ketua penyelenggara. Di Indonesia, Global Game Jam 2015 diselenggarakan serentak di delapan wilayah antara lain Yogyakarta, Depok, Bandung, Bogor, Semarang, Surabaya, Jakarta, Malang, dan Bali. GGJSUB15 terselenggara berkat kerjasama Jurusan Visual Communication Design dan Jurusan Information and Multimedia Technology Universitas Ciputra serta komunitas GADAS (Game Developer Arek Suroboyo). (crc) erhasil dengan keramaian dan kesuksesan acara tahun lalu, “Trend Moslem Beauty Expo 2014”, tahun ini Artpro Event Organizer bekerjasama dengan Hijabee Surabaya menyelenggarakan event muslim untuk kedua kalinya, namun tahun ini ada yang berbeda dari nama acaranya, yaitu Indonesia Moslem Expo & Islamic Tourism 2015.“Untuk tahun lalu kita kan memakai kata beauty, dan beauty sendiri khas dengan perempuan, sedangkan fashion tidak melulu untuk perempuan, tetapi juga mencakup kaum laki-laki, maka acara tahun ini kita buat lebih umum,” ungkap Cinthya Safira, ketua acara sekaligus perwakilaan komitee Hijabee Surabaya. Terdapat sekitar 50 tenant dan stand yang menjual berbagai produk seperti produk fashion, makanan, hingga promo travel meramaikan Grand City Convex. Selain dapat berbelanja berbagai produk muslim, juga terdapat berbagai acara di setiap harinya. Diselenggarakan Hijabee Model Hunt Competition dengan tema cute pastel, mini concert Indah Nevertari, talkshow oleh putri dari AA Gym yang juga sebagai hijab blogger dan desainer yaitu Ghaida Tsyuraya, serta bincang-bincang bertajuk an evening with Dewi Sandra. (ocl) GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/34 G B GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/35 events GLOBAL GAME JAM 2015 INDONESIA MOSLEM EXPO & ISLAMIC TOURISM 2015 ADVERTORIAL JW MARRIOTT SURABAYA
  20. 20. GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/36 "Kemarin ada sharing dari temen-temen Move, kebanyakan mereka itu disuruh tampil untuk display event aja, cuma duduk-duduk aja," lanjutnya. Dengan adanya event ini ia berharap agar komunitas Vespa moderen dapat berkegiatan positif dan saling berbagi cerita serta pandangannya terhadap kota ini khususnya. Selain bertujuan untuk membesarkan komunitas Vespa moderen yang ada di Surabaya, dalam jangka panjang event ini diharapkan dapat menjadi pondasi salah satu move- ment Surabaya sebagai kota urban. umat sore, 9 Januari lalu, pelataran Champion Cafe tampak ramai riuh oleh beberapa kegiatan anak muda. Diiringi oleh alunan musik dari DJ tampak berderet rapi puluhan modern Vespa dari komunitas Move Surabaya. Acara yang digagas oleh Submission ini bertujuan untuk memfasilitasi komuni- tas Vespa moderen agar berani unjuk gigi atas keberadaan komunitasnya di Surabaya. Bisma, selaku ketua panitia Pimp My Vespa, menyatakan bahwa keberadaan komunitas modern Vespa memang jarang ter-blow up dibanding- kan dengan saudara tua mereka yaitu classic vespa. "Kenapa gak coba kita blow up aja ke masyarakat. Padahal antusias- menya sudah banyak, Surabaya kan juga termasuk kota urban," pungkasnya. Event ini tidak hanya berpusat pada kegiatan bersenang-senang dan nongkrong belaka karena di dalamnya terdapat beberapa kegiatan menarik yang dapat dilakukan oleh para pelaku komunitas modern Vespa ini. J GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/37 events events PIMP MY VESPA Untuk ke depannya, Submission selaku penggagas acara mengharapkan agar pergerakan anak muda di Surabaya dapat lebih nyata dan anak muda dapat leluasa berkarya lebih keren lagi, lebih kejar bola, dan lebih open dengan beberapa karakteristik anak-anak komu- nitas yang ada di Surabaya, serta lebih guyub. Lebih ke depan lagi, diharapkan agar Surabaya bisa lebih dikenal oleh kota-kota lain dari movement anak muda yang ada dan untuk membangun kota ini. (crc) Selama Stage Blueprint berjalan puncak kemeriahan terjadi saat Kola borasik mulai naik panggung, sebuah proyek yang dikonsep untuk mengum- pulkan beberapa personil band Suraba- ya yang masih aktif menjadi satu grup music untuk memainkan kembali lagu-lagu dari band-band pendahulu mereka yang sempat menjadi hits pada jamannya. Tapi, salah satu hal yang cukup menggoda adalah listening station yang terdapat di dekat pintu masuk area pameran, Guilty Pleasure Collective dan Burlesque-lah yang memamerkan koleksi mixtape dan rilisan fisik berupa kaset tape yang cukup langka. (atthur) Event ini tidak hanya mengundang para anggota komunitas Move karena diundang pula beberapa entrepreneur yang bisnisnya masih berhubungan dengan Vespa moderen baik secara fungsi maupun lifestyle seperti barber shop, spare part selling, Vespa wrapping, dan lain sebagainya. Beberapa kegiatan yang terdapat dalam Pimp My Vespa anatara lain sunset riding, free haircut, Vespa wrapping, bid and win Vespa parts, dan games. Event ini juga dimeriahkan oleh DJ performance dari Le Diamant, Sub-Genetic, PXP, dan female DJ Zoai. al yang menarik kembali muncul di kota kita tercinta Surabaya. Pameran yang diciptakan dan dikemas dengan baik oleh sebuah kelompok yang berna- ma HYPEAST ini bernama Stage Blueprint. Stage Blueprint ini tidak seperti kegiatan pameran pada umumn- ya yang pernah kita temui. Layaknya nama yang mereka gunakan, Stage Blueprint mengisahkan kita tentang bagaimana sebuah band dapat tercipta dan bahkan bertahan lama. Terletak di area belakang Oost Kafe acara ini diramaikan oleh beberapa komunitas kreatif di sekitar Surabaya dan beberapa pelaku-pelakunya. Dipamerkan artwork yang dari band-band Surabaya sampai luar negeri yang semuanya adalah hasil kreatifitas para arek-arek Suroboyo, seperti Ilham Tks Lowskill, Bodilpunk, Abudinata, Andreassuluh, dan lain-lain yang namanya tidak asing lagi terutama di kalangan skena musik Surabaya. STAGE BLUEPRINT H
