Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.
Kehadiran ET
di dalam Alkitab
Buku Pertama
Nur Agustinus
======================================
Surabaya, 2008
Tulisan ini...
Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus
1
Kehadiran ET di dalam Alkitab
Oleh: Nur Agustinus
Pengantar
Saya dilahirkan ...
Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus
2
hebat, bencana, wabah penyakit dan sebagainya. Hal yang sama juga terjadi sa...
Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus
3
jelas, tidak ada yang menjadi saki mata atas kejadian ini jika memang pernah...
Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus
4
Dan datanglah saat ketika anak-anak manusia telah berlipat ganda sehingga pa...
Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus
5
dipenuhi darah dan kejahatan. Dan kini, lihatlah, Roh mereka yang telah mati...
Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus
6
bentuk-bentuk makhluk ET yang menemuinya. Saat perjalanan Henokh ke surga ke...
Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus
7
dikembangbiakkan lagi setelah bencana usai. Spekulasi seperti ini bisa saja
...
Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus
8
bah menurut kronologi Alkitab diperkirakan terjadi pada sekitar 3000 SM. Den...
Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus
9
Jelas spekulasi semacam ini akan mudah dibantah oleh para ahli astronomi. Bu...
Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus
10
menjadi hal yang sangat serius. Seperti diketahui, proyek tersebut gagal. B...
Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus
11
Kata Ibrani "syamayim" dan kata Yunani “ouranos”, memang bisa berarti “surg...
Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus
12
atau bahkan asteroid. Alkitab mencatat pengamatan Abraham dalam kitab Kejad...
Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus
13
Candela). Penduduk kota Sodom nampaknya juga mengenal dua sosok itu, sebab ...
Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus
14
yang disebut Pentapolis (dalam Kitab Kebijaksanaan Salomo 10:6, sebuah kita...
Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus
15
Yakub memang punya pengalaman khusus dengan sosok extraterrestrial. Selain
...
Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus
16
Sementara jarak antara Adam dengan Henokh sekitar 500 tahun. Sebuah siklus ...
Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus
17
tanda perjanjian antara Aku dan kamu. Anak yang berumur delapan hari harusl...
Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus
18
yahudi (jews) dengan yang bukan. Mereka disuruh telanjang dan jika disunat ...
Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus
19
mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api, dan
sesu...
Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus
20
wilayah yang lainnya pada waktu tertentu. John Winston kemudian membuat daf...
Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus
21
seorang bangsawan, termasuk di antaranya adalah sihir. Musa nampaknya punya...
Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus
22
mukanya, sebab ia takut memandang Allah. Barangkali penampakan itu sangat
m...
Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus
23
sebuah bangsa. Apakah ini merupakan konspirasi alien pertama di planet bumi...
Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus
24
memanfaatkan nama “Tuhan” agar bisa memerintah orang-orang Israel. Meski ca...
Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus
25
Mesin Manna yang dibuat berdasarkan prasasti.
Hal-hal yang berhubungan deng...
Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus
26
terputus sama sekali. Lalu menyeberanglah bangsa itu, di tentangan Yerikho....
Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus
27
memperhatikan, apa yang terjadi sebelum Yosua memimpin orang Israel menuju ...
Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus
28
Kita tidak pernah tahu, seberapa besar tembok itu runtuh. Apakah hanya satu...
Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus
29
Sejarah bangsa Israel kuno memang penuh dengan peperangan. Tidak berbeda de...
Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus
30
sehingga mereka mati. Yang mati kena hujan batu itu ada lebih banyak dari y...
Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus
31
diketahui oleh Yoshua dari informasi yang diperolehnya melalui makhluk ET y...
Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus
32
kami dan mengajar kami, apa yang harus kami perbuat kepada anak yang akan l...
Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus
33
seorang anak laki-laki dan memberi nama Simson kepadanya. Anak itu menjadi ...
Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus
34
Kepercayaan pada dewa reptilian sudah ada sejak jaman sumeria kuno. Bahkan ...
Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus
35
perlu dibumbui dengan cerita-cerita adikodrati agar menambah kesan mistis d...
Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus
36
Tentu sulit sekali menghubungkan mengapa kekuatan Simson terletak di rambut...
Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus
37
Siapa mereka? Dari mana mereka?
Datang dengan kereta terbang berapi
Membang...
Kehadiran ET di dalam Alkitab
Kehadiran ET di dalam Alkitab
Kehadiran ET di dalam Alkitab
Kehadiran ET di dalam Alkitab
Kehadiran ET di dalam Alkitab
Kehadiran ET di dalam Alkitab
Kehadiran ET di dalam Alkitab
Kehadiran ET di dalam Alkitab
Kehadiran ET di dalam Alkitab
Kehadiran ET di dalam Alkitab
Kehadiran ET di dalam Alkitab
Kehadiran ET di dalam Alkitab
Kehadiran ET di dalam Alkitab
Kehadiran ET di dalam Alkitab
Kehadiran ET di dalam Alkitab
Kehadiran ET di dalam Alkitab
Kehadiran ET di dalam Alkitab
Kehadiran ET di dalam Alkitab
Kehadiran ET di dalam Alkitab
Kehadiran ET di dalam Alkitab
Kehadiran ET di dalam Alkitab
Kehadiran ET di dalam Alkitab
Kehadiran ET di dalam Alkitab
Kehadiran ET di dalam Alkitab
Kehadiran ET di dalam Alkitab
Kehadiran ET di dalam Alkitab
Kehadiran ET di dalam Alkitab
Prochain SlideShare
Chargement dans…5
×
Prochain SlideShare
青空文庫テキストフォーマットについて (aozorahack)
Suivant
Télécharger pour lire hors ligne et voir en mode plein écran

3

Partager

Télécharger pour lire hors ligne

Kehadiran ET di dalam Alkitab

Télécharger pour lire hors ligne

Sebuah penafsiran dari Alkitab tentang kemungkinan adanya interaksi makhluk dari dunia lain atau ET ke dalam kehiduoan manusia.