  21. 21. ulanya, acara ini hanyalah sebagai pembukaan dari suatu acara bernama Videowork di tahun 2009, dengan beragam respon positif yang didapat akhirnya Waft-lab menggarap acara ini agar bisa berdiri di atas namanya sendiri. Di pertengahan bulan Desember 2014, Electrowerk ke-5 akhirnya diadakan, acara yang teragen- da setahun sekali ini berlangsung dengan beragam acara yang disuguhkan mulai dari workshop juga kuliah umum di beberapa kampus di Surabaya. Event yang berawal dari inisiatif empat himpunan jurusan tersebut yang memilik keinginan untuk berkolaborasi dalam sebuah kegiatan yang mengang- kat sebuah isu di perkotaan. Dari keem- pat jurusan tersebut maka ditemukan titik potong berupa urban art. "Dari situ kita coba untuk mengangkat potensi yang dimilik para street artist Surabaya dengan berbagai problematika yang ada. Kami mencoba untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Surabaya tentang semangat yang tergantung dalam urban art terlepas dari stigma vandalisme yang melekat," ungkap Harzha Syafarian selaku salah satu penggagas event ini. Event ini diharapkan pula dapat memberi pendangan kepada para bomber pemula pada khususnya agar tidak terjun serta merta ke dalam vandalisme membabi buta yang selain justru memperburuk citra street art, juga dapat merusak keindahan kota di sisi lain. Imbuhnya, Harzha menambahkan agar event ini dapat menjadi membuka pandangan masyarakat dan juga para pelaku street art bahwa street art juga dapat berperan dalam memajukan dan memperindah kota. (crc) M ELECTROWORK GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/39 GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/38 events URBAN ART FEST ebuah event bertemakan seni urban diinisiasi oleh mahasiswa-maha- siswa himpunan dari tiga jurusan di ITS yaitu Arsitektur, Desain Produk Industri, Desain Interior, dan Planologi. Event yang diselenggarakan di Ketabang Skate Park & BMX ini berintikan sebuah graffiti workshop yang di-tutor-i oleh Tank yang merupakan bomber senior dan tergabung dalam kelompok SAS (Street Art Surabaya), Doninod, BGRK, dan DJE atau Djayanti Aprilia. Mereka adalah pelaku street art atau yang lebih dikenal dengan istilah bomber yang berdomisili di Surabaya. S Selain workshop oleh speaker terse- but, event ini juga mengajak para peser- ta yang berjumlah puluhan untuk ikut menggambar bersama pada media-me- dia yang telah disediakan. Walaupun cuaca tampak tidak bersahabat siang itu pada 31 Januari, karena mendung sudah nampak dari pagi hari, tetapi event tetap berlangsung secara meriah dan kondu- sif. Benar saja, di tengah-tengah sesi menggambar hujan turun dengan derasnya, akan tetapi antusiasme peser- ta tetap tinggi tidak terpengaruh oleh volume hujan yang turun dan acara tetap berlangsung, bahkan turunnya hujan justru dianggap sebagai bagian dari pendukung suasana kala itu.
  22. 22. ebuah event tahunan yang diselenggarakan oleh mahasiswa Jurusan Desain Produk Industri ITS bertajuk 1001 Ide kembali diselengga- rakan tahun ini. Bertempat di Galeri AJBS Surabaya, pada tanggal 6-7 Febru- ari 2015. Pameran yang menitikberatkan pada eksibisi karya mahasiswa baru yang tergabung dalam komunitas intern kampus ini mampu menyedot perhatian masyarakat, terbukti dari jumlah pengunjung yang tercatat melebihi 1.500 pengunjung dalam dua hari. S juga ikut terlibat antara lain JB43, Serikat Mural Surabaya, FODA (Full of Doodle Art), Pena Hitam, Ukafo, dan Click ITS. Pada puncak acara terdapat penampilan yang paling ditunggu-tunggu yaitu soft opening Ide Art 2015. Perpaduan permainan antara video mapping, teatri- kal, dance, dan beberapa kejutan-kejutan tak terduga dari panitia Ide Art 2015 sukses membius audiens yang hadir, sekaligus sebagai pemberitahuan bahwa Ide Art 2015 akan segera dimu- lai. Soft opening Ide Art 2015 juga menandakan dimulainya pendaftaran lomba yang diselenggarakan sebagai salah satu dari rangkaian acara antara lain lomba desain furnitur, desain sepatu, desain ilustrasi kaos, desain ilustrasi post card, dan desain mobil masa depan. Untuk lebih lanjut informa- si lomba dapat ditelujuri melalui official twitter dan instagram Ide Art 2015 di @ideart2015 dan pada facebook ide art 2015. (crc) menghadirkan beberapa speaker untuk talk show dan workshop sebagai bagian dari rangkaian acara. Ada presentasi dari komunitas yang ikut meramaikan event, baik komunitas intern maupun ekstern, talk show dari OYS, DIY, Mojiken Studio, serta workshop dari Yubiyami dan Jago Lipat. 1001 Ide Revolutia juga dimeriah- kan oleh penampilan Selazar, sebuah komunitas dance Desain Produk Industri ITS, serta fashion show dari Kucing Jalan yang merupakan sebuah komunitas fashion intern kampus. Selain itu tidak kurang juga pengunjung dihibur oleh penampilan-penampilan band antara lain String Swing, Markas Sementara, Out of The Earth, Conferse, dan Senand- ung Sore. Total karya yang dipamerkan berjumlah lebih dari 150 karya yang berasal dari komunitas-komunitas intern Desain Produk Industri ITS antara lain KOI (ilustrasi manual), Ruang 109 (experi- mental art), Kufi (kaligrafi), VOW (vector art), Mata Satu (fotografi), Gambar Gerak (video), Toys (figure toy), Main Hati (game creation), Craft (kerajinan tangan), Tipografi, Digicol (digital coloring), Kokoro (komik), dan Kucing Jalan (fa shion). Beberapa komunitas Surabaya GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/41 GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/40 events Mengusung tema Revolutia, panitia eksibisi ini menyulap dekorasi venue sesuai dengan tema. Pun demikian juga pada karya-karya yang dipamerkan pun sejalan dengan garis merah tema yang diangkat. Pemilihan tema ini, menurut Irfandaris Saputra selaku ketua panitia, mengacu pada keselarasan tema event akbar dua tahunan dari jurusan ini yaitu Ide Art 2015. 1001 Ide Revolutia ini sejatinya merupakan sneak peak teaser acara Ide Art 2015 yang memiliki tema Indonesia 2045 dengan opening act yang terselenggara di hari kedua eksibisi. Selain acara utama berupa eksibisi karya, terutama dari mahasiwa-maha- siswa baru, 1001 Ide Revolutia juga 1001 IDE : REVOLUTIA
  23. 23. Pada milenium pertama, para leluhur kita dapat membangun candi Borobudur yang merupakan candi terbesar di dunia, pada milenium kedua, Kerajaan Majapahit merupakan pelaku penting dalam perca- turan dunia. Memasuki milenium ketiga, apa yang bisa diperbuat oleh Indonesia? Apakah Indonesia akan dilirik oleh negara‐negara lain hanya sebagai negara yang kaya sumber daya alamnya untuk dieksploitasi, atau sebagai negara berpen- duduk banyak dan merupakan pasar potensial bagi produk‐produk mereka?” - Gita Wirjawan at The International Conference on Futurology, 2011 Isu 2045 menjadi sangat hangat berkenaan dengan masa depan Indone- sia yang notabene dipegang oleh paramuda nantinya, sebuah tanggung jawab besar yang harus dilaksanan oleh anak muda rupanya. Lalu, bagaimana caranya agar di tangan anak muda inilah Indonesia bisa lebih maju ke gerbang global? Menurut Mark Yoshua Widjaja, sebagai anak bangsa yang bergelut di bidang desain otomotif, Mark berusaha meyakinkan kita sebagai anak muda harus dapat mengikuti passion. “Menen- tukan langkah adalah sebuah investasi. Karena ketika kita membuat rencana ke depan, kita memilih sebuah prioritas hidup mana yang akan berdampak baik untuk ke depannya,” ujar Mark. Pria lulusan Desain Produk Industri ITS ini juga menuturkan bahwa anak muda tidak boleh malas ketika mereka menjalani passion mereka, karena itu adalah penghambat. Suasana bincang santai IDE ART 2015 serentak berubah menjadi gemuruh riang ketika Keenan Pearce memulai sharing, di sudut kanan dan kiri para penggemar mulai memekikkan nama dari kakak kandung Pevita Pearce tersebut. Diawali dengan membuat sebuah platform tourism, kini Keenan aktif berkarya di salah satu projeknya Euphoria Project Jakarta yang bergerak di platform culture, fashion, art, lifestyle, and business yang di-mixed together dalam sebuah event. Menurut Keenan Pearce, paramuda nantinya diharapkan dapat menjadi masyarakat yang kreatif dan inovatif. Di sela bincang santai, Walikota Tri Rismaharini turut hadir untuk memberi- kan argumennya mengenai isu 2045 yang berkesinambungan dengan peningkatan mutu industri kreatif. Bagi wanita berkerudung ini, anak muda diharapkan dapat memberikan sebuah kontribusi, tak usah terlalu massive, tak perlu bisnis berskala raksasa, cukup dengan industri kreatif yang selalu update, memiliki ide fresh, dan tentunya bersifat continue seiring berkembang nya zaman. Risma juga mengungkapkan, bahwa dirinya sedang mencoba mengembangkan industri kreatif per-film-an di Surabaya yang hingga saat ini masih kurang dilirik dan diper- hatikan. “Semoga dengan adanya IDE ART 2015 ini, akan banyak lahir bibit- bibit pelaku industri kreatif Surabaya yang benar-benar berkualitas dan dapat go internasional,” imbuh Risma pada redaksi Grand Story. (dby) GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/43 GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/42 events Milenium ketiga? Ya, jika dihitung dari sekarang adalah 30 tahun ke depan kita memasuki masa milenium ketiga yaitu pada 2045. Tahun di mana Indone- sia diprediksi akan menempati 6 besar negara dengan kondisi ekonomi yang ideal. Isu seksi ini diangkat oleh kawan-kawan mahasiswa Jurusan Desain Produk Industri dan Desain Interior ITS Surabaya dalam acara Bincang Santai IDE ART 2015, dengan tema “Let Design Build The Future” yang banyak membahas mengenai sektor ekonomi Indonesia khususnya industri kreatif. Dihadiri oleh Tri Rismaharini (Walikota Surabaya), Keenan Pearce (Pelaku Industri Kreatif), dan Mark Yoshua Widjaja (Chief Designer Industri- al Design Dept. Research & Develop- ment Directorate in Daihatsu) pada Minggu (8/2) lalu di TS Suite Sutos Surabaya. Acara ini dihadiri kurang lebih 150 peserta dari kalangan umum. BINCANG SANTAI IDE ART 2015