Livres associés

Gratuit avec un essai de 30 jours de Scribd

Tout voir

Kehadiran ET di dalam Alkitab

  1. 1. Kehadiran ET di dalam Alkitab Buku Pertama Nur Agustinus ====================================== Surabaya, 2008 Tulisan ini pernah dikirimkan ke milis BETA-UFO di YahooGroups
  2. 2. Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus 1 Kehadiran ET di dalam Alkitab Oleh: Nur Agustinus Pengantar Saya dilahirkan di sebuah keluarga Katholik. Dibaptis secara Katholik pada usia sekitar 4 bulan. Masuk ke sekolah mulai SD sampai SMA di sekolah Katholik. Saya juga senang membaca, salah satunya adalah Alkitab (Bible). Saat saya remaja dulu, buku-buku Erich von Daniken yang bercerita bahwa nenek moyang kita mungkin telah mendapat kunjungan dari luar angkasa menjadi sangat populer. Disusul diterbitkannya buku-buku tentang penampakan UFO yang tercatat di Alkitab. Saya kemudian mulai membalik-balik lagi halaman buku tebal itu, membacanya lagi satu-satu dan mulai mencatat kehadiran ET yang ada di sana. Walau kini saya sudah tidak lagi sejalan dengan agama saya dulu, menjadi lebih skeptis, dengan pikiran liar dan kemudian berusaha mencari pengetahuan dari sumber lain. Di kemudian hari, saya suka membaca kitab-kitab suci agama lain. Sering di dalamnya seakan saya menemukan sebuah puzzle untuk dirangkai. Kadang ada yang cocok, namun tak jarang ada yang benar-benar masih membingungkan mau dipasang di mana. Belajar ilmu psikologi juga memberi warna tersendiri, bagaimana pengalaman perjumpaan dengan Tuhan sebagaimana ditulis oleh William James dalam bukunya “The Varieties of Religigous Experience” merupakan pengalaman mistis yang luar biasa. Sampai hari ini, saya tetap percaya Tuhan itu ada. Hanya saja, menurut pengamatan saya, banyak kehadiran ET di planet bumi ini disalah persepsikan sebagai kehadiran Tuhan. Barangkali karena kita selalu mengharapkan adanya supreme being yang bisa mengatasi masalah yang dihadapi umat manusia. Beberapa ET, bahkan bermain dan berperan sebagai Tuhan, entah dengan tujuan apa. Sementara ini bukan hal itu yang ingin saya bahas. Perjumpaan ET yang tercatat dalam Alkitab paling populer adalah peristiwa yang dialami oleh nabi Yehezkiel (Ezekiel). Mengapa disebut nabi? Nabi merupakan orang yang mengatakan nubuat. Nubuat adalah ramalan tentang masa depan yang diyakini disampaikan oleh Tuhan melalui perantaraan malaikat-malaikatnya. Di masa kini, barangkali hampir sama dengan proses channeling. Sebagaian mendapat kontak langsung, ada juga yang hanya mendapat pesan, semacam wahyu. Tapi semua ini masalah persepsi. Kalau kita setuju dengan isi informasi, maka kita sebut sebagai wahyu, sementara kalau tidak, kita anggap orang yang mendapat wahyu itu mengalami waham, dengan kata lain adalah delusi. Kalau kita pelajari soal isi pesan dari nubuat, umumnya mengajak orang untuk betobat sebab Tuhan akan murka terhadap dosa-dosa yang dibuat oleh manusia. Banyak sekali nubuat yang memberikan gambaran tentang kehancuran besar, peperangan maha
  3. 3. Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus 2 hebat, bencana, wabah penyakit dan sebagainya. Hal yang sama juga terjadi sampai hari ini, ketika ET memberi pesan kepada orang pilihannya. Kalau jaman dulu, mungkin dia akan berkata, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” Kali ini saya mencoba menulis tentang kehadiran ET di dalam Alkitab. Hal ini bisa dianggap kontroversial, namun ini bukan terobosan baru. Sudah sering muncul karya serupa dan saya hanya mengikuti yang telah pernah sampaikan orang lain. Untuk itu sebelumnya saya berpesan: "Following writings can offend some religious thoughts, Please Do Not Continue if you can feel offended." Bagian 1: Kedatangan Pertama Di masa kini, ada banyak klaim bahwa ET punya peran terhadap proses terjadinya manusia. Sebut saja misalnya Raelian, Claude Vorilhon yang mengaku bertemu dengan ET yang mengaku sebagai elohim dan pernah diajak ke planet mereka, mengatakan bahwa merekalah yang merekayasa genetik sehingga tercipta manusia di bumi. Klaim seperti ini dipercaya penuh oleh para pengikutnya. Kalau melihat buku-buku yang ditulis oleh Vorilhon pada awalnya banyak mengacu kepada kitab Kejadian (Genesis) dalam Alkitab. Misalnya tentang penciptaan manusia oleh elohim, penyelamahan Nuh oleh mereka, dan lain-lain. Sementara itu, pada saat yang sama mulai populer teori Anunnaki dari Zecharia Sitchin, dan juga sebelumnya memang sudah banyak sekali buku yang membahas tentang penampakan UFO di Alkitab. Masalahnya, apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana Alkitab bisa menjadi sebuah sumber? Mungkin kita tidak pernah bisa tahu dengan pasti, sebab kebenaran tidak bisa semata ditulis begitu saja karena setiap tulisan pasti akan diwarnai oleh persepsi penulisnya. [bersambung] Kesulitan awal mengetahui apakah kehadiran ET ditulis pada kitab Kejadian, buku pertama dalam Alkitab, adalah apakah kitab itu bisa digunakan sebagai catatan sejarah, atau hanya sebuah cerita agama. Kendala berikutnya, apakah apa yang ditulis di sana bisa dipahami secara harafiah, ataukah merupakan sebuah perumpamaan atau sebuah kisah yang disesuaikan dengan pengetahuan manusia di masa itu. Misalnya, dalam kitab Kejadian 1:2, tertulis: “Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.” Apakah ini merupakan sebuah kalimat kiasan, semacam kalimat puitis bernilai religius. Jelas akan mudah dibantah jika hal itu diartikan sebagai semacam pesawat ET mendekati planet bumi dan melayang-layang bagaikan UFO di atas permukaan air. Sebagian mengartikan “permukaan air” ini sebagai samudera alam semesta raya. Tapi
  4. 4. Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus 3 jelas, tidak ada yang menjadi saki mata atas kejadian ini jika memang pernah terjadi. Bagaimana bisa ada? Bukankah harusnya manusia saja belum ada saat itu. Bagi yang percaya, akan mengatakan bahwa hal itu merupakan wahyu dari Tuhan, jadi harusnya memang begitu. Tidak masalah bagi saya. Di sini saya tidak membahas mengenai apakah manusia tercipta karena campur tangan ET atau tidak. Orang bisa berspekulasi dengan mudah soal itu. Sebab tidak ada yang tahu. Baik, kapan kita bisa menganggap kedatangan pertama ET ke bumi yang sempat bertemu dengan manusia dan dicatat dalam Alkitab? Menurut saya, catatan perjumpaan manusia dengan ET pertama dialami oleh Henokh (Enoch). Siapakah Henokh? Henokh adalah keturunan Adam dari anaknya Set. Ada perbedaan beberapa generasi antara Adam dengan Henokh. Bapaknya Henokh adalah Yared, sementara Henokh mempunyai anak, salah satunya bernama Metusalah. Apa yang dikatakan oleh Alkitab tentang Henokh? Kitab Kejadian 5:21-24 Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Metusalah. Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun. Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah. Henokh dalam kultur Islam disebut dengan nabi Idris. Menurut Al Quran surah Maryam (QS: 19:56-57): “Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang tersebut) di dalam Al Quraan. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi. Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.” Dalam bahasa Inggris ditulis: “And We raised him to high station.” Selama 300 tahun, ET datang ke bumi dan menemui Henokh. Perlu diketahui, Henokh dikenal sebagai manusia pertama yang menulis dan menemukan kitab (buku). Tidak ada data yang pasti tentang kapan Henokh hidup di bumi. Ada yang menulis bahwa Henokh lahir tahun 3378 SM. Yang pasti, Henokh diangkat oleh Allah menjelang peristiwa air bah di jaman Nuh. Apa yang dialami oleh Henokh, jelas merupakan pengalaman close encounters of the fifth kind, perjumpaan jarak dekat dan melakukan komunikai dengan makhluk ET. Kehadiran yang cukup lama bagi ukuran manusia bumi, yakni sekitar 300 tahun tentu mempunyai konsekuensi tersendiri. Terlebih lagi, jika kita membaca kitab Henokh (Book of Enoch), sebuah kitab apokripa, disebutkan bahwa ada banyak makhluk ET, yang disebut sebagai para malaikat yang jatuh (fallen angel). Bab 6 kitab Henokh tertulis:
  5. 5. Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus 4 Dan datanglah saat ketika anak-anak manusia telah berlipat ganda sehingga pada saat itu lahirlah bagi mereka putri-putri yang cantik dan rupawan. Dan para malaikat, anak- anak surga, melihat dan menginginkan mereka, dan berkata satu sama lain: ‘Mari, marilah kita memilih istri dari antara anak-anak manusia dan memberi kita anak.’ Dan Semjaza, pemimpin mereka, berkata kepada mereka: ‘Aku takut kalian tak akan setuju untuk melakukan hal ini, dan aku sendiri harus menerima hukuman untuk suatu dosa besar.’ Dan mereka semua menjawabnya dan berkata: ‘Marilah kita semua bersumpah, dan mengikat diri kita dengan suatu kutukan bersama untuk tidak menghentikan rencana ini tapi untuk melakukannya.’ Lalu mereka semua bersumpah dan mengikat diri mereka dengan kutukan bersama atas sumpah itu. Dan jumlah mereka semuanya dua ratus orang; yang turun pada masa Jared di puncak Gunung Hermon, dan mereka menyebutnya Gunung Hermon, karena mereka telah bersumpah dan mengikat diri mereka dengan kutukan bersama atas sumpah itu. Dan inilah nama pemimpin- pemimpin mereka : Samlazaz, pemimpin mereka, Araklba, Rameel, Kokablel, Tamlel, Ramlel, Danel, Ezeqeel, Baraqijal, Asael, Armaros, Batarel, Ananel, Zaqiel, Samsapeel, Satarel, Turel, Jomjael, Sariel. Inilah pemimpin-pemimpin tiap sepuluh dari mereka. Apa yang diungkapkan dalam bab 6 kitab Henokh tersebut jelas lebih detail dari apa yang ada di Kitab Kejadian 6:1-2 “Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan, maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.” Yang menarik adalah apa yang terjadi selanjutnya. Kitab Henokh bab 9 menulis: Dan lalu Michael, Uriel, Raphael, dan Gabriel melihat ke bawah dari surga dan melihat darah tumpah di bumi, dan semua perbuatan tanpa hukum yang dilakukan di bumi. Dan mereka berkata satu sama lain : ‘Bumi yang kehilangan penghuninya meratapkan suara tangisan mereka hingga ke gerbang surga. Dan sekarang kepada kalian, para orang kudus dari surga, roh manusia membuat tuntutan mereka, dengan berkata, “Bawalah permintaan kami ke hadapan Yang Maha Tinggi.”’ Dan mereka berkata kepada Tuan segala masa : ‘Tuan segala tuan, Tuhan segala tuhan, Raja segala raja, dan Tuhan segala masa, tahta kebesaran-Mu berdiri di atas generasi-generasi sepanjang masa, dan nama- Mu kudus dan berjaya dan diberkati sepanjang segala zaman! Kau telah membuat segala benda, dan kuasa atas segalanya milik-Mu : dan semua ciptaan adalah telanjang dan terbuka di mata-Mu, dan Kau melihat segalanya, dan tak ada yang dapat menyembunyikan diri dari-Mu. Kau melihat apa yang telah dilakukan Azazel, yang telah mengajarkan kejahatan di bumi dan membuka rahasia-rahasia abadi yang telah (dilindungi) di surga, yang sangat ingin dipelajari manusia: Dan Semjaza, kepada siapa Kau telah memberikan kekuasaan untuk memimpin teman-temannya. Dan mereka telah pergi kepada putri-putri manusia di bumi, dan telah tidur dengan wanita-wanita itu, dan telah mencemari diri mereka sendiri, dan mengajarkan mereka segala jenis dosa. Dan wanita-wanita itu telah melahirkan raksasa-raksasa, dan seluruh bumi karenanya telah
  6. 6. Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus 5 dipenuhi darah dan kejahatan. Dan kini, lihatlah, Roh mereka yang telah mati menangis dan menuntut kepada gerbang surga, dan ratapan mereka telah naik : dan tak dapat berhenti karena perbuatan-perbuatan tak berhukum yang dilakukan di muka bumi. Dan Kau mengetahui segala sesuatu sebelum terjadi, dan Kau melihat hal-hal ini dan membiarkan mereka menderita, dan Kau tidak memberitahu kami apa yang harus kami lakukan terhadap hal-hal ini.’ Kita tahu kelanjutan cerita itu. Seperti ditulis dalam kitab Wahyu 12:7-9 “Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga. Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.” Sebuah pertempuran di antara para ET, yang akibatnya sungguh dahsyat! Apa yang membuat kisah Henokh diangkat oleh Allah ini merupakan sebuah peristiwa seorang manusia dibawa oleh makhluk luar angkasa? Bab 33 kitab Henokh ada tertulis: Dan dari sana aku pergi ke ujung-ujung bumi dan melihat di sana hewan-hewan besar, masing-masing berbeda dari yang lain, dan (aku melihat) burung-burung yang juga berbeda dalam penampilan dan keindahan dan suara, masing-masing berbeda dengan yang lain. Dan ke arah timur dari hewan-hewan itu aku melihat ujung-ujung bumi di mana surga bertumpu, dan gerbang surga terbuka. Dan aku melihat betapa bintang- bintang di langit datang, dan aku menghitung gerbang-gerbang dari mana mereka datang, dan menuliskan semua jalur tempat mereka lewat, dari masing-masing bintang, menurut angka dan nama mereka, jalur dan tempat mereka, dan waktu dan bulan mereka, seperti ditunjukkan Uriel sang malaikat kudus yang bersamaku. Ia menunjukkan segalanya kepadaku dan menuliskannya untukku : juga nama-nama mereka dituliskannya untukku, dan hukum mereka dan kawan-kawan mereka. Deskripsi “..dan aku melihat betapa bintang-bintang di langit datang”… sebuah gambaran yang mirip di film Star Trek saat sebuah pesawat antariksa melaju dengan cepat di angkasa luar. Tidak ada fantasi sains fiksi yang begitu liar tentang perjalanan angkasa di masa itu. Teks terjemahan bahasa Inggrisnya berbunyi: “And I saw how the stars of heaven come forth, and I counted the portals out of which they proceed, and wrote down all their outlets, of each individual star by itself, according to their number and their names, their courses and their positions, and their times and their months, as Uriel the holy angel who was with me showed me.” (Terjemahan R.H. Charles, 1917) Benar-benar sesuatu hal luar biasa yang dialami oleh Henokh. Kitab Henokh yang lain, yakni yang dikenal dengan nama Henokh Slavonic atau “2 enoch” juga menceritakan