  24. 24. GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/44 Keberadaan manusia saat ini hampir seperti sudah tidak dapat dipisahkan dengan konteks dunia perkotaan. Sayangnya, urbanisasi terha- dap lingkungan perkotaan seringkali dijadikan “tersangka“ yang bertanggung jawab atas permasalahan-permasalahan baik sosial maupun lingkungan yang terjadi. Terdapat kemungkinan bahwa efek-efek yang merusak tersebut terjadi akibat adanya hubungan yang tidak harmonis antara budaya bekerja masyarakat perkotaan tersebut dengan lingkungan alam di sekitarnya. Inilah yang mendasari mengapa masyarakat perkotaan tetap membutuhkan kedekat- an yang harmonis terhadap lingkungan alami yang menyehatkan. Salah satu solusi pemenuhan kebu- tuhan ini tidak lain adalah taman kota. Taman kota sebetulnya merupakan sebuah ruang terbuka yang dapat mengintegrasikan antara lingkungan, masyarakat, dan kesehatan di lingkun- gan perkotaan dengan mempromosikan sebuah pendekatan ekologis terhadap kesehatan dan kesejahteraan manusia yang didasari pada kontak dengan alam. Selain itu, taman kota juga bermanfaat secara lingkungan, estetis, rekreasi, psikologis, sosial, serta ekonomis bagi masyarakat perkotaan. Namun idealisme mengenai konsep awal pembentukan taman kota ini tampaknya sudah sema- kin kurang disadari oleh masyarakat perkotaan masa kini. Langkah ini diambil oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya dikarenakan kawasan tersebut belum tersentuh dengan penataan kota yang selama ini hanya terfokus di area Taman Bungkul dan sekitarnya. Perlunya penantaan di sekitar area sungkono di karenakan daerah tersebut merupakan pintu masuk wisatawan baik domestic maupun international yang datang ke kota Surabaya dari akses pintu toll satelit ke tengah kota Surabaya. Lang- kah ini perlu dukungan dari semua masyarakat kota sehingga dalam progress kemajuan Kota Surabaya dapat segera terwujud. Tentunya perapihan ini akan memberikan kesan nyaman dan aman ketika melewati kawasan terse- but. (chw) Surabaya Memiliki Satu Lagi Taman Kota GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/45 greenship Untuk itu diperlukan adanya suatu pemahaman kembali mengenai peran penting taman kota yang diperuntukkan bagi seluruh komponen masyarakat kota. Pemahaman kembali ini, yang terwujud dalam konsep reposisi taman kota, tidak saja hanya sebatas wacana komunikasi saja, melainkan juga melalui pendidikan lingkungan serta pemfasili- tasan melalui perancangan taman kota tersebut. Di dalam proses reposisi taman kota juga diperlukan adanya penyesuaian terhadap konteks nilai-nilai lokal budaya masyarakat perkotaan setempat, sehingga nantinya dapat menghasilkan perancangan taman kota yang optimal. Kesemua proses ini pada akhirnya diharapkan dapat menjadikan taman kota sebagai ruang publik yang dapat membentuk budaya sehat kolektif bagi masyarakat perkotaan khususnya kota Surabaya. Dalam kesempatan yang baik ini, daerah Mayjend Sungkono akan di- progress sebuah taman kota dengan tajuk "Taman Sungkono" yang merupa- kan progress dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan kota Surabaya yang akan membuat perubahan dalam penataan kawasan Sungkono dengan pemugaran di akses pintu toll satelit untuk mem- berikan tampilan baru dengan adanya air mancur kota dan perapihan sepan- jang area depan McD hingga ke dalam Jl. Abdul Wahab Siamin (Bukit Mas) hingga Golden City Mall. -7.289571,112.706821 Titik Koordinat:
  25. 25. GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/47 GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/46 HANGOUT PLACE Kaza Bowling Alley yang memiliki 18 lane atau lintasan ini beroperasi setiap hari, untuk hari Senin-Jumat buka mulai pukul 10 pagi dan tutup sampai pukul 1 dini hari. Namun untuk weekend, arena bowling ini tutup hingga pukul 2 dini hari. Arena bowling ini tak pernah sepi dari pengunjung, terutama saat weekend tiba, selain pengunjung umum yang berdatangan, arena ini juga padat untuk tempat latihan maupun untuk turnamen para atlit anggota PBI (Persat- uan Bowling Indonesia) dan beberapa klub bowling di Surabaya yang sampai saat ini masih eksis, seperti Bowling Club AJBS, BC Marina, BC Wijaya, BC Kahong, BC Pakuwon, dan beberapa klub lainnya. KAZA BOWLING ALLEY Satu-satunya di Surabaya ebagai satu-satunya arena olah raga hiburan bowling yang berada di Kota Pahlawan, Kaza Bowling Alley menjadi salah satu jujugan wajib sebagai tempat hang out sehat untuk bermain sekaligus berolah raga bagi para pecinta bowling. Arena yang berlo- kasi di Lantai 3 area pusat perbelanjaan Kapas Krampung Plaza (KAZA) ini sudah hampir 2 tahun beroperasi, terhitung resmi dibuka sejak bulan April tahun 2013 lalu. Kehadiran Kaza Bowling diharapkan dapat mengobati pencinta bowling Surabaya yang selama ini harus berlatih di luar Surabaya, karena kurang lebih 4 tahun kemarin terhitung dari tahun 2009-2013 Kota Surabaya tidak memiliki arena bowling, sehingga Kaza Bowling Alley diharapkan dapat dijad- ikan tempat latihan dan memajukan olah raga bowling di Surabaya dan Jawa Timur. S Selain ramai diminati oleh para pecinta bowling untuk umum, atlit, maupun klub, dan juga event turnamen, Kaza Bowling Alley juga ramai untuk kalangan pelajar. “Alley kita juga digunakan sebagai tempat ekstrakuliku- ler beberapa sekolah, total sudah ada 5 sekolah yang memakai arena kita untuk kegiatan tersebut,” ujar Desry Nuryanti selaku Kepala Administrasi Kaza Bowl- ing Alley. Bagi para pelajar, Kaza Bowl- ing Alley menyediakan promo khusus, untuk hari Senin-Jumat mulai pukul 10 pagi hingga 6 sore, harga untuk 1x game dengan 20x lemparan dibandrol seharga Rp. 22.000,00 saja, sudah temasuk dengan sepatu. Sedangkan setelah pukul 6 sore kembali ke harga normal seharga Rp. 27.500,00. Sedangkan untuk umum, promo pagi dibandrol Rp. 25.000,00, dan malam RP. 30.000,00. Untuk weekend harga normal untuk pelajar maupun umum seharga Rp. 33.000,00 untuk 1x game. Selain area bowling, Kaza Bowling Alley ini juga memiliki arena billiard, dengan total 32 meja. Harga untuk permainan billiard untuk pelajar dengan batasan umur minimal pelajar SMP, hanya Rp. 30.000,00 saja sudah dapat menikmati 2 jam permainan, sedangkan untuk umum hanya Rp. 33.000,00, harga tersebut berlaku untuk hari Senin-Ju- mat. Sedangkan untuk weekend diband- rol seharga Rp. 27.500,00 untuk 1 jam permainan. Bagi para pecinta olahraga, Kaza Bowling & Billiard Alley ini menja- di jujugan yang sangat tepat untuk hang out sehat. Let’s bowl! Let the good times roll! (ocl)
  26. 26. GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/49 Selain mengajar, berkarya, diselingi dengan mengikuti pameran-pameran, beberapa persen hidupnya juga disokong oleh comissioned work, atau memperjual-belikan hasil karyanya. Beberapa client Thomas berasal dari luar negeri antara lain dari Dubai, Arab, Canada dan beberapa lainnya. Dari Indonesia sendiri tidak banyak project yang dikerjakan, ada beberapa client dari grup band indie, dan juga salah satu project-nya adalah untuk bupati Tengga- rong Kalimantan Timur. “Comissioned work yang saya kerjakan 50% lebih menuruti keinginan client, jadi idealis dan ego saya ditekan sekecil mungkin. Sukanya ya kalau sketsanya bikin client puas, dukanya kalau ada revisi. Kalau client dari luar negeri sebagian besar mempercayakan hasil nya kepada kita senimannya, dan kalau nawar harga cuman buat syarat saja. Beda dengan client dari dalam negeri, banyak mem- berikan revisi agar sketsa nya lebih bagus dari aslinya, belum lagi kalau nawar hancur-hancuran,” curhat nya miris. Pameran tunggal pertama yang berhasil Thomas Hanandry angkat adalah pameran berjudul 'CROWN- woman in sketch', lalu pameran berikut- nya adalah 'FRÄULEIN' di 2013, dan yang terakhir kemarin adalah 'CAMOUFLAGE' yang dipamerkan di ARTOTEL Surabaya pada tahun 2014. Terakhir di Februari 2015 ini Thomas men-submit karyanya dalam pameran yang dibuat oleh Summon Studio Jakarta di Kemang untuk pameran komunitas Kopi Keliling dalam pamerannya yang berjudul 'SILAHKAN AMBIL'. Jika kita memperhatikan hasil karya-karyanya, mostly adalah objek wanita yang digambarkan dengan garis-garis yang indah, ada beberapa alasan mengapa Thomas mengambil objek tersebut. “Faktor yang pertama adalah karena saya laki-laki, jadi buat saya gak ada passion aja buat nge- gambar laki laki. Jadi ya saya pakai objek wanita,” ujarnya sembari tertawa.“Faktor kedua adalah karena wanita bagi saya punya ekspresi yang misterius yang kadang punya intrepretasi yang berbe- da-beda dari tiap sudut pandang. Ketika wanita diam dan menunduk saja sudah banyak persepsi yang bisa dimunculkan. Ketiga, karena wanita itu adalah objek paling estetis. Bagi saya tidak ada lagi objek kasat mata yang seestetis wanita. Ketiga hal ini yang akhirnya membuat saya menggunakan wanita sebagai objek imajiner dalam karya-karya saya,” imbuh Thomas. GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/48 art gallery Merasa tidak puas dengan nilai sekolahnya dan atas dasar ingin membanggakan orang tua, pria yang lahir di Surabaya 4 Juli, di mana bertepatan dengan American Independence Day ini mencari apa bakat terpendamnya. Adalah Thomas Hanandry, dengan hobi corat-coret dan doyan menggambar di lembaran kertas untuk pertama kalinya merasakan hasil sketsa isengnya tersebut berhasil dijual ke teman sekolahnya saat duduk di bangku SMP, dan saat itulah Thomas meyakini bahwa pensil adalah sahabat terbaiknya. Keyakinan kuatnya tersebut terbukti dan telah membawa Thomas sampai seperti saat ini, menjadi illustrator dan beberapa kali berhasil memamerkan karyanya dalam pameran grup maupun pameran tunggal. wal mula Thomas mulai berani memamerkan karyanya dalam pameran tunggal diawali karena sering mengikuti pameran karya produk saat menjadi mahasiswa S1 Desain Produk ITS, kemu- dian sewaktu bekerja yaitu menjabat sebagai pengajar di salah satu perguru- an tinggi swasta di Surabaya di bidang Desain Komunikasi Visual dan Multime- dia ini juga sering mengikuti pameran karya manual dengan beberapa maha- siswanya. Dari kesempatan-kesempatan itulah yang membuat Thomas Hanandry merasa ketagihan untuk memamerkan karyanya. Lalu pada kesempatan berikutnya, akhirnya dia bertekad untuk berani mengadakan pameran tunggal nya sendiri. A THOMAS HANANDRY Seniman, Dosen, Teman.