  7. 7. Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus 6 bentuk-bentuk makhluk ET yang menemuinya. Saat perjalanan Henokh ke surga kelima, di langit kedelapan Henokh melihat bala tentara yang tak terhitung jumlahnya. Mereka disebut Grigori, dalam pemandangan manusia, ukuran mereka besar sekali melebihi raksasa yang paling besar sekalipun, wajah mereka murung, dan mereka diam terus menerus, dan tidak ada kegiatan di surga kelima. Henokh berkata kepada para laki-laki (ETs) yang bersama-sama dengannya: “Mengapa mereka sangat murung dan muka mereka sedih, mulut mereka diam dan mengapa tidak ada kegiatan di sini?” Mereka menjawab: “Mereka adalah Grigori. Tuan mereka adalah Setan yang menolak Tuhan segala terang, dan sesudah mereka ada beberapa yang berada di dalam kegelapan yang besar di surga kedua. Tiga dari mereka turun ke bumi dari tahta Tuhan ke tempat Hermon, dan bersumpah di kaki bukit Hermon. Kemudian mereka melihat perempuan-perempuan yang cantik dan baik, lalu mengambil mereka sebagai istrinya. Mereka mencemarkan bumi dengan perbuatan mereka, dan sepanjang umur mereka, mereka tidak mematuhi hukum. Dari mereka lahirlah raksasa dan laki-laki besar yang menakjubkan dan mempunyai rasa permusuhan yang besar. Itu mengapa Allah menghakimi mereka, sehingga mereka menangisi hidup mereka, dan Tuhan akan menghukum mereka pada hari penghakiman.” Menurut saya, ini merupakan peristiwa yang cukup penting, jika dianggap sebagai sebuah catatan mengenai kehadiran makhluk luar angkasa di awal-awal peradaban manusia. [bersambung] Apa yang terjadi kemudian? Alkitab mencatat terjadinya banjir bah. Tidak ada yang tahu pasti apa penyebab hal ini, terlebih penelitian ilmiah di bidang geologi tidak mencatat adanya jaman es di masa itu. Namun menurut penelitian, ditemukan bukti bahwa ada kenaikan air laut sekitar 200 meter, namun kemudian surut kembali, meski tidak kembali seperti semula. Sebagian lagi berspekulasi bahwa pangkalan ET yang ada di daerah kutub dihancurkan sehingga bongkahan es di sana mencair dan menaikkan permukaan air laut. Teori lain yang belakangan muncul adalah adanya planet Nibiru yang mendekat sehingga membuat pergeseran kutub. Saat ini banyak sekali ET yang mengaku terlibat dalam peristiwa tersebut. Sebagian mengaku sebagai elohim, ada juga yang menyebut anunnaki dari planet Nibiru, dan kemudian mengatakan bahwa mereka yang menyelamatkan Nuh dan keluarganya. Yang menarik, mengapa Henokh diangkat ke luar angkasa, sementara Nuh diminta membuat bahtera. Klaim Raelian mengatakan bahwa bahtera Nuh adalah pesawat luang angkasa yang membawa sejumlah DNA makhluk bumi untuk kemudian
  8. 8. Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus 7 dikembangbiakkan lagi setelah bencana usai. Spekulasi seperti ini bisa saja dikemukakan, bagi yang percaya tentu akan yakin begitu saja. Tapi, siapakah Nuh? Ada yang unik diungkapkan mengenai Nuh di Alkitab. Kitab Kejadian 5:28-29 menuliskan: Setelah Lamekh hidup seratus delapan puluh dua tahun, ia memperanakkan seorang anak laki-laki, dan memberi nama Nuh kepadanya, katanya: “Anak ini akan memberi kepada kita penghiburan dalam pekerjaan kita yang penuh susah payah di tanah yang telah terkutuk oleh TUHAN.” Sebenarnya, ada juga informasi cukup penting di salah satu kitab apokripa. Di sana disebutkan bahwa Nuh memiliki badan putih seperti salju, rambut seperti bulu wol dan mata bersinar seperti sinar matahari. (Sumber: Kitab Henokh Bab 106) Di masa kini, penampilan seperti itu dengan mudah dikatakan sebagai anak albino. Waktu itu ayahnya, Metusalah, berkata: “Aku telah menghasilkan seorang putra yang aneh, berbeda dan tidak seperti manusia, dan menyerupai putra-putra Tuhan di surga, dan rupanya berbeda dan ia tidak seperti kita, dan matanya seperti cahaya matahari, dan penampilannya berjaya. Dan tampaknya kepadaku ia tidak berasal dariku tapi dari para malaikat, dan aku takut pada masanya suatu keajaiban akan dibawa ke atas bumi.” Apakah Nuh merupakan generasi hibrida (perkawinan silang dua jenis spesies) antara manusia dengan makhluk ET? Ataukah apa yang dialami Nuh adalah merupakan cacat genetik pertama akibat perkawinan sedarah (inbreeding) yang terjadi di kalangan mereka? Sebab diketahui bahwa perkawinan sedarah juga bisa menghasilkan keturunan albino. Saya lebih setuju bahwa apa yang dialami Nuh merupakan gejala albino yang terjadi karena perkawinan sedarah. Namun yang menarik, penampilan Nuh yang albino ini dikatakan sebagai menyerupai putra-putra Tuhan di surga (son of gods). Belakangan kita mengetahui dalam kasus- kasus fenomena UFO ada disebutkan jenis makhluk yang disebut dengan Nordic. Alien jenis ini paling mirip dengan manusia, hanya saja bentuknya agak lebih besar sedikit, dengan rambut pirang (putih), badannya atletis, bermata biru dan dalam berkomunikasi sering terdengar dengan akses nordic (skandinavia). Mereka ini yang diperkirakan merupakan golongan yang disebut-sebut dalam Book of Enoch I sebagai "the son of gods" atau "the Fallen Angel". Tidak ada yang tahu tentang pekerjaan Nuh di masa itu, kecuali pernyataan “anak ini akan memberi kepada kita penghiburan dalam pekerjaan kita.” Karena Nuh berkaitan dengan pengumpulan banyak binatang untuk diselamatkan saat bencana air bah, ada dugaan, apakah dia mempunyai sirkus, kebun binatang atau seorang ahli zoologi pertama di bumi ini? Tentu kita tidak bisa menjawabnya, namun kita bisa menduga bahwa dia mempunyai pengetahuan pertukangan dan perkapalan yang baik untuk orang di masanya. Walau kapal besar pertama yang tercatat dalam sejarah, yang bisa membawa cukup banyak barang untuk diperdagangkan sudah ada sejak 3500 SM. Banjir
  9. 9. Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus 8 bah menurut kronologi Alkitab diperkirakan terjadi pada sekitar 3000 SM. Dengan demikian, Nuh bukan orang pertama yang membuat kapal atau bahtera. Apakah banjir bah merupakan kejadian alam yang tidak biasa? Ataukah hal itu merupakan akibat dari peperangan di antara para makhluk luar angkasa? Dalam kitab Slavonic Henokh diceritakan tentang rumah penyimpanan salju. Bagaimana malaikat menjaga tempat penyimpanan salju Di sini aku melihat ke bawah dan menyaksikan rumah - rumah penyimpanan salju, dan para malaikat yang menjaganya, dan awan - awan darimana mereka keluar dan masuk. (Slavonic Henokh, Bab 5) Apakah ini menunjukkan bahwa ada pangkalan ET di daerah yang bersalju. Tidak dijelaskan apakah itu berlokasi di kutub atau pegunungan tinggi yang bersalju, seperti Himalaya. Namun Henokh melihat itu saat perjalanan bersama malaikat saat membawa dia ke surga pertama. Malaikat membawa dia dengan sayap mereka ke surga pertama, dan menempatkan dia di awan-awan. Henokh berkata, “Aku makin tinggi dan semakin tinggi, sampai kau melihat eter. Lalu mereka menempatkan aku di surga pertama dan memperlihatkan kepadaku laut yang sangat besar, lebih besar daripada yang ada di bumi.” Jelas perjalanan terbang Henokh melewati sebuah samudera, entara menuju ke mana. Peperangan antara ET atau lebih dikenal dengan istilah peperangan di sorga (war in heaven), membuahkan sebuah peristiwa besar di bumi, yakni banjir bah. Peperangan itu diceritakan dimenangkan oleh kelompok Michael dan kawan-kawannya. Sementara “para pemberontak” kalah dan kemudian akses mereka ke langit ditutup. Mereka “terpenjara” di bumi ini. Hal ini sangat sesuai dengan apa yang diwahyukan dalam Al Quran: “dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api, dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya). (QS. 72:8-9) ET yang kalah, terpaksa tinggal di bumi, bersama dengan manusia yang tersisa setelah banjir bah. Peperangan ini dicatat dalam berbagai mitos dunia. Ada yang menyebut peperangan antar Titan, pertempuran antara naga dan burung phoenix, atau antara yang terang dengan yang gelap. Planet bumi tetap bertahan. Namun ada sesuatu yang unik pada saat itu setelah air bah surut, yaitu sebuah tanda di langit yang dilihat oleh Nuh, yakni sebuah “Busur” yang ada di awan (langit). Banyak orang dengan mudah menafsirkan hal itu sebagai pelangi. Tapi, bagaimana jika yang dimaksud adalah datangnya “bulan” ke bumi?
  10. 10. Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus 9 Jelas spekulasi semacam ini akan mudah dibantah oleh para ahli astronomi. Bukankah bulan sudah ada sejak dahulu kala? BBC pernah melaporkan ditemukannya peta bulan tertua di sebuah gua yang diperkirakan berumur 5000 tahun lalu. (sumber: Prehistoric Moon map unearthed - http://news.bbc.co.uk/1/hi/sci/tech/325290.stm) Jika itu benar, maka 5000 tahun lalu adalah masa yang sama saat banjir bah terjadi. Apakah bulan memang baru datang saat itu? Apakah datangnya (mendekatnya) bulan ke planet bumi menyebabkan naiknya air laut secara mendadak? Bahkan ada teori yang sangat spekulatif, yaitu bulan adalah pesawat atau semacam stasiun luar angkasa buatan yang menuju bumi dan saat mendekati Mars, membuat air di Mars tertarik oleh gravitasinya dan terbawa pindah ke bumi. Soal itu tidak perlu dibahas, sebab tidak ada bukti ilmiah atau manuskrip saat ini yang bisa memperkuatnya. Alkitab menjelaskan bahwa setelah air bah, manusia mulai mendirikan kota kembali dan merencanakan sebuah desain kontroversial yaitu sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit. Mereka berkata, “marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.” Tapi hal itu tidak disukai oleh ET yang mengamat-amati dari angkasa. Kitab Kejadian 11:5-7 menyebutkan: Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu, dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing." Zecharia Sitchin, yang terkenal dengan teori anunnakinya, mengemukakan bahwa menara Babel itu sangat mungkin adalah sebuah menara peluncur pesawat luar angkasa seperti Cape Canaveral atau Baikonur Cosmodrome. Jika ini benar, tentu tak heran kalau pihak ET yang mengawasi di angkasa tidak suka akan hal ini. Ada indikasi sebenarnya keinginan membuat menara Babel ini bukan datang dari manusia namun dari sisa makhluk ET yang “dipenjara” di bumi (para pemberontak yang diasingkan di bumi). Sebab perkataan “supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi” bisa diartikan sebagai upaya pelarian diri ke luar angkasa. Jika bahasa jadi kendala, mungkin karena perubahan generasi dan bahasa makin kompleks, maka itu bisa menjadi penyebab gagalnya sebuah proyek pembangunan yang spektakuler. Terlebih jika seandainya para ET yang ada di sana, tidak semuanya mengerti bahasa manusia. Jika seandainya mereka menggunakan alat penterjemah, maka dengan sedikit sabotase merusak alat penterjemah ini, maka kendala bahasa
  11. 11. Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus 10 menjadi hal yang sangat serius. Seperti diketahui, proyek tersebut gagal. Babel sendiri berarti “Gate of God.” Diceritakan setelah proyek itu gagal dan ditinggalkan, mereka kemudian menyebar ke segala penjuru bumi. Jika mereka adalah ET yang tersisa, maka mereka memang telah hidup bersama dengan manusia, bercampur dan sangat besar kemungkinan telah menjalin kehidupan seperti manusia. Sitchin menceritakan bahwa penghancuran kota- kota seperti Niniveh, Sodom, Gomorah, Yericho dan lain-lain adalah upaya genosida terhadap keturunan ET yang tersisa, yang sering disebut sebagai bangsa atau orang Enak atau Anak (anak dari para nephilim atau anunanki). Peperangan besar memang sudah usai, tapi pertempuran masih terus berlangsung… [bersambung] Bagian 2: Pertempuran demi Bumi Tak banyak yang diceritakan oleh Alkitab tentang peperangan di Sorga. Dalam kitab Wahyu, hal ini dianggap sebagai ceeita eskatologi tentang peperangan antara kekuatan malaikat yang baik (the angelic forces of good) dengan kekuatan setan yang jahat (the demonic forces of evil). Eskatologi adalah ajaran agama tentang yang terakhir atau hal- hal terakhir, atau ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang terjadi menjelang, maupun saat bahkan setelah kedatangan Yesus kedua kali. Banyak orang berpendapat bahwa peperangan di sorga ini masih belum terjadi dan akan terjadi menjelang hari penghakiman. Namun kalau diamati dalam bahasa Inggris, tertulis: “And there was war in Heaven: Michael and his angels fought against the Dragon; and the Dragon fought and his angels…” Ini merupakan sebuat kalimat masa lalu. Banyak kalangan ahli teologi yang memperdebatkan soal ini. Menurut pengamatan saya, dengan melihat referensi dari kitab Henokh, adalah jelas bahwa peperangan di sorga itu telah terjadi dan masanya adalah pada jaman Nuh di mana terjadi air bah. Sebagian ahli mitologi menyamakan kisah peperangan di sorga ini dengan cerita mitos Marduk yang mengalahkan dan membunuh Tiamat serta mengurung Kingu dalam tempat gelap serta mengurbankannya. Apa makna sorga itu sendiri? Sorga atau heaven dalam bahasa Yunani disebut “ouranos” (Uranus) dan dalam bahasa Ibrani disebut “shamayim”. “Sorga” mempunya banyak variasi makna di Ibrani kuno, sebagaimana itu masih digunakan dalam bahasa modern.. Musa menggunakan kata shamayim untuk mendeskripsikan luar angkasa (Kejadian 26:4), atmosfir (Kejadian 27:28), tempat di mana tuhan tinggal (Ulangan 26:15), tempat di mana malaikat tinggal (Kejadian 28:12), dan sumber dari berkat (Kejadian 49:25).
  12. 12. Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus 11 Kata Ibrani "syamayim" dan kata Yunani “ouranos”, memang bisa berarti “surga”, “langit”, ‘angkasa”, ‘udara” tergantung dari konteks ayat. Jika dikatakan Allah bersemayam di “syamayim”, tentu tidak dapat diterjemahkan Allah bersemayam di udara, demikian pula jika dikatakan burung-burung terbang di “syamayim”, tidak dapat pula diterjemahkan dengan terbang di surga. Jika dikatakan “syamayim” dan bumi bakal lenyap dan dibinasakan, tentu “syamayim” di sana berarti langit, dan bukan surga. Lalu, apakah peperangan di sorga berarti sebuah peperangan di langit atau di luar angkasa? Ada banyak kisah pertempuran di angkasa, di antaranya yang ada dalam Kitab Dzyan (Book of Dzyan). .Buku Dzyan adalah naskah kuno dari India menceritakan tentang sekelompok kecil makhluk yang datang di bumi beberapa ribu tahun yang lalu di dalam sebuah pesawat logam yang mengelilingi bumi beberapa kali sebelum mendarat. Makhluk- makhluk itu hidup menyendiri dan dihormati oleh manusia-manusia di tempat di mana mereka bermukim. Akan tetapi, kemudian timbullah perbedaan paham di antara mereka dan terjadilah perang. Ketika perselisihan memuncak, pemimpin dari satu kelompok mengumpulkan prajuritnya dan mereka membumbung ke udara menaiki sebuah pesawat logam yang besar dan mengkilap. Ketika mereka masih jauh dari kota musuhnya, mereka meluncurkan sebuah tombak yang besar dan bercahaya yang bergerak menuruti sebuah berkas sinar cahaya. Senjata itu meledak di kota musuhnya menjadi bola api yang besar yang menjulang ke langit, hampir mencapai bintang- bintang. Semuanya yang berada di dalam kota menjadi hangus secara mengerikan dan bahkan mereka yang tidak berada di dalam kota, akan tetapi berada di daerah sekitarnya, terbakar pula. Ketika pemimpin dari makhluk-makhluk pendatang itu melihat apa yang telah terjadi, akhirnya mengumpulkan prajuritnya yang masih ada, lalu masuk ke dalam pesawat masing-masing, membumbung ke langit satu per satu dan pergi untuk tidak kembali lagi. (Sumber: .Introductory Space Science - Volume II., Chapter XXXIII, yang diterbitkan oleh Department Of Physics - USAF, editor: Major Donald G. Carpenter dengan coeditor: Lt. Colonel Edward R. Therkelson. Buku ini sejak tahun 1968 merupakan buku resmi yang digunakan oleh Air Force Academy, di Colorado Springs, Colorado.) Kembali ke peperangan di surga antara penghulu malaikat Mikhael (arti Mikhael adalah yang menyerupai El atau Allah) dengan sang naga telah usai? Kitab Wahyu menjelaskan kemenangan ada di pihak Mikhael. Demikian pula dalam Kitab Henokh, Mikhael berhasil mengalahkan musuh-musuhnya. Namun Alkitab juga mencatat dalam kitab Kejadian, adanya peristiwa pembumi-hangusan beberapa kota di bumi ini, sebagai contoh adalah peristiwa hancurnya kota Sodom dan Gomorah. Jika peperangan besar itu terjadi sekitar tahun 3000 SM, penghancuran kota-kota Sodom dan Gomorah serta beberapa kota di sekitarnya terjadi sekitar 2500 SM. Bekas- bekas kehancuran kota-kota itu (tidak hanya Sodom dan Gomorah), kini berupa Laut Mati. Sejumlah ahli mengatakan bahwa kehancuran mereka karena tumbukan meteor
  13. 13. Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus 12 atau bahkan asteroid. Alkitab mencatat pengamatan Abraham dalam kitab Kejadian (19:27-28): Ketika Abraham pagi-pagi pergi ke tempat ia berdiri di hadapan TUHAN itu, dan memandang ke arah Sodom dan Gomora serta ke seluruh tanah Lembah Yordan, maka dilihatnyalah asap dari bumi membubung ke atas sebagai asap dari dapur peleburan. Di masa kini, orang dengan mudah mengira bahwa hal itu mirip dengan ledakan sebuah bom nuklir. Terlebih dengan adanya informasi bahwa istri Lot, karena dia berhenti saat berlari dan melihat balik ke arah kota yang sedang dihancurkan itu, dia berubah menjadi tiang garam (a pillar of salt). Banyak yang kemudian menafsirkan hal ini sebagai efek radiasi dari ledakan itu. Akan tetapi, bagaimana cerita awal penghacuran kota Sodom dan Gomorah ini? Alkitab mencatat bahwa pada awalnya saat Abraham sedang duduk di pintu kemahnya yang berada di dekat pohon tarbatin di Mambre, dia melihatada tiga sosok orang berdiri di depannya. Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah. Abraham nampaknya mengenal salah satu dari orang ini sehingga sujud hingga ke tanah. Mereka kemudian dijamu makan dan minum oleh Abraham dan pada akhir perjumpaan itu, seorang yang merupakan pemimpinnya, berkata kepada Abraham: “Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomorah dan sesungguhnya sangat berat dosanya. Baiklah Aku turun untuk melihat, apakah benar-benar mereka telah berkelakuan seperti keluh kesah orang yang telah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku hendak mengetahuinya.” (Kitab kejadian 18:20-21) Dari tiga sosok yang menjumpai Abraham, dua orang kemudian melanjutkan perjalanan ke Sodom sementara sang pemimpin pergi ke tempat lain. Kedua sosok itu disebut sebagai malaikat di dalam Alkitab, sementara sosok pemimpin adalah Tuhan sendiri. Kedua malaikat itu tiba di Sodom pada waktu petang. Lot, kemenakan Abraham yang tinggal di Sodom, sedang duduk di pintu gerbang Sodom. Saat melihat mereka, segeralah ia menyongsong mereka, lalu sujud dengan mukanya sampai ke tanah sambil berkata: "Tuan-tuan, silakanlah singgah ke rumah hambamu ini, bermalamlah di sini dan basuhlah kakimu, maka besok pagi tuan-tuan boleh melanjutkan perjalanannya." Jawab mereka: "Tidak, kami akan bermalam di tanah lapang." Tetapi karena ia sangat mendesak mereka, singgahlah mereka dan masuk ke dalam rumahnya, kemudian ia menyediakan hidangan bagi mereka, ia membakar roti yang tidak beragi, lalu mereka makan. Waktu itu terjadi sebuah insiden, di mana orang-orang kota Sodom berupaya untuk memaksa agar kedua tamu itu keluar. Lot bahkan sempat hampir dihajar namun kedua sosok itu kemudian membutakan mata orang-orang di sekitar itu, entah dengan cara bagaimana. Di masa kini hal itu bisa dilakukan dengan menggunakan sebuah granat kejut yang diberi julukan ‘flashbang’, karena menghasilkan cahaya membutakan (1 juta
  14. 14. Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus 13 Candela). Penduduk kota Sodom nampaknya juga mengenal dua sosok itu, sebab ada perkataan, "Orang ini datang ke sini sebagai orang asing dan dia mau menjadi hakim atas kita!” Apakah ini berarti mereka yang ada di sana mengenali bahwa dua “malaikat” itu adalah sosok extraterrestrial, yang dulunya pernah berperang dengan leluhur mereka? Ada dugaan bahwa penduduk kota di sekitar Sodom dihuni oleh keturunan Anunnaki. Penghancuran kota Sodom sepertinya sudah dijadwalkan, entah dalam bentuk penempatan sebuah bom waktu nuklir, atau akan ada sebuah serangan udara. Pagi hari, Lot dan keluarganya diperintahkan untuk melarikan diri. Matahari telah terbit menyinari bumi, ketika Lot tiba di Zoar. Kemudian Tuhan menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari Tuhan, dari langit; dan ditunggangbalikkan-Nyalah kota-kota itu dan Lembah Yordan dan semua penduduk kota-kota serta tumbuh-tumbuhan di tanah. Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam. (Kejadian 19:23-26) Ini adalah peristiwa pertama serangan extraterrestrial ke kota-kota yang ada di bumi semenjak bencana air bah. Sebuah upaya penghapusan keturunan para anunnaki yang dianggap berperilaku buruk di mata anggota federasi yang mengawasi mereka dari langit. Zecharia Sitchin dalam buku serinya “Earth Chronicles” beranggapan bahwa Sodom dan Gomorah, seperti halnya Sinai space port, sebenarnya dihacurkan oleh senjata nuklir, terlebih di daerah itu terdapat jejak-jejak radioaktif. Erich von Däniken juga berpendapat sama, bahwa Sodom dan Gomorah diluluhlantakkan dengan senjata nuklir. Pertempuran demi bumi sedang berlangsung. Menyebabkan sisa-sisa keturunan Anunnaki harus mencari tempat baru untuk menyelamatkan diri. Mungkin menarik jika kita renungkan lirik lagu Princes of the Universe yang dibawakan oleh kelompok musik Queen, yang seakan merupakan jeritan para anunnaki... Here we are, Born to be kings We're the princes of the universe Here we belong, Fighting to survive In a world with the darkest powers And here we are, We're the princes of the universe [bersambung] Saat itu ada 4 kota utama yang mengalami kehancuran, yaitu Sodom, Gomorah, Adma dan Zeboim. Kitab Ulangan 29:23 menggambarkan kondisi seluruh tanahnya yang telah hangus oleh belerang dan garam, yang tidak ditaburi, dan tidak ada lagi tumbuh- tumbuhan yang bisa hidup di sana. Belum pernah ada kejadian yang sungguh luar biasa seperti itu. Empat kota hancur seketika. Sodom adalah sebuah kelompok dari 5 kota
  15. 15. Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus 14 yang disebut Pentapolis (dalam Kitab Kebijaksanaan Salomo 10:6, sebuah kitab deuterokanonika), yang meliputi Sodom, Gomorah, Adma, Zeboim, dan Bela yang juga disebut Zoar. Kota Zoar luput dari bumi hangus karena Lot dan anak-anaknya melarikan diri ke sana. Awalnya, Zoar sebenarnya termasuk bagian dari rencana penghancuran. Namun kitab kejadian 19:17-21 menceritakan bahwa setelah kedua malaikat itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: "Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di mana pun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap." Kata Lot kepada mereka: "Janganlah kiranya demikian, tuanku. Sungguhlah hambamu ini telah dikaruniai belas kasihan di hadapanmu, dan tuanku telah berbuat kemurahan besar kepadaku dengan memelihara hidupku, tetapi jika aku harus lari ke pegunungan, pastilah aku akan tersusul oleh bencana itu, sehingga matilah aku. Sungguhlah kota yang di sana itu cukup dekat kiranya untuk lari ke sana; kota itu kecil; izinkanlah kiranya aku lari ke sana. Bukankah kota itu kecil? Jika demikian, nyawaku akan terpelihara." Malaikat itu menjawab kepadanya: "Baiklah, dalam hal ini pun permintaanmu akan kuterima dengan baik; yakni kota yang telah kau sebut itu tidak akan kutunggangbalikkan. Abraham barangkali adalah contactee pertama setelah jaman air bah. Sebelumnya Henokh juga merupakan contactee bahkan mengalami perjalanan ke luar angkasa. Yang menarik, hubungan ini berlangsung secara turun temurun. Kitab Kejadian 26:24 menceritakan perjumpaan Ishak, anak Abraham, dengan sosok ilahi yang berkata, "Akulah Allah ayahmu Abraham; janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau; Aku akan memberkati engkau dan membuat banyak keturunanmu karena Abraham, hamba- Ku itu.” Tak banyak peristiwa perjumpaan Ishak dengan makhluk extraterrestrial. Pengalaman yang lebih unik justru terjadi pada Yakub, anak Ishak. Dalam suatu perjalanan dari Bersyeba ke Haran, saat malam tiba Yakub berbaring dan bermimpi melihat sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu. Berdirilah Tuhan di sampingnya dan berkata: "Akulah Yehova, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu.” Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah extraterrestrial yang menjumpai Henokh itu sama dengan yang menjumpai keluarga Abraham dan keturunannya? Kalau merujuk pada penggunaan nama Yehova, maka nampaknya hal itu sudah dilakukan sejak generasi sebelum Henokh. Kitab Kejadian 4:26 menyebutkan bahwa orang mulai memanggil nama Yehova sejak kelahiran Enos, anak Set, cucu Adam. Hanya saja, penggunaan istilah “Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub” sering diulang-ulang dalam Alkitab. Dan nama ini kemudian mulai muncul kembali di jaman Musa.
  16. 16. Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus 15 Yakub memang punya pengalaman khusus dengan sosok extraterrestrial. Selain mimpinya yang luar biasa itu, di mana saat ini mungkin bisa diartikan sebagai malam Lailatul Qadar, Yakub juga pernah mengalami beberakali perjumpaan. Salah satu di antaranya dialami saat dalam sebuah perjalanan, dia bertemu dengan malaikat-malaikat Allah. Ketika Yakub melihat mereka, ia berkatalah, "Ini bala tentara Allah." Sebab itu dinamainyalah tempat itu Mahanaim. (baca Kejadian 32:1-2) Berikutnya, pada suatu malam, ia bertemu dengan seorang laki-laki dan bergulat dengannya semalaman hingga fajar menyingsing. Lalu kata orang itu: "Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing." Sahut Yakub: "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku." Bertanyalah orang itu kepadanya: "Siapakah namamu?" Sahutnya: "Yakub." Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang." Bertanyalah Yakub: "Katakanlah juga namamu." Tetapi sahutnya: "Mengapa engkau menanyakan namaku?" Lalu diberkatinyalah Yakub di situ. Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: "Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!” (baca Kitab kejadian 32:26-30) Tempat mereka bergulat itu kemudian dinamakan Pniel. Tiga generasi, mulai dari Abraham, Ishak dan Yakub, mengalami perjumpaan dengan makhluk extraterrestrial. Bahkan kalau kita amati, saat Hagar dengan Ismael dalam keadaan kehausan setelah diminta pergi oleh Abraham, mereka juga ditemui oleh sosok malaikat yang menolong mereka dari kehausan. Hagar menyebut makhluk extraterrestrial itu dengan nama El-Roi, yang artinya Allah yang melihat (Baca Kitab Kejadian 16:13). Sementara Abraham memanggil dengan nama El Olam (Everlasting God = Allah yang kekal). Mengapa malaikat-malaikat ini bisa dianggap sebagai makhluk extraterrestrial? Hal ini jika ditelusuri, maka nama-nama ini berkaitan dengan nama Elohim (bentuk jamak dari eloha), yang artinya “those who came from the sky” (yang datang dari langit), di mana sama artinya juga dengan Anunnaki yaitu “those who came from heaven to earth”. Nampaknya Bumi menjadi salah satu tujuan yang penting. Kehadiran para elohim di planet bumi ini terus berlangsung. Yakub menyaksikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, yang dikenal dengan istilah Jacob’s Stairway to Heaven atau Jacob’s ladder. Salah satu bukunya Zecharia Sitchin berjudul “The Stairway to Heaven”. Periode perjumpaan antara ET dengan tiga generasi itu, diperkirakan terjadi selama sekitar 175 tahun. Selanjutnya, tak ada catatan perjumpaan atau kehadiran ET di Alkitab hingga perjumpaan jarak dekat tingkat kedua (close encounters of the second kind) yang dialami oleh Musa di gunung Horeb. Jarak waktu antara air bah dengan Abraham sekitar 500 tahun. Sementara perbedaan waktu antara Yakub dengan Musa juga sekitar 500 tahun. Apakah ET berkunjung ke planet bumi selang waktu 500 tahun sekali dan setiap kunjungan berlangsung sekitar 150 hingga 200 tahun? Jarak antara Henokh dengan Nuh juga sekitar 500 tahun.