  27. 27. GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/50 Hasil keinginan Thomas tersebut membawa hasil, tepat tanggal 17 Febru- ari lalu, ia mengadakan “Thomashanan- dry's Art Space”, sebuah project yang mengundang artist bernama Nicofey untuk sharing dan workshop menggam- bar. “Masih project coba-coba sih. Acara ini tuh manggil artis buat ngajarin berkarya ke audience yang bersedia diajari. Terbuka untuk umum tapi terba- tas untuk 25 orang saja. Masih pioneer sih, masih #01. Kalo ini sukses nanti #02 manggil artist lain lagi buat ngajari nggambar." Passion dan kecintaannya dalam berkarya tidak membuat seorang Thomas egois merasakan kesenangan nya dalam dunia ilustrasi sendirian, ia berharap dapat mengajak orang lain agar turut mencintai dunia seni terse- but, khususnya dapat menciptakan iklim kreatif di Surabaya. Lebih lanjut tentang artwork Thomas Hanandry dapat dilihat di thomashanandry.blogspot.com dan instagram dengan akun @thomas hanandry. (ocil) Kesibukan Thomas sekarang tidak sibuk mempersiapkan pamerannya berikutnya melainkan sedang sibuk mengajak artist lain untuk berpameran. Passion yang membuat Thomas berhasil dan berani memamerkan karyanya membuat Thomas ingin membagi passion tersebut ke teman-teman yang lain. “Karena saya sadar sampai di titik ini tugas saya berubah dari melakukan pameran sendirian menjadi membuat local youth artist berani punya karya dan pameran. Jadi work in progress saya sekarang adalah mempersiapkan yang 'baru-baru' untuk mau pameran, biar Surabaya ini lahir banyak artist, banyak kegiatan seni. Jadi kalau ada temen yang berani berkarya, hubungi saya biar saya angkat jadi pameran,” ucapnya berse- mangat. GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/51
  28. 28. GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/52 art gallery GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/53 Gayanya yang stylish dibalut dengan kesan feminim membuat salah satu desainer muda asal Surabaya ini menjadi hits dikalangan IG-ers khususnya pelaku design. Ya, dia adalah Grace Veronica Sompie atau yang biasa disapa Inge. ecintaannya terhadap segala sesuatu yang berbau seni maupun desain telah dimulai sejak TK, di mana hobinya saat itu ialah menggambar dan mewarnai. Memasuki SD, rupanya Inge kecil rajin mengikuti berbagai lomba menggambar dan mewarnai dan sempat meraih beberapa piala. Masa-masa SMP dan SMA Inge merupakan masa awal pembentukan cita-citanya, yakni sebagai seorang pekerja seni. Dengan mengikuti ekstrakulikuler mading (majalah dinding), bakat seni Inge kian terasah. Dirinya juga gemar mengoleksi kamera berbagai tipe dan mengeksplor dunia fotografi serta photo edit. K Memasuki bangku perkuliahan, jurusan yang Ia pilih adalah Desain Komunikasi Visual yaitu di Petra Suraba- ya. “Di tahun kedua-lah, saya akhirnya menemukan passion saya; ilustrasi digital. Berawal dari tugas membuat illustrated version dari film berdurasi 1 menit, berlanjut ke rasa penasaran dan mulailah saya mencoba menggambar secara digital dengan beberapa cara, yakni vektor maupun raster. Dari antara keduanya, saya lebih tertarik dengan ilustrasi vektor,” ungkap Inge. Iseng-iseng berhadiah, mulailah Inge mencoba menggambar wajah para artis dan meng-upload-nya di media sosial. Reaksi orang-orang ternyata di luar ekspektasi Inge. “Banyak yang kagum, dan saya pikir mengapa tidak saya manfaatkan saja bakat ini menjadi bisnis online? Inilah cikal bakal Ingenious Project, brand saya,” imbuh Inge pada Grand Story Magz. Karya yang dibuat oleh Inge pun cukup beragam, mulai dari digital illustration yang diaplikasikan ke berbagai media kreatif mulai dari merchandise (tumbler, mug, tote bag, t-shirt, dll) hingga pada media kain yang selanjutnya disulap menjadi fashion items (scarf, pakaian, sepatu, tas, dll). Cute stuff, right?. Seluruh karya yang dipro- duksi oleh Inge tersebut juga memiliki peminat, semuanya dipasarkan secara online melalui Instagram (@ingenious- project, #ingeniousproject), webstore (http://ingeniousproject.com), dan Facebook Page (Ingenious Project). “Namun, pada awalnya pengenalan maupun penjualan secara offline saya tempuh melalui beberapa bazaar maupun pameran, khususnya di Suraba- ya dan Jakarta,” ucap Inge. Tak main-main, selain membuat karya secara komersial, Inge pun nampaknya serius dalam menekuni bidang desain ini sebagai profesi, salah satunya adalah beberapa karya yang segan dilirik oleh company seperti Gogirl! Magazine, Folka Magazine, dan IGNITE Magazine di mana dirinya beker- ja sebagai layouter maupun illustrator. Dengan membawa nuansa psyche- delic, kitschy, pattern block, candy-colored, vector-based, kalangan muda merupakan kliennya, mulai dari perorangan, kalan- gan media (majalah atau iklan), kalan- gan kuliner (branding atau packaging), hingga kalangan industri kreatif seperti local brand dan online shop (merch, cloth- ing, dan branding). Untuk style sendiri Inge lebih sering menyebut design miliknya condong kepada arah colorful pop, with a little bit of quirkiness. Permainan warna merupakan favorit Inge sejak kecil dan popular trend merupakan daya tarik tersendiri bagi anak muda yang menjadi sasaran klien Inge. Jika pada nantinya kalian mengun- jungi sejenak akun IG (Instagram) milik Inge, yang pasti padu padan warna cerah merupakan favoritnya ketika berkutat dengan desain. “Bagiku, warna yang mencolok mampu menarik perha- tian, dan pewarnaan yang cenderung kalem terlalu membosankan bagi saya. Mengutip perkataan Dr. Seuss, why fit in when you were born to stand out?” imbuh gadis mungil ini. INGENIOUS PROJECT from Grace Veronica Sompie
  29. 29. GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/54 THIS PAGE WILL BE YOURS Full 1 halaman F R E E D E S I G N d i s k o n k h u s u s u n t u k p e m a s a n g a n 6 b u l a n - Pembayaran tunai (Cash Advance) - Pembayaran melalui buku terbit Nomor Rek: 1410009881582 (Tedy Setiawan Adi S.) TATA CARA PEMBAYARAN - Data iklan dalam Final Artwork harus sesuai dengan orfer iklan - Photoshop, Adobe Illustrator, Corel resolusi min 30 dpi (.tif, .psd,. eps, .cd) - Image berformat CMYK PERSYARATAN TEKNIS Grand Story Magazine Jl. Abdul Wahab Siamin Kav 9-10 Surabaya Telp. 082233181612 (Tedy) INFORMASI LEBIH LANJUT HUBUNGI: 1/2 halaman 1/4 halaman Sebagai salah satu penggiat dunia desain kreatif, tentunya Inge memiliki beberapa saran yang dengan cuma-cu- ma bakal dibagikan untuk pembaca Grand Story nih di Edisi Kasih Sayang. Check this! GRANDSTORYMAGZ/2015WHAT’SNEXT/55 Dengan segala kemudahan teknologi yang ditawarkan dewasa ini, tak sulit bagi kita untuk menciptakan karya kapanpun dan di manapun, sekaligus juga mencari influence sebanyak mungkin. Perlu ada kesadaran secara luas untuk memanfaatkan semuanya itu secara positif dan proporsional. So, manfaatkanlah teknologi saat ini dengan multifungsi 1. Online portfolio itu sangat penting, jadi mulailah post karyamu sekarang. Perbanyak inspirasi karya terkini maupun terdahulu, karena dari sanalah kreativitasmu berasal. 2. Industri kreatif kini sedang digan- drungi anak muda, dan memulainya pun sama sekali tidak sulit. Berbekal media sosial dan karyamu, buktikan bahwa kamu pun mampu maju. 3. Yang terpenting adalah manajemen waktu dalam mengatasi deadline. Jadwal adalah cambuk dalam bekerja. 4. Kenali dirimu sebagai desainer yang memiliki batas kewajaran. Jika memang deadline pekerjaan sangat banyak, jangan sampai dirimu kewalahan. Ini semacam dihadapkan pada idealisme seorang desainer dengan kesadaran akan pentingnya edukasi. Nah, demi mengatasinya, lebih baik membatasi orderan setiap minggunya. Cara tersebut ternyata berhasil juga di Ingenious Project. (dby) 5.
  30. 30. GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/57 GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/56 music review khir 2014 menyisakan histori yang berkesan bagi publik musik Surabaya. Setelah sekitar 2 tahun berkiprah, Ronascent, music webzine asal Surabaya, melucurkan artefak keduanya dengan tajuk Safe and Sound. Kompilasi ini dirilis satu paket dengan newsletter atau majalah mini Surabaya Footnote 2014 yang sesuai dengan judulnya berisi rangkuman keadaan skena musik sepanjang tahun 2014. Konten kompilasi kedua Ronascent kali ini dibuka oleh Charlie's Rum and The Chaplin dengan single-nya Suraba- ya Alive! yang men-generalisasi kota pahlawan dengan nuansa bar-bar di Inggris. Pemilihan lagu pertama ini membawa kesan punk movement yang kerap diusung media musik pada umum- nya dan, entah mengapa, selalu berhasil. Kompilasi ini tergolong intens menyuguhkan warna-warni skena musik lokal Surabaya. Di track kedua ada Bvas dengan warna stoner rock, Pitfall Otters dengan pop-punk, serta Crucial Conflict yang mengklaim diri membawakan metal di profil Reverbnation-nya. My Mother is Hero dengan rock mendayu ala sentuhan Boomerang dan Yngwie Malsmsteen juga termasuk dalam paket kompilasi tersebut. Nama-nama baru yang belakangan marak dibahas media-media musik seperti Humi Dumi dan Dopest Dope ikut membaur dengan nama-nama lama, disusul Timeless dan Wolfxfeet. Silampukau dengan single sepan- jang masanya, Berbenah, mendinginkan keadaan dengan alunan musik folk yang bercerita. Tak ketinggalan pula The Ska Banton yang berwarna ska atau reggae yang siap membuat cerah perasaan pendengarnya. Tidak seperti tahun lalu, kali ini Ronascent merilis kompilasinya dalam bentuk CD fisik dengan legalitas lisensi open source Creative Commons. Untuk bisa mendapatkan bundle kompilasi + majalah mini tersebut, Anda bisa menelusuri info-nya via ronascent.biz atau mengikuti aliran update di akun Facebook dan Twitter milik Ronascent. Let's be safe and sound the local musics! (febrian) ARONASCENT Compilation Vol. 2 - Safe and Sound /image via ronascent.biz Mooikite Timeless Bvas /image via ronascent.biz Humi Dumi