  17. 17. Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus 16 Sementara jarak antara Adam dengan Henokh sekitar 500 tahun. Sebuah siklus yang tetap atau hanya kebetulan belaka? Apa yang direncanakan oleh para ET 500 tahun kemudian setelah menghancurkan Sodom dan Gomorah? [bersambung] Sebelum membahas lebih jauh tentang sepak terjang ET di planet bumi ini, ada satu hal yang menarik untuk disimak. Sebagaimana pesan saya di awal tulisan ini, banyak materi dalam artikel ini yang tidak bersesuaian dengan pemikiran agama dan dapat mengganggu pemikiran Anda. Jika Anda merasa tidak nyaman dengan tulisan ini, mohon jangan diteruskan membaca. Ada sebuah peristiwa yang dialami oleh Abraham dengan tuhannya yang tidak boleh dilewatkan begitu saja, yakni perjanjiannya melalui proses sunat. Ada banyak teori tentang sunat ini. Misalnya, Abraham adalah seorang pengembara atau nomaden, dan saat itu dia masuk ke daerah asing yang mempunyai kebiasaan sunat. Beberapa pakar antropologi dan sosiologi kini tidak lagi menggunakan istilah sunat melainkan mutilasi genital. Mengapa harus ada kewajiban melakukan mutilasi genital ini? Saat ini orang berdalih bahwa hal itu demi kesehatan. Mendiskusikan soal tujuan dari kebiasaan ini tentu bisa panjang lebar. Tapi mengapa perjanjian harus dengan tanda seperti itu? Saat Abraham membuat perjanjian itu, anaknya Ismael, berusia 13 tahun. Sementara perjanjian itu sendiri mengharuskan anak berusia delapan hari harus disunat. Itu sebabnya dalam budaya Arab atau Islam, sunat dilakukan saat anak menjelang pubertas, sementara dalam budaya Israel saat usia 8 hari. Di kemudian hari, kebudayaan sunat dalam agama Islam adalah untuk membuang kotoran-kotoran yang tersisa di sela- sela keratan kulit yang terjadi karena sisa-sisa air seni agar dapat menjadi bersih (suci) ketika laki-laki sudah diwajibkan untuk sholat yaitu pada usia sekitar 9 - 11 tahun yang dalam umuran itu laki-laki telah diwajibkan unuk sholat. Perjanjian itu terjadi saat Abraham berusia 99 tahun, dan oleh tuhannya, nama Abraham yang semula Abram diganti menjadi Abraham. “Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.” (Kitab Kejadian 17:4-5). Lagi firman Allah kepada Abraham: "Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian- Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun. Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi
  18. 18. Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus 17 tanda perjanjian antara Aku dan kamu. Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu. Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal. Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku." (Kitab Kejadian 17:9-15) Jika yang ditemui oleh Abraham adalah makhluk extraterrestrial, mengapa harus ada perjanjian dengan tanda mutilasi genital? Di beberapa budaya, sunat bisa berarti sebuah tanda penyerahan diri atau perbudakan. Di jaman modern ini, maknanya bisa beraneka ragam. Ada yang melakukan demi alasan kesehatan, supaya lebih nikmat dalam berhubungan seksual, memenuhi kewajiban agama, ritual pengorbanan, atau ritual menuju kedewasaan dan lain-lain. Di masa kini, PBB menganggap tindakan mutilasi genital merupakan pelanggaran terhadap hak asasi anak-anak. Ini menjadi tanda tanya ketika masalah sunat yang harusnya sudah ada sejak sebelum jaman Abraham, khususnya di daerah Afrika, apakah hal ini berkaitan dengan kebiasaan makhluk extraterrestrial yang datang ke planet bumi di masa lalu? David Icke pernah membahas soal sunat ini dan mengkaitkannya dengan reptilian. Stewart Swerdlow, salah seorang Montauk Boy yang selamat, mengatakan bahwa motif sunat adalah untuk membuang sisa atau bekas kulup reptilian di manusia. Dengan membuangnya, dalam kebudayaan kuno, menandakan sebuah transformasi menjadi gambaran tubuh “manusia murni”. Tentu kita tidak tahu, bagaimana cetak biru manusia yang dibuat pertama kali itu apakah tanpa kulup, dan kemudian menjadi berkulup karena hasil kawin silang dengan makhluk ET? Atau justru sebaliknya, bahwa manusia itu dasarnya adalah berkulup dan kemudian disunat agar menjadi tampak seperti citra “tuhan” mereka yang genitalnya tidak berkulup. Budaya sunat ini juga dikenal di masyarakat Dogon, Afrika, di mana yang terkenal dengan mitologi kedatangan makhluk dari Sirius. Banyak orang yang skeptik atau penentang agama yang mengatakan bahwa tuhan yang memerintahkan Abraham untuk melakukan sunat serta menyuruh mengorbankan anaknya sendiri adalah tuhan yang jahat. Sementara bagi penganut agama mengatakan bahwa hal itu adalah untuk tujuan pengujian keimanan. Semua itu tergantung persepsi. Akan tetapi, nampaknya hal itu ada hubungannya dengan para anunnaki. Kemungkinan sunat dilakukan untuk membedakan antara mana yang merupakan sisa keturunan anunnaki dengan keturunan Abraham. Sebab tanda itu bisa menjadi sebuah pengenal yang mudah, seperti yang dilakukan oleh tentara Jerman saat memilah mana yang orang
  19. 19. Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus 18 yahudi (jews) dengan yang bukan. Mereka disuruh telanjang dan jika disunat maka dianggap orang yahudi. Untuk alasan yang sama, barangkali, di masa itu juga untuk membedakan mana yang merupakan kelompok dan mana yang bukan. Kalau kita mengacu pada teori Anunnaki yang dibawakan oleh Zecharia Sitchin, maka anunnaki membuat kita (merekayasa genetika dan menciptakan manusia) sama seperti citra (DNA) mereka. Hanya saja kita dibuat tidak terlalu istimewa. Hebat dalam hal fisik, namun tidak terlalu pandai. Upgrade menjadi makhluk yang lebih cerdas membuat perselisihan di antara para anunnaki. Anunnaki awalnya membuat manusia untuk menggantikan tugas mereka menambang emas di planet bumi. Dengan kata lain, mereka menciptakan manusia sebagai budak atau pekerja. Tak heran jika sampai hari ini, manusia adalah termasuk ras pekerja dan menganggap kondisi menganggur adalah sesuatu yang buruk. Tak heran pula jika dalam kebanyakan sistem kepercayaan agama, memandang manusia sebagai hamba (budak) tuhannya. Hal ini telah menjadi semacam ketidaksadaran kolektif yang dibawa turun temurun. Sebagian anunnaki yang bergaul dengan manusia kemudian merasa perlu menolong dan memberi pengetahuan kepada manusia. Hal ini bisa kita baca dalam kitab Henokh. Azazel mengajar manusia untuk membuat pedang, dan pisau, dan perisai, dan baju zirah, dan mengajarkan kepada mereka logam-logam dari tanah dan cara mengolahnya, dan kalung, dan hiasan-hiasan, dan penggunaan antimon, dan cara menghias kelopak mata, dan segala jenis batu mulia, dan segala ramuan pewarna. Dan timbullah perbuatan-perbuatan tak ber-Tuhan, dan mereka melakukan perzinahan, dan mereka menjadi tersesat, dan tercela dalam seluruh cara-cara mereka. Semjaza mengajarkan mantera-mantera, dan cara memotong akar, Armaros penyelesaian mantera-mantera, Baraqijal (mengajarkan) astrologi, Kokabel rasi-rasi bintang, Ezeqeel pengetahuan tentang awan, Araqiel tanda-tanda bumi, Shamsiel tanda-tanda matahari, dan Sariel perjalanan bulan. (Kitab Henokh bab 8) Namun malaikat Mikhael, Uriel, Raphael dan Gabriel melaporkan hal ini kepada yang maha tinggi, katanya, “Kau melihat apa yang telah dilakukan Azazel, yang telah mengajarkan kejahatan di bumi dan membuka rahasia-rahasia abadi yang telah (dilindungi) di surga, yang sangat ingin dipelajari manusia.” Ini merupakan sebuah kisah yang menarik. Bagaimana Azazel dan kawan-kawannya mendapat tuduhan serius karena mengajarkan rahasia-rahasia abadi yang sangat ingin dipelajari manusia. Apakah itu? Saya teringat pada ayat yang ada dalam Al Quran: Dan sesungguhnya mereka (jin) menyangka sebagaimana persangkaan kamu (orang- orang kafir Mekah), bahwa Allah sekali-kali tidak akan membangkitkan seorang (rasul) pun, dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami
  20. 20. Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus 19 mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api, dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya). (QS. 72:7-9) Apakah jin ini adalah para anunnaki yang ada di bumi? Jika kita hubungkan, sepertinya ada kaitannya. Mereka saat ini masih ada di bumi, entah keturunannya atau mereka sendiri. Sebab secara umum dipercaya bahwa usia mereka bisa sangat panjang jika dibandingkan dengan ukuran manusia. Mereka barangkali kemudian menjadi legenda masyarakat, seperti vampire, highlander maupun para demigods (manusia setengah dewa). Dalam kultur hindu, barangkali para anunnaki ini dikenal dengan nama para Asura, sementara para malaikat adalah para Aditya (Adityas). Aditya adalah kelompok Dewa matahari, putera dari Aditi dan Kashyapa. Di sana juga ada mitos peperangan antara Adityas dengan Danavas, anak dari Danu, yang merupakan ras dari Asura. Menurut mitologi Hindu, dunia bawah dipenuhi oleh para Asura. Hal yang mirip dengan informasi saat ini bahwa reptilian menghuni subterran. Sumber Wikipedia menyebutkan Asura adalah bangsa Daitya (atau Detya), kadangkala disamakan dengan rakshasa atau makhluk yang jahat. Mereka merupakan golongan makhluk supernatural dan memiliki sifat negatif, yakni memusuhi para Dewa. Meskipun demikian, beberapa Asura merupakan Dewa, seperti Kubera, golongan bangsa Yaksa, adalah Dewa keuangan dan kekayaan. Para Asura mengatur fenomena sosial di muka bumi seperti Baruna, Dewa air, yang juga mengatur hukum rta. Sedangkan Dewa, mengatur fenomena alam, seperti Indra, Dewa hujan, Dewa petir dan cuaca. Dalam beberapa kitab, para Dewa adalah golongan bangsa yang memiliki sifat mulia sedangkan Asura sebaliknya. Dalam ajaran Buddha, Asura merupakan makhluk supernatural dalam kosmologi agama Buddha. [bersambung] Para Danava (Asura) atau anunnaki mengalami karanita di planet bumi ini. Bahkan mereka dikatakan menghuni dunia bawah tanah atau subterran. Jika kita memperhatikan jenis-jenis extraterrestrial yang ditulis oleh John Winston di tahun 1998, ada satu ras yang disebut dengan nama Draconian atau Draco’s. Mereka merupakan entitas yang terlihat seperti tidak berjiwa dan dapat dikaitkan dengan neosaurian- reptilian atau makhluk seperti malaikat yang memiliki sifat keburukan dan diketahui meyertai atau memotivasi mereka. Semenjak konflik kosmik yang terjadi antara dua kelompok, yaitu khususnya antara “fallen” (kemerosotan) dan unfallen (kebajikan) yang mana secara berturut-turut mempengaruhi dunia fisik bagi kejahatan dan kebaikan, salah satu grup mungkin berhasil dalam menguasai bagian atau dari dominasi fisik atau
  21. 21. Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus 20 wilayah yang lainnya pada waktu tertentu. John Winston kemudian membuat daftar entitas humanoid dan sauroid yang menghuni dunia Terran, Subterran, dan Exterran. Lalu, apakah informasi-informasi seperti itu terpengaruh dengan cerita-cerita mitos dari masa lalu? Ataukah memang hal itu merupakan kenyataan dari agenda makhluk extraterrestrial? Mari kita kembali ke teks yang ada di Alkitab. Kitab Wahyu 20:1-3 mengungkapkan: “Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya; ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya, lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya.” Ada sebuah nubuat atau ramalan, bahwa “sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya.” Kapan saat itu terjadi? Banyak ahli tafsir yang memperdebatkan masalah ini. Ada ahli eskatologi mengatakan bahwa saat ini adalah saat di mana setan dan iblis dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya. Apakah itu sesuai dengan perjanjian di antara tuhan dengan iblis, yang diwahyukan dalam Al Quran bahwa iblis diberi tangguh waktunya untuk menyesatkan manusia? Dan ketika tiba hari penghakiman, apakah itu merupakan penghakiman atas manusia, atau… itu merupakan hari penentuan dan penghabisan bagi para anunnaki? Membayangkan hal ini, seringkali saya mengira bahwa hal itu akan terjadi pada akhir tahun 2012. Dan sebelum masa itu, para anunnaki mencoba untuk mempengaruhi manusia agar mereka bisa selamat dari penghakiman itu. Ini semua adalah pertempuran demi bumi. Fenomena UFO menjadi begitu kabur ketika dikaitkan dengan apa yang ditulis di dalam kitab-kitab suci. Lalu, apakah seperti slogan di film Transformer, yaitu "Their War. Our World" atau dalam film Alien vs Predator… “They're not hunting us. We're in the middle of a war. It's time to pick a side”…. No matter who wins, we lose. Mungkin sebaiknya kita kembali lagi ke masa silam. Terlalu mengerikan membayangkan peperangan antar aliens terjadi lagi seperti yang di jaman dulu. Sebab Injil menurut Matius13:49-50 mengungkapkan: Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat- malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Kembali ke jaman Musa, seorang pangeran Mesir, yang konon adalah anak bangsa Ibrani yang dibuang ke sungai Nil dan diasuh oleh seorang putri Firaun. Musa jelas mendapat pendidikan selayaknya seorang bangsawan Mesir. Baik itu pendidikan kepemimpinan, militer, bela diri, sampai pada ilmu-ilmu lain yang wajib dikuasi oleh
  22. 22. Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus 21 seorang bangsawan, termasuk di antaranya adalah sihir. Musa nampaknya punya minat khusus pada hal-hal yang bersifat magis namun sebagai seorang bangsawan yang bukan calon raja, nampaknya membuat ambisinya menjadi seorang penguasa terpendam kuat dalam dirinya. Intrik dan politik dalam setiap kerajaan pasti ada. Mesir saaat itu dikatakan memperbudak bangsa Ibrani (keturunan Israel). Nama Israel adalah nama yang diberikan oleh sosok malaikat yang bergulat dengan Yakub dan mengganti namanya menjadi Israel. Setelah masa paceklik berkepanjangan di Hebron (dekat Yordania), di jaman Yusuf (salah satu anak Yakub), orang Ibrani pindah ke Mesir sebab Yusuf mampu mengelola logistik Mesir dengan baik. Yusuf sendiri berada di Mesir karena dijual oleh saudara-saudaranya yang iri dengannya. Yusuf adalah seorang ahli tafsir mimpi yang hebat di masa itu dan bisa memprediksi masa depan. Kemampuannya membawa dirinya menjadi seorang kepercayaan raja dan diserahi tugas sebagai seorang kepala badan usaha logistik. Karena pengaturan logistik yang baik, Mesir terhindar dari bencana kelaparan akibat musim kemarau berkepenjangan. Yusuf kemudian mengundang saudara-saudaranya untuk tinggal di Mesir. Tentu kita tidak bisa membayangkan bahwa mereka hanya datang segelintir orang, namun bisa dianggap merupakan sebuah bangsa yang melibatkan banyak orang, budak, anak dan keluarganya serta hewan-hewan peliharaan mereka. Cerita ini masih belum berkaitan dengan kehadiran ET, tapi saya menyampaikan sebagai latar belakang cerita. Bangsa Ibrani tinggal di Mesir selama sekitar 400 tahun. Waktu itu, pemerintah Mesir mulai melihat bangsa Ibrani yang makin bertambah banyak jumlahnya menjadi suatu hal yang bisa mengancam stabilitas. Akibatnya, mereka kemudian dipaksa menjadi budak dan pekerja untuk mendirikan bangunan-bangunan di Mesir. Menurut orang yang mendalami teori konspirasi, di sini sebenarnya awal dari Freemason, yang berarti tukang bangunan (mason) yang merdeka. Musa yang waktu itu diceritakan membunuh seorang pejabat istana Mesir, khawatir mendapat hukuman mati karena ulahnya, lari dari mesir menuju ke tanah Midian. Musa dikenali sebagai orang Mesir oleh penduduk di sana. Dia kemudian tinggal di rumah Imam Midian yang bernama Yitro. Musa kemudian mengawini Rehuellah Zipor, anak Yitro. Suatu hari, saat menggembalakan kambing domba mertuanya, Musa tiba di gunung Horeb. Kitab keluaran (Exodus) 3:2 mengungkapkan: “Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.” Apakah hal ini bisa dianggap sebagai sebuah penampakan UFO yang sedang mendarat? Sekali lagi, itu semua tergantung dari persepsi. Sosok itu menyatakan dirinya: "Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub." Lalu Musa menutupi
  23. 23. Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus 22 mukanya, sebab ia takut memandang Allah. Barangkali penampakan itu sangat menyilaukan. Sebenarnya, dari sinilah penggunaan nama Jehova atau Yahweh itu muncul. Sebab sosok itu menyebut dirinya: “Aku adalah Aku” (IHVH atau JHVH). Tapi jika kita mempelajari sejarah agama, maka kita akan mengetahui bahwa yahweh sebenarnya adalah tuhan atau dewanya orang Midian dan Edom. Orang Midian menyembah dewa yahweh sebagai dewa pahlawan atau semacam dewa perang. [untuk diketahui, bahwa nama yahoo itu juga berasal dari yahweh] Nama Yahweh ini kemudian diperkenalkan oleh Musa kepada bangsa Ibrani sebagai tuhan yang sama yang pernah membuat janji dengan nenek moyang mereka dan akhirnya menjadi bagian yang tak terlepaskan dari Yudaisme. Baca juga buku Sejarah Tuhan yang ditulis oleh Karen Amstrong. Ada sebuah cerita menarik saat perjalanan dari Midian ke Mesir. Kitab Keluaran 4:24 menulis: “Tetapi di tengah jalan, di suatu tempat bermalam, Tuhan bertemu dengan Musa dan berikhtiar untuk membunuhnya.” Jelas ini merupakan suatu hal yang sulit dimengerti. Mengapa Tuhan ingin membunuh Musa sementara dia mendapat misi yang sangat istimewa? Untuk mencegah Tuhan membunuh Musa, Zipora (istri Musa) mengambil pisau batu, dipotongnya kulit khatan anaknya, kemudian disentuhnya dengan kulit itu kaki Musa sambil berkata: "Sesungguhnya engkau pengantin darah bagiku." Lalu tuhan membiarkan Musa. "Pengantin darah," kata Zipora waktu itu, karena mengingat sunat itu. Ahli teologi tentu memutar otak dan mencari alasan, mengapa tuhan berkeinginan membunuh Musa? Jawabannya sering dikaitkan dengan anak Musa yang waktu itu belum sunat. Namun saya membayangkan bahwa saat itu Musa menderita sakit, mungkin karena efek terkena radiasi dalam jumlah besar. Apakah pengalaman perjumpaan jarak dekat antara Musa dengan UFO di gunung Horeb itu membuat Musa menderita sakit? Sejauh ini beberapa laporan menunjukkan adanya pengaruh radioaktif dari sebuah UFO. Sebagai contoh, saat tim militer Rusia melacak lokasi jatuhnya UFO di Pegunungan Kaukasus tanggal 10 Agustus 1989 dengan menggunakan helikopter Mi-8. Setelah berputar-putar sekian lama, mereka menemukan puing UFO tersebut di luar wilayah Nizhnizy Chegem. Dari dekat terlihat benda misterius berbentuk cerutu tersebut berukuran panjang 6 meter dan tinggi 3 meter. Tim militer melakukan pemeriksaan dengan menggunakan pakaian khusus anti radiasi karena di sekitar lokasi terdapat jejak radiasi. Meskipun pakaian mereka dirancang untuk menahan radiasi, beberapa personel militer belakangan diketahui terkena efek radiasi. (sumber: Harian Global, 12 August 2007) 500 tahun berlalu setelah jaman Abraham berganti dengan Musa. Makhluk-makhluk extraterrestrial datang kembali dan kini mereka berusaha menjalin hubungan dengan
  24. 24. Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus 23 sebuah bangsa. Apakah ini merupakan konspirasi alien pertama di planet bumi ini? Mengapa mereka memilih bani (bloodline) Israel? Tanya kenapa… [bersambung] Bagian 3: Teknologi ET Seperti diketahui, nama Israel adalah dari nama Yakub yang berganti nama. Yakub mempunyai 12 anak yang kemudian menjadi 12 suku Israel. Orang Israel sendiri sebelumnya di jaman Abraham, disebut sebagai orang Ibrani (Hebrew) karena semula tinggal di Hebron. Setelah ratusan tahun tinggal di tanah Mesir, keturunan Israel mendapat perlakukan keras dari penguasa Mesir. Musa mendapat perintah dari tuhannya untuk mengeluarkan bani Israel dari Mesir, yang menurut janjinya akan dibawa ke tanah yang dijanjikan. Tapi sesungguhnya, bani Israel selama dipimpin oleh Musa, tidak pernah sampai ke “tanah yang dijanjikan”, namun berputar dan menetap di gurun Sinai. Di gurun itu terdapat sebuah gunung, yang disebut dengan gunung Sinai, tempat di mana Musa mengalami peristiwa perjumpaan jarak dekat dengan makhluk ET yang kedua kalinya. Berikut deskripsi ketika kedatangan “UFO” di gunung Sinai: Dan terjadilah pada hari ketiga, pada waktu terbit fajar, ada guruh dan kilat dan awan padat di atas gunung dan bunyi sangkakala yang sangat keras, sehingga gemetarlah seluruh bangsa yang ada di perkemahan. Lalu Musa membawa bangsa itu keluar dari perkemahan untuk menjumpai Allah dan berdirilah mereka pada kaki gunung. Gunung Sinai ditutupi seluruhnya dengan asap, karena TUHAN turun ke atasnya dalam api; asapnya membubung seperti asap dari dapur, dan seluruh gunung itu gemetar sangat. Bunyi sangkakala kian lama kian keras. Berbicaralah Musa, lalu Allah menjawabnya dalam guruh. Lalu turunlah TUHAN ke atas gunung Sinai, ke atas puncak gunung itu, maka TUHAN memanggil Musa ke puncak gunung itu, dan naiklah Musa ke atas. (Keluaran 19:16-20) Maka Musa mendaki gunung dan awan itu menutupinya. Kemuliaan TUHAN diam di atas gunung Sinai, dan awan itu menutupinya enam hari lamanya; pada hari ketujuh dipanggil-Nyalah Musa dari tengah-tengah awan itu. Tampaknya kemuliaan TUHAN sebagai api yang menghanguskan di puncak gunung itu pada pemandangan orang Israel. Masuklah Musa ke tengah-tengah awan itu dengan mendaki gunung itu. Lalu tinggallah ia di atas gunung itu empat puluh hari dan empat puluh malam lamanya. (Keluaran 24:15-18) Saat Musa di gunung bersama tuhannya itu, dia mendapat banyak perintah dan hukum- hukum yang harus diterapkan. Memang bagi skeptis akan beranggapan bahwa
  25. 25. Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus 24 memanfaatkan nama “Tuhan” agar bisa memerintah orang-orang Israel. Meski cara pengaturannya agak berbau nepotisme, di mana urusan imamat diserahkan kepada suku Lewi, yang merupakan kelompok Harun (dan juga Musa). Ada kewajiban membayar sepersepuluh dari kekayaan yang disetor ke suku Lewi sebagai penyelenggara serta penyambung dengan tuhan. Namun hal itu bukan topik yang akan dibahas. Tentu orang percaya bahwa Musa adalah seorang nabi. Bahkan dia adalah seorang nabi yang besar bagi bangsa Israel dan umat agama lainnya. Saat itu ada beberapa artefak yang menarik, yang diduga berkaitan dengan teknologi ET. Pertama adalah tabut perjanjian (ark of covenant). Tabut ini muncul dalam film Indiana Jones. Diduga merupakan sebuah generator listrik serta alat komunikasi, bahkan mungkin merupakan semacam stargate. Pernah pada waktu Daud memerintahkan orang membawa tabut perjanjian itu, ketika mereka sampai ke tempat pengirikan Nakhon, seorang bernama Uza mengulurkan tangannya kepada tabut Allah itu, lalu memegangnya, karena lembu-lembu itu tergelincir. Diceritakan bahwa hal itu membangkitkan murka TUHAN terhadap Uza, lalu Allah membunuh dia di sana karena keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Allah itu. Daud menjadi marah, karena TUHAN telah menyambar Uza demikian hebatnya; maka tempat itu disebut orang Peres- Uza sampai sekarang. (Baca Kitab 2 Samuel 6:6-8) Tabut perjanjianini bukan alat yang diberikan langsung dari ET namun Musa mendapat petunjuk tentang bagaimana cara membuatnya serta ukuran-ukuran dan bahannya. Artefak lain yang menarik di jaman Musa adalah mesin pembuat “manna”. Mesin ini menghasilkan manna yang warnanya putih seperti ketumbar dan rasanya seperti rasa kue madu. Orang Israel makan manna empat puluh tahun lamanya, sampai mereka tiba di tanah yang didiami orang; mereka makan manna sampai tiba di perbatasan tanah Kanaan. Mesin pembuat manna ini diduga pada waktu jaman Salomo (Sulaiman) masih ada. Tentang mesin pembuat manna ini, silahkan baca di http://www.mystae.com/streams/science/machine2.html
  26. 26. Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus 25 Mesin Manna yang dibuat berdasarkan prasasti. Hal-hal yang berhubungan dengan keajaiban saat keluarnya bani Israel dari Mesir, seperti terbelahnya laut Merah, turunnya tulah-tulah bagi bangsa Mesir, menurut saya agak sulit dihubungkan dengan pekerjaan makhluk ET. Walau bisa saja orang berspekulasi bahwa tongkat yang dibawa Musa adalah semacam alat khusus yang diberi oleh makhluk ET kepadanya. Di atas tabut perjanjian yang diletakkan di dalam sebuah kemah suci, pada siang hari terdapat tiang awan, sementara jika malam berupa tiang api. Kitab Keluaran 13:21 menjelaskan: “TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam. Dengan tidak beralih tiang awan itu tetap ada pada siang hari dan tiang api pada waktu malam di depan bangsa itu.” Tabut perjanjian ini menurut cerita juga bisa menyurutkan sungai yordan. Segera sesudah kaki para imam pengangkat tabut TUHAN, Tuhan semesta bumi, berhenti di dalam air sungai Yordan, maka air sungai Yordan itu akan terputus; air yang turun dari hulu akan berhenti mengalir menjadi bendungan." Ketika bangsa itu berangkat dari tempat perkemahan mereka untuk menyeberangi sungai Yordan, para imam pengangkat tabut perjanjian itu berjalan di depan bangsa itu. Segera sesudah para pengangkat tabut itu sampai ke sungai Yordan, dan para imam pengangkat tabut itu mencelupkan kakinya ke dalam air di tepi sungai itu -- sungai Yordan itu sebak sampai meluap sepanjang tepinya selama musim menuai -- maka berhentilah air itu mengalir. Air yang turun dari hulu melonjak menjadi bendungan, jauh sekali, di dekat Adam, kota yang terletak di sebelah Sartan, sedang air yang turun ke Laut Araba itu, yakni Laut Asin,
  27. 27. Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus 26 terputus sama sekali. Lalu menyeberanglah bangsa itu, di tentangan Yerikho. Tetapi para imam pengangkat tabut perjanjian TUHAN itu tetap berdiri di tanah yang kering, di tengah-tengah sungai Yordan, sedang seluruh bangsa Israel menyeberang di tanah yang kering, sampai seluruh bangsa itu selesai menyeberangi sungai Yordan. (Kitab Yosua 3:15-17) [bersambung] Yosua adalah pengganti Musa memimpin bani Israel setelah Musa mati. Yosua adalah abdi Musa sejak dia masih muda. Alkitab mencatat bahwa dalam rangka menuju ke tanah perjanjian itu, mereka harus menakhlukkan sejumlah kota dan bangsa yang ada di wilayah itu. Sasaran pertama adalah Yerikho. Kota Yerikho (Jericho) berarti “kota Bulan”. Nama Yerikho adalah dari bahasa semit. Penduduk di sana umumnya menyebutnya dengan nama "Riha". Orang Kanaan mengartikannya sebagai “bulan”. Kota ini berasal dari kata "yerihu", dan "Yarah". Al- Yarah dalam bahasa Arab berarti "sebulan " dan "bulan". Yerikho adalah salah satu kota tertua di dunia yang diketahui, kemungkinan dibangun pada tahun 8000 SM, berarti harusnya sudah ada sebelum bencana air bah. Ini menimbulkan dugaan, bahwa bencana air bah itu hanya merupakan bencana lokal. Kota ini terletak di lembah sungai Yordan, sekitar 27 km timur laut dari Yerusalem. Kehancuran kota Yerikho ini tidak terlepas dari peran tabut perjanjian. Tabut ini bisa digunakan sebagai senjata untuk perang. Bani Israel membawa tabut dan mengitari kota Yerikho selama 7 kali, kemudian meniupkan sangkakala (semacam terompet) dan langsung benteng kotanya ambruk hancur, sehingga akhirnya mereka bisa menyerbu ke dalam kota Yerikho. Di kalangan ilmuwan, tentu tidak mudah mempercayai bahwa tembok Yerikho runtuh hanya karena getaran suara Sangkakala dan teriakan bangsa Israel. Penelitian arkeologi menyimpulkan bahwa tembok Yerikho runtuh karena gempa bumi. Gempa itu bukan hanya menimpa Yerikho saja, tapi juga kota-kota di sekitarnya. Gempa bumi adalah fenomena alam, dan hal itu adalah penjelasan yang paling bisa diterima secara umum. Agak berbeda dengan kasus kehancuran Sodom dan Gomorah, di mana menurut saksi mata yakni Abraham, terlihat asap membumbung ke angkasa, Yerikho runtuh begitu saja, sebuah keadaan yang sangat mirip dengan dampak gempa bumi. Apakah sebuah kebetulan setelah tujuh hari orang Israel mengelilingi kota itu (dan setiap putaran mereka meniupkan terompet) kemudian tiba-tiba terjadi gempa bumi yang maha dahsyat yang bisa meruntuhkan sebuah tembok benteng kota yang telah berusia ribuan tahun? Ataukah bangsa itu dilengkapi dengan senjata pamungkas pembunuh massal? Terdengarnya seperti sebuah fiksi ilmiah, tetapi kita mesti