  31. 31. ntuk menyambut bulan penuh cinta ini kami akan mengulas dua buah film yang menggam- barkan kehidupan cinta seseorang, baik dengan pasangannya maupun dengan passion-nya. Humming dan Coco Before Chanel ini akan memberikan kita gambaran bagaimana menghargai dan mencintai apa yang kita miliki. Enjoy the film, and may your life blessed with love. Drama romantis Korea ini bercerita mengenai sepasang kekasih Joon Seo (Lee Chun-hee) dan Mi Yeon (Han Ji-hye) yang telah menjalin kasih selama 6 tahun, rentang hubungan yang cukup lama ini perlahan membuat Joon seo bosan atas hubungannya dengan Mi yeon. Dia mulai terbebani dengan sikap Mi yeon yang sema- kin terikat dengannya, Mi yeon selalu mengingat dan merayakan setiap momen-momen kecil mereka. Hal ini yang membuat Joon seo ingin segera mengakhiri hubungan mereka berdua, bahkan Joon berniat untuk mengambil sebuah proyek penelitian di kutub utara hanya untuk menghindari Mi Yeon. Cerita bermulai saat sosok Mi yeon mengunjungi apartemen Joon Seo di pagi hari untuk memberikan sebuah alat komu- nikasi satelit agar mereka tetap bisa menjalin komunikasi selama Joon Seo di kutub utara. Sedangkan pada malam hari sebelumnya Mi Yeon mengalami kecelakaan dan jatuh koma. Kejadian ini membuat Joon Seo mencari jejak sosok Mi Yeon yang secara misterius datang ke apartemennya tersebut. Selama proses pencarian itu mem- buatnya mengingat momen-momen roman- tis mereka dan menyadari seberapa besar cinta Mi Yeon kepadanya. Film ini cocok untuk sepasang kekasih yang telah menjalin hubungan cukup lama. Romansa sepasang kekasih ini mengajarkan kita untuk menghargai dan mencintai pasangan kita setulus-tulusnya. Kita tidak akan menyadari kalau kita memiliki seseo- rang yang sangat berharga sebelum kita kehilangannya. Dan yang paling penting siapkan setumpuk tisu sebelum menonton melodrama Korea ini. (Ant-Bach) Sutradara Park Dae-young Produser Lee Min-ho “Today is our 2000th day.. how cant I let you go..” -Joon Seo- Pemeran Lee Chun-hee, Han Ji-hye H U M M I N G C O C O B E F O R E C H A N N E L /image via google.com U Sebuah biopic berdurasi 105 menit ini menceritakan perjalanan Gabrielle “Coco” Chanel (Audrey Tautou) semenjak lepas dari panti asuhan hingga menjadi salah satu wanita paling berpengaruh di dunia fashion. Film ini menitikberatkan cerita pada sosok Coco secara personal, bagaimana perjala- nan cintanya dengan dua pria paling berpengaruh di dalam hidupnya. Masa kecil Coco dihabiskan di sebuah panti asuhan, yang kemudian membawanya menjadi seorang penghibur di sebuah bar di kota Moulin. Sosok Coco yang sinis dan selalu berkata kasar membuat tertarik seorang pria kaya pengunjung bar tersebut, Etienne Balsan (Benoit Poelvoorde). Coco melihat sosok Balsan sebagai penyelamat dari kemiskinan, dan rela hidup di Paris sebagai wanita simpanan. Hubungan dengan Balsan ini membawa Coco masuk ke kalangan elite Prancis yang membuatnya jatuh cinta dengan dunia fashion. Selama bergaul dengan kalangan elite Prancis ini, Coco mengenal Arthur Capel (Alessandro Nivola), seorang pengusaha dari Inggris. Sosok Capel inilah yang mendorong Coco untuk memulai bisnis fashion-nya. Meskipun memiliki hubungan dengan kedua pria tersebut, Coco menolak untuk menikah, dia lebih memilih untuk merintis karirnya menjadi fashion designer. Kehidupan cinta seorang Coco bersa- ma dua pria ini dan cintanya dengan dunia fashion dikemas secara apik dengan setting kehidupan kalangan elite Paris yang mem- perlihatkan fashion kalangan jet-set di era tersebut. (Ant-Bach) Sutradara Anne Fountain Produser Simon Arnal, Caroline Benjo, Philippe Carcassonne, Carole Scotta “I always knew.. I would be no one’s wife..” -Gabrielle “Coco” Chanel- Pemeran Audrey Tautou, Benoit Poelvoorde, Alessan- dro Nivola, Marie Gillain, Emmanuelle Devos /imageviagoogle.comWRITER’SBIO Anton Achyar Bachtiar, Arsitek, anak kedua dari dua bersaudara, lahir dan besar di Surabaya sejak 22 Februari 1984. Saya menyukai film sejak kecil, kemampuan sebuah film untuk menginspirasi seseorang membuat saya sangat menyukai film. Saya dapat mengenal film secara mendalam sejak naskah film saya dan teman saya berhasil tembus sepuluh besar di sebuah kompetisi naskah film internasional di Indonesia. Dari situ kami mendapatkan kesempatan untuk ikut workshop film selama kurang lebih 10 hari di bawah bimbingan seorang dosen dari sebuah kampus film ternama di amerika. Diantara beberapa sutradara ternama saya sangat mengagumi seorang Steven Spielberg, meskipun otodidak namun karya karya film nya selalu fenomenal dan mengusai berbagai macam genre film. GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/59 GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/58 MOVIE REFERENCE
  32. 32. GRANDSTORYMAGZ/LIVELIFELOVE/60

×