  28. 28. Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus 27 memperhatikan, apa yang terjadi sebelum Yosua memimpin orang Israel menuju ke Yerikho. Pertama, dalam kitab Yosua 5:12, mesin manna berhenti berproduksi. “Lalu berhentilah manna itu, pada keesokan harinya setelah mereka makan hasil negeri itu. Jadi orang Israel tidak beroleh manna lagi, tetapi dalam tahun itu mereka makan yang dihasilkan tanah Kanaan.” Lalu, pada teks selanjutnya diceritakan: Ketika Yosua dekat Yerikho, ia melayangkan pandangnya, dilihatnya seorang laki-laki berdiri di depannya dengan pedang terhunus di tangannya. Yosua mendekatinya dan bertanya kepadanya: "Kawankah engkau atau lawan?" Jawabnya: "Bukan, tetapi akulah Panglima Balatentara TUHAN. Sekarang aku datang." Lalu sujudlah Yosua dengan mukanya ke tanah, menyembah dan berkata kepadanya: "Apakah yang akan dikatakan tuanku kepada hambanya ini?" Dan Panglima Balatentara TUHAN itu berkata kepada Yosua: "Tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat engkau berdiri itu kudus." Dan Yosua berbuat demikian. (Yosua 5:13-15) Jika sosok itu benar seperti klaimnya bahwa adalah panglima balatentara tuhan, apakah bisa diartikan sebagai makhluk ET? Sosok itu yang memberitahu cara untuk menghancurkan Yerikho. Kota itu memang hancur dengan cara yang tidak masuk akal, sesuai dengan teknik yang disampaikan. Apakah ada campur tangan ET dalam penghancuran itu? Ataukah ada senjata gelombang suara yang bisa membuat dinding bergetar yang sanggup meruntuhkannya? Secara umum sosok itu jelas berwujud seperti manusia laki-laki. Senjata yang dibawanya adalah pedang yang terhunus di tangannya. Pedang dengan perkembangan teknologi manusia saat ini, dalam persepsi kita, bukan merupakan senjata yang mencerminkan teknologi ET. Ketika ditanya apakah dia kawan atau lawan, saat menjawab dirinya adalah palima balatentara tuhan, Yosua langsung menghormatinya. Tidak diceritakan detail lebih jauh tentang pertemuan itu kecuali instruksi bagaimana cara menakhlukkan Yerikho. Yang sering menjadi pertanyaan adalah, mengapa di tempat yang dianggap kudus, selalu diminta untuk menanggalkan kasut (sepatu) dari kaki. Hal yang sama juga diminta oleh tuhan yang menjumpai Musa, baik di gunung Horeb maupun Sinai. Dengan mengesampingkan hipotesa gempa bumi, senjata apakah yang digunakan untuk membuat tembok kokoh benteng Yerikho menjadi bergetar dan kemudian runtuh? Kitab Yosua 6:20 menjelaskan: Lalu bersoraklah bangsa itu, sedang sangkakala ditiup; segera sesudah bangsa itu mendengar bunyi sangkakala, bersoraklah mereka dengan sorak yang nyaring. Maka runtuhlah tembok itu, lalu mereka memanjat masuk ke dalam kota, masing-masing langsung ke depan, dan merebut kota itu.
  29. 29. Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus 28 Kita tidak pernah tahu, seberapa besar tembok itu runtuh. Apakah hanya satu bagian saja atau seluruh tembok. Roman Vinokur dalam artikelnya yang berjudul “Acoustic Noise as a Non-Lethal Weapon” dalam Sound and Vibration, edisi Oktober 2004, menyebutkan bahwa senjata yang digunakan sangat mungkin adalah sejenis LRAD (Long Range Acoustic Device). Senjata ini secara singkat dapat digambarkan sebagai loudspeaker raksasa yang dapat menghantarkan suara nyaring dengan nada 145 dB atau “booms” pada jarak lebih dari 300 m, yang bisa menyebabkan sakit kepala dan panik. Suara ini secara signifikan lebih kuat daripada sekedar bunyi nyaring detektor asap dan tidak dapat diatasi dengan hanya sekedar menutup telinga. Alat LRAD inisering digunakan untuk mengendalikan massadan ‘membersihkan’ bangunan (agar orangnya keluar). Dengan kata lain, suara itu belum tentu yang menyebabkan secara langsung tembok runtuh, namun saat warga Yerikho panik dan sakit kepala mendengarkan suara itu, kemudian orang Israel menyerang dan merobohkan temboknya sehingga menerobos masuk ke dalamnya tanpa perlawanan berarti. Jika ini memang benar sebuah senjata atau sejenis LRAD (Long Range Acoustic Device), apakah ada hubungannya dengan ET? Alkitab mencatat saat Musa menghadap tuhan di gunung Sinai, juga terjadi suatu peristiwa yang mirip dengan kondisi saat penyerangan di kota Yerikho. Dan terjadilah pada hari ketiga, pada waktu terbit fajar, ada guruh dan kilat dan awan padat di atas gunung dan bunyi sangkakala yang sangat keras, sehingga gemetarlah seluruh bangsa yang ada di perkemahan. Lalu Musa membawa bangsa itu keluar dari perkemahan untuk menjumpai Allah dan berdirilah mereka pada kaki gunung. Gunung Sinai ditutupi seluruhnya dengan asap, karena TUHAN turun ke atasnya dalam api; asapnya membubung seperti asap dari dapur, dan seluruh gunung itu gemetar sangat. Bunyi sangkakala kian lama kian keras. Berbicaralah Musa, lalu Allah menjawabnya dalam guruh. (Kitab Keluaran 19:16-19) Bunyi sangkakala yang sangat keras itu bisa diperkirakan merupakan bunyi yang berasal dari makhluk atau pesawat ET. Suara itu membuat gemetar dan suara itu makin lama makin keras. Jelas suara ini bukan dibuat oleh bangsa Israel, melainkan berasal dari gunung tempat ET mendarat. Sebuah kejadian yang boleh dibilang mirip dalam film “Close Encounters of The Third Kind” Penggunaan sangkakala (terompet) sebelum maju berperang memang terus digunakan sejak saat itu. Bahkan setelah ribuan tahun kemudian, kebiasan meniup terompet ini tetap dilakukan saat mau maju bertempur oleh bangsa-bangsa di dunia. [bersambung]
  30. 30. Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus 29 Sejarah bangsa Israel kuno memang penuh dengan peperangan. Tidak berbeda dengan bangsa-bangsa lain di muka bumi ini yang juga suka berperang. Masalahnya, Alkitab menceritakan adanya campur tangan “tuhan” dalam peperangan ini. Entah berupa penggunaan sebuah alat yang bisa dianggap sebagai sebuah senjata, atau tindakan langsung dari makhluk ET. Misalnya, ada satu peristiwa yang nampaknya bisa dikaitkan dengan ET di Alkitab, yang tercatat dalam kitab II Raja-Raja 19:35 yang isinya: “Maka pada malam itu keluarlah Malaikat TUHAN, lalu dibunuh-Nyalah seratus delapan puluh lima ribu orang di dalam perkemahan Asyur. Keesokan harinya pagi-pagi tampaklah, semuanya bangkai orang- orang mati belaka!” Hal itu terjadi di jaman raja Hizkia berkuasa (salah seorang raja Israel setelah era Salomo/Sulaiman), di mana dalam kitab II Tawarikh 32:21 “Lalu TUHAN mengirim malaikat yang melenyapkan semua pahlawan yang gagah perkasa, pemuka dan panglima yang ada di perkemahan raja Asyur, sehingga ia kemalu-maluan kembali ke negerinya.” Jenis senjata apakah yang bisa menewaskan seratus delapan puluh lima ribu orang dalam satu malam? Apakah mereka diracun? Ataukah ada senjata pembunuh massal yang digunakan, misalnya sejenis gas beracun atau senjata biologi? Hal ini dikarenakan bahwa yang melakukan pembantaian itu adalah malaikat tuhan. Raja Hizkia selamat dari serangan raja Asyur, namun menurut II Tawarikh 32:24, pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit, sehingga hampir mati. Diceritakan bahwa ia berdoa dan tuhan berfirman kepadanya serta memberikannya suatu tanda ajaib. Apakah ini berarti raja Hizkia sempat terkena dampak dari senjata pemusnah massal tersebut? Di jaman sekarang, barangkali “tuhan” akan mendapat sanksi dari PBB karena melakukan pembunuhan massal. Bayangkan, seratus delapan puluh lima ribu orang mati dalam semalam. Ini bukan jumlah yang sedikit. Jelas pembantaian itu ditulis mengatasnamakan “malaikat tuhan”. Bagi yang skeptis, tentu berusaha mencari jawaban, apa yang menjadi penyebab tewasnya seratus delapan puluh lima ribu prajurit itu. Apakah mereka diracun dengan cara meracuni perbekalan air minum mereka? Atau mereka terkena bom neutron, yang sifatnya membunuh tapi tidak merusak? Seperti diketahui, teknologi bom netron ini merupakan senjata pemusnah massa yang berbeda dari senjata nuklir lainnya sebab mampu merusak kehidupan tanpa merusak sarana dan bangunan. Kembali ke jaman Yosua, sekitar tahun 1300 SM, terjadi peristiwa alam yang luar biasa. Saat berperang melawan bangsa Amori. Ada dua peristiwa sebenarnya, yang pertama dalah jatuhnya batu dari langit, yang bisa diduga adalah meteor. Hal itu bisa dibaca di kitab Yoshua 10:11 Sedang mereka melarikan diri di depan orang Israel dan baru di lereng Bet-Horon, maka TUHAN melempari mereka dengan batu-batu besar dari langit, sampai ke Azeka,
  31. 31. Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus 30 sehingga mereka mati. Yang mati kena hujan batu itu ada lebih banyak dari yang dibunuh oleh orang Israel dengan pedang. Lalu peristiwa alam kedua yang lebih hebat lagi adalah saay matahari dan bulan nampak berhenti bergerak. Dengan kata lain, ini berarti bumi mengalami perlambatan rotasi atau bahkan berhenti. Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang Israel: "Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!" Maka berhentilah matahari dan bulan pun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh. Belum pernah ada hari seperti itu, baik dahulu maupun kemudian, bahwa TUHAN mendengarkan permohonan seorang manusia secara demikian, sebab yang berperang untuk orang Israel ialah TUHAN. (Kitab Yoshua 10:12-14) Ini jelas merupakan sebuah peristiwa astronomis. Apa yang tercatat di Alkitab ini juga tercatat di belahan dunia lain melalui mitos dan legenda. Jika di daerah Kanaan itu siang menjadi sangat panjang, maka di daerah lain, seperti Cina, diceritakan bahwa sore hari menjadi sangat panjang, tidak seperti biasanya. Sementara itu, di amerika tengah seperti di Mexico, tercatat dalam legenda mereka ada malam yang sangat panjang.  Sejarah Cina mengemukakan tentang Yao, raja mereka, menyatakan bahwa di masa kekuasaannya terjadi matahari berdiam cukuplama di atas horison dan hal itu membuat takut orang-orang karena mengira dunia akan dihanguskan oleh api. Era kekuasaan Yao ini adalah sama dengan masa Yoshua.  Dalam tawarikh Mexico dari Cuauhtitlan—sejarah kerajaan dari Culhuacan dan Mexico, tertulis dalam manuskrip Nahua-Indian abad 16 –menceritakan sebuah kekacauan kosmos di masa lalu, dimana malam tidak berakhir dan berlangsung lama.  Sahagun, Seorang cendekiawan Spanyol yang datang ke benua Amerika setelah generasi Columbus dan mengumpulkan informasi mengenai tradisi aborigin, menulis bahwa ada suatu waktu di mana terjadi sebuah kekacauan kosmis, matahari terbit sedikit di horison dan tidak lama bergerak sementara bulan tetap berada di posisinya juga. [sumber: http://www.grmi.org/Richard_Riss/evidences/7longday.html] Jelas ini merupakan peristiwa alam yang tidak biasa dan bukan hanya khayalan sebab tercatat di berbagai belahan dunia. Kalangan astronomi memang belum mendapat jawaban yang pasti apa penyebabnya. Jika bumi mengalami perlambatan rotasi, tentu akibatnya bisa beraneka ragam. Jika kita berspekulasi dan menghubungkan dengan adanya hujan batu dari langit, sangat mungkin ada sebuah benda angkasa besar melintas dekat bumi dan mempengaruhi rotasi planet ini. Dan nampaknya hal ini
  32. 32. Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus 31 diketahui oleh Yoshua dari informasi yang diperolehnya melalui makhluk ET yang membantunya. Ada dugaan bahwa saat itu di dekat bumi melintas sebuah asteroid yang diperkirakan sebesar 750 Km. Diduga bahwa asteroid itu mempengaruhi dan memperlambat rotasi bumi dan besar kemungkinan jatuh di kawasan antara Hawaii dan Filipina. (sumber: http://www.space-explorers.com/internal/chronos/more%5Cstill.html] [bersambung] Bagian 4: Simson, benih makhluk ET? Banyak sekali perjumpaan antara malaikat dengan manusia yang ditulis dalam Alkitab. Misalnya Gideon, salah seorang pemimpin Israel setelah Yoshua, berjumpa dengan seorang malaikat di duduk di bawah pohon tarbantin di Ofra. (baca Kitab Hakim-Hakim 6). Namun ada sebuah peristiwa yang menarik di Alkitab. Hampir kebanyakan orang mengenal namanya, yakni Simson atau Samson. Keistimewaannya terletak pada keperkasaannya. Walau akhirnya harus tragis mati bersama para musuhnya, bangsa Filistin, namun Simson merupakan salah seorang pahlawan orang Israel. Tapi bukan karena hal itu sehingga Simson dibahas di sini, namun karena cerita mengenai asal usulnya. Berikut cerita yang bisa kita baca dari Alkitab: Pada waktu itu ada seorang dari Zora, dari keturunan orang Dan, namanya Manoah; isterinya mandul, tidak beranak. Dan malaikat TUHAN menampakkan diri kepada perempuan itu dan berfirman kepadanya, demikian: "Memang engkau mandul, tidak beranak, tetapi engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Oleh sebab itu, peliharalah dirimu, jangan minum anggur atau minuman yang memabukkan dan jangan makan sesuatu yang haram. Sebab engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki; kepalanya takkan kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibunya anak itu akan menjadi seorang nazir Allah dan dengan dia akan mulai penyelamatan orang Israel dari tangan orang Filistin." Kemudian perempuan itu datang kepada suaminya dan berkata: "Telah datang kepadaku seorang abdi Allah, yang rupanya sebagai rupa malaikat Allah, amat menakutkan. Tidak kutanyakan dari mana datangnya, dan tidak juga diberitahukannya namanya kepadaku. Tetapi ia berkata kepadaku: Engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki; oleh sebab itu janganlah minum anggur atau minuman yang memabukkan dan janganlah makan sesuatu yang haram, sebab sejak dari kandungan ibunya sampai pada hari matinya, anak itu akan menjadi seorang nazir Allah." Lalu Manoah memohon kepada TUHAN, katanya: "Ya Tuhan, berilah kiranya abdi Allah, yang Kauutus itu, datang pula kepada
  33. 33. Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus 32 kami dan mengajar kami, apa yang harus kami perbuat kepada anak yang akan lahir itu." Maka Allah mendengarkan permohonan Manoah, sehingga malaikat Allah datang pula kepada perempuan itu, ketika ia duduk di padang dan ketika Manoah, suaminya itu, tidak ada bersama-sama dengan dia. Kemudian perempuan itu segera berlari memberitahukan kepada suaminya, katanya kepadanya: "Orang yang datang kepadaku baru-baru ini menampakkan diri pula kepadaku." Lalu bangunlah Manoah dan mengikuti isterinya. Setelah sampai kepada orang itu, berkatalah ia kepadanya: "Engkaukah orang yang telah berbicara kepada perempuan ini?" Jawabnya: "Benar!" Lalu kata Manoah: "Dan apabila terjadi yang kaukatakan itu, bagaimanakah nanti cara hidup anak itu dan tingkah lakunya?" Jawab malaikat TUHAN itu kepada Manoah: "Perempuan itu harus memelihara diri terhadap semua yang kukatakan kepadanya. Janganlah ia makan sesuatu yang berasal dari pohon anggur; anggur atau minuman yang memabukkan tidak boleh diminumnya dan sesuatu yang haram tidak boleh dimakannya. Ia harus berpegang pada segala yang kuperintahkan kepadanya." Kata Manoah kepada malaikat TUHAN itu: "Perkenankanlah kami menahan engkau di sini, supaya kami mengolah anak kambing bagimu." Tetapi jawab malaikat TUHAN itu kepada Manoah: "Sekalipun engkau menahan aku di sini, hidanganmu itu tidak akan kumakan. Tetapi jika engkau hendak mengolahnya menjadi korban bakaran, persembahkanlah itu kepada TUHAN." Sebab Manoah tidak mengetahui, bahwa dia itu malaikat TUHAN. Kemudian berkatalah Manoah kepada malaikat TUHAN itu: "Siapakah namamu, sebab apabila terjadi yang kaukatakan itu, maka kami hendak memuliakan engkau." Tetapi jawab malaikat TUHAN itu kepadanya: "Mengapa engkau juga menanyakan namaku? Bukankah nama itu ajaib?" Sesudah itu Manoah mengambil seekor anak kambing dan korban sajian, lalu mempersembahkannya kepada TUHAN di atas batu. Lalu diperbuat-Nya keajaiban, sementara Manoah dan isterinya memandanginya. Sedang nyala api itu naik ke langit dari mezbah, maka naiklah malaikat TUHAN dalam nyala api mezbah itu. Ketika Manoah dan isterinya melihat hal ini, sujudlah mereka dengan mukanya sampai ke tanah. Sejak itu malaikat TUHAN tidak lagi menampakkan diri kepada Manoah dan isterinya. Maka tahulah Manoah, bahwa Dia itu malaikat TUHAN. Berkatalah Manoah kepada isterinya: "Kita pasti mati, sebab kita telah melihat Allah." Tetapi jawab isterinya kepadanya: "Seandainya TUHAN hendak membunuh kita, maka tidaklah Ia menerima korban bakaran dan korban sajian dari tangan kita dan tidaklah Ia memperlihatkan semuanya itu kepada kita dan tidaklah Ia memperdengarkan hal-hal yang demikian kepada kita pada waktu sekarang ini." Lalu perempuan itu melahirkan
  34. 34. Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus 33 seorang anak laki-laki dan memberi nama Simson kepadanya. Anak itu menjadi besar dan TUHAN memberkati dia. (Kitab Hakim-Hakim 13:2-24) Apakah Simson adalah keturunan dari benih makhluk ET? Apakah telah terjadi proses pembuahan dengan cara yang tidak dipahami oleh orang di masa itu, misalnya dengan teknik bayi tabung atau sejenisnya? Bahwa anak yang dihasilkan ini mempunyai keistimewaan tentu bisa dikaitkan bahwa dia bukanlah anak manusia biasa. Hal yang sama seperti ditulis dalam Kitab Kejadian 6:2 di mana anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka. Bahkan pada kitab kejadian 6:4 dijelaskan, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang- orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan. Keturunan yang gagah perkasa, kuat secara fisik, terlebih proses pembuahannya yang tidak biasa pada ibu Simson, menimbulkan sebuah spekulasi, apakah hal ini merupakan interaksi makhluk ET dengan manusia bumi? Apakah “malaikat” itu yang membuat isteri Manoah hamil? Apakah itu merupakan keajaiban yang “sim salabim” maka perempuan itu bisa tiba-tiba hamil sementara dia sebelumnya mandul? Isteri Manoah mendeskripsikan makhluk itu sebagai “"seorang abdi Allah, yang rupanya sebagai rupa malaikat Allah, amat menakutkan.” Mengapa dikatakan sangat menakutkan? Apakah yang aneh dalam penampilannya? Dan bagaimanakah penggambaran rupa malaikat di jaman itu? Sejauh dalam kisah yang disebutkan di kitab Henokh dijelaskan rupa malaikat yang digambarkan memiliki rambut berwarna putih dan murni seperti wol. Bahkan di kitab Henokh Slavonic bab 22, dituliskan tentang penampakan wajah tuhan sebagai: “Wajahnya seperti besi yang berpijar dan bersinar dalam nyala api. Jadi inilah keabadian, aku melihat wajah Tuhan, tetapi wajahNya tak terlukiskan, menakjubkan dan sangat jelek, dan sangat, sangat mengerikan.” Jenis makhluk ET yang manakah yang dijumpai Henokh ataupun isteri Manoah waktu itu? Informasi tadi adalah hal yang perlu disimak. Mengapa sebuah deskripsi akan malaikat atau bahkan wajah tuhan sendiri digambarkan memiliki wajah yang sangat menakutkan dan bahkan mengerikan? Secara fisik sepertinya memiliki bentuk mirip manusia, namun detailnya serta wajahnya menunjukkan adanya perbedaan. “Wajahnya seperti besi yang berpijar dan bersinar dalam nyala api” barangkali menggambarkan warna kulit yang merah gelap yang menyala. Jika hal itu dipersepsi oleh orang di masa kini, maka hal ini jauh dari gambaran malaikat atau tuhan, bahkan sepintas pasti akan menduga bahwa itu lebih sesuai untuk gambaran makhluk reptoid. Kita tahu bahwa di Amerika Tengah, suku Maya menyembah dewa mereka yang tergolong reptilian seperti Itzam Ná yang merupakan dewa tertinggi reptilian, Chaak yang mempunyai wajah reptilian, sementara suku Indian Inca menyembah dewa ular Quetzalcoatl.
  35. 35. Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus 34 Kepercayaan pada dewa reptilian sudah ada sejak jaman sumeria kuno. Bahkan ada pendapat yang mengatakan bahwa dewa Ra yang disembah di Mesir kuno juga merupakan alien reptilian. David Icke yang mengemukakan teori Reptilian Humanoid bahkan percaya kalau Bumi telah dikunjungi dan diperebutkan oleh beragam ras asing dari luar angkasa, terutama reptilian, dimana sebagian dari mereka masih ada dan hidup diantara manusia dengan menyamar. Manusia separuh naga (atau disebut reptilian), digambarkan sebagai ras yang memiliki kecerdasan tinggi dan kekuatan batin/supranatural. Dalam mitologi, ras ini kita jumpai. Juga dalam teori-teori pseudo sains. Para ilmuwan era new age yang sering membahas teori konspirasi, seperti : Riley Martin, John Rodes dan David Icke sering menyinggung keberadaan ras ini. Reptilian juga kita jumpai dalam film-film fiksi ilmiah. Nama yang diberikan untuk ras ini adalah Reptoid, yaitu gabungan dari kata “Reptilian” dan “Humanoid”. Tapi ada beberapa ilmuwan yang juga menyebut ras ini dengan nama dinosauroid, manusia kadal atau bangsa kadal. Nama-nama lain untuk ras ini adalah “Draconian”, “Saurian” dan “Sauroid”. Warna kulit mereka biasanya hijau atau keemasan. Menurut sejarah, Indian Inca percaya kalau semua prestasi peradaban mereka bersumber dari ajaran seorang sosok dewa yang datang dari laut, berwujud separuh ular dan memiliki nama "Quetzalcoatl". Suku Dogon di Afrika bahkan telah bisa memetakan peta bintang Sirius B, sebelum dunia ilmu modern mengenali adanya bintang kembar ini. Sedangkan legenda Indian Eskimo menceritakan bahwa pada masa silam, mereka ini diterbangkan ke Utara oleh dewa mereka dalam suatu "burung logam". Dewa Bangsa Indian Maya Toltec, yaitu Gucumatz digambarkan sebagai “sosok ular yang bijak” yang meningkatkan pengetahuan manusia. Di kawasan Yucatan, Dewa ini disebut dengan nama Kukulcan. Suku Indian Hopi menyebut ras manusia naga sebagai “Sheti”, atau “persaudaraan ular”, yang diyakini hidup di bawah tanah. Suku Indian Cherokee juga mengenal ras manusia naga dalam legenda mereka. Dalam mitologi Kolombia kuno, dikenal sosok Bachue, yaitu perempuan yang bisa berubah wujud menjadi ular raksasa. Suku Indian diketahui kerap menggunakan zat bernama Dimethyltryptamine (yang juga digunakan para dukun di Afrika Selatan), dan dalam pengaruh zat ini, mereka mengaku bisa melihat sosok manusia naga. Mitos kuno dari seluruh dunia paling tidak memiliki satu kisah tentang ras reptilian. Di beberapa mitologi, ada kisah tentang kaum reptilian yang berinteraksi dengan manusia. Juga dikenal cerita “Ular yang Bijak” tentang kaum reptilian yang membagi pengetahuan pada bangsa manusia di akhir peradaban. Beberapa pendapat mengatakan, adanya mitos tentang ras reptilian (manusia naga) bisa jadi merupakan hasil memori genetic yang berkembang selama jutaan tahun, saat mamalia menjadi santapan reptil. Kembali ke Simson, memang figur ini menjadi menarik karena keistimewaan yang dimiliki. Tentu ada yang berpendapat bahwa seringkali sosok kepahlawanan seseorang
  36. 36. Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus 35 perlu dibumbui dengan cerita-cerita adikodrati agar menambah kesan mistis dan keagungan. Seperti misalnya kelahiran seorang raja dari titisan dewa tertentu, yang tentunya ditujukan untuk menambah legitimasi kekuasaan. Sebenarnya ini juga hampir mirip dengan proses kelahiran Ishak, anak Abraham. Semula isteri Abraham, yakni Sarai (kemudian disebut sebagai Sara) juga mandul, tidak punya anak, hingga akhirnya saat kedatangan tuhan dan dua malaikatnya mengabarkan padanya bahwa setahun lagi dia akan punya anak. Demikian juga dengan dua tokoh penting lainnya, yakni kelahiran Yohanes Pembaptis dan juga Yesus. Ibu Yohanes Pembaptis, Elizabeth, semula mandul dan kemudian hamil di masa tuanya. Yesus juga dikabarkan lahir dari seorang perawan, setelah ditemui oleh malaikat yang mengaku bernama Gabriel. Walau kalangan skeptis banyak yang meragukan hal itu, namun itulah yang tertulis dalam Alkitab. Tergantung apakah kita meyakini hal itu atau tidak. Namun justru karena itulah, ada orang yang kemudian menganggap bahwa mereka adalah keturunan ET, dan sering kali para ET melalui proses channeling mengatakan bahwa Yesus adalah titisan mereka. Soal ini tidak dibahas di sini sebab tentu saja kebenarannya akan sulit untuk diketahui. Simson memang seorang pahlawan, tapi akhir hidupnya tragis. Kalaupun itu sebuah cerita, maka kisah itu tidak berakhir dengan bahagia. Yang unik adalah, keperkasaan Simson tergantung dari rambutnya. Saat dia kemudian dipangkas rambutnya (digunduli), maka kekuatannya menjadi pudar dan lemah. Musuhnya tahu kelemahan ini karena telah memanfaatkan seorang perempuan mata-mata Filistin, bernama Delila. Raja-raja kota orang Filistin menyuruh Selila untuk mengetahui apa sumber kekuatannya yang demikian besar, dan dengan apakah Simson dapat dikalahkan. Setiap raja berjanji kepada Delila akan memberi masing-masing seribu seratus uang perak kepadanya. Simson berhasil diperdaya Delila dan akhirnya dipangkas rambutnya. Dia juga dibutakan kedua matanya. Kekuatannya hilang dan dia hidup sebagai tawanan dan tontonan orang Filistin. Hingga suatu ketika, tanpa disadari, rambutnya tumbuh kembali. Saat itu dengan kekuatan yang dimiliki, Simson merobohkan tiang penyangga bangunan kuil Dagon sehingga seluruh gedung roboh dan dia turut mati bersama ribuan orang Filistin termasuk pemimpin mereka. Itulah cerita tentang Simson.
  37. 37. Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus 36 Tentu sulit sekali menghubungkan mengapa kekuatan Simson terletak di rambutnya. Secara sains juga sangat sulit untuk dicari penjelasannya. Paling mudah adalah dengan menganggap bahwa hal itu merupakan sebuah sugesti saja. Tapi coba kita lihat pada budaya tertentu di daerah lain, salah satunya budaya di negeri kita ini, yakni di Dieng, yaitu tentang rambut gimbal. Anak balita pemilik rambut gimbal dipercaya sebagai titisan roh kyai mumpuni. Bagi warga Dieng dianggap titisan Kyai Kolodite. Berdasarkan anggapan ini, anak berambut gimbal dipercaya memiliki daya linuwih dibanding anak sebayanya yang berambut normal. Dinilai mampu berhubungan dengan dunia maya. Maka jarang ada yang berani sembrono dengan si gimbal. Keberadaan anak berambut gimbal di lingkungan keluarga, justru dianggap sebagai berkah,bisa melindungi keluarga dari marabahaya. Tak heran setiap permintaan dan ucapannya, dinilai sebagai sabda kiai. Harus dituruti. Kalau tidak, petaka bisa menyergap keluarga. Bahkan dampaknya bisa meluas ke warga sekitarnya. Sejarawan Anthony Reid dalam Asia Tenggara dalam Kurun Niaga 1450-1680 mengatakan bahwa rambut bagi masyarakat Asia Tenggara kuno merupakan lambang dan petunjuk diri yang sangat menentukan. Maksudnya, rambut adalah simbol kekuatan dan kewibawaan seseorang. Dengan begitu, rambut mesti diberi perawatan terbaik agar terjamin tetap hitam, lebat, dan harum. Sehingga, menumbuhkan rambut sepanjang dan selebat mungkin merupakan cara menunjukkan kekuatan sekaligus kekuasaan serta kewibawaan seseorang. Maka tak heran, bila dalam film-film yang berlatar kerajaan- kerajaan masa lampau, para jago dan ksatria digambarkan banyak yang berambut panjang. Begitu besarnya penghormatan terhadap rambut, sampai-sampai ada pandangan yang menyatakan bahwa “Mencintai rambut sama dengan mencintai kepalanya.” Kepala merupakan bagian tubuh yang paling dihormati dan disucikan. Alhasil, memotong rambut bagi masyarakat Asia Tenggara kuno diartikan sebagai simbol pengorbanan diri ketimbang pembeda jenis kelamin, sehingga perlu dilakukan ritual khusus pemotongan rambut. (Sumber: Rambut dan Sejarah Indonesia, oleh Aria W. Yudhistira, http://www.kunci.or.id/esai/nws/16/aria_rambut.htm) [bersambung] Bagian 5: Caraka langit Caraka Langit Hanacaraka, ada utusan datang dengan membawa pesan Mereka telah turun dari langit berkata punya kuasa atas planit
  38. 38. Kehadiran ET di dalam Alkitab Nur Agustinus 37 Siapa mereka? Dari mana mereka? Datang dengan kereta terbang berapi Membangun istana menjulang tinggi. Mengajari manusia ilmu rahasia... Mereka pada awalnya adalah satu Tapi setelah sekian lamanya waktu Tak ada lagi pemimpin pemersatu dan semua ingin jadi nomor satu Datasawala, saling bertengkar Planet bumi membara terbakar Perang tak dapat lagi dihindarkan Kedua pihak saling menekan Bumi yang awalnya ibarat surga dan manusia hidup dengan bahagia berubah jadi sebuah mala petaka dan porak poranda seluruh isinya... Padajayanya, sama hebatnya Tak ada yang menang atau kalah Yang ada hanya kehancuran bersama Kalau mereka tidak menyadarinya Ibarat Gajah dan gajah berkelahi, pelanduk mati di tengah-tengah Begitulah nasib penghuni bumi meski ini bukan akhir bagi manusia Magabathanga, habislah mereka Para pangeran tewas di medan laga Tak ada air mata, tak ada tangis duka Sunyi sepi, tak ada lagi yang menjaga Perlahan manusia menata hidup kembali.. Berharap dengan terbitnya matahari Sambil menunggu lagi caraka langit, berupaya memimpin rumah sendiri... (Nur Agustinus, 18 Desember 2008)
  • NayaZecharia

    Feb. 18, 2021
  • HenryYtsujam

    Jan. 23, 2018
  • Henryzhou22

    Mar. 12, 2017

Sebuah penafsiran dari Alkitab tentang kemungkinan adanya interaksi makhluk dari dunia lain atau ET ke dalam kehiduoan manusia.

Vues

Nombre de vues

1 711

Sur Slideshare

0

À partir des intégrations

0

Nombre d'intégrations

2

Actions

Téléchargements

29

Partages

0

Commentaires

0

Mentions J'aime

3

×